
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·...
...~Jika aku dikejar-kejar zombie seperti di film all of us are dead, mungkin aku akan jadi yang pertama mati. Ya karena aku gak punya ayangπ₯Ί~...
...ΓΓΓ...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 21.
...β’...
...HAPPY READING....πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈ...
KRIIIINNGGGG... KRIIIINNGGGG....
Bel telah berbunyi kembali, kali ini menandakan kalau seluruh murid harus masuk ke kelas masing-masing setelah sebelumnya mereka diberi waktu istirahat lima belas menit untuk sekedar minum atau mungkin sarapan buat yang belum.
Ya memang sesudah upacara pastinya para murid akan sangat merasa letih, itulah sebabnya sekolah memberikan waktu istirahat lima belas menit bagi mereka agar bisa lebih semangat juga ketika belajar di kelas nantinya dan tak ada lagi alasan capek.
Sahira yang sejak selesai upacara sudah ada di kelas, tak perduli dengan bunyi bel itu karena ia masih fokus mengerjakan tugas dari Bu Siska yakni membuat cerita legenda versinya sendiri yang masih kurang beberapa kata lagi.
"Ra, lu lagi ngapain?" tanya April yang baru masuk dan duduk di samping Sahira.
"Eh Pril, ini gue belum ngerjain tugas bahasa Indonesia. Gue lupa banget dan baru tau pagi tadi, makanya langsung buru-buru ngerjain!" jawab Sahira.
"Ohh, untung gue udah ngerjain dari kemarin. Jadinya tenang deh, eh btw itu kok banyak amat lu bikin ceritanya?" ucap April.
"Ya kan dua ribu kata, pasti banyak lah!" ucap Sahira.
"Hah? Kata siapa dua ribu? Orang cuma seribu kok, Bu Siska sendiri yang bilang waktu itu! Emang lu lupa ya atau gak denger??" ujar April.
"Cuma seribu? Seriusan? Kok kata Saka minimal dua ribu kata?" tanya Sahira terheran-heran.
"Ya gak tau, mungkin lu dikerjain sama dia! Kalo lu gak percaya tanya aja coba sama yang lain, nih dah si Hanifah yang pinter." ucap April.
April langsung memanggil teman kelasnya yang bernama Hanifah itu untuk bertanya mengenai tugas yang diberikan Bu Siska, dan seperti yang sudah dikatakan oleh April sebelumnya, memang benar kalau tugas itu hanya seribu kata.
Sontak Sahira langsung merasa mumet dan menempelkan kepalanya di atas meja sembari menjambak rambutnya sendiri, ia kesal pada Saka karena telah membohonginya sekaligus lelah karena sudah menulis sebanyak itu.
Tak lama kemudian, Saka beserta teman-temannya masuk ke dalam kelas sambil tertawa bahagia seperti tidak ada beban. April pun memberitahu pada Sahira kalau Saka sudah datang dan dia bisa memarahinya atau sekedar menegurnya.
"Ra, tuh si Saka!" ucap April.
"Oh iya, bener-bener tuh anak!" ujar Sahira.
Sahira yang emosi langsung beranjak dari kursinya lalu berjalan menghampiri Saka, tentu saja ia memarahi pria tersebut karena sudah mengerjainya dan membuat ia harus menulis sebanyak itu sampai jari-jarinya pegal.
"Saka, lu tega banget sih pake bohongin gue!" bentak Sahira memarahi Saka.
"Hah? Lu ngomong apaan sih?" tanya Saka.
"Halah pake pura-pura! Kenapa lu bilang ke gue kalo tugasnya itu harus dua ribu kata? Padahal yang asli tuh cuma seribu, lu tega banget!" ujar Sahira.
"Ohh, iya maaf Sahira! Gue juga dikerjain nih sama si bocah gemblung! Maaf ya, gue gak bermaksud begitu sama lu!" ucap Saka.
"Oh jadi biang keroknya tuh elu?" ujar Sahira menatap tajam ke arah Fathul.
"Hehehe, ya maaf Sahira! Gue kan gak tau kalo si Saka bakal kasih tau ke lu, lagian masa lu lupa sih sama berapa katanya? Terus kenapa juga lu baru ngerjain sekarang?" ucap Fathul.
