Broken Angel

Broken Angel
Part 65


__ADS_3

Allena pulang ke rumah nya tanpa Rey atau bahkan diantarkan oleh Rey,toh dia yang bawa mobil sendiri,lagi Rey juga yang meminta agar dia sendiri yang pulang ke rumah nya sendiri.


Bukan Rey tak peduli dengan Allena, hanya saja dia tiba-tiba mendapatkan sebuah kabar yang memaksanya harus meninggalkan Allena,pergi kw rumah nya tanpa di dampingi olehnya.


Hati Allena sedikit lega, setelah tanpa sengaja dia menceritakan masalah hidupnya pada orang lain, setelah dia mendapatkan sedikit nasehat dan pikirannya menjadi tenang saat dia berada di sebuah danau dengan semilir angin yang menyejukkan.


Tanpa,Allena ketahui.Mamah Axel,sudah pulang sejak tadi,menunggu kedatangan Allena sembari duduk manis menatap pada pintu keluar.


"CK,anak bandel udah malem begini.Belum juga pulang".Keluh mamah Axel.


Sudah dua jam dia menunggu kedatangan Allena,sudah selama itu pula dia mencoba untuk menahan emosinya yang akan dia lampiaskan pada Allena yang malang.


Suara deru mesin mobil terdengar memasuki halaman rumah,mamah Axel masih duduk di tempatnya.Menunggu putrinya masuk.


Allena senyam-senyum sendiri, tatkala dia mengingat hal-hal yang indah dalam hidup nya meski bersifat sementara tapi itu sudah mampu memberikan kebahagiaan bagi Allena yang bahkan tidak pernah merasakan kebahagiaan semenjak perceraian orang tuanya.


"Ah, nikmat nya hidup bersama orang yang di benci".Ucap Allena,sembari melangkah masuk.


Klek

__ADS_1


Allena membuka handle pintu tanpa curiga sedikitpun.


Plak


Sebuah tamparan mendarat di pipi kirinya begitu dia baru masuk.Ucapan 'selamat datang'dengan sebuah tamparan, membuat Allena melongo sembari memegang pipi kirinya.


"Mamah".Gumam Allena.


"Jangan panggil aku mamah mu".Gertak mamah Axel dengan tatapan tajam nya."Aku bahkan tak Sudi mengakui mu sebagai anak.Allena Aidira,apa salah ku hingga kau mempermalukan aku dengan kau di keluarkan dari sekolah ".Gertak mamah Axel.


Allena, tanpa di beri kesempatan untuk menjelaskan sedikitpun, tanpa di beri jeda untuk mengatur napasnya tanpa di berikan ketenangan untuk mencerna situasi yang ada,dia hanya mampu mendengarkan gertakan mamahnya.


"Mau jadi apa kamu?,usia masih belasan tapi udah bikin onar,kamu di keluarkan dengan sikap dan kelakuan kamu yang bandel dan urakan."Bentak mamah Axel.


Plak


Sekali lagi mamah Axel menampar pipi putrinya sendiri,kali ini amat keras hingga meninggalkan jejak telapak tangannya.


Allena memegangi pipinya yang mendapatkan sebuah salam dari tangan mamahnya yang terasa perih.

__ADS_1


"Gue,banting tulang juga demi loe.Demi masa depan loe.Tapi,apa yang loe lakuin?,balasan apa yang kau berikan pada ku!".Gertak mamah Axel.


Allena yang merasakan perih di pipinya,dan air mata yang menganak dalam kelopak matanya,tak kuasa menahan sakit di hatinya.Apalagi itu di lakukan oleh orang tuanya.


"Loe, bahkan tak pernah mendengarkan keluh kesah gue,loe hanya sibuk dengan handphone mu saja, tanpa mau berkomunikasi dengan gue.Loe ingin di mengerti, semua keinginan loe ingin loe wujudkan dengan mengorbankan anak loe.Tapi,loe tidak pernah ada buat gue ".Gertak Allena, tanpa sadar air matanya jatuh mengenai pipi nya.


Allena mundur satu langkah, memberikan jarak antara dirinya dengan sang mamah.Tak Sudi berdekatan dengan mamahnya sendiri.


"Loe udah menghancurkan mental gue,tak cukup kah itu semu?".Gertak Allena, menunjuk-nunjuk dadanya."Loe egois ".Gertak Allena, sembari berlalu meninggalkan mamah Axel.


Mamah Axel mengikuti langkah kaki allena, menyerukan namanya."Kau memang anak bandel Allena". Gertaknya.


Di bentak seperti itu, membuat Allena menghentikan langkahnya.Mwnolwh kearah mamah Axel."Loe ibu yang buruk bagi gue". Katanya.


Dengan langkah lebar Allena,berjalan menuju kamarnya.Membuka secara kasar handle pintu,dia berjalan kearah almari nya,mengemasi pakainya ke dalam tasnya.


"Loe,boleh pergi dari sini,tapi jangan harap kau membawa fasilitas yang sudah gue berikan pada loe".Teriak mamah Axel,diambang pintu.


Allena,tidak memperdulikan ucapan mamahnya,sibuk mengemasi pakainya."Fine,gue cuman bawa pakaian gue aja".Gertak Allena, setelah berada di depan mamahnya.

__ADS_1


Dengan membawa kesedihan dan luka hati,Allena pergi dari rumah mewah Axel Maureen.Rumah yang memberikan luka di hatinya,rumah yang telah melukai psikisnya dan menyisakan trauma yang amat dalam.


Allena, memutuskan untuk pergi.Pergi sejauh mungkin,tanpa arah dan tujuan.Pergi,hanya dengan membawa sedikit pakaian saja,dan dua bungkus rokok yang telah lama di simpan nya, sebagai alat penenang.


__ADS_2