
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 142
...•...
Senin telah tiba, semua murid kembali bersekolah seperti biasa layaknya hari-hari sebelumnya dan tampak bergembira karena Senin adalah hari yang paling menggembirakan bagi para murid di seluruh dunia bahkan alam semesta😍 yang gak setuju byone angela aja sini sama author😠
Tak hanya di dunia real, dalam dunia novel terutama Broken Angel ini juga semuanya pada kembali ke sekolah kecuali Nur yang masih mencari Sahira dan tentunya Sahira sendiri yang lagi berkelana ke berbagai dunia bersama Dimas & Wilona jadi gak bisa disenter lagi karena jangkauannya jauh authornya gak nyampe.
Jadi harap maklum kalau cerita kali ini gak bahas tentang Sahira dan para bidadari lainnya, kasihan petrik kalo harus nyusul kesana kan jauh. Lagian mau pake apa coba petrik nyusulnya? Secara petrik kan gak punya portal atau mesin waktu kayak mereka, kalo disuruh naik pesawat atau roket butuh berabad-abad kayaknya supaya nyampe sana.
Oke kita masuk ke cerita pada scene pertama, yang mana kali ini ada seorang gadis modis nan cantik tapi sayang masih jomblo sama kayak yang baca. Siapa lagi dia kalau bukan Grey si anak motor tomboy dan kaya raya yang jadi incaran dua lelaki berbeda generasi bahkan kalangan yakni Saka & Alex, dibilang beda generasi karena Saka dari generasi bintang kejora sedangkan Alex asalnya dari generasi banteng merah membanteng.
🌺
Grey tengah membaca novel online berjudul "Dokter rona and hot Dody eh Daddy" di sebuah tempat sebut saja lorong sekolah yang ramai para siswa berlalu lalang, Grey tampak asyik sekali membaca novel tersebut dan terlihat bergairah sampai ngences bacanya.
"Dor!"
Tiba-tiba suara balon pecah, eh enggak maksudnya suara temannya yaitu Kia datang mengagetkan Grey yang lagi panas-panasnya. Tentu saja Grey reflek menutup aplikasi novel online yang warna biru, kalo merah kan buat komik jadi biru aja! Kia yang iseng mengagetkan Grey malah tertawa terbahak-bahak merasa puas karena berhasil bikin Grey kaget, sedangkan Grey tampak marah saat ini.
"Hahaha, kaget ya? Kagetlah masa enggak!" ujar Kia meledek sekaligus tertawa keras.
"Ish, lu tuh kebiasaan deh jadi orang! Bisa gak sih sehari aja lu gak kagetin gue? Emang lu mau kalo jantung gue copot terus brojol dari dalam tubuh gue? Tobat dong Kia, jangan bikin orang senewen terus!" ujar Grey marah-marah ngamuk sambil berdiri dan nunjuk-nunjuk Kia pake telunjuknya.
Kia langsung cemberut dan wajah eh matanya berkaca-kaca menahan air mata yang ingin mengalir atau menetes, sementara Grey masih melotot dan matanya hampir copot kalo gak ditahan sama author. Iya soalnya kalo copot nanti novelnya berubah jadi dark, kan ngeri!
"Sorry, Grey! Gue kan cuma bercanda, lu jangan marah-marah gitu dong sama gue!" ucap Kia dengan nada seperti hendak menangis.
"Gimana gue gak marah coba? Lu nya sih jadi orang sukanya bikin senam jantung terus! Coba kalo lu gak kayak gitu, pasti gue juga gak bakal marahin lu kok! Lagian biar apa sih pake segala ngagetin gue mulu begitu, gak bosen apa?" ujar Grey masih kesal.
"Hehehe, maaf ya Grey? Gue cuma iseng aja sih sama gabut juga, sama gue juga mau hibur lu abisnya lu kelihatan lagi sedih!" ucap Kia.
"Hadeh siapa sih yang sedih? Gue tuh lagi baca novel di hp, gausah ngarang deh!" ujar Grey.
