Broken Angel

Broken Angel
part 71


__ADS_3

Yah,aksi brutalnya unjuk kebolehan Allena mendapatkan saweran dari seorang pria yang tengah menikmati indahnya malam Minggu dengan si temani secangkir kopi dan sahabat karib yang cerewet bak anak gadis.


Laki-laki itu,begitu mengagumi suara merdu pengamen wanita yang di temani oleh bocah perempuan.Tak hanya itu,tapi lirik lagu dan penghayatan dari si penyanyi juga begitu dalam, menghanyutkan pikiran pria itu pada masa lalunya.


Masa lalu tentang gadis kecil yang tengah menangis di pojokan pohon, tentang gadis yang kekurangan kasih sayang dan cinta dari orang tuanya.


Laki-laki itu tak lain dan tak bukan adalah Reynaldi Kenzo Pratama.Dia tengah menikmati suasana malam Minggu,lebih tepatnya marga lah yang lebih menikmati suasana malam Minggu di luar ruangan,di luar kantor atau bahkan di sibukkan dengan pekerjaan.


Karena rengekan dan bujukan dari marga itulah membuat rey mau tak mau,suka tidak suka dia harus menuruti keinginan marga.


Saat dia tengah di Landa kebosanan karena harus menemani marga di malam Minggu yang sepi dan sunyi.Di malam yang bertabur bintang,tapi tidak dengan perasaan Rey.


Saat itu pula,ada pengamen wanita di temani oleh seorang bocah perempuan tengah menyanyikan sebuah lagu yang seakan mewakili perasaan nya.


Rey,semakin tenggelam dalam pikiran masa lalunya,menyesali semua perbuatannya terhadap allena.Tapi,lagi nasib belum kunjung juga memberikan kabar baik tentang keberadaan Allena.


Pengamen wanita itu berpenampilan sederhana dan bahkan dapat Rey tebak adalah seorang cewek tomboi tapi suara merdunya mampu menghipnotis pikiran nya.


"Kenapa pengamen itu malah menyanyikan lagu itu?".Tanya rey.

__ADS_1


Marga di sampingnya celingak-celinguk."Kau bertanya pada ku?".Tanya Rey, memindai ke sekitar.


Bukannya menjawab pertanyaan marga,dia terus menatap pengamen wanita itu,tenggelam dalam rasa kesedihan dan rasa sakit.


Marga, mengibas-kibaskan tangannya ke depan wajah Rey.Tebakannya benar,Rey tengah melamun.Lihat lah dia, menatap lurus pada pengamen wanita itu yang tengah bernyanyi dengan suara merdunya.


"Weyy".Sentak marga, menggoyang-goyangkan badan rey.


Rey, terkejut bukan main.Dia seperti harus di tarik paksa dalam lamunannya, seperti orang yang tengah tertidur tapi di paksa untuk bangun.


"Cari mati loe?".Sentak rey, menatap tajam pada marga.


Rey, mundur dua langkah.Dia merasa jijik dengan perlakuan marga."Jauh-jauh dari gue".Gertak Rey,menengok ke sekeliling."Untung gak ada yang lihat".Ucap Rey, menghembuskan napas nya,lega.


Marga, menatap heran pada Rey."Kenapa loe?".


"Sikap loe kayak ke gue,kayak memperlakukan kekasihnya dengan manja".Celetuk rey.


Marga tertawa terbahak-bahak,demi mendengar ucapan Rey.Ternyata itu yang membuat Rey mundur, menghindar darinya.

__ADS_1


"Gue udah bilang ana loe,gue bukan cowok tulen".Ucap marga, memegangi perutnya saking bahagianya dia.


"Yah yah yah".Ucap Rey,kembali menatap pengamen wanita itu.


Bukan mengagumi wajah cantiknya,bukan pula dia yang mengenali wajah Allena dari pengamen wanita itu.Melainkan karena dia kagum dengan suara merdu dari pengamen wanita itu, menghayati nya dan meresapi setiap makna ucapannya.


Rey,harus menelan kekecewaan.Tatkala,lagu itu sudah rampung di nyanyikan.Banyak yang bertepuk tangan, sebagai applaus.Begitu pun dengan Rey,dia refleks berdiri, bertepuk tangan dengan semangat nya.


"Huh, keren.Perfecto".Teriak Rey.


Marga hanya bisa menatap Rey dengan bibir menganga,tak di sangka nya rey begitu antusias memberikan tepuk tangan pada seorang pengamen wanita.


Hingga tibalah bocah perempuan itu menyodorkan plastik bekas permen untuk meminta selembar bahkan uang koin sebagai imbalannya.


Begitu sampai giliran nya,Rey mengeluarkan dompetnya dan bahkan tak segan-segan memberikan sepuluh lembar uang seratus ribuan pada bocah perempuan itu.


"Are you crazy?".Tanya marga,tak percaya Rey dengan mudahnya memberikan uang dalam jumlah yang besar.


Rey, menatap marga."No,itu bahkan belum ada apa-apa nya bila di bandingkan dengan suara merdunya".Ucap rey,masih terpaku berdiri di tempatnya.Mengamati pengamen perempuan itu yang melangkah semakin menjauh.

__ADS_1


"Semoga dia gak jatuh cinta sama pengamen perempuan itu".Gumam marga, kembali menyesap secangkir kopi hitam nya.


__ADS_2