
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 109
...•...
Saka sampai di depan rumah Grey dengan sangat-sangat terlambat, ia menyesal sudah memilih ikut dengan Willy dan sampai melupakan janjinya pada Grey untuk menemui kedua orang tuanya. Saka pun langsung turun dari motornya membawa sebungkus kotak mungkin berisi makanan yang sudah ia siapkan sebelumnya, ia juga merapihkan rambut serta pakaiannya sebelum melangkah masuk ke dalam rumah pacarnya itu.
"Semoga Grey sama ortunya masih mau terima gue walau gue udah telat berjam-jam, huh gue harus langsung masuk dan minta maaf sama mereka!" batin Saka sambil menghela nafasnya.
Saka pun dengan cepat melangkahkan kakinya menuju pintu gerbang Grey, terlihat pagar tersebut terbuka sehingga Saka tak perlu repot-repot memanggil orang di dalam untuk membukanya. Saka masuk kesana sambil melihat ke sekeliling rumah itu berharap-harap cemas semoga tidak dimarahi.
Ketika ia sampai di depan pintu rumah Grey, tiba-tiba saja pintu itu terbuka dan membuat Saka terkejut bukan main apalagi yang membukanya adalah mama sang kekasih alias Grey. Wajah Saka langsung berubah pucat dan mengeluarkan keringat dingin, jantungnya berdetak kencang menatap wajah mamanya Grey secara dekat seperti itu.
"Misi, tante! Saya Saka pacarnya Grey, apa dia ada di rumah?" ucap Saka dengan gugup terbata-bata.
Alice alias mama Grey itu memandangi Saka dari ujung sepatu sampai kepala dengan tatapan seperti tidak suka, Saka pun bertambah gugup menundukkan kepalanya karena takut.
"Mau apa kamu kesini?" tanya Alice dengan nada tegas dan tatapan menyala.
"Eee sa-saya udah ada janji sama Grey, saya mau ketemu sama tante dan papanya Grey! Sekaligus saya mau memperkenalkan diri saya sebagai kekasih Grey alias Diwi, tante!" jawab Saka menjelaskan maksudnya datang kesana.
"Gak perlu! Kamu udah terlambat, Grey sekarang udah pergi sama calonnya! Saya rasa dia lebih pantas untuk menjadi pasangan putri saya dibanding kamu yang suka mengingkari janji, sekarang kamu pergi sana karena percuma aja terus disini gak akan bisa ketemu siapa-siapa lagi! Oh ya satu lagi, lupakan anak saya dan jangan pernah berharap kamu akan bisa mendapatkan restu dari saya atau suami saya untuk mendekati dia lagi!" ucap Alice mengusir Saka.
Sontak Saka langsung tersentak hatinya mendengar kata-kata dari Alice, ia seperti merasa hancur berkeping-keping saat itu juga. Entah mengapa perkataan Alice memang membuat hatinya tersayat bagaikan terkena goresan pisau tajam.
"Kenapa masih diam? Sana pergi dan jangan kembali lagi! Saya tidak akan membiarkan anak saya dekat-dekat dengan lelaki seperti kamu!" ujar Alice.
"Eee iya tante, sa-saya bakal pergi kok! Tapi, ini saya ada sedikit makanan untuk tante dan keluarga tolong diterima ya! Emang harganya gak seberapa, tapi semoga tante bisa suka!" ucap Saka menyerahkan bungkusan itu dengan tangan bergetar.
"Ya yaudah saya terima, sana pergi!" ucap Alice mengambil bungkus tersebut dari tangan Saka dan mengusirnya kembali dengan jutek.
__ADS_1
"Terimakasih, tante! Saya permisi..." ucap Saka hendak mencium tangan Alice. Namun, wanita itu malah menjauhkan tangannya dari Saka.
"Gausah pake cium tangan segala, saya gak sudi tangan saya disentuh sama kamu!" ujar Alice.
"Eee oke tante, saya permisi..." ucap Saka menahan kesedihannya dengan cara menggigit bibir bawahnya.
Saka pun berbalik badan lalu pergi dari sana dengan perasaan hancur, hatinya terluka dan menangis tersedu-sedu walau semua itu belum bisa ia keluarkan sekarang karena masih harus tetap tegar. Sesekali Saka menoleh ke belakang memandangi rumah besar milik kekasihnya itu yang mulai sekarang tak akan ia datangi lagi.
"Grey, maaf...."
...•••...
