
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·...
...~Hubungan itu tidak harus dipublish ke sosial media pribadi, jadi kalau adem ayem aja gak ada postingan sama pasangannya, jangan kira dia single/jomblo ya! Karena biasanya mereka emang gak suka publish foto sama pasangan~...
...ΓΓΓ...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 42
...β’...
...HAPPY READING....πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Sahira jalan bersama April di lorong sekolah setelah mereka keluar dari kelas dan menuruni tangga, Sahira memang ingin terus menemani April apapun keadaannya sampai semua orang disana benar-benar sudah tidak lagi menghujatnya. Biar bagaimanapun Sahira sangat tak tega jika melihat dan mendengar April terus-terusan dihujat oleh seluruh murid di sekolah itu.
April pun tampak tidak enak pada Sahira karena gadis itu jadi sering digunjing juga oleh para murid disana yang mereka lewati, April sudah berusaha memang untuk meminta agar Sahira menjauh darinya dan membiarkan ia pergi sendiri. Namun, Sahira tetap saja kekeuh ingin menemani April tiap kali April pergi keluar kelas sampai jam pulang sekolah tiba.
"Sahira..." ucap April pelan sembari menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Sahira.
Sahira turut mengikuti April dan berhenti sejenak disana untuk berbicara dengan gadis itu.
"Ah iya, kenapa Pril?" tanya Sahira penasaran.
"Gapapa sih, aku cuma mau bilang makasih sama kamu! Karena kamu masih mau temenin aku dan bahkan rela ikutan dihujat cuma demi bantu aku, disaat semua temen aku yang lain pada pergi justru kamu masih tetap setia temenin aku!" ucap April.
Sahira tersenyum kemudian meraih tangan April dan menggenggamnya.
"Kamu gak perlu bilang makasih, Pril. Aku kan udah bilang daritadi, kalau aku tetap setia dan akan terus temenin kamu selama kamu digunjing sama orang-orang disini. Aku bakal terus tenangin kamu, supaya kamu gak dengerin lagi kata-kata mereka yang gak bener itu!" ucap Sahira tersenyum tipis.
"Iya, tapi aku tetep gak enak sama kamu. Secara kamu kan gak salah apa-apa, tapi kamu jadi ikutan dihujat gara-gara kamu temenin aku saat yang lain milih buat menghindar dari aku." ucap April.
"Gapapa, ini kan cuma sementara. Aku yakin mereka pasti bakal berhenti gunjingin kamu dan melupakan semua ini lambat laun nanti, sabar aja ya Pril! Kamu gak perlu sedih lagi sekarang kan ada aku disini yang temenin kamu!" ucap Sahira tersenyum sembari mengusap pundak April.
"Makasih banyak ya, Sahira!" ucap April tersenyum.
Tak lama kemudian, Edrea dan Imeh muncul di hadapan mereka dan menghalangi jalan mereka. Tatapan kedua gadis itu mengisyaratkan kalau keduanya ingin mencari masalah dengan Sahira serta April disana.
Sontak Sahira sangat malas sekali harus meladeni dua gadis yang memang sukanya mencari keributan itu, apalagi saat ini kondisi April juga tengah kurang baik dengan banyaknya hujatan yang ia rasakan saat ini dari para teman-temannya di sekolah.
"Mau ngapain sih kalian?" tanya Sahira geram.
"Aduh aduh, si cewek sok jagoan ini gayanya makin gede aja! Mentang-mentang udah jadi pacar Lucas yang notabenenya pemimpin di sekolah ini, tingkahnya jadi semakin menjadi-jadi. Malah sekarang pake sok-sokan ngelindungin penjahat segala, biar apa sih ha?" cibir Edrea.
"Tau tuh! Belagu banget jadi orang! Emang dikiranya keren kali bela penjahat kayak gitu? Padahal mah justru nunjukin kalau dia sendiri sama jahatnya kayak penjahat yang dia bela itu, dasar muna!" sahut Imeh.