"Ish, tau ah! Kesel gue sama lu berdua...!!" ujar Sahira emosi.
Sahira pun kembali ke tempat duduknya dengan perasaan kesal dan marah, ia sangat emosi karena jari-jarinya hampir kram akibat menulis sebanyak itu dalam waktu yang singkat.
...β’β’β’...
Aldi, Alan dan Jack baru hendak menaiki tangga untuk menuju kelas mereka setelah puas menikmati sarapan pagi di kantin. Namun, mereka bertiga kini berpapasan dengan Nur serta teman-temannya yakni Kania, Diandra dan juga Tasya.
Tentu saja Aldi langsung mendekati Kania, sedangkan Alan juga menghampiri kekasihnya yakni Nur disana. Hanya Jack yang berdiri sendirian karena tidak memiliki pasangan, ia pun memilih pergi duluan ke kelas meninggalkan Alan dan Aldi.
"Guys, gue duluan ya?" ucap Jack.
__ADS_1
"Eh iya iya..." ucap Alan dan Aldi.
Setelah Jack pergi, kini giliran Diandra dan Tasya yang juga memilih pergi lebih dulu menuju kelas mereka karena tak ingin mengganggu pasangan yang sedang ingin bermadu kasih disana.
Kini mereka tinggal berempat, Alan tampak membelai rambut kekasihnya dengan lembut sambil tersenyum memandang wajah cantik Nur. Sedangkan Aldi dan Kania saling malu-malu kucing, mereka hanya diam saja tanpa melakukan apapun.
"Sayang, kita ke atasnya bareng yuk!" ucap Alan.
"Iya,"
"Aldi, Kania, gue sama Nur duluan ya?" ucap Alan pamitan pada Aldi serta Kania.
"Oke!"
Alan serta Nur pergi lebih dulu menaiki tangga meninggalkan Kania dan Aldi disana, tentu saja Aldi langsung memanfaatkan itu untuk mendekati Kania dan perlahan memegang tangannya, Kania tampak terkejut saat Aldi menyentuhnya dan reflek menoleh.
"Eh maaf, kamu kaget ya?" ucap Aldi.
"Hehe, gapapa."
"Kamu mau gak, jalan bareng sama aku ke kelasnya? Biar aku anterin kamu sampe depan kelas, sekalian kasih tau ke temen-temen kelas kamu kalau kamu itu milik aku!" ucap Aldi.
"Emang kita udah jadian, ya? Kan aku masih belum jawab pertanyaan kamu!" ucap Kania.
"Oh iya, maaf aku terlalu antusias! Abisnya kamu terlalu cantik untuk ditinggalkan, aku gak mau kamu dideketin orang atau cowok lain!" ucap Aldi tersenyum sambil mengusap wajah Kania.
"Hmm, aku juga ngerti kok! Aku gak bakal mau deket-deket sama cowok lain, selagi kamu berusaha untuk yakinin aku!" ucap Kania.
"Bagus deh, yaudah sekarang kita langsung ke kelas yuk! Nanti kalo ada pak Johan atau Bu Tantri kan bisa gawat, kita bisa dimarahin habis-habisan terus dihukum hormat bendera!" ucap Aldi.
"Iya, tapi gausah gandengan ya? Aku malu kalo dilihat orang, lagian lebih enak kalo kita jalan bareng aja gitu!" ucap Kania.
"Oh oke,"
Aldi pun melepas tangannya dari lengan mulus Kania, namun ia mengusap rambut serta mengelus wajah Kania dengan lembut. Gadis itu diam saja membiarkan Aldi bermain dengan rambutnya sembari melempar senyum ke arahnya.
"Yuk!" ucap Aldi pelan di telinga Kania.
"Kamu bisa gak jangan deket-deket? Aku masih agak gimana gitu kalo terlalu deket sama cowok, soalnya dulu waktu sama Lucas aku juga gak suka!" ucap Kania.
"Ohh, oke maaf! Aku gak terlalu deket kok, nah udah kan?" ucap Aldi yang langsung menjauh.
"Iya,"
...β’β’β’...
