
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...~Sulit bagiku untuk melupakanmu, karena kamu sudah berhasil membuatku merasa nyaman dan selalu bahagia setiap kali bersamamu, apalagi kamu baik dan perhatian denganku, hanya saja isi dompetmu yang terlalu sedikit sehingga aku harus belajar untuk bisa melupakan kamu~...
...×××...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 67
...•...
...HAPPY READING...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️...
Alan dan Nur akhirnya bisa sampai di sekolah panca sakti setelah cukup lama terjebak di jalan, namun alangkah terkejutnya mereka lantaran pintu gerbang sudah ditutup dan mereka tidak boleh masuk. Nur tampak kecewa karena ia merasa kalau sia-sia saja perjuangannya sedari tadi mendorong motor bersama Alan di jalan, ia tetap tidak bisa masuk ke sekolah karena sudah terlambat cukup lama.
Alan pun tampak sedih saat melihat wajah Nur yang terlihat kecewa karena mereka terlambat datang ke sekolah, Alan merasa bersalah karena telah membuat kekasihnya itu terlambat untuk pertama kalinya di sekolah tersebut. Alan juga merasa tidak enak pada Nur, ia pun mendekati gadis itu lalu memegang dua pundak kekasihnya sambil tersenyum manis bermaksud menghiburnya.
"Sayang, aku minta maaf ya!" ucap Alan pelan sembari menaruh dagunya di pundak Nur.
Nur yang tengah melamun bersedih menatap ke dalam sekolah yang sepi itu, terkejut lantaran Alan tiba-tiba saja mendekatinya dan berbicara seperti itu padanya. Ia pun menoleh ke arah Alan lalu tersenyum sambil mengelus wajah tampan sang kekasih yang ada di dekatnya, Nur memang tak merasa menyesal karena sudah membantu Alan tadi mendorong motor walau ia harus terlambat.
"Kamu gak perlu minta maaf, sayang! Kamu itu gak salah kok, kan motor kamu mogok juga bukan kesalahan kamu. Mana ada sih lagian yang mau motornya mogok begitu, ya kan?" ucap Nur.
"Ya iya sih sayang, tapi tetap aja aku ngerasa bersalah karena kamu jadi terlambat ke sekolah gara-gara motor aku mogok. Sekali lagi aku minta maaf ya, aku benar-benar nyesel banget tadi udah biarin kamu bantu aku!" ucap Alan.
"Gausah nyesel! Aku sendiri kan yang emang mau bantu kamu tadi, gapapa kok." ujar Nur tersenyum.
"Yaudah, terus sekarang kamu mau kemana? Kita kan udah gak bisa masuk ke sekolah, apa kamu mau aku ajak ke rumahku?" tanya Alan.
"Umm, gak tau." jawab Nur singkat.
"Yah kok gak tau sih? Yaudah gini aja deh, kamu ikut ke rumah aku sekarang sampai waktu pulang sekolah nanti. Abis itu baru aku anterin kamu ke rumah lagi, gimana?" ucap Alan.
"Terserah kamu aja, aku juga bingung mau kemana gara-gara telat sekolah." ucap Nur.
"Yaudah, yuk naik!" ucap Alan.
Nur hanya mengangguk pelan mengikuti kemauan kekasihnya itu, ia pun naik ke motor Alan yang sudah benar itu untuk pergi bersamanya dari depan sekolah yang telah ditutup itu. Nur tampak lemas seperti orang yang belum sarapan, ya itu karena Nur memang sedih karena terlambat datang ke sekolah sehingga ia tidak bisa bertemu Sahira disana.
Alan tahu betul jika Nur masih sedih dan kecewa karena terlambat pagi hari ini, ia berusaha terus membujuk gadisnya itu agar tidak ngambek dan mau tersenyum seperti sebelumnya. Ya walaupun Nur juga masih belum mau tersenyum karena perasaannya saat ini masih sangat bersedih, memang baru kali ini Nur terlambat ke sekolah.
