Broken Angel

Broken Angel
Episode 202 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 102


...•...


Lucas, Alan dan para kekasihnya telah sampai di warung babeh menyusul anak-anak wild blood yang sudah lebih dulu berada disana. Kedatangan mereka langsung disambut meriah oleh para anggota wild blood termasuk babeh, mereka saling tos-tosan seperti biasanya tapi tidak dengan Sahira & Nur yang masih malu-malu bertemu para anggota geng tersebut alias masih canggung lah.


Lucas pun duduk di tempat biasanya bersama dengan Sahira serta Alan & Nur di hadapannya, babeh langsung berinisiatif menawarkan minuman pada mereka agar dagangannya laku dan banyak yang beli. Kan lumayan jadi cuan kalo warungnya dijadiin tongkrongan anak geng motor begini.


"Nah yang baru dateng nih, pada mau minum apa kagak? Kalo mau langsung gue bikin dah nih, tapi kalo gak mau ya siap-siap aja kena bogem dari gue!" ujar babeh sambil tertawa kecil.


"Ahaha, iya boleh beh saya mau es kopi satu! Nah kalo buat pacar saya ini kasih dia yang paling enak disini beh, harus yang spesial gak boleh biasa aja karena dia orang spesial di hati saya!" ujar Lucas sambil merangkul Sahira.


Sontak satu tongkrongan itu langsung pada bersorak ketika Lucas mengatakan itu, termasuk juga babeh yang ikut bersiul sambil mencie-ciekan pasangan baru mekar itu. Sedangkan Sahira tampak tersipu dan wajahnya mulai memerah karena disoraki satu geng, namun kekasihnya yakni Lucas malah semakin menunjukkan kemesraannya dengan Sahira di depan para anggota gengnya dan juga babeh.


"Kas, udah lah jangan kayak gitu! Kasian dong sama kita-kita yang masih jomblo ini, mau rangkul siapa coba kita sekarang?" ujar Wisnu.


"Bener tuh, Kas! Pikirin lah nasib para jomblo disini yang iri ngeliat kalian berdua..." saut Daffa.


"Hahaha, makanya kalian pada cepetan sana cari cewek buat dirangkul biar gak ada yang iri sama gue dan Alan!" ucap Lucas sambil tersenyum.


Babeh yang mendengarkan perkataan mereka hanya geleng-geleng kepala lalu pergi ke dalam warungnya untuk membuat minum bagi Lucas serta pacarnya termasuk juga Alan & Nur.


Tak lama kemudian, sebuah mobil datang kesana lalu berhenti tepat di sebelah motor-motor anggota wild blood. 5 orang wanita turun dari mobil tersebut dengan gaya masing-masing yang membuat seluruh anak-anak wild blood menganga lebar, kecuali Lucas & Alan tentunya karena mereka sudah punya pasangan jadi gak boleh lirik cewek lain.


Ya sudah tentu mereka yang datang adalah Kania, Diandra, Tiara, Tasya & Andini. Kelima wanita tersebut pun menghampiri orang-orang di warung babeh dan menyapa mereka semua. Jack serta geng wild blood lainnya langsung berdiri menyambut wanita-wanita tersebut.


"Sungguh harum bunga melati, tertiup oleh angin yang pelan. Berdebar-debar si jantung hati, melihat calon istri datang berjalan," ucap Jack melontarkan pantun yang ditujukan untuk Diandra.

__ADS_1


"Yaelah bro, dia pake pantun segala! Heh, percuma aja lu mau pantun kayak apa juga dia gak bakal mau sama lu!" ujar Wildan mengejek Jack.


"Sirik aja lu, makanya belajar pantun!" ujar Jack.


Diandra yang tadi dikasih pantun sama Jack langsung mendekati pria itu sambil tersenyum, jantung lelaki tersebut langsung berdegup kencang merasakan kesenangan yang amat sangat.


"Kamu pantunin aku barusan?" tanya Diandra dengan nada lembut menatap wajah Jack.


"Eee iya dong, sayang!" jawab Jack nyengir.


"Makasih ya, tapi jangan harap gue bakal mau sama lu!" ujar Diandra mendadak ngegas di kalimat akhir lalu melengos begitu saja.


Wildan dan yang lainnya pun cengengesan melihat Jack disemprot oleh perempuan, termasuk juga Alan yang tertawa terbahak-bahak sampai mulutnya disumpal dengan kue oleh kekasihnya sendiri.


"Gak boleh begitu, sayang!" ucap Nur.