Disisi lain, Willy datang ke rumah Kirana sesuai permintaan gadis itu yang menghubunginya dan meminta ia datang kesana. Willy pun memarkir motornya lalu jalan masuk ke dalam rumah yang besar namun mengerikan itu.
TOK TOK TOK...
Willy langsung mengetuk pintu sembari merapihkan rambutnya yang berantakan akibat memakai helm ketika naik motor tadi, ia memang ingin tampil lebih tampan dan rapih saat Kirana nanti melihatnya dan akan tertarik padanya.
Ceklek...
Pintu pun terbuka, Kirana serta Zaenal muncul dari balik pintu menatap Willy dengan tajam disertai senyum menyeringai yang terpampang pada wajah mereka, Willy berusaha tenang namun ekspresi mengerikan itu membuatnya harus menelan saliva.
"Hai, aku udah dateng!" ucap Willy tersenyum.
"Bagus, sekalian aku mau tunjukin ke kamu kekuatan baru yang aku miliki untuk mengalahkan Sahira nantinya! Yuk ikut aku ke tanah kosong di samping, supaya kamu bisa lihat sendiri!" ucap Kirana.
"Oke, aku juga penasaran kekuatan apa yang kamu punya itu." ucap Willy.
Kirana jalan lebih dulu memimpin kedua pria yang mengikutinya dari belakang, mereka menuju lahan kosong yang ada di samping rumah itu. Kirana akan menunjukkan pada Willy kalau ia telah berhasil menguasai kekuatan angin yang diberikan Elargano.
Sesampainya disana, Kirana langsung berbalik badan menatap kedua pria tersebut secara bergantian sambil tersenyum. Willy yang melihat senyum di wajah Kirana langsung terpukau, bahkan ia juga membalas senyuman itu.
"Kamu lihat ini, Willy!" ucap Kirana.
Kirana mulai mengeluarkan kekuatan angin yang ia miliki dari telapak tangannya, terlihat jelas kalau ia mengeker ke arah pepohonan di dekat sana untuk menguji kekuatannya, Willy tampak terkesan dengan angin yang berhasil dikeluarkan Kirana.
Sssyyyuuuuuu..... (suara angin)
Dahsyatnya kekuatan angin yang dikeluarkan Kirana membuat Willy dan Zaenal hampir saja terpental ke belakang, untung saja mereka masih bisa menahan diri dan tidak terjatuh. Bahkan pepohonan disana sampai hampir rubuh.
"Waw keren banget! Kamu hebat loh Kirana, aku belum pernah lihat kekuatan sedahsyat ini!" ucap Willy memuji kekuatan milik Kirana.
__ADS_1
"Iya dong, aku kan udah jadi putri angin dan aku bakal jadi manusia terkuat di bumi ini! Aku yakin dengan ini pasti Sahira akan dengan mudah ku kalahkan, hahaha...." ujar Kirana.
"Kamu sudah semakin hebat, ini artinya kita siap untuk melancarkan serangan ke sekolah Sahira dan Lucas!" ucap Zaenal mengepalkan tangan.
"Apa? Sekolah Sahira?" tanya Willy kaget.
"Ya, kenapa? Kami sudah membuat rencana untuk memporak-porandakan sekolah Sahira, agar gadis itu tidak memiliki kesempatan untuk bisa melawan kami! Karena disana pasti banyak teman-temannya, Sahira tidak akan mungkin tega meninggalkan mereka begitu saja!" jawab Zaenal.
"Tapi bang, kenapa kita gak serang mereka di luar aja?" tanya Willy.
"Heh, emangnya apa yang salah dengan rencana kami? Menurutku, rencana ini sudah sangat benar dan bagus untuk bisa mengalahkan Sahira!" ujar Zaenal menatap mata Willy.
"Tapi, disana ada adek gue bang! Gue gak mau April sampe kena sasaran, mending kita cari cara lain!" ucap Willy.
"Adek lu itu urusan gampang, kan lu bisa kasih tau dia untuk jaga-jaga atau langsung lari keluar disaat kita mau nyerang kesana! Udah lah, ini bakal berhasil dan lancar karena kami sudah memikirkan semuanya dengan matang!" ucap Zaenal.
"Iya benar, kamu gak usah khawatir!" ucap Kirana.
"Oke, aku ngikut aja!" ucap Willy.
