Broken Angel

Broken Angel
Episode 188 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 88


...•...


Romantis, harmonis dan kemesraan dari para pasangan di sekolah SMA panca sakti telah banyak kita saksikan sebelumnya.


Kali ini giliran adegan aksi yang akan kalian baca agar lebih terasa menantang dibanding hanya terus menyaksikan kemesraan orang sementara kita jomblo pasti nyesek.


Rombongan wild blood yang dipimpin oleh Geri hendak menyerbu markas the darks karena mereka punya pikiran jika anak-anak the darks lah yang sudah membakar markas mereka sampai hancur lebur menjadi abu.


Tampak kemarahan tersirat di wajah mereka begitu menggebu seperti tak sabar menghabisi para anggota the darks, Geri yang berkendara paling depan pun tampak sangat bersemangat serta tak sabar lagi untuk sampai disana.


Dari semua anggota wild blood itu, hanya Wildan seorang yang masih ragu untuk menyerang markas the darks tentu saja karena memang belum ada bukti yang menunjukkan jika the darks lah yang sudah membakar markas mereka waktu itu.


Ya sebenarnya Wildan juga telah meminta para teman-temannya untuk tidak gegabah dengan pergi ke markas the darks sekarang, akan tetapi ia kalah rakyat sehingga harus menurut dan ikut pergi ke markas the darks.


Babeh sang pemilik warung tempat mereka sering kumpul sekarang-sekarang ini pun ikut cemas dan khawatir pada mereka, ia takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi kepada anak-anak wild blood itu apalagi mereka pergi tanpa pentolan alias jagoannya.


Akhirnya babeh punya pikiran untuk menghubungi Lucas sang ketua wild blood supaya bisa mencegah para anggota geng itu untuk menyerbu markas the darks.


Sementara itu, geng wild blood rupanya sudah semakin dekat dengan tujuan yang mereka incar yakni markas the darks.


Tanpa rasa keraguan serta rasa takut, Geri menambah kecepatan motornya agar mereka bisa lebih cepat juga sampai disana dan menghajar semua anggota the darks.


"Ayo semua lebih cepat lagi! Tambah gasnya sampai full, kita harus bisa sampai disana dan perjuangkan harga diri kita!" ujar Geri berteriak membakar semangat teman-temannya sambil mengangkat tangannya ke atas.


Sontak mereka semua semakin memburu akibat teriakan dari Geri, sedangkan Wildan makin khawatir dengan apa yang akan terjadi selanjutnya pada mereka semua.


Tak lama kemudian, wild blood sampai tepat di depan markas the darks... mereka memarkirkan semua motornya disana lalu langsung turun masuk ke dalam markas secara bersamaan.

__ADS_1


"Woi Willy, keluar lu!" teriak Geri memanggil nama sang ketua the darks untuk keluar.


"Ayo keluar lu semua! Jangan sembunyi kayak pengecut, hadapi kita!" saut Daffa.


Tentu saja mendengar teriakan-teriakan dari luar membuat para anggota the darks yang sedang minum-minum di dalam pun keluar.


Ya akhirnya kini mereka bertemu dan keduanya saling bersiap untuk menyerang, tampak the darks semakin banyak saja jumlahnya sedangkan wild blood malah berkurang tanpa adanya keempat jagoan mereka.


"Mau apa kalian kesini? Mau cari mati?" tanya Alves sudah setengah mabuk.


"Kita mau minta pertanggungjawaban kalian, gua yakin pasti kalian para bedebah ini yang udah bakar markas kita kan!" ujar Geri.


"Mana buktinya kalo kita lakuin itu?" tanya Rio.


"Tau lu gausah asal tuduh deh, kita gak pernah bakar markas kalian!" timpal Josef.


"Heh, kalian jangan pake ngelak segala! Emangnya kalian pikir kita bodoh ha? Udah jelas-jelas waktu itu kalian sengaja jebak kita untuk pergi dari markas supaya kalian bisa bakar markas kita kan!!" ujar Geri berteriak.


"Udah deh ngaku aja, atau kita bakal bikin markas kalian bernasib sama seperti markas kita itu!" saut Daffa.


"Kurang ajar! Serang!!!" teriak Geri memerintahkan temannya untuk maju menyerang anggota the darks.


Ya tentu saja semua anggota wild blood langsung maju menyerang, begitu juga dengan the darks yang sudah diperintahkan oleh Alves.


Perkelahian antar dua geng motor itu pun tak bisa lagi terhindarkan, karena kalah jumlah membuat para anggota wild blood harus melawan 2 orang sekaligus bahkan 3.


