Broken Angel

Broken Angel
Episode 236 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 136


...•...


Ratu Keira kembali ke nirwana, ia duduk di singgasana miliknya dengan wajah cemas dan masih tidak percaya kalau Sahira saat ini berada di tangan Dimas bahkan mustika merah milik Sahira juga sudah berpindah ke tubuh lelaki itu.


Sang ratu pun tampak memikirkan bagaimana rencana yang harus ia lakukan untuk bisa menyelamatkan Sahira dan membawanya kembali ke nirwana, ratu teringat pada pesan Nuril sebelumnya kalau ia tidak boleh sembarangan asal menyerang tempat Sahira berada karena belum tentu ia dan pasukannya bisa mengalahkan Dimas yang sekarang sudah memiliki mustika merah di tubuhnya.


Karena bingung dan belum mendapatkan ide apapun, akhirnya ratu Keira bangkit dari singgasananya sembari terus berpikir mencari ide yang tepat tanpa membahayakan bumi tempat manusia tinggal. Tentu sang ratu tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada buku karena bagaimanpun juga bumi adalah tempat para makhluk hidup tinggal.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Jujur, aku tidak memiliki ide apapun saat ini karena otakku seperti blank! Mungkin aku harus minta bantuan pada Nur dan para bidadari lainnya, ya benar aku harus panggil mereka kembali kesini untuk membahas itu semua!" gumam ratu Keira sembari bolak-balik di dekat singgasananya.


Ratu Keira pun memanggil para bidadari melalui komunikasi kontak batin, ya ia berhasil menghubungi Nur serta beberapa bidadari lainnya dan menyuruh mereka untuk segera kembali ke nirwana menemui dirinya. Banyak yang tak mengerti mengapa ratu memanggil mereka kembali, namun ya akhirnya mereka tetap nurut dan kembali kesana.


Tak butuh waktu lama bagi para bidadari untuk dapat kembali ke nirwana bertemu sang ratu, ya mereka semua kini sudah berada disana berjejer seperti sebelumnya saat mendapat pengarahan. Ratu Keira langsung tersenyum menyambut mereka lalu berdiri tegak di tengah-tengah lantai yang agak tinggi, sementara para bidadari yang dipimpin Nur membungkukkan badannya sedikit sebagai tanda hormat serta memberi salam pada sang ratu.


"Ada apa ratu, kenapa ratu panggil kami semua lagi kesini? Bukankah tadi ratu bilang kami tidak boleh kembali sebelum Sahira ketemu?" tanya Nur heran.


Ratu Keira tersenyum manis menghadap ke arah Nur dengan sedikit memiringkan tubuhnya, sedikit info aja guys kalau ratu Keira ini kecantikannya berkali-kali lipat dibanding bidadari yang ada di hadapannya udah tau lah alasannya kenapa. Jadi kalo kalian para cowok disenyumin sama ratu kayak gitu, pasti auto bakal klepek-klepek mimisan.


"Aku sengaja panggil kalian kembali, karena aku sudah berhasil melacak dan menemukan keberadaan Sahira dengan bantuan penguasa langit!" jawab ratu Keira menjelaskan maksudnya menghubungi para bidadari kembali.


"Benarkah, ratu? Lalu, dimana Sahira sekarang berada?" tanya Nur langsung sumringah.


"Ya, guci ajaib milik Nuril telah berhasil melacak keberadaan Sahira melalui mustika merah yang dikenakannya! Namun, kejadiannya sungguh diluar dugaan aku!" ujar ratu Keira.


Semua bidadari-bidadari disana wajahnya menegang karena penasaran dengan apa yang dimaksud sang ratu, mereka saling pandang sembari menunjukkan wajah yang sudah sangat penasaran.


...•••...


Sementara itu, Dimas kembali ke ruang tamu tempat Sahira menunggu disana bersama Wilona yang tengah menikmati seblak miliknya. Tampak Dimas membawa segelas chocolate milkshake di tangannya yang ia racik sendiri untuk sang kekasih, pria itu langsung menaruh minumannya di atas meja tepat di depan Sahira.


