Broken Angel

Broken Angel
Episode 256 [SEASON 3] New Beginning


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...HOI HOI HOI....!!!...


...~~~...


...Kata Pengantar...


GAK NYANGKA YA UDAH MASUK KE SEASON 3 AJA NIH NOVEL INI, TERUS KAYAKNYA MAU JUGA UDAH MASUK BULAN KE-6 ATAU MUNGKIN UDAH LEBIH BISA JADI JUGA BELUM😂 YA INTINYA UDAH LAMA LAH, SETAHUN HARUSNYA KAN UDAH GANTI TAHUN NIH😁.


WALAU NOVEL INI PEMBACANYA DIKIT, TERUS YANG LIKE JUGA PULUHAN (UNTUK BAB-BAB PALING BELAKANG) BEDA JAUH SAMA NOVEL KAKAK-KAKAK SEMUA YANG UDAH POPULER SAMA KEREN-KEREN.


TAPI, RASANYA BERAT BUAT EYKE TAMATIN NOVEL INI SOALNYA HAMPIR SELURUH NAMA TOKOH DISINI KAN TEMEN-TEMEN ONLINE EYKE🥺 YA WALAU MEREKA SEMUA UDAH PADA GAK TAHU KEMANA, ADA BEBERAPA SIH YANG MASIH ON ALIAS MAIN MT😁 ITU DIA ALASAN EYKE PANJANGIN TERUS NOVEL INI WALAU ALURNYA NGALOR-NGIDUL GAK JELAS, DEMI MENGENANG MASA-MASA INDAH BERSAMA MEREKA DULU.


OKE SEGITU AJA DULU KATA PENGANTAR DARI EYKE SEBAGAI PEMBUKA SEASON 3 INI, HARAPAN AUTHOR PASTINYA SEMOGA NOVEL INI BISA SEMAKIN BANYAK PEMINATNYA DAN CERITANYA JUGA MENARIK BUAT KALIAN SAMA BISA NGEHIBUR KALIAN SEMUA PARA PEMBACA.


...***...


#Sinopsis


Perjuangan Sahira & Nur di bumi belum usai, mereka yang kini ditemani sang pangeran langit baru yakni Lucas masih harus menghadapi banyak ancaman dari luar sana yang tentunya ingin menghabisi mereka atau bahkan menguasai bumi.


Wilona yang masih menyimpan dendam serta amarah pada sang ratu serta para bidadari, kini bertekad membalaskan dendam atas kepergian Dimas alias suaminya itu yang mati di tangan Muzaki sang penguasa semesta. Bahkan ia kini dibantu oleh ratu Sofia atau biasa disebut ratu Sofi sang pemimpin dunia biru.


Ancaman bagi mereka tak hanya datang dari alam lain atau dunia yang berbeda, ya ada pula para manusia-manusia pendendam yang hendak menghabisi mereka juga seperti contohnya Willy & Kirana yang hingga kini masih belum bisa memaafkan Sahira maupun Lucas.


Willy dibantu oleh para anggota the darks serta Saka yang telah dicap pengkhianat oleh wild blood mulai melancarkan aksi mereka, sedangkan Kirana bersama abangnya yakni Zaenal juga tak mau kalah karena mereka coba menggunakan April sebagai senjata untuk menghabisi Sahira.


Disaat mereka semua berlomba-lomba membalas dendam pada Sahira & Lucas, ada satu pria pindahan ke sekolah SMA panca sakit yang cukup misterius dan selalu saja mencari gara-gara dengan Lucas entah apa alasannya melakukan itu.


Bahkan bukan hanya mereka yang merepotkan Sahira, ada Edrea, Imeh, Cat, dan Sonya yang selalu saja merecoki dia dengan alasan karena Sahira menjadi lebih songong dan berani tak seperti sebelumnya yang diam saja ketika dibully atau dikata-katain.


Ya tapi beruntung bagi Sahira, karena dia punya banyak teman juga yang menemaninya dimulai dari Kania dkk sampai geng wild blood.


Begitulah sinopsisnya dari novel "Broken Angel S3" ini ya bro, silahkan kalian baca saja kalau pengen tahu kisah selanjutnya dari Sahira & Lucas.☺️


^^^TTD, Patrickgansuwu^^^


^^^2022^^^


...•••...


