
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...~Balas dendam itu hanya akan menyisakan luka yang tak berujung dan membuat kita sulit untuk bisa tenang, apa bedanya kita dengan penjahat jika kita masih saja suka balas dendam dan ingin mereka merasakan apa yang kita rasakan?~...
...×××...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 60
...•...
...HAPPY READING....🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Keesokan harinya, Lucas hendak bersiap pergi ke sekolah karena hari ini ia memang harus kembali melanjutkan sekolahnya setelah kemarin libur karena tanggal merah. Lucas pun sudah rapih memakai seragam serta membawa tas di punggungnya, ia lalu keluar dari kamar dan turun ke bawah untuk sarapan sejenak sebelum berangkat ke sekolahnya nanti.
Begitu sampai di meja makan, Lucas langsung bertemu dengan Gina alias sepupunya yang sudah lebih dulu berada disana dan tengah menikmati sarapan juga. Lucas pun duduk di samping Gina sambil tersenyum menyapa gadis cantik itu dan mengambil roti di meja, Lucas cukup senang karena ia masih bisa kembali melakukan rutinitas itu.
"Wih tumben pagi-pagi udah bangun, biasanya juga masih ngorok sampe siang." ledek Lucas sembari senyum-senyum menatap Gina.
"Yeh Gina mah emang selalu bangun pagi, kak. Kecuali kalau hari libur, emangnya kak Lucas tiap hari pasti bangun kesiangan mulu!" ucap Gina sambil memakan roti di tangannya.
"Sembarangan aja kalo ngomong! Gue itu anak rajin, mana pernah gue kesiangan?" ucap Lucas.
"Ah kak Lucas mah ngeles mulu!" cibir Gina.
"Yeh bukan ngeles, gue itu bicara fakta! Gue kan anak yang rajin dan suka belajar, yakali gue bangun kesiangan dan gak pergi ke sekolah. Hari libur gue juga selalu bangun pagi, malah lebih pagi daripada lu yang ngoroknya keras banget!" ujar Lucas.
"Dih stress! Mana ada Gina ngorok?" ujar Gina.
"Hahaha, ada loh! Lu gak tahu soalnya kan lu tidur, gue disini sering banget denger suara ngorok lu dari kamar!" ucap Lucas sambil tertawa.
"Ah udah, jangan bahas gituan lagi! Oh ya kak, Gina kelupaan mau nyampein sesuatu semalam." ucap Gina sembari menatap wajah Lucas.
"Hah? Sesuatu apa?" tanya Lucas penasaran.
"Iya kak, jadi semalam tuh ada teman kakak yang datang kesini mau ketemu kakak. Tapi, karena kak Lucas lagi gak ada di rumah ya dia balik lagi pergi gitu aja deh." jawab Gina menjelaskan.
"Temen gue siapa?" tanya Lucas lagi.
"Ya enggak tau. Dia cuma bilang temen kak Lucas terus mau ketemu, tapi dia gak kasih tau namanya siapa." jawab Gina sambil memakan roti.
"Anak wild blood bukan?" tanya Lucas.
"Umm, kayaknya iya. Soalnya dia ada pake jaket yang sama kayak punya kak Lucas, oh ya dia juga tampangnya tuh kayak yang lagi cemas gitu. Tapi, Gina gak tahu dia cemas karena apa." jawab Gina.
"Ohh, lu inget gak ciri-ciri orangnya tuh kayak gimana? Bentuk muka atau apalah itu," tanya Lucas.
"Iya iya inget kok. Dia itu rambutnya agak kriwil gitu kayak mie, terus kalo gak salah di samping hidungnya tuh ada tahi lalat gitu kak." jawab Gina.
"Yaudah, makasih!" ucap Lucas singkat.
"Kok makasih? Emang kak Lucas udah tahu siapa orang yang Gina maksud barusan?" tanya Gina terheran-heran penasaran.
"Udah," jawab Lucas.
"Hah? Hebat banget kak Lucas, bisa nebak cepet padahal Gina juga ngasal tadi!" ucap Gina.