"Kita jalan sekarang, ya?" tanya Alan.
"Iya..." jawab Nur sambil tersenyum.
Alan pun segera memacu motornya pergi meninggalkan sekolah dengan cepat, tampak Nur juga mulai memeluk tubuh Alan dari belakang dan menaruh wajahnya pada punggung sang kekasih dengan ekspresi cemberut tanda kesal.
...•••...
Sementara itu, Sahira merasa tidak enak di sekolah sendirian tanpa adanya sosok Nur yang biasa selalu menemaninya disana. Sahira sudah tau kalau Nur tidak bisa masuk ke sekolah karena terlambat datang, ya itulah sebabnya ia saat ini duduk sendirian di dekat lorong sekolah dengan wajah cemberut sembari mengetuk-ngetuk sepatunya ke lantai.
Tak lama kemudian, Kania bersama para temannya muncul disana dan duduk menghampiri Sahira yang tengah murung itu. Mereka bermaksud untuk menghibur Sahira yang tampak tengah bersedih disana, ya walau mereka juga belum tahu bagaimana caranya karena Sahira jika ngambek atau sedang sedih seperti itu sulit untuk dihibur.
"Hey, Sahira! Lu kenapa sih? Kok daritadi kita lihat kamu kayak yang lagi murung gitu?" tanya Kania.
__ADS_1
"Iya Sahi, gue heran banget sama lu. Ada apa sih emang?" sahut Diandra penasaran.
"Eee gue cuma sedih aja, soalnya Nur gak bisa datang ke sekolah. Dia tadi terlambat dan gak boleh masuk kesini, jadinya dia pulang lagi deh ke rumah." jawab Sahira menjelaskan pada mereka.
"Hah? Kok bisa si Nur telat?" tanya Kania kaget.
"Iya ih, biasanya dia kan barengan sama lu dateng ke sekolahnya. Jadi, kalau dia telat ya pasti lu juga bakal telat dong. Lah terus kok ini lu bisa disini, tapi Nur malah telat gitu? Gimana caranya bisa kayak gitu coba?" sahut Tasya kebingungan.
"Bisa dong, tadi kan gue ke sekolahnya diantar sama Lucas. Nah kalau Nur tuh bareng Alan, kebetulan motornya Alan tuh mogok tadi di jalan. Ya makanya mereka berdua jadi sama-sama telat datang ke sekolah, terus gak diizinin masuk deh sama satpam dan dihitung alfa sama guru." jawab Sahira.
"Ohh, yah sayang banget dong ya! Padahal kan kalian berdua itu gak pernah telat sebelumnya, eh giliran udah mau lulus malah akhirnya jebol juga tuh bolos satu hari." ucap Diandra.
"Ya makanya, pasti sekarang Nur lagi sedih banget deh gara-gara telat ke sekolah." ucap Sahira.
"Yaudah, nanti pulang sekolah kita hibur aja dia supaya gak sedih lagi! Kita bakal ikut deh ke rumah lu bareng-bareng, gimana?" usul Kania.
"Boleh, tapi kalian emang pada gak sibuk?" tanya Sahira.
"Enggak kok, tenang aja! Nanti kita ke rumah lu nya pake mobil gue, nah kalau Kania mah pasti minta diantar sama Aldi, ya kan?" ucap Tiara.
"Ish, apaan sih lu?!" ujar Kania tersipu.
"Ahaha, cie cie Kania yang udah mulai jatuh cinta sama si Aldi... selamat ya, semoga langgeng dan cepet nikah!" ucap Diandra meledek Kania.
"Hah? Udah gila kali ya lu?" ujar Kania.
"Hahaha, gapapa Kania jalanin aja! Aldi itu orangnya baik dan ganteng lagi, sikat aja sebelum ada cewek lain yang mau pacaran sama dia juga! Kita dukung seribu persen kok buat hubungan kalian, ya gak guys?" ucap Tasya.
"Oh iya dong, jelas!" ucap mereka bersamaan.