#Cover



Itu dia cover untuk season 3 kali ini, tadinya aku mau pasang di bagian depan buat gantiin poster buatan pihak mt, tapi entah kenapa kok gak bisa ya? Hmm yaudah lah gapapa, yang penting kalian tetep bisa lihat disetiap bab nantinya🤗❤️.


...|||...


#BROKEN ANGEL S3 EPS. 1


...•...


...Happy Reading....🎉🎉🎉...


...🌺🌺🌺...


3 hari setelahnya....


Di bawah batu nisan kini kau telah sandarkan kasih sayang kamu begitu dalam, sungguh ku tak sanggup ini terjadi karena ku sangat cinta.


Wilona masih meratapi kepergian Dimas walau ini sudah memasuki hari kesepuluh sejak suaminya itu pergi meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya, rupanya ia benar-benar merasa kehilangan bahkan masih terus saja menangis dan menangis disana.


Cliingg...


Sebuah cahaya muncul tak lama kemudian, Wilona yang sedang menangis disana mendadak kaget saat melihatnya apalagi setelahnya muncul sosok wanita cantik yang anggun nan rupawan dengan pakaian indah serta senyum manis di bibirnya.

__ADS_1


"Ratu Sofia..??" ucap Wilona reflek bangkit sembari menyeka air matanya.


Sosok yang merupakan sang ratu Sofi itu maju ke depan mendekati Wilona masih dengan senyum tersimpul di wajah serta dua tangan yang ia lipat di perut, ini sudah kali ketiganya datang ke tempat Wilona menemui wanita tersebut dalam rangka menghiburnya yang tengah dirundung duka.


"Bagaimana kondisi kamu, Wilona?" tanya Sofi.


"Umm...."


Wilona terlihat kebingungan harus menjawab apa saat ini, kalau ia mengatakan jika ia masih teringat pada mendiang suaminya yang telah pergi itu bisa saja Sofi akan memarahinya karena sudah berulang kali memang Sofi menasehatinya untuk tidak terus-menerus bersedih menangisi Dimas.


Akan tetapi, rupanya Sofi sendiri sudah tahu jika Wilona masih bersedih untuk saat ini karena memang terlihat jelas dari raut mukanya serta mata yang sembab seperti orang habis menangis walau Wilona sudah berupaya menutupinya agar Sofi tidak mengetahuinya.


"Kamu pasti masih sedih kan, Lona? Huft, ini sudah kesekian kalinya aku kasih tau sama kamu untuk bersikap ikhlas dan tegar!" ucap Sofi.


Wilona terus saja menunduk mengakui kesalahannya, entah mengapa ia merasa sulit sekali untuk bisa mengikhlaskan kepergian Dimas karena cukup banyak momen yang sudah mereka lalui bersama baik di atas ranjang maupun hal lainnya.


"Ma-maafkan saya, ratu..." ucap Wilona gugup.


Bukannya marah apalagi emosi, Sofi malah mengusap lembut kepala Wilona sembari mengukir senyum di bibirnya melihat raut bersalah dari wajah Wilona karena hingga kini wanita itu masih belum bisa melupakan Dimas mendiang suaminya.


"Tidak apa, kamu pasti sangat mencintai suamimu itu ya? Sungguh beruntung dia mendapat istri sepertimu, aku jadi penasaran seperti apa dia!" ujar Sofi.


"Tentu saja, ratu! Aku sangat mencintai dia...!!" ucap Wilona terisak.


Sofi pun mengajak Wilona duduk di tempat dekat makam Dimas, keduanya duduk berdampingan disana dengan tangan saling menggenggam serta pandangan mata yang tertuju pada wajah masing-masing.


Bahkan Wilona kini sudah bisa mulai tersenyum seperti sediakala, ya walau belum terlalu sempurna karena hatinya juga masih terasa pedih akibat ditinggal suami pas lagi sayang-sayangnya.


"Kamu harus kuat, Lona! Jika kamu bisa melakukan itu, aku yakin dendam mu akan berjalan mulus dan kamu pasti bisa membunuh mereka!" ucap Sofi.


"Tapi, yang aku permasalahkan adalah yang mulia raja Muzaki... bahkan dia sendiri yang sudah menghabisi Dimas di hadapanku, kekuatannya itu sungguh luar biasa dan tentunya tak mungkin bagiku untuk bisa menghadapi dia!" ucap Wilona.


"Kamu tidak perlu takut, Lona! Sang raja tidak akan muncul begitu kalau kamu menghabisi mereka di tempat tersembunyi yang tidak dapat diketahui sang raja!" ucap Sofi sambil tersenyum licik.