Sahira tersenyum lebar melihat minuman coklat itu berada di atas meja, ia pun menatap wajah kekasihnya lalu bangkit dari duduknya.


"Makasih sayang, kamu pake repot-repot segala!" ucap Sahira sembari tersenyum.


"Gapapa, ini spesial aku buatin untuk kamu! Cobain dong diminum, pasti kamu suka deh!" ucap Dimas.


"Oke, kita minum bareng-bareng ya?" ucap Sahira menggenggam tangan kekasihnya.


Dimas mengangguk pelan tanda setuju, mereka pun duduk berdampingan di sofa lalu mulai menikmati minuman coklat buatan Dimas.


Sluurrrppp...


"Enak banget, sayang! Kamu jago deh bikin minuman kayak gini, kenapa gak dari sebelum-sebelumnya sih?" ujar Sahira menikmati minuman coklat itu.


"Pastinya dong, gini-gini aku pernah punya pengalaman kerja jadi barista!" ucap Dimas nyengir.


"Hah, kapan?" tanya Sahira kaget.


"Waktu itu di dalam mimpi, hehe..." jawab Dimas.


"Hadeh, yaudah nih kamu cobain juga dong!" ucap Sahira menyodorkan gelas itu pada kekasihnya.


Dimas pun menyedot minuman coklat tersebut, ia juga terkejut karena rasanya lumayan enak dan nikmat di lidahnya.

__ADS_1


"Wah iya ya, ternyata enak juga!" ucap Dimas sembari tersenyum menatap wajah gadisnya.


Dibalik kesenangan mereka berdua, ada hati yang terasa panas di dekat sana yakni Wilona. ya gadis itu tampak cemburu dan tak suka melihat kemesraan dua sejoli yang tengah dimabuk cinta, tentu hatinya membara karena Dimas sama sekali tak menganggap dirinya disana.


Wilona pun kesal lalu pergi dari sana membawa mangkuk bekas seblak yang sudah kosong, ia sudah tidak tahan lagi melihat adegan tersebut karena baginya itu menyakitkan walau ia seharusnya tidak bersikap seperti ini karena ia tidak mencintai Dimas.


Sahira yang melihat itu merasa heran, namun ia juga kasihan karena Wilona yang dianggap ratu Keira pergi dari sana dengan perasaan kesal.


"Dimas, ratu kenapa ya? Apa jangan-jangan ratu marah ya gara-gara kita cuekin? Duh aku jadi gak enak deh kalau ratu beneran marah, apa aku coba bujuk dia kali ya?" ucap Sahira cemas.


"Eee udah biarin aja, gak mungkin ratu marah cuma karena dicuekin! Lagian buat apa juga kan ratu sampai marah segitunya?" ucap Dimas menenangkan gadisnya.


Akhirnya Sahira menuruti perkataan kekasihnya, ia tetap disana minum chocolate milkshake bersama Dimas segelas berdua.


...•••...


Disisi lain, Lucas berhasil membantai seluruh anggota geng yang mencari masalah dengannya di angkringan luar kota. Ya tentu saja Lucas juga dibantu oleh Alan & Geri melawan sekitar 20 orang geng sentra, walau sebenarnya ia bisa menghabisi mereka sendirian.


"Heh, kalian udah kalah! Mulai sekarang dan seterusnya kawasan disini jadi daerah kekuasaan kita, geng wild blood! Kalian gak boleh lagi nongkrong disini, cepat sana pergi sebelum jaket kalian kita bakar satu-satu!" ucap Lucas menarik jaket Gaga yang sudah tergeletak.


Terlihat semua anggota sentra sudah babak belur dan tak sanggup melawan Lucas lagi, akhirnya Gaga memerintahkan seluruh temannya mundur karena tidak mau terus dipermalukan disana.


"Guys, mundur!!!" teriak Gaga.


Sontak semua anak sentra itu bangkit lalu lari terbirit-birit dari sana, tinggallah Gaga seorang yang masih ditahan oleh Lucas disana.


"Kenapa lu masih tahan gua?" tanya Gaga menatap wajah Lucas tajam.


