
Allena yang duduk meringkuk,sembari menutup kedua telinganya menggunakan Tanggannya.Tak henti-hentinya memejamkan mata agar telinga dan matanya tak mendengar serta melihat pertemuan orang tuanya yang sejak tujuh tahun sering mewarnai hari-hari nya, merampas kebahagiaan dari hidupnya dan menyisakan trauma.
Rey, rasanya dia tak tega melihat Allena yang memejamkan mata sembari menutup kedua telinganya."It's ok,Allena".Bisik rey.
Dia berdiri di samping Allena sembari mengelus rambut panjang Allena penuh dengan sayang.Perdebatan orang tua allena, semakin kesini malah semakin keras nan kasar.
Rey,menyeret tangan allena keluar dari ruangan BK, ruangan yang penuh dengan drama yang sudah pasti itu membuka luka hati Allena dan lagi menyisakan trauma baginya.
"Ikut aku,Allena".Bisik Rey,di telinga allena.
Allena, mengikuti arah langkah rey tanpa penolakan, tanpa bantahan tidak pula protes yang terus di layangkan oleh Allena selama ini.
Dengan lembut rey menuntun tangan allena untuk mengikuti arah langkah,dia mengelus punggung Allena seakan menenangkan gadis muda yang masa depannya telah di hancurkan oleh orang tuanya.
__ADS_1
Rey,membawa Allena ke sebuah taman sekolah,duduk di bawah pohon sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang dia harapkan mampu membuat Allena tenang.
Alih-alih Allena merasakan ketenangan,dia malam bermuram durja.Seakan hidupnya hanya di penuhi oleh kesedihan dan air mata.Hidupnya tidak seperti orang kebanyakan,canda tawa dan kehangatan keluarga tak dapat dia rasakan di dalam rumah mewah nan luasnya.
"Allena".Ucap Rey,lembut.
Allena,masih terperangkap dalam kubangan kesedihan,masa lalu yang dulu pernah memberikan kebahagiaan kini telah terampas oleh keegoisan orang tuanya.Sang kepala rumah tangga tak bisa melawan terjangan ombak yang menerjang kapal nya hingga kapal itu karam di lautan,tak ada yang tersisa dari sebuah kapal yang tenggelam akibat keteledoran kepala rumah tangga nya.
"Allena".Ucap Rey lembut,menyentuh bahu Allena."Jangan terlalu di pikirkan,hidup mu masih terlalu panjang untuk sebuah perjalanan hidup yang amat panjang nan keras".Nasihat rey.
"Kamu selingkuh dengan adik kandung ku sendiri saat aku tengah berjuang untuk memperbaiki ekonomi keluarga kita".
Plak
__ADS_1
""Aku selingkuh juga karena ulah mu sendiri, karena keegoisan kamu sendiri ".
Teriakan itu,bentakan di sertai dengan sebuah kekerasan fisik mewarnai hari-hari Allena kecil.Melupakan tangisan dan teriakan Allena yang meminta kedua orangtuanya untuk berhenti bertengkar.
"Berhenti ku mohon berhenti'.Teriak Allena sembari menutup telinganya dengan kedua tangan nya.
Rey di samping Allena tak henti-hentinya menenangkan Allena,memeluk tubuh ringkih itu dengan sebuah pelukan kehangatan.Menyalurkan energi positif pada jiwa yang lemah nan rapuh.
"It's ok Allena,it's ok".Bisik rey lembut.
Tangisan di sertai teriakan Allena begitu menyayat hati rey.Perempuan yang dia kira adalah gadis nakal tapi jauh di lubuk hatinya gadis ini rapuh,di patahkan oleh sebuah Bentakan dan di bangkitkan oleh sebuah harapan.Allena masih terlalu kecil untuk menanggung beban hidup yang amat terasa berat.
Dia korban dari keluarga yang tidak harmonis, keluarga nya broken home bukan keluarga Cendana yang di dalamnya bisa mendapatkan kehangatan dan keceriaan untuk anak-anaknya.
__ADS_1
Allena hidup di tengah-tengah keluarga yang bahkan mereka tak pernah tau tentang beban hidup Allena dan masalah Allena akibat dari ulah mereka yang sekali lagi mengorbankan anak.