"Ya iyalah, gue kan Lucas!" ujar Lucas.
Setelahnya, mereka pun lanjut fokus menikmati sarapan dengan sepotong roti yang dibalut selai kacang nikmat. Namun, Lucas masih sangat penasaran apa yang hendak dilakukan Aldi sampai datang ke rumahnya malam-malam begitu.
__ADS_1
"Aldi mau ngapain ya? Ah nanti gue coba tanya deh pas di sekolah!" batin Lucas.
•
•
Sesampainya di sekolah, kebetulan sekali karena Lucas langsung bertemu dengan Aldi di tempat parkir motor. Sehingga ia tidak perlu bersusah payah mencari-cari keberadaan pria tersebut lagi, ia pun tersenyum menatap wajah Aldi dari samping sembari melepas helm yang terkait di kepalanya itu dan kemudian merapihkan rambutnya yang berantakan.
Sementara Aldi juga merasa senang karena akhirnya dapat bertemu dengan Lucas si ketua, setelah kemarin seharian ia mencari keberadaan pria itu tapi tidak berhasil ketemu. Aldi langsung hendak menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan kepada Lucas tempo hari, karena ini menyangkut keseluruhan teman-temannya yang sedang terluka.
"Nah Al, pas banget lu disini. Tadi adek sepupu gue bilang kalau lu semalam dateng ke rumah, ada apaan sih?" tanya Lucas penasaran.
"Iya Kas, gue emang nyariin lu kemarin. Soalnya gue mau nyampein sesuatu ke lu," jawab Aldi dengan raut sedih teringat pada teman-temannya.
"Hah? Sesuatu apa? Terus kenapa tiba-tiba muka lu jadi berubah sedih gitu?" tanya Lucas heran.
"Iya, jadi kemarin gue temuin anak-anak wild blood itu lagi pada terkapar di jalanan tempat meninggalnya Saka. Gue langsung panik banget, ternyata mereka emang abis dipukulin sama geng the darks. Gue udah coba hubungin lu buat minta bantuan, tapi gak bisa. Akhirnya gue putusin aja buat bawa mereka semua ke rumah sakit, untungnya gue bisa ngelakuin itu dengan cepat sebelum terlambat dan mereka juga bisa diselamatkan." jelas Aldi.
"Apa? Anak-anak wild blood dibantai sama the darks kemarin?" Lucas tersentak kaget mendengar cerita dari Aldi barusan, ia pun tampak geram dan ingin membalas dendam pada the darks.
"Iya Kas, itu dia yang terjadi." ucap Aldi.
"Kurang ajar mereka! Sekarang Alan sama yang lainnya lagi dimana?" ucap Lucas emosi.
"Mereka masih di rumah sakit," jawab Aldi.
"Kalo gitu pulang sekolah lu anterin gue ke rumah sakit itu! Tapi, kondisi mereka udah gak kenapa-napa kan?" ucap Lucas.
"Tenang aja, Kas! Untuk sekarang mereka udah lumayan membaik, ya walau kemarin sempat terluka parah bahkan sampai pingsan." ucap Aldi.
"Oke, yaudah kita sekolah dulu!" ucap Lucas.
"Iya Kas, tapi apa lu gak mau gitu balas dendam dan serang balik anak-anak the darks yang sialan itu? Gue sih gak terima Kas ngeliat temen-temen gue kesakitan begitu gara-gara mereka, kita harus secepatnya kasih pelajaran buat mereka supaya gak semena-mena kayak gini!" ucap Aldi.
"Lu yakin, Kas? Gak mau gitu minta bantuan siapa?" tanya Aldi khawatir.
"Gak perlu! Cukup kita berdua aja yang datang kesana, lu gausah khawatir!" ucap Lucas.
"Oke Kas!" ucap Aldi setuju.
Lucas sudah sangat geram dan emosi pada the darks yang sudah membuat teman-temannya masuk rumah sakit berjamaah. Ia pun bertekad untuk menghabisi mereka semua dengan tangannya sendiri dan mengirim mereka juga ke rumah sakit, namun ia tak ingin tentunya kalau Sahira sampai tau tentang keinginannya itu.