Akhirnya Willy setuju dengan rencana yang dibuat Zaenal serta Kirana, mereka pun akan menyerang sekolah Sahira dalam waktu dekat.
β’
β’
Willy kini mendatangi markas the darks untuk memberitahu Dans alias ketua barunya tentang rencana yang telah dibuat oleh Zaenal dan juga April untuk menyerang Sahira, ya Willy juga akan meminta bantuan pada anggota the darks.
"Bang, gue mau ngomong sama lu!" ucap Willy langsung menghampiri Dans yang sedang duduk menikmati minuman buatan Rara.
"Yaudah ngomong aja!" ucap Dans.
"Begini bang, jadi barusan gue abis ketemu sama Kirana dan Zaenal. Mereka ini orang-orang yang juga benci sama Lucas, gue sengaja emang kumpulin orang seperti mereka buat bantu kita ratain si Lucas dan temen-temennya!" ucap Willy.
"Bagus, terus kenapa?" tanya Dans.
"Mereka udah bikin rencana buat kalahin Lucas, dan gue rasa rencana ini bakal berhasil banget bang! Apalagi Kirana itu punya kekuatan angin yang sangat dahsyat, jadi pasti kita bisa kalahin si Lucas! Tapi, untuk jalanin itu mereka butuh bantuan kita juga bang!" jelas Willy.
"Waw, menarik! Emang gimana rencana mereka?" ucap Dans penasaran.
"Jadi gini bang...."
Willy pun menjelaskan pada Dans mengenai rencana yang dibuat oleh Zaenal dan juga Kirana untuk menyerang sekolah Sahira serta Lucas, ya mereka akan melakukan penyerangan itu beberapa hari dari sekarang setelah semuanya terkumpul.
Rara yang ada di balik mesin pembuat minuman berhasil mendengar semua ucapan Willy serta Dans di depan sana, ya ia pun melangkah pergi ke belakang untuk melakukan sesuatu sekaligus menghindar dari tatapan orang-orang itu.
"Ini gawat! Mereka akan serang sekolah Sahira, aku gak bisa biarin itu terjadi!" gumamnya di dalam hati.
Rara pun menjentikkan jari, seketika orang-orang di tempat itu terdiam mematung tak ada yang bergerak sedikitpun. Rara mulai melakukan panggilan telepati pada rekannya yang jauh disana untuk bisa datang kesana menemuinya.
"Hai, Rara! Salam bahagia dari aku...!!" ucap Nawal yang langsung muncul saat namanya disebut.
"Ya ampun, Nawal! Kamu emang ya sukanya ngagetin orang terus, pantes aja Sahira sama Nur itu kesel sama kamu!" ucap Rara mengelus dada.
"Hahaha, kamu kan bukan orang tapi bidadari. Emang ada apa sih, kenapa kamu panggil aku? Mereka mau macam-macam sama kamu?" ucap Nawal penasaran.
"Gak kok, aku cuma mau sampein sesuatu ke kamu! Ini gawat banget deh pokoknya!" ucap Rara.
"Ohh, emang soal apa sih?" tanya Nawal.
"Jadi barusan aku denger, katanya Willy sama yang lain itu mau nyerang sekolahnya Sahira! Ya aku gak tau sih kapan waktunya, tapi dia bilang katanya secepatnya! Terus katanya lagi, ada satu orang yang punya kekuatan angin!" jawab Rara.
"Hah? Siapa orang itu? Darimana dia bisa punya kekuatan angin itu?" tanya Nawal kaget.
"Enggak tau, mending cepet deh kamu kasih tau Sahira sama Nur suruh mereka hati-hati dan waspada terus! Karena mereka bisa nyerang kapan aja, nanti kalo ada info lanjut aku bakal kabarin kamu kok!" ucap Rara.
"Oke, aku langsung kasih kabar ini ke ratu dan juga mereka berdua. Terimakasih Rara, aku pergi!" ucap Nawal pamit.
"Iya..."
Setelah Nawal kembali ke tempat asalnya, Rara pun menjentikkan jarinya lagi untuk membuat semua orang disana sadar kembali.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1
...|||...
...β€οΈ HAPPY VALENTINE GUYS β€οΈ...