"Tempat apa itu, ratu?" tanya Wilona penasaran.


Ratu Sofia alias ratu Sofi tampak tersenyum sembari mengalihkan pandangan ke depan, tentu hal tersebut semakin membuat Wilona diobok-obok oleh rasa penasaran yang menggelora hebat karena tak sabar menanti jawaban dari Sofi.


Sontak Wilona tersentak kaget mendengar jawaban dari ratu Sofi, bagaimana bisa bumi adalah tempat paling aman untuk menghabisi ratu Keira?


...•••...


Disisi lain, Lucas bersama anggota wild blood telah sampai di markas ikonik geng the darks yang terletak di pinggir hutan besar nan curam tapi gak banyak hewan buas malah adanya manusia yang kelakuannya melebihi binatang sekalipun.


"Woi, Willy keluar lu...!!" teriak Geri sangat keras.


Mereka semua terlihat emosi dan sepertinya sudah tidak sabar untuk menghajar Willy serta anggota the darks lainnya, namun belum diketahui pasti apa penyebab mereka bisa sampai sangat emosi seperti ini bahkan Lucas pun juga begitu.


"Heh, ayo cepet lu semua keluar...!!" teriak Daffa.


"Willy, jangan sembunyi lu pengecut!" teriak Jack.


"Kalo kalian gak ada yang keluar dalam hitungan ketiga, gua bakal hitung sampe empat!" ucap Alan.


Sontak semua anggota wild blood kompak menoleh ke arah Alan dengan tatapan tajam termasuk Lucas, sedangkan Alan sendiri tak mengerti mengapa mereka semua memandanginya seperti itu.


"Ngapa sih?" tanya Alan heran.


"Heh panci gosong! Ngapain lu mau ngitung sampe empat? Kelamaan dong Panjul..!!" bentak Geri.


"Hehehe..." Alan malah nyengir sambil garuk-garuk.


"Udah, udah! Ini bukan saatnya bercanda! Gue gak terima sama perlakuan anak-anak the darks ke adek sepupu gue, mereka harus terima resikonya karena berani macam-macam sama adek gue itu!" ucap Lucas mengepalkan tangan karena emosi.


"Iya, Kas! Emang mereka tuh pantasnya dihabisin aja langsung sampe hilang dari bumi, supaya orang kayak mereka gak ada lagi...!!" ucap Jack.


Tak lama kemudian, Willy bersama anggota gengnya keluar dari dalam markas dengan gaya seakan-akan mereka tidak takut sama sekali mendengar amukan dari para anggota wild blood di depan.


"Heh, mau apa lagi sih kalian?" tanya Willy heran.


Tanpa basa-basi lagi Lucas langsung menghampiri Willy dan menarik kerah jaket pria tersebut, terlihat semua disana tampak kaget dengan tindakan Lucas yang cukup agresif padahal sebelumnya dia selalu bisa menahan emosi kalau ada masalah.

__ADS_1


"Berani-beraninya lu macem-macem sama adek gue! Mau cari gara-gara lu sama gue, ha??!!" bentak Lucas sangat emosi.


Alan & Jack akhirnya terpaksa mereda amarah Lucas yang sudah membabi buta itu, mereka menjauhkan Lucas dari Willy agar tak terjadi keributan karena mereka ingin semuanya dibicarakan baik-baik lebih dulu walau banyak yang tak setuju.


"Maksud lu apa, adek lu siapa??" tanya Willy.


"Heh, gausah pura-pura deh lu! Cewek yang kemarin lu lecehin itu adek gue! Dasar bajingan lu, gue bakal habisin lu disini sekarang juga...!!" ujar Lucas.


"Tahan Kas, tahan!" ucap Alan menenangkan.


"Lepasin gue, Lan! Gue harus kasih pelajaran ke cowok bangsat itu....!!" teriak Lucas berusaha berontak dari pegangan Alan & Jack.


"Sabar dulu, Kas! Semua masalah gak harus diselesaikan dengan emosi, lu tenang ya!" ucap Alan.


Akhirnya Lucas pun bisa tenang setelah mendengar ucapan atau nasehat dari Alan, kedua pria itu langsung melepaskan pegangan mereka pada tubuh Lucas karena mengira Lucas sudah tenang dan tidak akan anarkis lagi seperti tadi.