"Ohh, tumbenan lu baca novel online biasanya juga baca yang udah berbentuk buku!" ucap Kia.
"Ya suka-suka gue dong, udah ah gue mau lanjut baca novelnya lagi! Soalnya tuh ceritanya seru banget tau, lu mau baca juga gak?" ucap Grey.
"Wih ceritanya tentang apa emang??" tanya Kia penasaran.
__ADS_1
"Tentang azab seorang perempuan yang hobi ngagetin temennya terus-terusan, katanya sih matinya kesambar petir terus isi perutnya keluar semua!" ucap Grey berbohong.
"Hah??" Kia reflek menutup mulutnya karena terkejut, ia juga memegangi perutnya membayangkan hal itu.
•
•
Dari sisi yang tak jauh dari Grey & Kia, ada seorang pria cool juga sedang mengamati gerak-gerik kedua wanita cantik tersebut. Ia tentunya hanya mengamati Grey karena buat apa juga ngeliatin Kia, ya kan? Pria itu tidak lain tidak bukan adalah Saka sang kekasih Grey, padahal Grey sudah putusin dia tapi Saka masih tetap setia dan menganggap Grey adalah pacarnya.
Saka tersenyum karena bisa melihat Grey juga tersenyum walau bukan karenanya, ia sebenarnya ingin sekali menghampiri Grey dan meminta maaf pada gadis itu serta memperbaiki hubungan mereka. Namun, rasanya Saka tidak punya keberanian untuk melakukan itu lantaran ia takut malah akan merusak suasana hati kekasihnya yang sedang happy.
Akhirnya Saka pun hanya memandangi Grey dari jauh sembari menikmati keindahan wajah kekasihnya yang kini tak bisa lagi ia lihat dari jarak dekat, tentu Saka sangat terpukul karena jauh dari gadisnya dan bahkan hubungannya juga sedang diambang kehancuran.
"Syukurlah, sekarang kamu sudah bisa tersenyum lagi sayangku! Jujur saja aku senang melihat kamu bisa senyum seperti itu, walau saat ini aku belum bisa berada di dekat kamu seperti sebelumnya! Maafkan aku ya, sayang! Karena aku gagal menjadi lelaki yang baik untuk kamu dan aku memang bukan lelaki yang pantas untukmu, semoga kamu bisa mendapatkan kebahagiaan bersama Alex!" batinnya.
Saka tampak bersedih, matanya kini berkaca-kaca seperti hendak menangis tapi dengan segera Saka menghapus air mata yang akan mengalir dan coba tetap tegar menghadapi tantangan kali ini.
Pukkk...
Tiba-tiba sebuah tangan mendarat di pundaknya membuat ia terkaget-kaget dan reflek menoleh, terlihat seorang pria lainnya tengah tersenyum menatap ke arahnya. Saka tentu mengenalinya karena pria itu tidak lain adalah Aldi yang pernah dihajar olehnya beberapa waktu lalu, wajah Saka berubah menjadi cemas karena malah bertemu dengan Aldi disaat seperti ini.
"Apa kabar, bro?" ujar Aldi basa-basi.
"Baik, lu sendiri gimana?" ucap Saka berusaha tetap tenang dan bertanya kembali mengenai kabar Aldi yang sempat menjadi sahabatnya dulu.
"Sebenarnya sih gue baik, tapi kalo ketemu sama lu jadi gak baik! Karena gue masih inget banget waktu lu hajar gue habis-habisan di jalan, kenapa lu ngelakuin itu ke gue?" ucap Aldi mulai serius.
Aldi terdiam membiarkan Saka pergi untuk sekarang, ia tersenyum lalu melipat kedua tangannya di depan sambil terus memandangi punggung Saka.
"Lu bakal nyesel udah cari gara-gara sama gue, Saka! Lihat aja, saat momennya udah tepat gue pasti bakal balas semua perbuatan lu ke gua!" batinnya.
