Broken Angel

Broken Angel
Part 50


__ADS_3

Perdebatan antara om Hadi,Rey dan ibu Mia ternyata membuat telinga allena berdenging.Bahkan kedua telinganya sekaligus,berasa berdenging amat terasa di kedua telinganya.


Allena yang sudah berada di kamar rumahnya,sebab tadi dia lagi-lagi kabur dari rumah sakit tanpa memberitahu Rey atau bahkan pihak rumah sakit.


Saat,dia baru masuk ke kamarnya telinga nya tiba-tiba terasa berdenging, seperti ada orang yang tengah membicarakan tentang dirinya.


"Bangsat,siapa sih yang udah ngomongin gue".Gertak Allena,sembari memegang kedua telinganya.


Semakin di tutup,semakin amat terasa telinga itu berdenging.Seperti ada yang tengah beramai-ramai membicarakan tentang keburukannya.


Allena, merebahkan tubuh nya diatas kasur berukuran king size nya,dia tutup telinga nya menggunakan bantal.Tapi, ternyata memang tidak berpengaruh.


Nging..Nging..Nging..


Dengungan itu lambat laun telah menghilang.Allena,tidur telentang.Menatap langit-langit kamarnya.


"Apa salah gue, hingga banyak yang ngomongin gue?".Tanya allena pada diri sendiri.


Perlahan tapi pasti matanya mulai kabur dan terlelap lah dia,kembali di buai mimpi indah yang berharap kali ini benar-benar memberikan kedamaian untuknya dan bukan bunga mimpi seperti semalam.

__ADS_1


....


Axel,yang sekarang tengah memimpin rapat mingguan.Menutup mukanya dengan masker dan rambut yang sengaja di geraikan untuk menutupi luka memar akibat tamparan dari mantan suaminya.


"Kurang ajar".Gertak Axel."Jadi,Allan dan kawan-kawan nya sudah membuat banding untuk menuntut perubahan ini?".Tanya nya pada para investor.


Para investor yang hadir tak berani bersuara.Memang benar adanya bahwa perusahaan yang berada di bawah naungan Allan McQuarrie tengah menuntut perusahaan yang di pegang oleh Axel Maureen.


Axel memandang satu persatu para investor yang menghadiri rapat mingguan."Diam kalian,berarti iya". Ucapnya lantang.


Sebagian investor ada yang menganggukkan kepala,ada juga yang pura-pura membaca headline news.


Axel tak langsung menjawab pertanyaan dari salah satu peserta,dia nampak menimbang-nimbang keputusan apa yang dia ambil.


Di tatapnya layar laptop nya dan mengamati hal-hal yang sekiranya bisa mempertahankan perusahaannya dari gangguan perusahaan lain.


"Mereka menuntut apa?".Tanya Axel, tanpa menatap lawan bicaranya.


"Allan dan kawan-kawan nya,menuntut perusahaan ini agar berpindah posisi supaya tidak berdekatan dan tidak menimbulkan persaingan global".Jelas asisten Axel,yang lebih mengetahui pokok permasalahan.

__ADS_1


Axel menepuk jidatnya."Dari dulu juga perusahaan ini dan perusahaan mereka berdekatan.Lalu kenapa baru sekarang mereka menuntut?".Tanya Axel,tak habis pikir.


Semua investor terdiam termasuk investor yang mengajukan pertanyaan tadi.Benar apa yang di katakan Axel,tapi tuntutan itu terlanjur terbawa ke jalur hukum.


"Kita tuntut balik saja mereka dengan tuduhan pencemaran nama baik".Jelas Axel.


Para investor terdiam,ada juga yang saling pandang.Antara menyetujui dan tidaknya terhadap usulan Axel.


"Aku setuju".Ucap lantang salah satu investor,di ikuti oleh investor yang lainnya.Ikut menyuarakan pendapatnya.


"Aku setuju".


"Setuju".


Akhirnya rapat dapat dia akhiri dengan kesimpulan bahwa perusahaan Axel akan menuntut balik Allan dan kawan-kawan nya.


Axel menghempaskan tubuhnya di kursi empuknya,lelah seharian bekerja belum lagi masalah demi masalah terus datang silih berganti.Mantan suaminya adalah sumber dari segala sumber masalah yang akhir-akhir ini menimpa dirinya,termasuk keberadaan sang putri yang belum juga di temukan.


"Akan ku buat perhitungan untuk mu,Allan.Kau berani mengusik ketenangan hidup ku dan putri ku,akan ku buat kau membayar mahal atas perbuatan mu.Allan McQuarrie".Gertak Axel, mengepalkan tangan nya, geram.

__ADS_1


__ADS_2