Broken Angel

Broken Angel
Part 94


__ADS_3

Marga bangkit berdiri,dia memalingkan mukanya dari Allena seakan menahan emosi dan amarahnya yang entah kenapa tak bisa lagi dia tahan.Senakin mendengarkan penjelasan Allena, semakin dia merasa geram pada orang-orang yang terlibat akan rusaknya masa depan seorang anak gadis karena orang terdekatnya dan bukan karena orang luar.


Allena,tertunduk diam.Dia merasakan kesedihan dan takut karena di bentak oleh marga.Air mata Allena semakin deras tumpah ke pipinya, inilah yang di takutkan oleh Allena, inilah sebabnya Allena tidak bercerita.


"Setel kau di keluarkan dari sekolah dan setelah kau pergi dari rumah,kemana kau pergi dan bagaimana kehidupan mu?".Tanya marga,sembari menghampiri Allena.


Allena tak langsung menjawab pertanyaan marga.Dia masih merasakan shock akan bentakan marga yang seolah-olah kecewa terhadap nya.


Marga yang menyadari diamnya Allena karena ulahnya, duduk kembali di kursinya,sembari mengelus rambut Allena.


"Dengar Al,aku minta maaf jika kamu merasa shock karena mungkin kamu merasa aku membentak mu".Ucap marga,kembali berucap dengan lembut.


"Gak papa".Gumam Allena.


"So,apa saja yang kau alami?".Marga,tak sabaran mendengar cerita Allena lagi, tentang apa dan bagaimana kehidupan Allena setelah pergi dari rumah.


"Aku sudah putus dengan Andre,meski tak ada kata yang terucap tapi pengkhianatan itu sudah cukup untuk mengakhiri hubungan kami".Allena,malah menjelaskan tentang berakhirnya hubungan asmara dengan Andre.


Tentu, bukan tanpa alasan bagi Allena untuk menjelaskan perihal asmara nya agar marga tak salah paham dan terus memojokkan nya.


"Aku yang tengah di Landa masalah berat,tak punya teman untuk berbagi dan merasa hidup ku sendiri.Membuat ku tak ragu untuk menerima barang pemberian Andre,yang di sinyalir barang itu adalah ganja".Jelas Allena.

__ADS_1


"What?".Tanpa sadar marga terlonjak kaget sampai berdiri mendengar penjelasan Allena.


Allena mendongakkan kepala untuk melihat wajah marga."Yah,ganja sangat mirip dengan tembakau,Andre terlalu pintar mengelabui ku hingga aku tak menyadari bahwa rokok racikan itu sudah di isi oleh daun ganja kering yang mirip dengan tembakau".Jelas Allena lagi.


"Ya Tuhan". Betapa kagetnya marga mendengar penjelasan demi penjelasan yang terlontar dari bibir mungil Allena.


"Maaf".Allena lagi-lagi meminta maaf atas kebodohannya.Dia menunduk, seakan menyesal tapi itu sudah terjadi.


Marga menyugar rambutnya ke belakang, ternyata ada banyak masalah dalam hidup Allena.Dia pikir Allena hanya gadis nakal akibat dia menjadi korban broken home, ternyata di belakangnya setumpuk masalah menyertai hidup Allena.


"Aku cuman satu kali kok mengonsumsi ganja, itu pun karena aku tidak tau_".


"Yah,tapi kembali mengonsumsi pil ekstasi".Ucap marga,menyambar penjelasan Allena.


Allena,menoleh kearah marga.Bertanya dalam raut mukanya tentang bagaimana marga bisa mengetahui tentang dirinya yang mengonsumsi pil ekstasi.


"Darimana kau tau?".Tanya allena,dia sudah tak respect lagi pada marga.


"Jelas aku tau, karena ini lah alasan kau berada di sini". Lagi-lagi tanpa sadar marga membentak Allena."Katanya sudah putus,tapi masih mengonsumsi barang pemberiannya?".Kata marga lagi.


Allena lagi-lagi di buat tak berkutik dengan ucapan marga.Lagi-lagi marga mengetahui barang haram yang di konsumsi nya adalah pemberian dari Andre.

__ADS_1


"Aku sudah mengatakan nya pada mu kan?,kamu boleh merasakan penderitaan ku tapi kamu tidak mengalaminya secara langsung".Gertak Allena.


Allena yang mulai luluh pada perlakuan marga yang lembut,kini dia sudah kembali ke mode lamanya.Hilang sudah kepercayaannya terhadap marga.


Ternyata marga sama saja dengan orang lain, hanya menilai dirinya dari luar saja,menjudge hidupnya seakan hidupnya hanya memiliki masa depan suram.


"Al".Ucap marga,dia kembali tersadar dengan tingkah nya yang secara tak langsung menyalahkan Allena.


"Pergi".Gertak Allena."Pergi dari sini,pergi dari hadapan ku".Teriak Allena, sembari menunjuk pintu agar marga pergi meninggalkannya.


Marga tak mau menyerah begitu saja,dia berusaha mengenggam tangan allena.Tapi, sebelum tangannya Berhasil meraih tangan allena.Allena sudah menepis tangan nya."Pergi atau aku teriak".Ancam Allena,menginterupsi usaha marga.


Marga,mau tidak mau harus mengurungkan niatnya."Aku tidak bermaksud menyakiti hati mu,a_".


"Pergi". Teriak Allena,tak memberikan kesempatan bagi marga untuk menjelaskan.


"Baik,jika itu mau mu.Tapi,satu yang pasti jangan merusak masa depan mu.Masa depan mu masih panjang".


"Masa depan ku sudah rusak.Di rusak oleh orang tua ku sendiri".Gertak Allena.


Marga tergugu di tempatnya,benar apa kata Allena masa depannya sudah rusak dan sulit untuk di perbaiki.

__ADS_1


"Pergi".Usir Allena lagi.


__ADS_2