🌺
Aldi melihat ke arah lain dan berhasil menemukan Kia disana, ia tersenyum sekilas lalu jalan ke dekat wanita tersebut karena ingin membicarakan sesuatu yang sedikit penting menurutnya pada Kia.
"Hai!" sapa Aldi begitu sampai di dekat Kia sambil mengangkat telapak tangannya.
Sontak Kia reflek mendongak begitu mendengar suara lelaki yang sepertinya tak asing di telinganya, begitupun dengan Grey yang memang berada di sampingnya karena tengah membaca novel.
"Aldi?" ucap Kia tampak sumringah, ia langsung berdiri menatap wajah Aldi dengan senyum tersimpul di wajahnya yang manis.
"Iya, bisa kita bicara sebentar?" tanya Aldi mendekati Kia seraya meraih dua telapak tangan wanita itu.
"Bisa bisa, bisa banget malah! Yuk lah kita langsung aja bicara sekarang! Eee Grey, gue pergi dulu ya sama Aldi!" ucap Kia sangat senang begitu mendengar Aldi ingin bicara padanya.
Grey hanya mengangguk seraya menaikkan satu alisnya tanda iya, setelah itu Kia pun menggandeng tangan Aldi dan mereka pergi dari sana meninggalkan Grey sendirian.
__ADS_1
Kia & Aldi berhenti saat mereka sampai di rooftop sekolah, suasana pagi yang dingin serta hembusan angin sepoi-sepoi membuat Aldi sengaja memilih tempat ini karena dirasa pas untuk berbicara serius pada wanita di sampingnya saat ini.
"Kamu mau bicara apa, Aldi?" tanya Kia penasaran sembari menatap wajah Aldi dari samping.
Pria itu menoleh kemudian senyum tipis terukir di wajahnya, dua tangannya ia gunakan untuk menggenggam telapak tangan Kia lalu menatapnya serius dan sedikit memajukan langkahnya.
"Aku cuma mau sampein sesuatu sama kamu, ini tentang perasaan aku dan juga hubungan kita! Kamu gak keberatan kan kalo kita bicara disini?" ucap Aldi.
"Gak kok, justru aku seneng ngobrol berdua sama kamu kayak gini!" ucap Kia tersenyum renyah.
"Bagus deh, soalnya aku mau ngelurusin aja supaya gak ada lagi salah paham diantara kita!" ucap Aldi.
Kia pun bingung mengapa Aldi berbicara seperti itu, ia juga sudah penasaran sekali apa yang ingin dikatakan Aldi padanya sampai harus seserius ini.
"Yaudah, terus kamu mau bicara apa sekarang? Aku udah penasaran banget tau!" ucap Kia.
"Iya, jadi tuh aku cuma mau bilang sama kamu kalau aku gak bisa terus deket-deket sama kamu! Ya aku gak mau aja nantinya malah dicap tukang php atau apalah itu, maaf banget ya sebaiknya mulai sekarang kita harus jaga jarak dan gak terlalu dekat lagi! Anggap aja yang kemarin kita nonton film bareng itu sebagai bentuk terimakasih karena kamu udah tolongin aku beberapa waktu lalu, maaf ya sekali lagi!" ucap Aldi mengeluarkan semua uneg-uneg di dalam hatinya.
Kia pun tampak bersedih mendengar ucapan yang keluar dari mulut Aldi, ia langsung membuang muka menahan tangis dan air mata yang hendak keluar. Bahkan Kia juga melepas paksa tangannya dari genggaman Aldi, ia menutupi matanya dengan punggung tangan dan berbalik badan.
Aldi merasa bersalah telah membuat Kia bersedih, tapi mungkin ini keputusan yang tepat baginya agar Kia tidak kecewa dikemudian hari jika ia sebenarnya tidak mencintai gadis itu. Berat memang bagi Aldi melihat seorang wanita menangis seperti itu, karena hatinya sangat lembut dan sulit melihat hal itu.