...•••...
Sementara itu, Sahira dan Nur juga baru sampai di sekolah dengan mobil mereka. Ya belakangan ini memang mereka lebih sering berangkat ke sekolah berdua dibanding bareng dengan Lucas dan Aldi yang merupakan kekasih mereka, Nur pun tak tahu mengapa hingga kini Alan tak kunjung memberi kabar padanya walau hanya sekedar sms.
"Makasih ya, pak Tirta!" ucap Sahira dan Nur bersamaan sembari merapihkan tas mereka.
"Iya non, sama-sama." ucap pak Tirta.
Sesudah berpamitan pada supir mereka itu, Sahira serta Nur langsung saja turun ke luar dari mobil mereka untuk segera masuk ke dalam sekolah. Kali ini mereka memang datang lebih awal di sekolah, yakni dua puluh menit sebelum waktu bel jam pelajaran pertama dimulai, tak seperti biasanya yang selalu mepet hampir lima menit sebelum bel.
Kini keduanya langsung berjalan bersama menuju ke dalam lorong sekolah dengan berdampingan, mereka juga masih terus celingak-celinguk mencari keberadaan kekasih mereka disana. Ya Sahira memang juga mencari Lucas, walaupun Lucas telah memberi kabar padanya di pagi hari tadi ketika ia sedang sarapan bersama Nur di meja makan.
"Ra, pacar-pacar kita pada kemana ya?" tanya Nur.
"Enggak tahu deh, daritadi gak kelihatan disini. Mungkin mereka udah pada di dalam, kita cek aja dulu yuk!" ucap Sahira.
"Iya sih, tapi masalahnya Alan gue chat gak aktif aktif! Kan gue cemas tau sama dia, emang bener-bener dah tuh cowok nyebelin banget!" ucap Nur geram dan marah-marah sendiri.
"Sabar dulu! Mungkin Alan emang lagi sibuk, jadi dia gak bisa balas pesan dari lu." ucap Sahira.
"Yaudah deh, yuk kita ke dalam cari mereka!" ucap Nur tersenyum kemudian menggandeng tangan Sahira dan mengajaknya segera pergi.
Disaat mereka hendak kembali melangkahkan kaki ke dalam sekolah, tiba-tiba saja muncul Edrea serta Imeh dari arah belakang mereka yang berjalan melewati Sahira dan Nur lalu berhenti di depan kedua gadis tersebut dengan menaruh dua tangan mereka di depan sambil tersenyum menyeringai seperti hendak mencari masalah kembali.
__ADS_1
"Eh ada dua cewek sok kecakepan ternyata disini, kasihan banget deh ya sekarang kalau berangkat sekolah gak pernah dianterin sama pacar-pacarnya." cibir Edrea sambil tersenyum meledek.
"Iya ya, buat apa dong punya pacar kalau ke sekolah aja masih harus berduaan gitu?" ujar Imeh.
"Heh! Kalian jangan mancing keributan deh ya sama kita berdua! Kita ini emang sengaja pengen dateng ke sekolah berdua, karena kita pengen sekali-kali ke sekolah berduaan gitu. Emangnya kalian yang tiap hari datang ke sekolah selalu barengan? Udah kayak pasangan LGBT aja!" balas Nur.
"Dih dih, sembarangan lu kalo ngomong! Mulut tuh dijaga ya jangan asal ucap! Kita gak barengan kok, cuma kebetulan aja tadi ketemu di depan gerbang makanya masuk kesini bareng!" ujar Edrea.
"Iya tuh, jangan sok tahu deh!" sahut Imeh.
"Hahaha, ngeles aja kalian! Udah sih ngaku aja, kalian emang saling menyukai kan? Dasar LGBT, huu pelangi pelangi alangkah indahmu..." ujar Nur.
Nur dan Sahira pun berjalan begitu saja melewati Edrea serta Imeh yang masih terpaku disana karena ejekan dari Nur barusan, keduanya senyum-senyum saja melihat ekspresi Edrea dan juga Imeh yang tampak geli sendiri setelah mendengar ejekan dari Nur, memang kali ini Nur sudah terlanjur kesal sekali pada kedua gadis tersebut.