"Haish, apa banget dah kalian?" ujar Kania.
"Eh bentar bentar, ini emangnya Kania sama Aldi udah pacaran sekarang?" tanya Sahira bingung.
"Betul banget! Mereka udah mulai terang-terangan dan gak malu lagi buat pacaran di sekolah, pokoknya mantap deh!" sahut Tiara.
"Ohh, bagus deh! Selamat ya Kania! Semoga kamu emang berjodoh sama Aldi!" ucap Sahira.
"Eee lu gausah dengerin apa kata mereka, Sahira! Gue sama Aldi tuh cuma temen, kita gak ada apa-apa kok. Biasalah mereka ini mah doyan gosip, sukanya ngada-ngada aja!" ucap Kania.
"Dari temen kan bisa jadi demen."
Tiba-tiba saja Aldi justru muncul disana dan mengatakan kalimat itu di hadapan Kania, ya Aldi datang bersama Lucas serta Jack yang juga ikut kesana setelah melihat rombongan wanita itu. Mereka pun ikut menimbrung disana dan mendekati wanita mereka yang ada disana, ya Jack juga mencoba untuk mendekati Andini yang juga jomblo.
"Aldi?" ucap Kania terkejut.
"Cie cie, bener tuh yang dibilang sama Aldi. Yang awalnya cuma temen, kan lama-lama bisa jadi demenan ea ea..." ledek Diandra.
"Hahaha, udah gas aja terima Aldi jadi pacar lu Kania! Jangan kelamaan!" sahut Tasya.
"Ish! Kalian ini berisik banget sih! Udah deh, jangan pada godain gue kayak gitu! Gue paling anti dan gak suka banget ya kalo diledekin begitu, dah ah gue mau pergi aja males disini sama kalian!" ucap Kania ngambek lalu bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan mereka dengan wajah cemberut.
"Eh Kania, Kania!" teriak Aldi.
Namun, Kania seakan tak perduli dengan teriakan dari Aldi itu dan tetap saja terus berjalan tanpa menoleh atau menghentikan langkahnya. Tampaknya Kania memang ngambek dan kesal karena Diandra serta yang lainnya terus saja meledeknya seperti tadi, padahal ia malas sekali kalau diledek begitu oleh mereka.
"Yah dia ngambek, berarti tandanya emang bener tuh kalo Kania mulai cinta sama Aldi!" ucap Diandra.
"Iya bener, udah sana Al lu kejar Kania nya!" sahut Tasya.
__ADS_1
"Iya Aldi, kesempatan tuh buat lu deketin Kania lagi!" ucap Tiara setuju.
"Bener juga kalian, yaudah ya gue mau kejar Kania dulu. Kas, Jack, gue kesana dulu ya?" ucap Aldi pamitan pada teman-temannya itu.
"Iya, good luck bro!" ucap Lucas.
"Yoi, semangat berjuang!" sahut Jack.
"Thanks bro!" ucap Aldi tersenyum.
Setelahnya, Aldi pun pergi mengejar Kania alias gadis yang ia cintai itu untuk membujuknya agar tidak ngambek kembali seperti tadi. Aldi juga ingin berusaha agar Kania mau menerima cintanya dan menjadi pacarnya mulai sekarang, ia mulai melihat memang raut cinta dari tatapan mata Kania tadi.
Sementara Lucas kini tersenyum sembari menatap wajah Sahira yang sedang duduk disana, Lucas pun juga duduk di samping Sahira lalu merangkul gadisnya dan mencolek wajah kekasihnya itu. Lucas berusaha menghibur Sahira yang sedang terlihat sedih seperti itu, ia tentu tidak mau jika Sahira terus bersedih karena Lucas merasa tak tega padanya.
"Sahira sayang, udah ya jangan sedih lagi! Kan Nur juga sekarang masih sama Alan, pasti dia dihibur kok sama si Alan itu!" ucap Lucas.
