Broken Angel

Broken Angel
Part 99


__ADS_3

Rey,menoleh pada marga untuk yang satu ini memang dia belum menceritakannya pada marga perihal dia pernah memberikan sesuatu pada Allena saat pertama kali dia bertemu dengan Allena kecil yang menangis di bawah rindangnya pohon dengan seorang diri dan amat memilukan.


"Kau ingat aku pernah bercerita pada mu tentang pertemuan ku dengan Allena?".Tanya Rey,berusaha mengingatkan marga.


Marga,terdiam mengingatkan cerita Rey yang pernah bertemu dengan seorang anak gadis.


"Hmm,aku ingat.Kau hanya menceritakan bahwa kau pernah bertemu dengan seorang anak gadis yang belakangan ini di ketahui indentitas nya".Ucap marga."So,apa hubungannya dengan earphone?".Tanya nya sembari menoleh kearah rey.


"Itu jelas ada hubungannya,aku pernah memberikan Allena sebuah earphone karena menurut cerita nya,dia sering mendengar pertengkaran demi pertengkaran orang tuanya".


"Dan kau memberikan Allena earphone untuk mengalihkan perhatian Allena?".Tanya marga,menyambar ucapan rey.


"That's true".Sahut rey."Hanya masalah nya aku juga yang telah merusak earphone pemberian ku sendiri".Ucap Rey,menunduk penuh penyesalan.


"Kok bisa?".Tanya marga,semakin tak mengerti.


Rey,masih tertunduk dalam diamnya,andai dia dulu tak terpancing emosi,lebih sabar menghadapi Allena yang waktu itu terus membangkang pasti kejadian nya tidak akan seperti itu.

__ADS_1


Dia yang dulu terbawa emosi tanpa sadar merebut dan menghancurkan earphone Allena yang mungkin itu adalah earphone pemberian darinya.


"Rey".Panggil marga,menepuk pundaknya."Are you ok?".


"I'm ok".Sahut marga, mengangkat kepalanya secara perlahan."Rasanya gue menyesal sudah merusak earphone milik Allena".Lagi Rey,menyesali perbuatannya tapi waktu tidak bisa di putar kembali.


Berharap pun tentu tidak akan pernah terjadi.Waktu terus berjalan maju bukan mundur, penyesalan memang selalu datang di akhir bukan di awal.


"So?".Tanya marga."Kenapa earphone itu bisa kau rusak sendiri?". Marga terus mengintrogasi Rey,rasa penasarannya lebih mendominasi.


Rey terdiam untuk sesaat,tak tau harus menceritakan nya darimana sebab memang itu murni kesalahan dan keteledorannya.Bahkan lebih teledor dari marga.


Marga mendengarkan cerita demi cerita Rey,yang dia mulai dari awal dia menghancurkan earphone pemberian dari dirinya sendiri hingga awal bertemunya dua dengan Allena kecil.


Tak terasa,air mata marga menetes.Bukan perihal rey yang menghancurkan earphone Allena, melainkan masa kecil Allena.


Dia tentu menangis bukan tanpa alasan, sebagian kisah Allena dia tau langsung oleh orang nya.Di cerita kan langsung oleh Allena sendiri dan lagi itu berhasil membuatnya meneteskan air mata penuh dengan keprihatinan terhadap hidup allena.

__ADS_1


Saking merasakan kesedihan dan luka hati yang dialami oleh Allena,marga sampai menutup matanya,mencerna cerita rey dan mengaitkannya dengan cerita Allena.


Lagi-lagi dia dan rey, seperti pria bodoh hanya mementingkan ego saja tanpa melihat penderitaan orang lain dari kacamata nya sendiri.


Sampai rey pun selesai bercerita,dia masih menutup matanya.Tak kuasa menahan kesedihan dan penderitaan Allena kecil.Pantas saja,Allena yang sekarang hidupnya bebas,tak punya aturan bahkan sopan santun pun rasanya tak ada.


"Untuk itu aku datang kemari dan menemui mu langsung".Ucap marga, perlahan dia membuka matanya."Rey,tolong jaga gadis kecil mu,tolong kau bawa dia ke dalam jalan yang seharusnya.Jangan biarkan dia sendirian,dan bahkan tersesat dari jalannya".Pinta marga,sembari menoleh pada rey.


"Maksud kamu?".Rey di buat tak mengerti dengan ucapan marga.Keadaan sudah berbalik dimana dialah yang sekarang tak mengerti.


"Jaga dia,jaga masa depannya".Marga tak henti-hentinya meminta pada rey yang menatap penuh tanya.


"Apa yang sudah terjadi pada dia?".Tanya rey.


Marga,kembali menyodorkan laptopnya kearah rey.Dia perlihatkan silsilah keluarga Andre.Andre yang sempat menjalin asmara dengan Allena.


Rey, kembali menatap layar laptop yang di sodorkan oleh marga,sambil mendengarkan penjelasan dari marga tentang sosok Andre dan hubungannya dengan Allena.

__ADS_1


"Jadi?..Allena pernah mengonsumsi narkoba?".


__ADS_2