Broken Angel

Broken Angel
Part 128


__ADS_3

Rey,hendak menyentuh kening allena.Khawatir kalau-kalau Allena memang terkena demam karena perbedaan cuaca antara Jakarta dan Ciwidey yang begitu signifikan.


Dia duduk di tepi ranjang Allena.Mengamati raut wajah Allena yang basah keringat belum lagi dia menggigil, kedinginan.Yang dia lebih khawatir kan adalah saat Allena terus mengigau,memanggil nama marga.


"Ada apa sebenarnya dengan marga?".Tanya Rey pada diri sendiri,menatap Allena penuh prihatin.


Ingin sekali dia menyentuh kening Allena.Memastikan dugaannya benar atau tidak.Tapi,saat dia hendak menempelkan tangannya pada kening Allena.


"Marga".Teriak Allena,terperanjat kaget.


Begitupun dengan Rey,dia yang hendak memeriksa kening Allena.Dia tarik kembali tangannya yang menggantung di udara.


"Marga?".Tanya Rey, mengerutkan keningnya.


Belum juga usai kebingungan dan rasa takut begitu jelas terlihat di raut wajah Allena,dia kembali di kejutkan oleh suara pria yang di kenalnya.


"Rey?".Allena tak percaya dengan apa yang dia lihat.Di samping nya sudah ada Rey.


"Yah,aku Rey bukan marga".Sahut Rey,bangkit berdiri sambil berkacak pinggang."So,putri tidur sudah bebas dari buah apel yang di berikan oleh penyihir?".Tanya Rey.

__ADS_1


Allena, mengerutkan keningnya."Putri tidur?,buah apel?, penyihir?". Allena jadi bingung sendiri dengan perkataan rey yang menyebutnya sebagai putri tidur.


Rey,menepuk jidatnya."Benar-benar wanita langka.Cerita dongeng para princess pun tidak tau".Sentak rey,sembari menggeleng-gelengkan kepala.


"Princess siapa?".Allena jelas tidak tau film kartun tentang princess di dunia dongeng.Toh,waktu kecilnya dia sibukkan dengan mendengarkan pertengkaran orang tuanya bukan di habiskan dengan bermain,belajar dan bonusnya bisa menonton film kartun kesayangan.


Antara gemas dan kesal,Rey sampai-sampai memutar badannya.Tak mengerti dengan pola pikir Allena."Apa mungkin dia baru bangun tidur,hingga otaknya loading".Gumam rey.


Allena,yang jelas baru bangun tidur dengan bermimpi kan seorang marga Prayudha dan sekarang dalam dunia nyata dia harus berhadapan dengan rey,jelas membuat otaknya tak bisa berpikir dengan jernih.


Dalam mimpinya dia bertemu dengan marga.Pria pemilik senyum termanis dengan tutur kata yang lembut dan perbuatan yang begitu perhatian dengan nya tengah bermain-main layaknya seorang anak perempuan yang bermain dengan kakak laki-lakinya.


Betapa bahagianya dia dalam mimpinya.Bermain kejar-kejaran dengan sang kakak hingga dia terus memanggil nama marga karena marga selalu berlari menjauh dari nya yang tak bisa dia jangkau dengan langkah kaki kecilnya.


"Marga".Teriak Allena,memanggil nama marga agar dia tidak berlari-lari terus.


Itulah kenapa,dia terus mengigau.Memanggil marga, prianya yang telah berhasil meruntuhkan gunung es di hatinya lewat sebuah pelukan yang menjadi candu baginya dan dari sanalah benih-benih cinta mulai tumbuh subur di hatinya tanpa dia duga dan tanpa dia sadari.


Benih cinta itu terus bermekaran di hatinya.Merambat hingga menembus jantung hati tanpa bisa di kendalikan.

__ADS_1


Tapi kebahagiaan dalam mimpinya harus terputus tatkala marga terus-menerus berlari sambil berkata'.Jangan kejar aku,Allena.Pergilah dan jangan kembali lagi'.Begitu kata marga.


Langkah kaki allena yang tadinya semangat,mengejar marga harus terhenti.Tapi,dia tak mungkin bisa melepaskan nya begitu saja.Prianya yang dia rindukan sekaligus yang dia cintai.


Saat langkah kakinya terhenti,saat marga menyuruhnya untuk pergi.Tiba-tiba ada sesosok bayangan putih yang terbang dan mendekati marga, seperti hendak membawa marga ke suatu tempat yang tidak dia ketahui.


Blus


Benar, perkiraan Allena karena ternyata sosok bayangan putih itu mengambil marganya dengan begitu cepat, seperti ninja yang menghilang dengan kecepatan tinggi.


Itu pula yang menyebabkan allena memanggil nama marga dengan terperangat begitu terkejutnya.


"Marga". Teriaknya,memanggil marganya yang diambil secara paksa dan begitu cepatnya,tepat di depan matanya.


Tapi,saat dia bangun.Alangkah terkejutnya dia saat dia mendapati suara seorang pria yang bertanya.


"Marga?".Tanya pria itu.Memaksa Allena untuk menoleh.


Dan

__ADS_1


Yang di dapati nya adalah sesosok Rey yang menatapnya penuh dengan kebingungan dan juga rasa khawatir yang entah dia khawatir tentang apa.


__ADS_2