"Iya, aku gak sedih lagi kok. Makasih ya atas hiburannya!" ucap Sahira tersenyum tipis.
Lucas sangat senang karena dapat melihat Sahira tersenyum kembali saat ini, ia pun mencubit pipi gadis itu yang memang terlihat menggemaskan saat ini ketika tengah cemberut.
...•••...
Disisi lain, Dans datang ke rumah sakit menjenguk Willy yang masih dirawat disana setelah dihajar habis-habisan oleh Lucas dan Aldi sampai beberapa tulangnya mengalami patah. Dans amat sangat merasa geram sekaligus tidak tega ketika melihat kondisi Willy yang seperti itu, ia juga tak mengerti bagaimana bisa Willy dikalahkan semudah itu.
Memang saat penyerangan balasan dari Lucas dan Aldi beberapa waktu lalu, Dans sedang berada di luar kota mengurus bisnis gelapnya bersama seorang temannya, sehingga Dans terbebas dari serangan membabi buta yang dilayangkan oleh Lucas serta Aldi kala itu yang juga sampai membuat para anggota the darks masuk rumah sakit berjamaah.
Begitu memasuki ruang rawat Willy itu, tampak April sang adik juga berada disana menunggu abangnya yang sedang sakit sendirian. April pun langsung berdiri dari duduknya saat melihat ada yang masuk ke ruangan tersebut, ia cukup cemas karena yang datang ternyata Dans alias ketua the darks yang merupakan pimpinan abangnya juga disana.
"Permisi, gue mau jenguk Willy." ucap Dans meminta izin pada April disana.
"Eee i-i-iya bang, silahkan!" ucap April gugup.
"Makasih!" ucap Dans.
Dans pun berjalan perlahan mendekati Willy yang masih tergeletak lemas di atas ranjang, ia cukup prihatin melihat kondisi Willy yang amat sangat mengkhawatirkan itu. Terlebih lagi Willy juga tidak bisa menggerakkan beberapa anggota tubuhnya akibat luka parah yang dialaminya, Willy pun hanya bisa menatap Dans dengan lirikan sekilas.
"Bang Dans?" ucap Willy pelan.
"Yoi, gimana kondisi lu?" tanya Dans.
"Gue masih gak bisa apa-apa, bang. Lucas dan Aldi udah bikin gue terkapar kayak gini, mungkin gue gak akan bisa lagi join sama anggota the darks." jawab Willy dengan nada lemah.
"Lemah lu! Baru luka begini aja udah nyerah, gue yakin lu bakalan sembuh!" ujar Dans.
"Enggak bang, gue udah mau berubah dan enggak lagi dendam sama Lucas atau anak-anak wild blood. Silahkan aja kalau abang masih mau terusin semua itu, tapi gue gak akan ikut-ikutan lagi sama lu bang!" ucap Willy.
"Apa? Maksud lu apa ha?" tanya Dans kaget.
"Iya bang, gue mau keluar dari the darks. Mulai sekarang gue akan menjalani hidup gue sebagai orang cacat yang gak bisa apa-apa, dendam udah bikin gue jadi kayak gini bang! Masih untung gue dikasih hidup sama Lucas, bisa aja kemarin gue langsung mata di tangan dia bang!" jawab Willy.
"Ah payah lu! Oke, kalo itu emang keputusan lu, gue terima! Semoga lu bisa sembuh, gue permisi dulu!" ucap Dans.
"Iya bang, aamiin! Makasih banget lu udah mau jengukin gue disini, salam buat anak-anak the darks!" ucap Willy.
"Ya pasti, gue cabut ya?" ucap Dans pamit pada Willy. "Heh! Lu jagain tuh abang lu!" sambungnya berbicara pada April.
"I-i-iya bang, pasti kok!" ucap April gugup dan tampak gemetar ketakutan.
Setelahnya, Dans pun pergi keluar dari kamar tempat Willy dirawat itu dengan perasaan kecewa. Ia merasa marah dan tak terima karena Willy memilih keluar dari anggota the darks.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...