...•••...
Disisi lain, Lucas tengah jalan seorang diri di lorong sekolah dengan tatapan kosong dan tubuh lemas akibat belum mendapat informasi tentang kekasihnya yang sampai saat ini juga tidak jelas dimana keberadaannya. Lucas pun terus bersedih memikirkan bagaimana kondisi Sahira, ia bingung harus mencari tahu melalui siapa karena sekarang Nur juga tak terlihat di sekolah.
Lucas menghentikan langkahnya duduk di bangku yang tersedia lalu menyandarkan tubuhnya, ia mengusap wajahnya kasar sembari berteriak keras membuat orang-orang disana terkejut dan membicarakannya. Saking hancurnya Lucas, ia sampai tak memperdulikan perkataan orang-orang tersebut.
"Sahira, dimana kamu sayang? Aku rindu sekali dengan kamu, wajah cantikmu serta suara indah mu menjadi candu bagiku! Namun, sekarang aku sudah tidak bisa lagi melihat dan mendengar itu semua karena kamu belum juga kembali! Ayolah sayang, cepat kembali bersamaku!" batin Lucas.
Melihat sahabatnya tampak depresi dan tengah bersedih, Alan serta Jack pun tanpa basa-basi langsung duduk di samping Lucas dan menepuk pundak lelaki tersebut. Mereka berusaha menenangkan Lucas tentu agar tidak terus-terusan bersedih seperti ini, apalagi sekarang Lucas harus fokus belajar di sekolah karena sebentar lagi mereka bertiga akan menghadapi kelulusan.
"Kas, lu masih sedih mikirin Sahira ya? Sabarlah bro, kita tahu kok perasaan lu seperti apa sekarang! Tapi, sebaiknya lu jangan terlalu berlarut-larut dalam kesedihan kayak gini! Gue yakin kok sama kemampuan Nur dan temen-temennya, mereka pasti bisa temuin Sahira terus bawa dia balik kesini!" ucap Alan.
"Kenapa lu bisa seyakin itu? Heh, yang bawa pergi Sahira dari sini tuh bukan orang sembarangan! Coba gini deh, mana ada manusia biasa yang bisa ngilang gitu aja kayak Naruto? Gak ada kan? Udah jelas-jelas ini pasti kerjaan manusia super, terus gimana caranya Nur bisa ngelawan dia?" ujar Lucas.
"Lu gak tahu aja Kas, Nur itu kan sama kayak Sahira mereka bidadari nirwana! Coba aja ingatan lu gak dihilangin sama Nur, pasti sekarang lu gak akan secemas ini soal kondisi Sahira!" batin Alan.
Lucas masih tetap pada pendiriannya yakni memikirkan Sahira walau kedua sahabatnya sudah berusaha sekuat mungkin untuk menenangkan dirinya, Lucas kembali bersedih bahkan kali ini sampai meneteskan air mata dan membasahi wajah tampannya.
"Kas, udah mau beli nih kita masuk kelas yok! Kalo lu disini terus juga gak akan ngebantu Sahira, mendingan kita pada ke kelas buat belajar! Inget loh bentar lagi kita ujian kelulusan, kita gak boleh gagal dan gak lulus bro!" ucap Alan menyemangati Lucas.
"Iya bener tuh, apalagi katanya besok mau ada pengumuman siswa yang lolos SNMPTN pasti bakalan heboh banget! Kalau misal kita lolos sih, aman-aman aja bre udah tinggal masuk! Tapi, yang parahnya ya kalo gagal terus nanti pas ujian juga nilai kita pas-pasan kan gawat!" sahut Jack.
"Ah berisik kalian! Gua gak peduli mau lolos snm atau enggak, bodoamat! Hidup gue aja udah gak berarti sejak Sahira pergi, buat apa coba gue pikirin begituan?" ujar Lucas sewot.
Lucas langsung bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan kedua sahabatnya disana.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...