Broken Angel

Broken Angel
Part 96


__ADS_3

Saat marga tengah memikirkan Rey untuk bertemu dan bercerita tentang banyak hal mengenai Allena.Gadis kecilnya dan Allena yang merasa kecewa terhadap marga akibat ulahnya sendiri.


Berbeda dengan Rey,dia tengah di sibukkan pada perusahaan yang di pimpinnya.Sebagai CEO,Rey tentu harus lebih memusatkan perhatian dan mencurahkan tenaga serta pemikiran pada perusahaan yang di pimpinnya demi kelangsungan perusahaan nya.


Dua tahun lebih dunia ekonomi telah di porak-poranda dengan kasus corona, membuat kalangan bisnis harus memutar otak mereka agar bisa mempertahankan perusahaannya di tengah wabah virus corona yang meluluh lantakkan seluruh aspek kehidupan,merubah tatanan yang ada dan memaksa manusia untuk bertahan hidup di tengah ekonomi yang terhimpit dan kesehatan yang menjadi taruhannya.


Dua tahun lebih sudah terlewati, dengan perlahan ekonomi mulai membaik.Di ulang tahun kemerdekaan republik Indonesia yang ke-77 tahun dengan tema,pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat.


Perusahaan yang di pimpin oleh Rey,terus mengejar ketertinggalan dan terus mengembangkan inovasi dan kreativitas agar bisa kembali bersaing di kancah dunia bisnis.


Itulah sebabnya sudah tiga hari ini Rey,harus mengatur waktu dan bahkan mencuri-curi waktu agar dia bisa menjenguk Allena


Terkahir dia bisa menjenguk Allena,tapi dia di suguhkan dengan pemandangan yang merusak kornea matanya dan merubah moodnya.


Yah,marga tengah memeluk Allena.Begitupun dengan Allena,dia sepertinya tidak merasa risih sedikitpun di peluk dan di belai oleh marga.Sikap dan tutur bahasanya pun amat berbeda bila di bandingkan dengan dirinya.


"Haruskah aku menemui Allena lagi?".Tanya Rey pada diri sendiri.


Sekarang Rey,masih duduk manis diatas singasana nya dengan layar laptop yang terus menyalah,tadi Rey sudah melakukan rapat daring dengan beberapa direksi cabang perusahaan, melaporkan tentang kegiatan, masalah finansial dan rencana-rencana untuk ke depannya.

__ADS_1


Tak heran bila Rey sampai bertanya-tanya dulu pada diri nya sendiri.Takut benar,jika kejadian kemarin harus kembali terulang lagi.


Bukan hanya itu yang di khawatir kan oleh Rey,tapi mengenai perubahan mood nya kelak ketika bertemu dengan Allena dengan kondisi Allena tengah bermesraan dengan marga, sahabat sekaligus bawahannya.


Rey, memijat pelipisnya.Pusing yang dia rasakan amat kentara terlihat di wajah tampan dan bersih nya.Sudah tiga hari ini,dia pikirannya terus tergerus oleh masalah perusahaan.


"Ingin rasanya jadi masyarakat biasa,hidup tentram dan nyaman tanpa di pusingkan oleh masalah bisnis".Gumam Rey.


"Kalau bapak mau mundur sebagai CEO,aku siap kok menggantikan posisi bapak".Ucap seorang pria yang tanpa permisi menimpali ucapan Rey.


Rey sampai memelototi pria yang datang tanpa permisi dan bahkan berani menimpali ucapan nya.


"Heh,kalau datang ketuk dulu pintu nya bukan main nyelonong saja kaya ayam".Gertak Rey.


"Masa?".


"Iya pak mungkin bapak tidak mendengar nya?".Jawab pria itu secara spontan.


"Di kira gue udah budeg kali".Gumam Rey."Ada apa loe kemari?".Tanya Rey.

__ADS_1


"Itu pak,ada tamu".Jawab pria itu,sembari menyodorkan berkas.


"Siapa?".


"Marga Prayudha".Jawab pria itu.


"Suruh dia kemari". Perintah rey.


"Baik pak".


Rey, mengerutkan keningnya.Tak biasanya marga menemuinya di jam kantor,itu pun harus melalui asistennya.


Biasanya marga bila bertamu ke perusahaannya pasti main nyelonong saja seperti tidak punya aturan bak ayam yang main nyelonong.


Rey,memang masih merasa kesal pada marga karena sikap manisnya pada Allena dan membuat dia bertanya-tanya tentang apa dan bagaimana dia meluluhkan hati Allena.


Tok..Tok..Tok


Di saat Rey tengah memikirkan sikap marga yang tiba-tiba lebih sopan.Pintu di ketuk dari arah luar,yang Rey di duga itu adalah marga

__ADS_1


"Masuk".Teriak Rey, memerintahkan tamunya untuk masuk.


Benar saja,dugaan rey.Orang yang di maksud adalah marga,dia berjalan dengan wibawa dan kharismatik seperti biasanya berbeda bila saat bersama dengan Allena.


__ADS_2