
Allena,tanpa sadar membuka kaca jendela mobil,dia tengadahkan kepalanya ke luar jalanan.Menikmari setiap hembusan angin yang menyapa di setiap inci kulitnya begitu tenang dan nyaman agak berbeda dengan kehidupan nya di kota metropolitan.
Tak di sangka nya,ada wilayah yang begitu dingin dan menyejukkan.Cocok untuk berwisata bersama dengan keluarga.Tak banyak kendaraan roda dua maupun roda empat melewati jalan curam ini.
Semakin Allena perhatian,semakin jelas plat motor maupun mobil yang tertera terdapat berasal dari kota metropolitan."Gak salah mereka memilih wilayah ini buat wisata".Gumam Allena.
Dia yang terbawa suasana sejuk nan asri,hanyut dalam keindahan alam dan kesederhanaan warga kampung tak menyadari rey daritadi terus tersenyum kala dia terus menikmati setiap inci pemandangan alam.
"Nikmatilah setiap pemandangan nya karena mungkin ini akan menjadi bagian yang tak terlupakan ".
"Betul".Sahut allena, membenarkan ucapan Rey.
Rey,terkekeh.Ternyata memang lah anak korban broken home memang harus di ajak untuk healing,pergi sejenak agar bisa terlepas dari penderitaan nya.
"Andai aku dulu menemukan mu,jauh sebelum kau terperangkap pada barang-barang terlarang" .Ucap rey.
"Apa kata mu?".Sahut Allena,duduk kembali di kursinya.
Rey,menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ."Ah,tidak".Ucap nya berbohong.
Allena kembali duduk diam di kursinya,sudah cukup dia menikmati hembusan angin dan kabut putih yang begitu indah mempesona.Kabut itu jelas terlihat kala hujan baru saja turun dan mengembun di udara, memperlihatkan kabut putih.
__ADS_1
Sedang Rey,dia menyetir mobil dengan perasaan tak kalah bahagianya dari Allena karena dia pada akhirnya bisa mengangkat sedikit kesedihan yang di derita Allena.Sama seperti dirinya,dia juga berusaha menyembuhkan luka di hatinya.
"Andai kau tau,kita adalah sama-sama korban dari keegoisan orang tua kita sendiri.Hanya saja aku lebih beruntung dari kamu".Ucap Rey.
Akhirnya mereka sampai juga ke tempat tujuan mereka,lebih tepatnya rencana rey karena Allena.Dia sendiri tidak tau menahu rencana rey yang membawanya ke tempat wisata dengan sedikit paksaan meski tak di pungkiri oleh Allena,dia begitu menikmati setiap perjalanannya.
"Welcome to kawah putih".Ucap Rey, begitu dia sudah memarkirkan kendaraannya dan telah membayar tiket masuk begitu sampai di gerbang penjagaan.
Allena, mengedarkan pandangannya ke segala penjuru arah.Mencari dimana letak kawah putih berada,tapi dia tak kunjung menemukan nya.Hanya ada tempat parkir, orang-orang berkerumun untuk menyantap makanan, tempat makan,tenda yang menjajakan oleh-oleh,ada pula pedagang asongan yang menawarkan dagangannya.
"Dimana letak kawah putih nya?".Tanya Allena.
"Nanti juga kamu tau".Sahut Rey,berjalan mendahului allena.
"Haha.. Haha ".Rey tertawa, mendengar perkataan allena."Jangan banyak bertanya,ikuti saja aku".
"Malu bertanya sesat di jalan".
"Kebanyakan nanya bikin orang emosi ".Celetuk rey,tak mau kalah dengan Allena.
Allena, memasang wajah cemberut ada aja yang bisa rey balik faktakan seakan tak mau kalah dengan dirinya.
__ADS_1
Krucut..Krucut
Tanpa permisi dan tanpa tau situasi dan kondisi.Tiba-tiba cacing-cacing di dalam perut Allena berbunyi,meminta untuk di isi oleh asupan nutrisi yang tadi tidak sempat untuk memberi makanan pada cacing-cacing di dalam perutnya.
"Aish laparnya ".Gumam Allena,sembari memegangi perutnya.
Dia yang kelaparan tak pelak dia mengedarkan pandangannya ke segala penjuru arah.Melihat pedagang asongan yang menjual strawberry dan entah apa yang ada dalam sangkar bambu itu.Itu jelas mengundang rasa penasaran Allena.
Sedang,Rey dia sudah berjalan mendahului allena.Tak sadar pasangan berantem sekaligus senasib nya tertinggal jauh,dalam keadaan perut kosong pula.
"Nanti kamu jangan terkejut yah".Ucap Rey, tanpa menoleh kearah belakang.
Tak ada sahutan atau derap langkah kaki yang terdengar dari arah belakang membuat rey, penasaran.Begitu dia menoleh kearah belakang, betapa terkejutnya dia saat dia tidak mendapati Allena berada di belakangnya.
"Dimana si anak sok keras itu?".Tanya Rey,sembari berusaha mencari allena.
Dia terus berjalan untuk mencari gadis kecilnya,dia edarkan pandangan nya dengan memasang mata tajamnya.Takut benar kehilangan gadis kecilnya.
"Allena".Teriak Rey.
Saat dia hampir menyerah dan frustasi mencari Allena yang sampai tempat semula pun,yaitu parkiran tak di temukan sosok yang di carinya.Tanpa sengaja,ekor matanya menangkap sosok Allena yang tengah duduk jongkok sambil menikmati makanan yang berbentuk bulat-bulat kecil,di baluri tepung terigu,isinya kacang hijau dan di letakkan pada sangkar bambu berbentuk kotak.
__ADS_1
"Allena".