Sahira hanya bisa sabar sembari menenangkan diri untuk tidak terpancing emosi, sedangkan April tampak merunduk merasa bersalah karena telah menjadi penyebab Sahira sekarang dibenci dan dihujat oleh banyak orang termasuk Edrea.
"Heh! Kalian kalau gak tau apa-apa, gausah banyak omong deh! Kata siapa April itu jahat, ha? April emang adiknya Willy, iya gue tau! Tapi, sifatnya sama Willy itu beda jauh gak ada miripnya sama sekali! Jadi kalian jangan cap April sebagai penjahat, hanya karena dia adik seorang penjahat!" ujar Sahira.
"Wah wah! Keren banget sih lu, sampe segitunya ngebela si penjahat ini! Gue akuin deh, lu emang paling keren disini!" ucap Edrea.
"Hahaha, sangking kerennya sampai beg* dan gak bisa bedain mana yang jahat dan mana yang baik. Kalau gue jadi dia sih malu ya, bisa-bisanya orang jahat dibelain sampe begitu!" sahut Imeh.
"Heh! Kalianβ"
Ucapan Sahira terhenti, lantaran Lucas alias kekasihnya muncul dari belakang dan memegang pundaknya. Sahira pun menoleh lalu melihat kekasihnya itu disana sambil tersenyum, Sahira akhirnya bisa kembali tenang setelah melihat Lucas dan tidak jadi emosi pada Edrea serta Imeh.
"Lucas?" ucap Edrea tersenyum saat melihat sosok pria yang dicintainya itu muncul disana.
__ADS_1
Edrea pun hendak maju menghampiri Lucas dan menyentuhnya, akan tetapi dengan cepat Sahira menahannya lalu melotot ke arah gadis itu.
"Mau ngapain lu?" tegur Sahira.
"Ish, apa urusannya sama lu? Gue mau samperin my Lucas itu, awas lu jangan halangin gue! Denger ya, lu gak bisa larang gue buat deketin Lucas!" ucap Edrea dengan pedenya hendak mendekati Lucas.
"Hahaha, lu gak malu apa? Udah tau Lucas cowok gue, eh masih aja lu mau deketin dia! Kalo gue jadi elu sih, gue udah tutup muka terus kabur ke kamar mandi dan ngumpet disana sambil nangis-nangis!" ucap Sahira meledek Edrea.
"Kurang ajar lu!" Edrea emosi dan hendak melayangkan tamparan ke wajah Sahira, namun dengan cepat juga Lucas menahannya.
Sahira pun tersenyum puas melihat Edrea kesakitan saat tangannya diremas oleh Lucas dengan kuat.
"Jangan berani-berani sentuh cewek gue! Sekali aja lu lakuin itu, tangan lu ini bakal gue patahin!" ucap Lucas mengancam Edrea dengan nada keras dan lantang serta tatapan tajam.
"Iya iya, lepasin dong Kas! Sakit banget tangan gue!" ucap Edrea berontak minta dilepaskan.
Lucas pun melepas genggamannya dari tangan Edrea dan mendorongnya sedikit hingga Edrea itu terhuyung ke belakang, untungnya Imeh segera menangkap gadis itu sehingga Edrea tidak terjatuh.
"Edrea, lu gapapa?" tanya Imeh cemas.
"Gak kok, emang sakit sih. Tapi, gue seneng Lucas mau pegang tangan gue lagi!" jawab Edrea sambil tersenyum.
"Hadeh, dasar gak waras!" ujar Sahira.
"Heh! Diem lu!" ujar Edrea emosi.
"Udah udah, sayang! Yuk kita pergi aja dari sini! Gausah ladenin orang gak jelas kayak gitu, cuman buang-buang waktu aja!" ucap Lucas mengajak Sahira serta April pergi dari sana.
"Iya, kas. Kamu benar." ucap Sahira tersenyum.
Mereka bertiga pun pergi dari sana meninggalkan Edrea serta Imeh disana, tampak Sahira masih sempat mengacungkan jari tengah ke arah Edrea sambil tersenyum sinis meledek gadis itu yang tengah kesakitan dalam pegangan Imeh.
