Broken Angel

Broken Angel
Part 87


__ADS_3

"Wey".Teriak Allena,sembari menggoyang-goyangkan badan marga.


Marga mengelus dadanya,merasa kaget dengan teriakan Allena yang tiba-tiba saat dia tengah menilai dan melamun tentang Allena.


"Mengagetkan saja".Ucap marga,tak henti-hentinya mengelus dada.


"Lagian loe kebiasaan banget,di tanya bukannya di jawab malah ngelamun".Ucap Allena,merajuk.


"Yah,sorry".Sahut marga.


"Langsung di jawab gak pake lama.Dua detik langsung sudah keluar tuh Jawaban dari mulut bau loe".Ledek Allena.


"Caelah nih bocah banyak mau nya.Dua detik mana cukup,dodol".Ucap marga,gemas bukan main dengan tingkah laku dan ucapan allena.Semakin di buat penasaran saja dia terhadap allena.


"Yah,sebisa loe nya aja".Allena pada akhirnya menyerahkan juga, rasanya dia tak ingin berdebat panjang dengan seorang pria yang sok tau dan banyak ikut campur.


"Mohon maaf,tadi pertanyaan nya apa yah?".Ucap marga, tersenyum manis.

__ADS_1


Allena memutar bola matanya jengah."Gak ada siaran ulang".


"Ada in dong, sinetron aja ada live streaming nya'.Goda marga, entah sejak kapan dia jadi suka menggoda Allena dan menyukai allena yang tersipu malu.


Allena memalingkan muka ke sembarang arah, lama-lama di tatap oleh pria ganteng, bisa-bisa membuat Allena jatuh cinta beneran.


"Kendalikan diri mu allena, jangan sampai kau menjilat ludah mu sendiri".Gumam Allena, mengingatkan diri sendiri.


"Jawab aja gak usah sambil natap gue seperti itu".Ucap Allena.


Marga, tersenyum.Dia mendekat ke ranjang Allena.Mengusap puncak kepala Allena."Aku ingin tau, kenapa kamu berkata seolah kamu tidak merasa senang pulang ke rumah mu?".Ucap marga, lembut.


Allena, diam-diam menoleh kearah marga.Saat pandangan nya bertemu dengan ekor mata pemilik manik mata berwarna hitam itu bertemu,marga tersenyum pada Allena.Mau tak mau Allena membalas senyuman marga.


"Aku korban Broken home".Ucap Allena lirih antara malu dan takut.


Tanpa di duga oleh Allena.Marga memeluk tubuhnya, memberikan kekuatan dan tenaga untuknya.Dan rasanya,hangat.

__ADS_1


Hangat, pelukan itu terasa hangat bagi hati anak yang belum pernah tersentuh dengan sebuah pelukan.Hangat,bagi hati yang sudah beku akibat perlakuan orang tuanya yang tidak memberikan cinta dan kasih sayang.


Perlahan tapi pasti tangan allena membalas pelukan hangat marga.Tak bisa dia tampil, pelukannya amat sangat hangat untuk dia.Untuk hati nya yang sudah lama tertutup oleh gunung kristal es,kini dengan pelukan tulus dari pria tak di kenalnya mampu meruntuhkan gunung es itu.


"Peluk lah aku selama dan sesuka hati mu, jangan sungkan, jangan malu, jangan pula takut anggap aku adalah kakak mu.Kakak laki-laki mu yang akan selalu melindungi adik perempuannya".Ucap marga, lembut sekali dia menjelaskan.


Air mata tak bisa lagi allena bendung,ada rasa haru dan senang kala orang lain peduli terhadap hidupnya, terhadap penderitaan nya di saat orang-orang terdekat nya melupakan dirinya.


Allena,tak kuasa menahan tangis haru nya.Inilah moment pertama dia mendapatkan sebuah pelukan hangat dari orang lain tapi peduli dengan nya, inilah kali pertama Allena di akui ada di dunia meski bukan dari orang terkasihnya.


"Terimakasih ".Gumam allena, semakin mengeratkan pelukannya yang amat hangat dan sayang untuk di lewatkan barang sedetik pun.


Di balik punggung Allena,marga tersenyum.Merasa usahanya berhasil, melunakkan hati Allena, sekaligus mendekatkan diri dengan Allena.


"Sama-sama".Sahut marga,mengusap punggung Allena penuh dengan rasa sayang.


Tanpa marga ketahui,di luar sana,di balik kaca transparan Rey tengah menatap dirinya yang memeluk Allena.Gadis kecilnya dengan tatapan tak suka dan benci.

__ADS_1


Saking bencinya,Rey mengepalkan tangan menahan emosi yang tiba-tiba memuncak begitu dia dengan tanpa sengaja melihat adegan romantis tepat di depan matanya.


"Kurang ajar".Gertak Rey."Baru dua hari di tinggal,gue udah kalah banyak dari si tengil marga Prayudha".Sentak rey, sebelum pada akhirnya pergi meninggalkan dua manusia yang membuat nya terbakar oleh rasa marah dan benci.


__ADS_2