Broken Angel

Broken Angel
Episode 207 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 107


...•...


Lucas, Alan, Wildan, Geri & Jack sampai di rumah Aldi untuk mengecek apakah pria itu masih ada di rumahnya atau tidak. Namun, seperti yang sudah dikirimkan oleh Aldi sebelumnya melalui pesan, Aldi memang sudah berangkat dan tidak ada di rumah. Tentu saja Lucas serta yang lainnya bingung sekaligus khawatir dengan Aldi, mereka kini semakin cemas akan kondisi pria tersebut.


"Guys, kita harus cari kemana lagi?" tanya Geri.


"Ada baiknya kalo kita susurin jalan dari rumah ini sampe ke warung babeh, karena pasti Aldi lewatin jalan itu buat pergi kesana!" usul Jack.


"Iya bener, tapi kita kan gak tau jalan mana yang dipake sama Aldi buat lewat! Soalnya setau gue jalan dari sini ke warung babeh itu banyak, jadi apa kita harus telusuri semua jalannya?" ujar Alan.


"Gini aja, kita mencar buat cari Aldi! Lan, jalan ke warung babeh ada berapa dan kemana aja?" ucap Lucas.


"Bisa lewat belokan kiri di depan atau lurus terus dan bisa juga nanti abis lurus dia lewat kanan, ada kemungkinan juga dia terus lurus.." jawab Alan.


"Yaudah kita bagi tiga kelompok, Lan lu sama Jack pergi lewat kiri! Terus gue ambil jalan yang lurus terus, Wildan sama Geri kalian ke kanan!" ucap Lucas membagi kelompok.


"Siap!" ucap mereka bersamaan.


Akhirnya mereka memutuskan untuk berpencar demi bisa menemukan keberadaan Aldi, memang seperti inilah sahabat sejati yang tak hanya datang ketika senang tapi juga menemani dikala sedih. Kekompakan anak wild blood tak perlu diragukan lagi karena mereka sudah cukup lama berkumpul bersama, walau terkadang ada clash tapi mereka bisa atasi dengan jalan damai. Ya kecuali permasalahan antara Lucas dengan Saka yang belum selesai hingga saat ini dan mereka masih saja bermusuhan, namun selain itu tidak ada lagi anggota wild blood yang saling bermusuhan karena mereka menjunjung tinggi persahabatan.


Lucas seorang diri terus menyusuri jalan lurus menuju warung babeh yang kemungkinan dilalui oleh Aldi walau ia juga tidak tau apakah Aldi melewati jalan tersebut atau tidak, namun yang namanya usaha tidak akan mengkhianati hasil.


"Gue harap lu gak kenapa-napa, Aldi! Hari ini harusnya hari bahagia gue karena bisa pergi sama Sahira, tapi keselamatan lu lebih penting Al daripada segalanya..." batin Lucas terus menatap fokus jalan raya dengan motornya.


Sementara Alan pergi bersama Jack melewati jalan ke kiri yang mana ada kemungkinan juga Aldi akan melalui jalan tersebut, karena sesuai pengetahuan Alan jalan ini adalah jalan tercepat menuju warung babeh dibanding jalan lainnya.

__ADS_1


"Ayolah, Al lu harus baik-baik aja!" batin Alan.


Dan sisanya yakni Geri serta Wildan mengambil jalan ke kanan setelah sempat pergi lurus bersama Lucas, ya mereka harus berpisah karena jalannya memang cukup banyak dan kemungkinannya sama-sama besar dilewati oleh Aldi.


...•••...


Sementara itu, Sahira bersama yang lainnya masih berada di warung babeh menunggu kedatangan Lucas serta teman-temannya. Tampak para wanita disana sudah bosan sekali dan jadi tidak bersemangat seperti sebelumnya karena memang sudah cukup lama mereka menunggu.


"Haduh, Kania! Ini mau sampe kapan kita nunggu disini terus? Capek tau, bosen lagi! Lihat aja nih makeup gue sampe luntur gara-gara keringet, disini panas banget! Lagian kemana sih tuh si Aldi? Niat dateng apa enggak sih sebenarnya??" ujar Diandra kembali mengeluh karena sudah tak tahan.


"Eee gue juga kurang tau, Diandra! Sabar aja dulu, barangkali mereka udah di jalan! Kalau makeup lu luntur, yaudah si pasang aja lagi!" ucap Kania.


"Ish lu mah! Kalo gini mending batalin aja deh rencana touring kita, percuma juga kalo kita tetep lanjutin! Ini udah kesorean, mau sampe disana jam berapa coba??" ujar Diandra makin geram.


