
Rey,membawa Allena ke taman kota.Sengaja,dia membawanya kesana,untuk menghirup udara bebas, berteriak pun bisa dengan leluasa tanpa menganggu atau di ganggu oleh orang lain.
Allena,melipat mukanya.Cemberut sepanjang perjalanan,rey tidak menuruti keinginannya.Padahal itu bisa saja di lakukan oleh dia dengan berkantung tebal dan memiliki member VVIP.
"Kenapa?".Rey,yang memperhatikan wajah Allena yang di tekuk sepanjang perjalanan.Rasanya dia ingin tertawa melihat wajah kusutnya."Tau gak loe,muka loe kayak baju kusut,kagak di setrika".Ledek rey,senang sekali dia mengolok-olok Allena.
"Ledek aja terus ledek".Allena, semakin memajukan bibirnya.
"Haha..Haha".Rey, sampai-sampai tidak bisa menahan tertawa nya melihat wajah aneh Allena."Bibir mu kayak bebek tau gak sih loe?".Ledek rey lagi,tertawa terpingkal-pingkal.
Allena,yang sedari tadi terpaksa harus mengikuti rey bahkan sampai duduk pun dia harus ikut.Dia semakin menekuk mukanya,bak anak kecil yang tengah merajuk.
Bukannya merasa simpati atas kekesalan Allena ataupun berusaha membujuk.Dia semakin tertawa terpingkal-pingkal.Melihat wajah Allena yang begitu lucu dan gemas.
"Allena Aidira,gadis kecil ku.Gemas amat sih kamu '.Rey,mencubit kedua pipi tirus allena.
"AW".Pekik allena."Di kira gue boneka kali,main di cubit aja".Sentak Allena,melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Uluh,gadis kecil ku ternyata sedang merajuk".Goda Rey,dia sekarang kecanduan memperlakukan Allena layaknya anak kecil.
__ADS_1
Yah, bagaimana tidak jika tingkah laku Allena benar-benar seperti anak kecil.Kadang suka mendebat, bahkan sampai menyulut emosi nya,kadang juga bertingkah lucu bak anak kecil.
Rey,memang bersyukur menemukan allena saat-saat dia membutuhkan hanya saja dia menyesali waktu yang tidak bisa terulang kembali.Berandai-andai waktu bisa di putar kembali.Pasti dia akan melindungi gadis kecilnya,menjadi tameng saat orang tuanya bertengkar.
Allena, bangkit berdiri.Rasanya dia bosan terus-menerus duduk sambil berdiam diri.Tidak melakukan apapun,bibir nya saja terasa kelu.
"Ada rokok gak?".Tanya allena, menyadarkan rey.
Rey,yang sejak tadi fokus pada kamera nya tentu tidak mendengar pertanyaan allena.Dia seperti tak ingin terganggu bahkan di ganggu oleh apapun itu.
Allena yang merasa terabaikan sekaligus merasa penasaran dengan rey yang terus fokus pada kamera nya tak lagi mengolok-olok nya.Dia duduk,lebih dekat dengan Rey.Mengintip di balik telapak tangan rey yang renggang.
Rey, terlonjak kaget.Fokusnya melihat siluet tubuh seorang wanita, senyuman nya, tawanya dan semua yang ada dalam diri wanita itu seakan menjadi sumber kebahagiaan nya.
"Allena".Ucap Rey,mengelus dadanya.
"Kau memotret ku tanpa seizin ku".Sentak Allena."Kau bisa aku pidanakan atas kasus pemotretan secara ilegal".Ancam allena.
Rey,terkekeh."Bukti mu tak kuat".
__ADS_1
"Kuat kok,ini buktinya".
"Buktinya ada di aku dan kau tidak bisa mengambil barang yang sudah ada dalam genggaman ku".Rey, bangkit berdiri.Menghindar dari Allena yang berusaha merebut kamera dari tangan nya.
Allena,pun dia berusaha mengejar Rey."Seenaknya saja kau memotret tubuh ku dan kau lari dari tanggung jawab mu".Sentak Allena,terus mengejar rey.
"Kejar aku,kalau bisa!".Seru Rey, merendahkan allena.
Allena yang tertantang.Dia menambah kecepatan laju larinya,dia tak mau kalah dengan si perampok.
Ting
Sebuah suara dari handphone Rey berbunyi sebagai tanda ada notifikasi.Mau tak mau Rey harus menghentikan langkah kakinya, melupakan Allena yang terus mengejarnya.Sedang,dari arah berlawanan Allena berlari dengan kencangnya, tanpa bisa di rem.Dan
Bugh
Tubuh Allena dan Rey saling bertabrakan.Dimana,Rey yang menghentikan langkah kakinya tak menyadari Allena yang berlari dengan cepat.Sedang allena,juga tak mampu menghentikan laju larinya.
Alhasil, mereka saling bertabrakan dengan tubuh Allena menimpa tubuh Rey.Pandangan kedua mata mereka saling bertemu,si pemilik mata coklat dan si pemilik mata biru saling bersitatap dengan begitu dekat nya.
__ADS_1