Broken Angel

Broken Angel
Part 173


__ADS_3

Malam yang di nantikan oleh aida,marga,Rey,Allan,Axel dan juga Allena telah tiba.Malam ini, haruslah menjadi malam terakhir memutus hubungan renggang antara orang tua dan anaknya.Keenam orang ini menantikan malam ini dengan tujuan dan maksud yang berbeda.


Allena,tadi siang sudah di beti kabar mengenai pertemuan aida dan msrga yang berhasil membujuk Axel dan Allan untuk bertemu dengan anak semata wayangnya,anak yang mereka abaikan dan anak yang tanpa sadar telah mereka memberikan trauma bagi anaknya sendiri.


Allena,tak henti-hentinya tersenyum.Sepanjang hari ini dia terus tersenyum, memancarkan aura kebahagiaan.Auranya dapat aida,marga dan juga rey rasakan.


Semakin jelas terpancar aura kebahagiaan Allena, semakin merasa bersalah saja,aida,marga dan juga rey dengan kebohongan mereka.


Yah, mereka sengaja berbohong dengan mengatakan bahwa Axel dan Allan bersedia menemui Allena,duduk bertiga dengan menyantap menu makanan.Bercerita dengan riangnya, sesekali melemparkan guyonan Diantara mereka, seperti sebelum kejadian kelam itu merenggut kebahagiaan nya.Memaksanya untuk berjuang di kehidupan yang keras ini.


Allena,malam ini dia mengenakan mini dress di padukan dengan sepatu flatshoes dan rambut yang di biarkan tergerai.Cantik,Allena amat cantik malam ini dengan cahaya lampu yang menambah kecantikan fisik nya.


Rey,pun di buat melongo dengan aura kebahagiaan Allena sehingga kecantikan nya melebihi kecantikan sebelum bertemu.

__ADS_1


"Cantik".Ucap Rey, menatap tanpa berkedip kearah Allena.


Marga,menyenggol lengan rey yang begitu terpesona dengan kecantikan Allena.Melupakan rasa kesalnya dan sakit hati pada gadis kecilnya saat mereka baru pertama kali bertemu.


"Kendalikan diri mu,Rey".Ucap marga, berbisik di telinga Rey.


Rey, menatap tajam pada marga.Tak terima dia di tegur oleh bawahannya,merusak pemandangan indah yang terpancar dalam diri Allena.


Sedang aida,dialah yang membantu Allena merias diri agar terlihat cantik di malam penantian panjangnya bertemu dengan orang tua nya setelah sekian lama terpisah dan hubungan yang tak harmonis.


Bukan hal mudah bagi Allena untuk menurunkan egonya,dia sudah beberapa kali berpikir,berusaha berperang dengan egonya sendiri.Ego dan pikirannya tak sejalan dan tak seirama,walau pada akhirnya pikiran nya lah yang memenangkan pertandingan.Allena,sedang mencoba memperbaiki hubungannya dengan orang tuanya yang sudah berpisah,mencoba berdamai dengan masa lalunya.


Di lain sisi, tanpa menaruh curiga.Axel,menyanggupi undangan atas nama perusahaan rey berharap kerjasama akan dia dapatkan dari perusahaan raksasa itu.Dia juga,tak kalah tampil cantik demi memikat lawan bicaranya.Dia bahkan sudah mempersiapkan penampilan nya sejak tiga jam yang lalu, berusaha menampilkan yang terbaik dengan mengabaikan kesibukan nya demi mendapatkan tanda tangan kontrak dari perusahaan raksasa itu.

__ADS_1


Bahkan dia sudah berada di restoran kenangan, tempat dimana pertemuan itu di atur dengan membawa sebuah harapan.Yah,Axel sudah berada di restoran itu sejak setengah jam yang lalu.Lebih cepat satu jam dari undangan.


Di luar sana,Allan juga sama menampilkan yang terbaik.Dia juga,sama seperti Axel ingin mendapatkan sebuah tanda tangan kontrak.Tak ayal,itu membuat nya ingin segera sampai di tempat tujuan.Restoran kenangan dengan nomer meja,99.


Dengan langkah lebar,dan setengah jam lebih cepat dari waktu yang tertera di notifikasi.Allan, berusaha on time,agar menambah kesan pemimpin yang di siplin.Padahal,dia adalah pemimpin yang terkenal dengan jam karet nya.


"Mbak meja,no.99 atas nama Reynaldi Kenzo Pratama.Di sebelah mana yah?".Tanya Allan, basa-basi.


Pramusaji yang di tanya itu tidak menjawab pertanyaan Allan.Dia malah membawa Allan, langsung ke meja nya.


Dengan hati riang,Allan mengikuti langkah kaki pramusaji yang menunjuk meja tempat nya duduk.Tapi, alangkah terkejutnya dia saat di meja itu ada seorang wanita dengan tampilan cantik dan pakaian rapih.


"Axel".

__ADS_1


__ADS_2