Kania kini terdiam tak tau harus menjawab apa, bagaimanapun sekarang perasaannya juga tak karuan karena mencemaskan kondisi Aldi. Kania sebenarnya tak mengapa kalau rencana ini dibatalkan, yang terpenting adalah keselamatan Aldi daripada semuanya.


Sahira serta Nur melihat kesedihan di wajah Kania, mereka pun mendekatinya untuk mengajak bicara wanita tersebut.


"Kania, jangan sedih! Pasti Aldi bakal baik-baik aja, sekarang kan Lucas juga udah susulin dia!" ucap Sahira merangkul Kania dan duduk disampingnya.


"Kalian tau darimana kalo gue lagi mikirin Aldi?" tanya Kania heran karena sedari tadi ia kan tidak mengatakan apa-apa tentang Aldi.


"Kelihatan dari ekspresi wajah lu, Kania! Sabar ya, kita disini juga sama kok khawatir kayak lu! Eh gak semua sih, Diandra mah mikirin jalan-jalannya!" ujar Sahira nyengir.


"Ish bukan berarti gue gak peduli sama Aldi dong!" ucap Diandra langsung membela diri.


"Hehe iya iya, yaudah kita semua sabar aja! Kalaupun rencana kita buat touring gagal, kan masih ada kesempatan lain! Misalnya pas malam tahun baru nanti, kan seru tuh tahun baruan disana sambil bakar-bakaran sama main kembang api!" ucap Sahira.


"Eh iya tuh, setuju gue!" saut Nur.


"Bener juga sih, tapi kan percuma dong kita udah susah payah kumpul disini kalau akhirnya gak jadi! Mending tadi gue bobok sampe siang.." ujar Diandra.


"Hahaha, lu mah tidur terus pikirannya!" ledek Tasya.


Sontak suasana disana jadi cair kembali berkat perkataan Sahira serta Nur, ya mereka berdua memang sudah sepakat untuk menghibur teman-temannya disana dengan cara mereka.

__ADS_1


...•••...


Disisi lain, Kia bersama supir taksinya tengah berusaha membopong tubuh Aldi yang pingsan itu ke dalam mobil taksi tersebut. Tampak keduanya lumayan kesulitan karena tubuh Aldi terlalu berat, ya sang supir juga kecil serta sudah tua.


"Neng, emang ini siapa sih?" tanya supirnya.


"Teman saya, pak! Ayo cepat bawa dia ke dalam mobil sebelum terjadi apa-apa!" ucap Kia panik.


Usaha demi usaha terus mereka lakukan demi bisa membawa tubuh Aldi ke dalam mobil, walau mereka harus jatuh bangun karena sang supir lupa memajukan mobilnya ke dekat mereka.


"Pak, itu kenapa mobilnya gak dimajuin aja sih? Jadinya kan kita gak perlu repot-repot bawa tubuh teman saya jauh-jauh kayak gini!" ujar Kia.


"Oh iya neng, maaf saya gak kepikiran! Yaudah neng tahan dulu nih tubuh temen neng, biar saya ke dalam mobil majuin mobilnya kesini!" ucap supir itu.


"Ih jangan ditinggal gitu aja, pak! Bantu saya dulu geletakin tubuh teman saya di aspal, nanti kalau saya gak kuat nahan nya kan repot!" ucap Kia.


"Iya iya," ucap supir itu.


Mereka pun meletakkan kembali tubuh Aldi di atas jalan tersebut, lalu barulah sang supir masuk ke taksinya dan memajukan mobilnya itu mendekat ke arah Kia serta Aldi.


Setelah itu, sang supir keluar kembali untuk membantu Kia membawa tubuh Aldi ke dalam taksinya. Memang cara mereka cukup rempong dan ribet sendiri daritadi gak kelar kelar sampe capek petrik ngetiknya.


"Ayo, pak! Kita bawa dia ke dalam!" ucap Kia.


"Baik, neng!"


Mereka pun kembali membopong tubuh Aldi bersamaan ke dalam taksi, namun lagi-lagi masih saja kesulitan karena berat tubuh Aldi itu.


Dari kejauhan, tampak Lucas berhenti sejenak karena melihat orang yang memerlukan bantuannya. Lucas pun melepas helmnya turun dari motor berniat menghampiri 2 orang tersebut.


"Loh, itu kan si Kia?" gumamnya setelah melihat orang-orang yang tengah kerepotan itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2