"Hahaha, takut ya? Tadi aja gayanya sok paling jagoan mau ngebantai kita, makanya kalo jadi orang tuh gausah sok jago! Pake segala ngatain anak ibukota cemen lah, lihat sendiri kan sekarang siapa yang cemen sebenarnya?" ujar Geri.


Gaga terdiam membuang muka, ia semakin merasa dipermalukan karena menjadi tontonan banyak orang disana termasuk para pelanggan yang datang. Rata-rata mereka menertawakan Gaga dan menyukuri apa yang menimpa pria itu, tak sedikit juga yang memvideokan kejadian tersebut.


"Sekarang lu boleh pergi, tapi gue saranin lain kali lu jangan begitu lagi! Karena di atas langit masih ada langit, jadi lu gausah ngerasa jagoan!" ucap Lucas.


"Hahaha, gemetaran dia guys! Makanya gausah sok jagoan jadi orang, tau rasa kan sekarang balasannya? Katanya jago tapi baru digituin aja langsung kejengkang, dasar omong doang gede!" ujar Geri.


"Kalo udah kayak gini enaknya sih digoreng-goreng dulu ya gak sih guys?" usul Daffa sembari tertawa.


"Nah setuju tuh, jangan langsung dilepasin dia Kas! Kita kasih pelajaran dulu buat dia, sekaligus biar bikin dia jera dan gak kayak tadi lagi!" saut Wisnu setuju.


Lucas hanya melirik sekilas ke arah teman-temannya, lalu kembali menatap Gaga dan mengencangkan cengkeraman tangannya pada jaket pria itu.


"Lu tenang aja, yang dimau sama mereka gak bakal gue turutin kok! Karena gue tahu itu bukan perbuatan yang benar, gimanapun juga yang berhak memberi pembalasan itu cuma yang di atas! Sekarang lu boleh pergi, jangan pernah tampakin muka lu lagi di hadapan gue atau anak wild blood!" ujar Lucas mengancam Gaga dengan mengacungkan telunjuknya ke arah muka Gaga.


Lucas pun melepaskan Gaga, dengan cepat pria itu kabur dari sana terbirit-birit. Semua orang disana tertawa meledek Gaga, termasuk juga para anggota wild blood yang berdiri disana.


"Kas, kenapa lu lepasin sih? Dia tuh udah cari gara-gara sama kita, harusnya lu hajar dulu dia sampe mampus!" ujar Geri kesal.


"Kita kesini mau refreshing, bukan mau bunuh orang! Lagian kita gak boleh kayak gitu, emang lu mau masuk penjara ha?" ucap Lucas santai lalu melewati Geri dan kembali duduk di tempatnya.


Mereka juga mengikuti Lucas untuk melanjutkan istirahat mereka, tampak semua orang disana juga sudah bubar kembali ke tempat duduk masing-masing karena masalahnya telah selesai.


...•••...


Disaat teman-temannya sedang pergi ke luar kota touring sembari menenangkan diri, Aldi malah asyik jalan berdua bersama Kia karena ia sudah terlanjur janji pada gadis itu untuk menemaninya nonton film. Ya setelah membeli popcorn serta minuman cola, kini mereka mulai memasuki studio karena filmnya sudah dimulai.


Aldi & Kia duduk di bangku tengah berdampingan, sejak masuk ke bioskop Kia selalu menggandeng tangan pria tersebut termasuk ketika duduk di kursi bioskop saat ini. Aldi membiarkan gadis itu memegang tangannya karena tak mau membuatnya bersedih, film pun dimulai dan lampu sudah dimatikan sehingga suasana disana gelap.


"Sayang, mau popcorn gak?" ucap Kia menawarkan popcorn di tangannya pada Aldi, ya mereka memang hanya membeli satu tapi ukuran besar katanya supaya lebih romantis.


"Boleh," jawab Aldi singkat lalu meraup popcorn itu menggunakan telapak tangannya.


Kia pun menganga melihat Aldi mengambil cukup banyak popcorn itu, kini tinggal sisa setengah yang masih ada di tempatnya.