Tentu saja Edrea sangat geram dan kesal pada tindakan yang dilakukan Sahira barusan, tapi apa daya ia tak mungkin membalasnya saat ada Lucas yang tengah bersama Sahira disana, akhirnya Edrea pun diam saja coba menerima dengan lapang dada.
β’
β’
"Sahira, Lucas. Maaf banget ya! Gara-gara aku, sekarang kalian jadi pada ikutan dikatain sama orang disini. Aku bener-bener gak enak sama kalian, mending udah ya aku lanjut keluar sendiri aja!" ucap April merasa bersalah.
"Hey! Kamu jangan bilang begitu ah! Aku sama Lucas gak keberatan sama sekali kok, kita kan emang pengen bantu kamu! Tapi, karena sekarang juga kita udah di lobi kamu boleh deh pergi ke luarnya sendiri. Soalnya aku sama Lucas juga belum mau pulang sih, kita masih ada yang perlu diurus disini!" ucap Sahira tersenyum menatap wajah April.
"Iya, kalo gitu aku pulang duluan ya? Sekali lagi makasih, hari ini kalian udah banyak bantu aku! Aku berhutang budi sama kalian berdua!" ucap April.
"Ahaha, kamu gak perlu ngerasa berhutang sama kita! Kan kita juga bantu kamu karena ikhlas, jadi kamu ya santai aja! Iya kan, Lucas?" ucap Sahira tersenyum lalu menatap wajah kekasihnya.
"Iya bener, gausah gak enak gitu!" sahut Lucas.
Tuh kan, sekarang kamu hati-hati ya pulangnya! Kalau misal di depan sana ada yang gunjingin kamu lagi, inget apa yang aku kasih tau sama kamu tadi! Tutup kuping dan jangan dengerin apapun yang mereka katakan sama kamu!" ucap Sahira.
"Iya, aku inget banget kok!" ucap April tersenyum.
"Bagus deh!" ucap Sahira singkat.
"Eee yaudah ya, aku duluan! Bye guys!" ucap April pamit kemudian melangkah pergi dari sana meninggalkan kedua manusia itu.
Setelah April pergi, Lucas langsung merangkul gadisnya dan mencolek dagu Sahira itu sambil tersenyum. Lucas merasa bangga pada sikap dan tindakan Sahira yang mau membantu April sampai sebegitu nya, padahal awalnya ia sendiri malas sekali untuk berurusan dengan April jika bukan karena desakan dari sang kekasih tercinta.
"Sayang, kamu tuh baik banget sih! Aku beruntung deh punya pacar seperti kamu," ucap Lucas memuji gadisnya itu.
"Ahaha, bisa aja kamu. Udah ah jangan ngegombal terus! Mending sekarang temenin aku ke kantin yuk! Aku laper nih pengen makan lagi, tadi pas istirahat kan cuma makan soto." ucap Sahira.
"Duh, kasian banget pacarku ini kelaparan. Yaudah iya, aku temenin deh..." ucap Lucas.
__ADS_1
Lucas menggesekkan hidungnya dengan hidung sang kekasih, keduanya pun tampak tersenyum ceria sambil berpegangan tangan manja di hadapan para murid yang ada disana serta beberapa guru piket.
"Ehem ehem..." benar saja teguran dari seorang guru yang duduk di meja piket langsung datang dan membuat Lucas serta Sahira menghentikan aksi mereka itu lalu tersenyum ke arah sang guru.
"Maaf ya Bu!" ucap Lucas nyengir.
Akhirnya Lucas dan Sahira memilih pergi dari sana daripada urusannya semakin berat, mereka pun menuju ke kantin untuk makan siang karena Sahira merasa lapar kembali, Lucas yang tadinya tidak lapar juga langsung mendadak merasa lapar karena kekasihnya itu minta ditemani makan.