Sementara itu, Sahira & Nur pulang ke rumah diantar oleh 2 anggota wild blood sesuai perintah dari Lucas. Memang sebelumnya Lucas memberi kabar kalau Aldi tengah dirawat di rumah sakit dan itu membuat seluruh orang di warung babeh panik dan cemas, namun Lucas juga meminta mereka untuk tenang dan mengantar kekasihnya pulang ke rumah begitu juga dengan wanita-wanita lainnya disuruh pulang olehnya ke rumah masing-masing.
Daffa & Wisnu adalah 2 anggota wild blood yang mengantarkan Sahira serta Nur sampai ke depan rumahnya dengan selamat, barulah setelah itu mereka akan menyusul yang lainnya menuju rumah sakit untuk menjenguk Aldi disana.
"Makasih ya, Daffa sama Wisnu!" ucap Sahira ketika turun dari motor Daffa dan menyerahkan helmnya.
"Sama-sama, Sahira! Yaudah kalo gitu kita cabut dulu ya harus cepet-cepet ke rumah sakit!" ucap Daffa.
"Iya, titip salam ya buat Lucas dari gue! Semoga Aldi bisa cepat sembuh seperti semula!" ucap Sahira.
"Gue juga titip sama buat Alan, bilang sama dia jangan lupa makan disana!" ucap Nur.
"Pasti, tenang aja Nur!" ucap Wisnu.
"Yaudah semuanya, kita berdua pergi sekarang ya! Kalian masuk gih, jangan kemana-mana!" ucap Daffa.
"Iya, hati-hati ya kalian!" ucap Sahira.
"Sip!"
Daffa & Wisnu pun menyalakan kembali motor mereka lalu langsung menancap gas setelah berpamitan sambil melambaikan tangan ke arah Sahira serta Nur. Mereka melaju dengan kecepatan tinggi karena khawatir dengan kondisi Aldi di rumah sakit, sedangkan Sahira & Nur masuk ke dalam rumah mereka setelah Daffa & Wisnu pergi.
Sesampainya di dalam rumah, Amizah langsung menyambut mereka dan menawarkan minuman untuk kedua majikannya itu dengan wajah terheran-heran karena yang ia tau tadi Sahira serta Nur pamit untuk pergi ke Bogor.
"Loh, non Sahira sama non Nur kok udah pulang aja? Bukannya tadi bilang mau nginep di Bogor, memangnya ini sudah satu hari ya?" tanya Amizah kebingungan sambil menganga.
__ADS_1
"Hahaha, ya belum lah bi! Kita itu gak jadi touring ke Bogor nya, ditunda! Makanya sekarang kita pulang lagi," jawab Nur sambil tersenyum.
"Oalah begitu toh, yaudah sekarang non berdua pada mau dibikinin minum apa? Pasti pada haus kan abis dari luar?" ucap Amizah menawarkan minuman.
"Boleh deh bi, aku mau minuman soda yang warna merah itu!" ucap Sahira.
"Kalo aku minuman soda yang warna putih aja bi," saut Nur.
"Ohh ya siap-siap bibi paham kok, tapi emang kenapa gak disebut aja sih non? Misal Fanta atau sprite gitu gausah repot-repot nyebut minuman soda warna putih atau merah segala..." ujar Amizah.
"Hehe gak boleh sebut merek bi, kan kita gak diendorse!" ucap Sahira nyengir.
"Oalah gitu ya? Bibi baru tau aturannya, yaudah sebentar bibi bikinin dulu minuman soda warna merah sama minuman soda warna putihnya di dapur!" ucap Amizah.
"Iya bi," ucap Sahira tersenyum.
Amizah pun pergi ke dapur membuatkan dua gelas minuman bersoda untuk Sahira serta Nur.
...•••...
Disisi lain, Kania sampai di rumahnya diantar oleh teman-temannya seperti saat ia pergi bareng ke warung babeh tadi. Kania turun dari mobil Tiara lalu dadah-dadah ke arah teman-temannya di mobil.
"Bye, guys! Thanks ya udah anterin gue balik!" ucap Kania tersenyum di kaca samping bagian depan mobil Tiara.
"Iya Kania, sama-sama!" ucap Diandra tersenyum.
"Oh ya Kania, titip salam buat abang lu ya!" ucap Tiara.
"Hahaha, iya iya pasti..." ucap Kania mengelus kepala Tiara yang berada di dekatnya.
"Yaudah kita cabut ya, bye Kania!" ucap Diandra.
"Iya bye, hati-hati kalian!" ujar Kania.
Diandra pun menginjak pedal gas pergi dari rumah Kania meninggalkan gadis itu disana, sementara Kania sendiri masuk ke rumahnya dengan wajah sedih karena memikirkan kondisi Aldi.
"Kira-kira Aldi gimana ya sekarang?" batin Kania.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...