__ADS_1


Sementara Aldi hanya senyum-senyum terkekeh melihat ekspresi Kia yang terkejut sembari menikmati popcorn itu dan mengarahkan pandangan ke layar bioskop.


Entah mengapa Kia tidak bisa fokus menonton film karena ia terpesona dengan ketampanan wajah Aldi yang berada di sampingnya, sepanjang film ia terus memandangi wajah Aldi sembari tersenyum.


"Gila, Aldi ganteng banget sih! Ya ampun andai aja dia beneran bisa jadi pacar gue, beuh pasti gue bakalan jadi cewek beruntung..." gumam Kia sembari tersenyum menatap wajah Aldi.


Setelah film berakhir, mereka langsung keluar dari studio dengan bergandengan tangan. Aldi pun tampak puas karena alur film yang ditontonnya begitu seru, ia memandang wajah Kia lalu membahas tentang film yang baru mereka tonton.


"Tadi seru banget ya filmnya? Kamu paling suka adegan yang mana?" tanya Aldi.


"Hah? Eee semuanya sih aku suka, karena menurut aku semua scene nya itu the best!" jawab Kia ngasal karena ia sama sekali tidak menonton filmnya.


"Ohh, kalo aku sih yang pas si Spiderman nya itu ada tiga terus tarung sama musuhnya!" ujar Aldi.


Ketika mendengar kata-kata Aldi, Kia tampak terkejut lalu melongok lebar karena ia sama sekali tidak tahu kalau ada momen seperti itu tadi.




Sepanjang perjalanan Aldi terus saja membahas alur film yang baru mereka tonton, ya seperti tadi Kia hanya bisa mengangguk saja mendengarkan lelaki itu bercerita karena ia sama sekali tidak menonton film tersebut.


Tiba-tiba saja Aldi terdiam berhenti tak melanjutkan ceritanya, ia nampak terpaku memandang seseorang di depannya yang sepertinya ia kenali.


"Aldi, kamu kenapa diem? Ayo dong kita lanjut jalan cari restoran enak disini!" ujar Kia heran sembari menggoyangkan tangan Aldi yang digenggamnya.


"Ah iya, sorry sorry! Eee Kia, gue mau ke toilet dulu ya! Lu tunggu disini aja, nanti gue balik kok!" ucap Aldi melepas genggaman tangan Kia lalu pergi begitu saja meninggalkan gadis itu.


"Hah? Eh Aldi, tunggu!" teriak Kia berusaha menahan pria itu, tetapi gagal karena Aldi pergi cukup cepat.


Akhirnya Kia tetap disana menunggu Aldi kembali, walau ia tampak bete dan kesal pada pria itu.


"Ish, Aldi kok ngomongnya jadi pake lu-gue lagi sih? Terus kenapa coba dia tega ninggalin gue sendirian disini, emangnya dia gak takut apa gue digodain orang lain?" gumam Kia kesal sendiri.




Bukannya ke toilet, Aldi malah menghampiri seseorang yang tadi membuatnya terkejut karena ia merasa tak asing pada wajah orang tersebut.


"Permisi!" ucap Aldi pada seseorang yang tengah memilih-milih baju di dekat sana.


Wanita tersebut membalikkan tubuhnya melihat ke arah Aldi, sontak wajah pria itu mendadak sumringah begitu mengetahui yang ia lihat saat ini adalah benar wanita tercintanya.


"Catherine?" ujar Aldi syok.


"Aldi?" ujar Cat yang juga ikut terkejut.


Mereka berdua saling menganga dan bertatapan selama satu menit, sampai akhirnya Aldi menyunggingkan senyum di wajahnya sembari geleng-geleng kepala seperti tak percaya.


"Kamu kok bisa ada disini?" tanya Aldi dengan rahang bergetar menahan tangis.


Cat malah menunduk serta memejamkan mata karena tidak mau air matanya keluar saat ini, ia sangat merindukan pria di hadapannya itu.


"Iya, aku sudah kembali...." jawab Cat tersenyum.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


...Digabung aja jadi 1 bab biar lebih efisien...

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


__ADS_2