
"Ada apa loe kemari?".Tanpa basa-basi Rey, langsung mengajukan pertanyaan begitu marga baru berada di ambang pintu.
"Kalau ada tamu itu di suruh duduk dulu,di kamu dengan baik.Lah ini,belum juga duduk udah di tanya aja" .Sahut marga, mendaratkan pantatnya di kursi yang berhadapan langsung dengan Rey.
"Sengaja biar cepat pergi".
"Ngusir secara halus?".Tanya marga, menimpali ucapan Rey.
"Tentu".Ucap Rey."Lagian tamu kayak loe itu gak pantes di hargai dan di jamu".Sindir rey.
"Yah yah yah".Tentu bagi marga bukan hal yang aneh bila rey bersikap seperti itu.
Rey tak bersuara lagi,dia bukannya tak ingin bertanya tapi lagi-lagi ayahnya meminta dia untuk fokus dulu pada berkas yang baru diantarkan oleh asistennya.
Baru saja dia hendak beristirahat dari masalah perusahaan nya,kini dia terpaksa harus kembali berpikir.Memutar otaknya dan di tuntut untuk bekerja cerdas.
"Akhirnya selesai juga".Gumam Rey,begitu dia sudah menyelesaikan urusannya.
Sedang marga,sejak Rey fokus pada masalah perusahaan nya,dia duduk di sofa sembari mempelajari tentang masalah Allena.
Saking fokusnya dia pada masalah Allena, hingga tidak menyadari Rey yang sudah duduk persis di sampingnya, sesekali dia menoleh pada layar laptop yang ada di hadapan marga.
"Serius bener".Ucap rey.
Marga terlonjak kaget dengan ucapan Rey yang tiba-tiba sudah ada di sampingnya dengan memegang segelas kopi.
__ADS_1
Tanpa permisi,marga mengambil gelas kopi pada tangan rey.Meminumnya dengan sekali tegak seperti meminum air dingin.
"Kebiasaan loe,main ambil hak orang lain aja".Gerutu rey.
"Sorry,kepala gue tiba-tiba pusing".Sahut marga,kembali fokus pada layar laptopnya.
Rey, menatap intens pada marga layak seperti kekasih yang menatap kekasih hatinya dengan tatapan memuja.
"Apa yang kau cari?".Tanya Rey, penasaran dengan kesibukan marga terhadap laptopnya.
"Masalah allena".Sahut marga, tanpa menoleh kearah Rey.
"Apa yang terjadi dengan allena?".Tanya rey, merebut paksa laptop yang ada di hadapan marga.
Marga,menghela napasnya.Inilsh alasannya dia menemui rey di jam kantor nya dan langsung mendatangi nya.
Tentu,ini ada hubungannya dengan rey karena usaha nya mengalami kegagalan dan berharap rey bisa meneruskan usahanya yang gagal.
"Inilah alasan gue menemui loe langsung ke kantor".Ucap marga,sembari menggesekkan laptopnya.
"Kenapa?".Tanya Rey,dalam pikirannya dia menebak-nebak yang mungkin itu berkaitan dengan kehidupan allena.
"Kau mungkin melihat ku dengan Allena begitu akrab, tanpa jarak dan aku pun memeluk Allena dengan penuh sayang?".Tanya marga, menatap rey.
"Yah".Jawab Rey."Itu juga yang menjadi alasan ku berburuk sangka pada mu".
__ADS_1
"Aku sebenarnya melakukan pendekatan pada Allena dengan cara baik dan lembut".Jelas marga.
Rey mendengarkan penuturan marga dengan seksama tanpa menjeda atau bahkan bertanya.Sudah dari kemarin dia ingin bertanya langsung, sekarang tanpa di minta marga sendiri menjelaskan duduk masalahnya.
Dugaannya terhadap marga dan Allena sangatlah salah, ternyata marga tengah menyelidiki masalah Allena langsung dari sumbernya dan bukan dari cerita orang lain.
"Allena butuh di dengarkan,dia butuh di peluk dan di beri kasih sayang.Hanya itu keinginannya, hingga tadi gue gak sengaja membentak Allena dan menjudge masa lalunya".Jelas marga.
"Apa?".Teriak Rey, seakan tak percaya dengan penjelasan marga yang satu ini.
Dia membentak Allena, padahal dia sedang melakukan pendekatan dengan cara lembut.Benar-benar tak bisa di percaya oleh seorang Rey,marga bisa bertindak ceroboh hingga berakhir gagalnya rencananya sendiri.
"Tak ku sangka kau bisa bertindak ceroboh juga".Ledek rey.
"Gue juga manusia biasa".Sahut marga."Tak semua bisa berjalan sesuai dengan keinginan kita".Kilah marga, memberikan pembelaan untuk dirinya sendiri.
"So,apa hubungannya dengan bocah tengil yang bernama Andre yang kau cari di halaman dark web?". Tanya Rey,menyelidik.
Marga,bukannya menjawab pertanyaan Rey.Dia malah menyodorkan laptop nya kearah Rey.Membiarkan Rey membaca artikel itu dengan seksama agar dia paham.
Rey, menatap tajam pada marga seakan meminta penjelasan begitu dia sudah membaca keseluruhan artikel mengenai Andre.Sang putra bandar narkoba
" Yah,Allena di racuni dengan barang-barang haram pemberian Andre".Jelas marga.
Rey, mengepalkan tangannya, geram."kurang ajar, ternyata dia hing keroknya".Gertak Rey.
__ADS_1