"Ehehe abisnya lucu tau.." ujar Alan nyengir.


Kini giliran Wildan & Wisnu berebut mendekati Tasya untuk berkenalan dengan gadis itu, tampak mereka saling dorong mendorong demi bisa bersalaman dengan wanita di hadapannya itu.


"Yeh justru itu, cewek secantik dia gak pantes sama yang udah tua kayak lu! Mending sama gue yang masih belum terlalu tua..." ucap Wisnu.


"Udah gausah ribut! Nama gue Tasya, salam kenal!" ucap Tasya meraih tangan Wildan & Wisnu secara bergantian lalu menatap mereka sambil tersenyum.


"Waw bro, kena diabet nih gue..." ujar Wildan.


"Sama bro!"


Tasya hanya terkekeh lalu pergi meninggalkan mereka untuk menyusul Diandra yang sudah lebih dulu duduk di warung babeh. Sementara Wildan & Wisnu masih pada mematung disana tak percaya bisa bersalaman dengan Tasya.


Tak hanya Diandra & Tasya yang didekati oleh para jones wild blood, Tiara juga coba digoda oleh Daffa yang kebetulan belum tau kalau gadis itu sudah ada yang punya. Dengan beraninya dia mendekati Tiara lalu menggandeng tangannya dari samping.


"Eh, lu ngapain?" ujar Tiara kaget lalu reflek melepas tangannya dari genggaman Daffa.


"Hehe gak kok, cantik! Aku cuma mau kenalan aja sama kamu, kenalin namaku Daffa..." ucap Daffa menyodorkan tangannya ke arah Tiara.

__ADS_1


Gadis itu malah membuang muka melipat kedua tangannya di perut supaya Daffa tidak bisa lagi sembarangan menggenggamnya.


Tiba-tiba Kania muncul menepis tangan Daffa serta menjauhkan tubuh Tiara dari pria tersebut, ia menatap wajah Daffa lalu berbicara padanya.


"Jangan godain dia ya! Tiara ini pacarnya abang gue, mending lu cari cewek lain aja daripada kena hajar sama abang gue nanti..." ucap Kania tersenyum.


"Eee hehe sorry sorry, gue kagak tau! Yaudah gue kesana dulu ya!" ucap Daffa langsung gemetar kemudian pergi dari sana.


Kania & Tiara pun terkekeh saja melihatnya, mereka lalu menyusul teman-temannya yang lain duduk di bangku yang telah disediakan babeh.


...•••...


Disisi lain, Saka tengah dalam perjalanan menuju rumah Grey untuk menemui orang tua kekasihnya itu dan menjelaskan bahwa ia dan Grey saat ini sudah menjalin hubungan sebagai kekasih. Saka juga berniat mengatakan pada calon mertuanya itu kalau ia benar sungguh-sungguh ingin menikahi Grey.


Namun, tiba-tiba ia dihadang di tengah jalan oleh sekumpulan pengendara motor berjaket hitam disertai garis-garis biru pada pinggirannya dan di belakang jaket tersebut terdapat tulisan the darks.


"Waduh gawat! Mau apa mereka cegat gue?"


Mereka berhenti tepat di depan motor Saka, lalu bersamaan melepas helmnya dan turun dari motor mereka masing-masing. Tampak orang paling depan yang tak lain adalah Willy turun menghampiri Saka.


"Turun lu, gua mau bicara sama lu!" pinta Willy menunjuk ke arah Saka dengan telunjuknya.


Saka pun melepas helmnya lalu turun dari motornya, ia berjalan menghampiri Willy dengan santai.


"Ada apa?" tanya Saka.


"Gue tau, sekarang lu udah gak gabung lagi sama wild blood kan? Bahkan lu aja gak diajak jalan-jalan sama mereka sekarang, kasian banget sih lu!" ucap Willy tersenyum tipis.


"Gua udah gak peduli sama mereka! Dan gue juga gak mau lagi berurusan sama mereka, lebih baik kalian pergi dan jangan ganggu gue!" ucap Saka.


"Santai aja Saka, kita kesini bukan buat ganggu lu apalagi celakain lu kok! Justru kita mau ajak lu buat kerjasama dan gabung sama kita, gua tau lu pasti masih kesel kan sama si Lucas?" ujar Willy.


Saka terdiam tanpa menjawab perkataan dari Willy, ia memang masih sangat benci dengan Lucas bahkan juga beberapa anggota wild blood termasuk Aldi yang sudah sembarangan melabraknya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2