Broken Angel

Broken Angel
Part 27


__ADS_3

Rey, meninggalkan ruang rawat Allena untuk mendengarkan hasil pemeriksaan dokter atas kesehatan Allena di ruang kerja dokter sembari menitipkan pesan,agar marga mengawasi dan memantau Allena dari luar saja.


Tak butuh lama bagi Rey untuk meninggalkan Allena di ruang rawatnya.Saat dia kembali,dia di kejutkan oleh tubuh tegap,kekar nan kokoh tengah meneteskan air mata.


"CK,tak tau malu sekali dia".Ledek rey.


Yah, laki-laki yang di maksud oleh Rey adalah tak lain dan tak bukan adalah marga.Dia menangis sambil melihat kearah dalam.Saking menghayati tangisannya,marga tak menyadari rey yang sudah kembali dari ruang kerja dokter.


Saat marga tenggelam dalam pikirannya,dia di kejutkan oleh suara seseorang yang tengah meledeknya.Dia menoleh ke belakang untuk melihat pria yang sudah meledeknya.


"Oh".Ucap marga, memanjangkan kata 'oh'.


"Hai pria berotot,tak malu kah kau dengan badan mu ini?".Tanya rey di sertai dengan ledekan khas nya.


"Diam pria bodoh,kalau tidak tau apa-apa jangan sok tau".Sahut marga,tak terima di ledek oleh rey.

__ADS_1


Rey,menepuk pundak marga.Memberikan kekuatan pada sahabatnya itu."It's ok, menangis lah,tidak ada yang melarang dan menurut ku itu wajar kok".Ucap rey, menenangkan.


"Wajar,cungur loe wajar".Gertak marga."Tadi aja ngeledek, sekarang sok-sokan menenangkan.Kayak pahlawan kesiangan aja loe".Sentak marga.


"Sorry,brother".Ucap Rey,terkekeh geli dengan sahabat karibnya yang bisa saja bertingkah bak anak kecil.


"Di maafkan,lain kali jangan di ulangi lagi yah?".Benar saja apa yang di perkirakan rey,marga selalu begitu.Terkadang kasar,tapi di detik itu pula dia jadi lembut.


"Jadi, bagaimana?".Tanya rey, mengalihkan perhatian.


"Apa?".Tanya rey,sembari ikut duduk.


"Gadis itu".Marga menjeda ucapannya."Sepertinya kau harus selalu menjaganya, karena gadis itu seperti yang sudah kamu ceritakan padaku.Dia korban dari broken home.Dia sedang dalam fase broken Angel.Merasa sepi dan sendiri ".Jelas marga.


Sedari tadi rey,menahan nafasnya demi mendengarkan penuturan marga tentang allena.Takut betul itu adalah berita buruk untuk allena.

__ADS_1


"Dia broken Angel, rey.Dia mungkin terlihat kuat tapi jauh di dalam lubuk hatinya,dia terluka.Merindukan sosok yang di cintai nya,tapi orang itu dengan sengaja telah menimbulkan luka di hatinya".Jelas marga lagi.


Rey,menghela nafasnya secara kasar.Memijat pelipisnya yang terasa pusing.Penururan marga, seketika itu telah membuka pikiran rey tentang anak gadis yang menangis di pojok pohon yang baru dia ketahui gadis itu sudah mendengar pertengkaran orang tuanya.


"Rey".Ucap marga."Rey,are you oke?".Tanya marga,sembari menggoyang-goyangkan tubuh rey.


"I'm ok".Sahut rey, tanpa menatap marga.


Baik Rey maupun marga, keduanya saling diam.Sibuk dengan pikiran masing-masing.Rey,masih terperangkap di dalam bayang-bayang masa lalu, sedangkan marga mempertanyakan keberadaan orang tua Allena.


Lama rey diam terpaku di tempatnya hanya seorang diri saja karena marga sudah sejak tiga jam pamit undur diri karena masih ada hal yang ingin di kerjakan.Sedang Rey,masih betah berdiam diri.Tak berniat pergi atau sekedar mengecek keadaan allena yang masih ada di dalam sana.


Klek.


Pintu ruang rawat terbuka dari dalam,saat rey masih berada dalam pikiran masa lalunya.Tak menyadari pintu rawat di buka oleh seseorang.

__ADS_1


"Masih betah disini?". Tanya seorang wanita.


__ADS_2