"Ohh, jadi cewek yang di pinggir jalan itu adek lu? Ya jangan salahin gue lah, orang pakaian dia aja kayak lontee begitu!" ujar Willy senyum-senyum.


"BANGSAT LU...!!!" bentak Lucas yang semakin emosi.


Ya Lucas pun berlari dan langsung menghajar Willy habis-habisan, pertempuran diantara kedua geng motor itu akhirnya tak bisa dihindarkan bahkan berlangsung sangat sengit dan panas.


...•••...


Disaat kekasihnya tengah bertempur, Sahira & Nur justru asik menanam tanaman di kebun rumah mereka yang sudah dipersiapkan sebelumnya karena mereka ingin sekali rumah itu terlihat indah dan menarik dengan adanya tanaman seperti bunga atau yang lainnya.


Mereka tak hanya berdua, karena hadir pula Nawal sang bidadari gabut teman mereka yang memang sering datang ke bumi hanya untuk mengerjai Sahira serta Nur dengan cara mengagetkan mereka berdua begitu sampai di bumi.


"Wih ternyata nanem kayak gini tuh seru juga, ya? Selama ini aku kalau tanam bunga selalu pake kekuatan, gak pernah kayak gini!" ucap Nawal.


"Ya makanya kamu jadi manusia juga aja kayak kita, supaya bisa ngerasain enaknya hidup alami tanpa bantuan kekuatan! Pasti kamu bakal seneng banget deh, lihat aja kita berdua!" ucap Nur.


"Gak mau ah! Lebih enakan pake kekuatan, jadi kalo ada apa-apa aku bisa ngelawan..." ucap Nawal.


"Yeh gak jelas banget sih kamu! Yaudah daripada ribet bahas begituan, mending kamu ambilin lagi sana bibit yang belum ditanam! Terus kita tanam disebelah sana tuh yang masih kosong!" ujar Nur.


"Dih nyuruh, ambil aja sendiri! Kan kamu punya tangan sama kaki!" ujar Nawal.


"Ya ampun, kamu kok gini banget sih Nawal? Dimana-mana yang muda tuh nurut sama yang tuaan, udah sana cepet tolong ambilin!" ucap Nur.


"Gak mau, Nur! Aku lagi asyik elus-elus bunganya loh ini, soalnya harum banget kayak aku!" ujar Nawal.


"Hadeh...."


"Udah Nur, kamu ambil aja sendiri!" ucap Sahira.


"Nah tuh, Sahira aja ngerti! Masa kamu gak ngerti sih, Nur?" ujar Nawal tersenyum renyah.


"Awas ya kamu, Nawal! Abis kita selesai nanem ini semua, aku bakal jadiin kamu perkedel!" ujar Nur.


"Hahaha, lucu banget sih kamu!" ucap Nawal tertawa. "Eh ngomong-ngomong, perkedel itu apa?" sambungnya dengan wajah penasaran.


"Gak tahu perkedel apaan terus kenapa ketawa, Maemunah?" ujar Nur kesal.


"Ya emang kenapa kalo ketawa? Ada yang ngelarang? Lagian Maemunah siapa lagi sih?" ujar Nawal lagi-lagi terlihat begitu lugu.


"Dah ah aku males debat sama kamu!" ujar Nur.


Akhirnya Nur yang kesal pun pergi dari sana untuk mengambil bibit tersisa di depan rumahnya, sedangkan Nawal & Sahira tetap disana melanjutkan kerjaan mereka menanam tanaman hias untuk membuat kebun rumah mereka lebih indah.


"Sahira, kamu sampai kapan mau tinggal di bumi?" tanya Nawal penasaran.


"Umm... ya sampe hukuman dari ratu selesai dong, Nawal! Kan totalnya 10 tahun kalau aku gak bikin kesalahan lagi, tapi gak tahu sih sekarang ratu nambah hukumannya apa enggak!" jawab Sahira.


"Ohh, kenapa gak coba nego aja? Kan kamu sekarang udah bisa bebas sama Lucas, dia kan dah jadi pangeran langit pengganti Dimas!" ujar Nawal.


"Gak bisa gitu lah, Nawal! Yang ada aku malah dibacok sama ratu..." ujar Sahira tertawa kecil.


Nawal pun ikut cengengesan karena Sahira tertawa lebih dulu, ya mereka akhirnya tertawa bersama-sama sampai banyak kupu-kupu serta capung melintasi mereka.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2