"Sahira, semenjak jadi pacar kamu... aku belajar banyak hal dan sekarang perlahan-lahan mulai merubah sikapku yang tidak benar, menjadi lebih tidak benar lagi. Eh salah, maksudnya menjadi lebih baik lagi!" gumam Lucas dalam hatinya.
...β’β’β’...
Disisi lain, Alan dan Aldi bersamaan menghampiri gadis-gadis yang sedang berkerumun di papan Mading. Ya mereka berdua tentu saja ingin tau apa sebenarnya yang sedang mereka lihat disana, terlebih ada juga Kania serta Nur yang membuat mereka berdua bertambah ingin mendekati kerumunan itu.
"Ehem ehem..." Alan berdehem bermaksud agar Nur gadisnya itu mau menoleh.
Ya benar saja, bahkan bukan cuma Nur yang menoleh, tapi juga seluruh gadis yang ada disana. Sontak Alan langsung nyengir dan mengatakan kalau ia hanya ingin memanggil gadisnya, bukan yang lain juga.
"Ada apa sih?" tanya Nur heran.
"Gak kok, aku cuma penasaran aja. Kamu tuh sama yang lain lagi pada ngeliatin apa di Mading gitu?" ucap Alan tersenyum lalu mendekati gadisnya.
"Ohh, ini loh kita baca di Mading daftar cewek-cewek tercantik di sekolah ini. Kita mau lihat siapa aja sih yang masuk ke daftar itu, ya sekalian juga sih aku mau lihat apa nama aku ada disana apa enggak." ucap Nur menjelaskan pada kekasihnya.
"Hah? Sejak kapan di Mading ada daftar begituan? Perasaan kemarin-kemarin enggak ada deh, ah ngaco banget sih!" ujar Alan heran.
"Tau nih! Pasti sejak si Saka yang jadi ketua tim Mading tuh, makanya isi Mading jadi gak jelas gitu! Buat apa coba diadain daftar cewek tercantik di sekolah? Gak penting banget!" sahut Aldi.
"Hey! Kalian gausah iri! Ada kok daftar cowok terganteng di sekolah, tuh di Mading sebelah sana!" ucap Nur sambil menunjuk ke arah Mading yang lain dengan telunjuknya.
"Ah yang bener? Mau lihat deh gue..." ujar Aldi.
Aldi pun langsung pergi begitu saja meninggalkan yang lainnya demi melihat siapa cowok terganteng di sekolahnya.
Sementara Alan tetap disana bersama Nur.
"Kamu kok gak ikut sama Aldi? Emang kamu gak mau tau siapa aja yang masuk daftar cowok terganteng di sekolah ini?" tanya Nur terheran-heran.
"Enggak, buat apa? Udah ketebak juga nomor satunya pasti si Lucas, kedua baru deh aku!" jawab Alan dengan pedenya sembari merapihkan rambut lalu tersenyum nyengir.
"Dih, kepedean banget sih kamu!" ujar Nur.
"Oh ya, kamu udah lihat daftar cewek tercantik itu?" tanya Alan penasaran.
"Udah kok," jawab Nur mengangguk.
"Waw! Kalo gitu, siapa yang paling cantik di sekolah kita? Pasti kamu dong, iya kan?" ujar Alan.
"Bukan," ucap Nur.
"Hah? Kok bukan? Terus siapa dong kalo bukan kamu? Masa iya si Imeh yang burik itu?" tanya Alan penasaran.
"Ahaha, emang bukan dia juga. Tapi Sahira!" jawab Nur sambil tersenyum.
"Ohh, ya kalo itu sih pantes deh. Aku gak protes kalo itu, eh tapi nomor duanya kamu kan? Kalau misal bukan kamu, wah aku protes banget sih itu! Masa iya cewek secantik kamu gak masuk top dua?" ujar Alan.
"Ahaha, iya emang aku kok." ucap Nur.
"Nah, pas itu! Aku masuk top dua cowok terganteng, kamu juga masuk dua besar cewek tercantik. Emang dah kita pasangan serasi!" ucap Alan.
"Ada-ada aja ih kamu!" ujar Nur terkekeh.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...