Broken Angel

Broken Angel
Part 54


__ADS_3

Saat Allena yang tertawa bahagia saat dia membayangkan profesi rey yang ke terima kerja di kantoran.Lain hal dengan Rey,yang gelisah bercampur khawatir memikirkan keberadaan allena.


"CK,kenapa dia gak bales chat ku sih?".Tanya Rey,dia berdiri sembari melihat layar iPhone nya.


Melihat ke layar iPhone,menatap ke sekeliling jalanan, menatap layar iPhone lagi, menatap ke sekeliling jalanan lagi.Begitu aja terus kegiatan rey.Tak henti-hentinya memikirkan keberadaan Allena.


Rey,yang tadi memeriksa allena di ruang rawatnya di buat terkejut karena Allena tidak ada di ranjangnya.Hanya,ada semangkuk bubur yang sudah di belikan nya, tanpa di sentuh sedikitpun oleh Allena.


Saat dia bertanya pada perawat jaga.Dia juga tidak mengetahui keberadaan Allena bahkan cctv rumah sakit pun tak menunjukkan keberadaan allena.


'Kabur'.Kata itu yang terlintas dalam benak Rey tentang raibnya Allena di ruang rawatnya.Sontak saja,itu membuat dia cemas bercampur khawatir.Takut,dia pingsan di jalan dan di temukan oleh orang jahat.


Rey,yang baru mendapatkan nomer handphone Allena dari ibu Mia.Tanpa berpikir panjang langsung menghubungi Allena menggunakan aplikasi berwarna hijau dan bahkan dia sudah mengirimkan spam chat hingga berpuluh-puluh tapi sampai sekarang Allena belum membalas chat nya.


Hanya centang dua berwarna biru,pertanda sudah di baca tapi tidak di balas.Alangkah amat sakit hatinya rey,saat chat nya hanya di lihat saja.Bukan perkara sakit hati saja, tapi lebih ke mengkhawatirkan keberadaan allena.


"Anak itu,emang benar-benar menyusahkan sekali".Umpat Rey,geram.


Bagaimana lah rey tidak geram terhadap kelakuan Allena,jika dia sudah di tolong tapi dia juga malah seenaknya kabur tanpa kabar.Seakan di beri hati minta jantung, begitulah perumpamaan kata untuk allena,yang notabene nya memang tidak pernah menunjukkan kesopanan nya terhadap orang lain.


"Kalau orang lain,gak bakalan gue peduliin".Rey,masih saja ngedumel seakan tak ada capeknya.Kepalang dah capek, sekalian aja rey mengeluarkan unek-uneknya.


Dari Kejauhan,marga yang baru saja menepikan mobilnya di bahu jalan.Menatap heran, sahabat sekaligus atasannya itu, tengah celingak-celinguk kesana-kemari sembari sesekali menatap layar iPhone.

__ADS_1


"Cari siapa sih dia?".Tanya marga pada diri sendiri, sembari berjalan menghampiri rey.


Marga mengendap-endap bak perampok yang ingin mengintai targetnya.Dia sangat hati-hati melangkah agar tak mengeluarkan suara.


"Wey".Teriak marga,menyentuh pundak rey dengan kedua tangannya.


Rey yang tak tau akan keberadaan marga,sontak saja terkejut bukan main dengan sentuhan dan teriakan nya yang mengagetkan.


"Cari mati loe?".Sentak rey,mengelus dadanya.


"Wuih,sabar bos jangan emosi.Gue,belum pengen mati sekarang ".Ucap marga,merangkul pundak rey.


"Kenapa?".


Rey melepaskan rangkulan marga."Jangan,bilang loe mau married Ama gue".Rey,bergidik ngeri membayangkan dia benar-benar married sama sahabat nya sendiri.


Marga menggeplak tangan Rey."Wush, sembarang.Loe pikir gue cowok tulen apa?"Sentaknya tak terima."Meski kita sering bersama bukan berarti gue suka sama loe".Ucap marga lagi, memberenggut sebal.


"Yah kirain ".


Marga dan Rey saling terdiam.Sibuk dengan pikiran nya sendiri.Rey,masih mengkhawatirkan keberadaan allena, sedangkan marga.Dia masih merajut,tidak mau bertegur sapa.


Lama keduanya saling terdiam,tak ada yang memulai pembicaraan.Hanya suara deru mesin knalpot dan juga suara bising knalpot yang menemani kebisuan mereka.

__ADS_1


"Sejak kapan kita mau berdiam diri disini?".Tanya Rey,memecah keheningan.


Yang di tanya bukannya menjawab,dia malah memalingkan muka ke sembarang arah.Bak anak gadis yang tengah merajuk.


"Aish,kayak anak cewek saja dia".Gumam Rey.


Marga, menoleh kearah Rey."Gue,denger yah".Sahut nya,kembali memalingkan muka.


Rey, mendekat kearah marga."Sorry". Ucapnya,memohon.Dia berusaha untuk membalikkan tubuhnya agar menghadap padanya,tapi lagi marga tetap merajuk bahkan melebihi anak gadis.


Rey,mendesah frustasi.Tidak mudah memang menghadapi tingkah laku marga yang tiba-tiba berubah bak anak gadis.


"Dari kejauhan gue lihat lie, celingak-celinguk kesana-kemari sambil sesekali melihat layar iPhone loe.Lie sebenarnya lagi cari siapa?".Tanya marga, ketus.


"Allena".


"Dia kenapa?".


"Kabur tanpa kabar".


"Kalau di kabari dulu itu namanya bukan kabur tapi pulang".Sahut marga.


Rey,menoyor kepala marga.Kedua sahabat itu kembali berinteraksi dengan saling balas ledekan dan pukulan.

__ADS_1


__ADS_2