Broken Angel

Broken Angel
Part 138


__ADS_3

"Seperti kata ku tadi, biarkan mereka bekerja dan mendapatkan gajih dari pekerjaan yang mereka lakukan".Ucap Rey, sembari menuntun Allena terus turun ke bawah.


Rasa kesal dan marah Allena pada Rey, terbayarkan oleh sebuah pemandangan alam yang begitu indah dan menyejukkan.Dimana terdapat danau yang di hiasi oleh kawah berwarna putih sesuai dengan namanya KAWAH PUTIH dengan di kelilingi oleh pepohonan yang menambah keindahan danau yang terletak di tengah.


Allena melepaskan genggaman tangan Rey.Tanpa sadar tangannya dia rentangkan dan dia berlari ke sembarang arah seperti burung yang mengepakkan sayap-sayap nya hendak terbang tinggi menembus langit ke tujuh.


Alangkah bahagianya dia saat dia berada di tempat yang memanjakan Indra penglihatannya dengan keindahan alam yang terbentang dengan kabut putih yang menambah nilai keindahannya.


"Burung merpati ku,telah pulih dari sayap-sayap patahnya.Terbang bebas merpati ku, sambutlah kebahagiaan mu dan raihlah cinta dan kasih sayang yang kau cari".Ucap Rey, memperhatikan tingkah laku allena.


"Ehem".Tukang foto berdehem, menyadarkan Rey tentang keberadaan seseorang yang terabaikan.


Rey,menoleh pada sumber suara.Alangkah terkejutnya dia saat mendapati seorang pria dengan membawa kamera di tangan nya tengah menatapnya seperti sedang menunggu perintah.


"Astaghfirullah,maaf saya lupa".Ucap Rey,menyadari kesalahannya.


"Gak papa mas.Dia kekasih mas yah?".


Deg

__ADS_1


Pertanyaan tukang foto itu seakan menghunus jantung nya.Tukang foto itu mengira bahwa dia dan Allena adalah sepasang kekasih karena rey yang terus menerus tersenyum kearah Allena saat. Allena seperti seekor burung yang ingin terbang bebas ke angkasa belum lagi baju nya yang sama.


"Mas, jangan foto saya atau kami berdua.Cukup mas foto dia saja". Perintah rey, menunjuk kearah Allena.


"Baik mas".


Tukang foto itu mengangguk mengerti,lebih tepatnya pura-pura mengerti.Menuruti keinginan calon konsumen nya, tanpa protes sedikitpun.


Tentu, bukan tanpa alasan rey meminta tukang foto untuk membidik gambaran diri Allena karena dia ingin membuatkan memori yang indah untuk gadis kecilnya, merpati putihnya yang sekarang terbang bebas.


Setiap senyuman Allena seperti mewakili perasaannya.Setiap tawa allena, adalah kebahagiaan darinya.


Rey yang seorang CEO muda,kaya,tampan dan rendah hati ini tentu tak mempermasalahkan biaya yang di keluarkan demi sebuah gambaran diri Allena yang nantinya akan dia jadikan memori.


Rey,juga tak berdiam diri saja.Melainkan dia juga ikut membidik tubuh Allena dengan kamera keluaran terbaru dan serba canggih.


Allena yang sudah merasa bosan.Dia berjalan menghampiri rey,yang masih sibuk dengan kamera nya.


"Pulang yuk?".Ajak Allena.

__ADS_1


"Sudah kah?".


"Sangat".Sahut Allena,tak sabaran rasanya dia ingin pulang.


Rey, mengangguk."Ok,tapi sebenar".Kata Rey,sembari berjalan menghampiri si tukang foto.


"Ada beberapa total fotonya?". Tanya Rey,pada si tukang foto.


"200 pak".Jawab jujur si tukang foto.


"Ok".Tanpa basa-basi Rey, mengeluarkan beberapa lembar kertas yang seratus ribuan.Menyerahkannya pada si tukang foto yang sudah di sepakati harga per foto nya berkisar 20 ribu.


"Kebanyakan mas".Kata si tukang foto, setelah menghitung uang pemberian Rey yang dia terima sekitar 5 juta.


"Gak papa,anggap saja kamu sedang beruntung".Sahut Rey, sembari berlalu.


Si tukang foto bersujud, mengucapkan rasa terimakasih pada sang Ilahi atas Rizki yang dia dapatkan pada hari ini.


"Alhamdulilah ya Allah, terima kasih".Ucap syukur di tukang foto.

__ADS_1


__ADS_2