...•••...


Sementara itu, Lucas masih tampak bete akibat Sahira yang begitu akrab dengan dokter Septian ketika di depan restoran pizza tadi.


Bahkan Lucas terus saja membuang muka dari tatapan Sahira, sebagai pacar tentunya Lucas cemburu melihat kekasihnya tampak akrab dengan sang dokter Septian.


"Sayang? Kamu kenapa sih kok jadi berubah begitu? Emang aku ada salah apa sama kamu?" tanya Sahira memandang wajah Lucas tak mengerti.


Lucas hanya diam memandangi sekitar, walau tangannya kini masih menggandeng tangan Sahira namun perasaannya sudah sangat cemburu dengan sang kekasih itu.


"Sayang? Jawab dong ih! Gimana aku bisa tau salah aku apa kalo kamu diem aja??" ujar Sahira kesal karena terus dicuekin.

__ADS_1


Akhirnya Lucas mau menoleh ke arah Sahira, gadis itu pun tersenyum senang karena kekasihnya mau melihat dirinya lagi.


"Nah gitu dong sayang, sekarang bilang sama aku ada apa! Kalau memang aku punya salah sama kamu, yaudah aku minta maaf deh! Tapi jangan cuekin aku begini dong sayang, aku gak suka loh kalo dicuekin kayak gini!" ucap Sahira.


"Aku bukannya mau nyuekin kamu beb, tapi aku tuh kesel aku cemburu kamu akrab banget sama dokter yang tadi itu! Ya aku tau dia udah tolongin kamu, tapi kan gak harus juga kamu sampe kayak gitu ke dia! Aku punya perasaan loh sayang...." ucap Lucas.


Sahira malah tersenyum melihat Lucas cemburu padanya, ia mencolek pipi Lucas lalu menggodanya.


"Cie, cie yang cemburu... kamu lucu banget sih sayang kalo lagi cemburu gini! Iya iya aku minta maaf ya udah gak ngehargain kamu tadi, aku malah akrab banget sama dokter Septian! Tapi kalo soal cinta, aku cuma mau cinta sama kamu kok Lucas sayang!" ucap Sahira.


"Aduh kamu paling bisa deh bikin mood aku naik lagi, makasih ya cantik aku juga cuma cinta sama kamu kok! Maaf juga ya aku udah kayak anak kecil yang cemburuan, tapi jujur aja emang aku gak bisa ngeliat pacar aku akrab sama cowok lain apalagi cowoknya itu lumayan ganteng dan udah punya pekerjaan tetap jadi dokter lagi! Sedangkan aku ini apa, masih anak sekolah ya walau muka aku emang sih lebih ganteng dari dokter tadi...." ujar Lucas kepedean.


"Ahaha bagus ya pacar aku sekarang pedenya mulai tinggi, tenang aja sayang aku tetap sayang sama kamu walau kamu gak ganteng dan gak bisa jadi dokter! Kan aku cinta sama kamu apa adanya...." ucap Sahira membenamkan wajahnya di bahu Lucas.


Pria itu mengecup kening Sahira serta mengusap-usap rambutnya, ia tersenyum bahagia karena setelah sekian lama ia bisa mendapat wanita seperti Sahira.


"Kamu milikku Sahira, gak ada siapapun yang bisa rebut kamu dari aku! Bahkan seorang dokter sekalipun, cuma maut yang bisa memisahkan kita nantinya..." gumam Lucas.


Seperti biasa tentu saja Sahira bisa mendengar suara batin Lucas itu, ia pun langsung teringat kalau dirinya adalah seorang bidadari dan tak mungkin bisa bersama manusia seperti Lucas.


"Maafin aku Lucas, tapi kayaknya keinginan kamu itu akan sulit terwujud! Setelah hukuman aku selesai, aku pasti bakal tinggalin kamu dan kembali ke alam ku...." gumam Sahira.


Tak lama kemudian, ponsel milik Lucas berdering dan langsung saja keduanya terkejut karena sedang asyik berpelukan.


"Sebentar ya sayang aku cek dulu," ucap Lucas kemudian merogoh saku celananya mengambil ponsel miliknya dari dalam sana.


Sahira mengangguk lalu sedikit menjauh dari Lucas, pria itu pun mengangkat telepon yang ternyata dari babeh.


📞"Halo beh, ada apa?" tanya Lucas.


📞"Gawat Kas, ini gawat! Temen-temen lu pada mau nyerang markas geng lain, mereka udah pergi beberapa menit lalu dan mungkin aja udah sampe kesana!" jawab babeh.


📞"Apa??" ujar Lucas kaget.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2