•
•
Saat di lorong sekolah, Nur dan Sahira justru bertemu dengan Diandra serta teman-temannya yang lain disana. Ya padahal baik Sahira maupun Nur sedang mencari keberadaan kekasih mereka yang hingga kini belum berhasil ditemukan, memang keduanya merasa heran terlebih Nur yang hingga kini pesannya tak kunjung dibalas oleh Alan.
Namun, mereka berdua tetap senang karena dapat bertemu dengan teman-teman mereka itu disana dan langsung saja mereka mendekati Diandra serta yang lainnya itu. Sahira sendiri juga tak perduli mau kemana dan dimana Lucas sekarang, karena ia sudah tahu jika Lucas baik-baik saja dilihat dari pesan yang dibalas oleh Lucas pagi tadi.
"Kalian tumben banget pagi-pagi gini udah pada kumpul aja disini," ucap Sahira heran.
"Iya dong, kita kan anak-anak rajinnya SMA panca sakti. Jadi ya kita selalu datang pagi disini buat ngerumpi sama bahas gosip yang lagi viral, sini sini gabung sama kita!" ucap Diandra.
"Hahaha, kalian ada-ada aja sih! Kirain anak rajin tuh pada mau belajar, eh malah gosip!" ujar Sahira.
"Ya kan gosip juga termasuk ke dalam pelajaran loh, bisa masuk ke agama, sosiologi dan yang lainnya lah pokoknya! Udah sini duduk aja sama kita, ada gosip yang lagi hangat banget sehangat s*mpak nya si Tasya!" ucap Diandra.
"Ah sialan lu! Gue dibawa-bawa!" ujar Tasya.
"Hahaha, yaudah kita join deh! Kebetulan kita juga gak tahu kemana Lucas sama Alan, makanya kita mau gabung aja sama kalian." ucap Sahira.
"Oh gitu, jadi kalau misal ada si Lucas sama Alan kalian gak mau gitu gabung sama kita?" ujar Diandra.
"Ya gak gitu. Eh tapi bener juga sih, soalnya kan Lucas itu suka maksa-maksa gue buat ikut kalian. Tapi, gue tetep lebih prioritasin kalian kok!" ucap Sahira sambil tersenyum.
"Iya tenang aja! Sahabat itu lebih penting dibanding pacar!" sahut Nur.
"Asik banget dah! Nanti juga kalo si Lucas sama Alan muncul, langsung kabur kalian!" ujar Tasya.
"Hahaha, enggak kok. Udah, jadi kita boleh gabung apa enggak nih?" ucap Sahira.
"Ya boleh lah, sini duduk!" ucap Diandra.
Akhirnya Sahira dan Nur pun duduk di samping teman-temannya itu, mereka memang tak ada pilihan lain selain ikut bergosip ria bersama Diandra dan yang lainnya disana. Ya karena kedua bidadari itu tidak tahu dimana keberadaan pacar-pacar mereka saat ini, bahkan Nur juga masih belum mendapat pesan balasan dari kekasihnya.
Tak lama kemudian, Lucas justru muncul disana dan langsung meminta pada Sahira untuk ikut dengannya karena ia ingin membahas soal kondisi Alan serta teman-temannya yang lain pada kekasihnya itu.
"Sahira, ikut aku yuk! Ada yang mau aku bicarakan sama kamu," ucap Lucas langsung menggenggam tangan Sahira.
"Eee iya iya... guys, sorry banget ya!" ucap Sahira.
"Iya gapapa." ucap Diandra.
Sahira pun ikut bersama Lucas alias kekasihnya untuk pergi dari sana, pria tersebut membawa Sahira menuju taman sekolah untuk bicara disana.
"Tuh kan, giliran ada cowoknya pasti kita ditinggalin!" ucap Diandra sambil tertawa kecil.
"Hahaha, iya lah pasti!" ucap Tasya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1