Broken Angel

Broken Angel
Episode 234 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 134


...•...


Sahira gemetar ketakutan karena terus-terusan ditatap oleh kekasihnya dari jarak dekat, ia pun hanya bisa menunduk diam tak berani menatap mata Dimas secara langsung. Entah mengapa detak jantungnya terasa bergerak lebih cepat dibanding biasanya dan ia juga sulit bernafas karena saking ketakutannya, padahal Dimas juga tidak berniat memarahi gadisnya yang lucu itu.


Dimas malah tersenyum menyaksikan Sahira yang tengah ketakutan seperti itu, menurutnya wajah gadisnya itu bertambah menggemaskan saat sedang ketakutan seperti sekarang. Dimas pun semakin mendekat ke arah Sahira lalu memegang dagu wanita tersebut hingga mendongak dan dapat melihat bola matanya, Sahira semakin menunjukkan rasa gemetarnya melihat tatapan tajam sang kekasih.


"Kamu cantik kalo lagi gugup gini, aku jadi makin gemes sama kamu!" ucap Dimas menggoda kekasihnya sembari menolehkan wajah Sahira ke kiri dan ke kanan bergantian.


"Berarti sebelumnya gak cantik dong?" ujar Sahira merasa sedikit lebih tenang karena Dimas tidak memarahinya seperti yang ia duga.


"Ya gak gitu, cantik juga dong sayang! Tapi, kalo yang sekarang kelihatan lebih cantik dan tambah gemesin! Aku makin suka ngeliatnya...." ucap Dimas menusuk-nusuk pipi Sahira dengan telunjuknya.


"Eee kamu gak marah sama aku?" tanya Sahira menatap wajah kekasihnya dengan raut wajah yang menggemaskan.


"Buat apa aku marah? Mana mungkin juga aku bisa marah sama kamu? Justru aku bahagia dan seneng banget ngeliat kamu semangat sekali latihannya, aku juga bangga karena kamu udah berhasil menguasai jurus yang aku berikan!" jawab Dimas tersenyum sembari mengusap lembut rambut Sahira.


"Syukurlah, aku udah takut banget ngeliat ekspresi kamu tadi! Serem banget tahu aku kan jadi ngiranya kamu mau marahin aku..." ucap Sahira dengan wajah memelas membuat Dimas makin gemas.


"Iya iya, maaf ya sayangku! Aku janji gak akan begitu lagi deh, jangan marah ya cantik! Sekarang gimana kalo kita masuk ke dalam, aku mau buatin kamu minuman spesial?" ucap Dimas.

__ADS_1


"Umm, boleh! Tapi, minuman apa kalo boleh tahu?" ucap Sahira penasaran.


"Ada deh, pokoknya spesial buat kamu!" jawab Dimas sembari mencolek gemas hidung Sahira.


"Wih aku jadi penasaran nih..." ucap Sahira.


"Yaudah, yuk masuk!" ucap Dimas merangkul gadisnya sambil tersenyum.


Sahira mengangguk pelan membalas senyuman Dimas, ia melangkah mengikuti langkah kaki kekasihnya agar bisa menyeimbangi gerakannya.


"Kamu baik Dimas, aku beruntung bisa punya kamu dan berada di dekat kamu!" batin Sahira menatap wajah kekasihnya dari samping sembari tersenyum.


Sesampainya di dalam, Dimas mengantarkan Sahira menuju sofa ruang tamu. Rupanya disana sudah ada Wilona yang tengah duduk sembari menikmati semangkuk seblak ekstra pedas🤤 Sahira pun geleng-geleng kepala melihat Wilona yang ia kira sang ratu tampak lahap menikmati seblak itu.


"Sayang, aku ke dapur dulu ya buatin minumannya! Nah kamu duduk disini aja nunggu, sekalian tuh temenin ratu yang lagi makan!" ucap Dimas.


"Iya, jangan lama-lama ya!!" ucap Sahira tersenyum.


Tampak Wilona memasang wajah cemburu dan kecewa pada suaminya itu, ya walau ia juga tidak mencintai Dimas dengan seutuhnya.


...•••...


Sementara itu, ratu Keira yang asli tampak terkejut ketika melihat lokasi keberadaan Sahira melalui guci ajaib milik Nuril. Ia syok lalu menutupi mulutnya dengan telapak tangan, sedangkan Nuril tersenyum saja menyaksikan ekspresi sang ratu.


"Dilihat-lihat ratu ini cantik juga, aku bisa mempersuntingnya untuk menggantikan mendiang istriku yang telah meninggal beberapa abad lalu!" batin Nuril sambil senyum-senyum sendiri.


Ya saat ini memang sang ratu dan Nuril telah berhasil menemukan keberadaan Sahira dengan bantuan guci sakti tersebut, ratu Keira benar-benar terkejut melihat Sahira berada bersama sosok jahat saat ini dan dalam bahaya sangat besar.


"Nuril, apa kamu yakin gucimu tidak salah melacak? A-aku takut kalau ini semua kesalahan, tidak mungkin Dimas yang menculik Sahira dan menyesap semua kekuatannya! Dimas tidak akan bisa melakukan itu karena kekuatannya tak sebanding dengan Sahira, pasti gucimu ini rusak Nuril!" ucap ratu Keira tidak percaya.

__ADS_1


"Hey, jaga bicaramu Keira! Jangan pernah sekali-sekali kau merendahkan alat milikku, bagaimanapun guci ini tidak mungkin rusak! Terima saja kenyataan kalau orang yang kau angkat menjadi pangeran langit itu adalah penjahat, seharusnya kau tidak main mengangkatnya begitu saja Keira!" ujar Nuril tampak kesal.


"Maafkan aku, Nuril! Aku hanya tidak menyangka Dimas bisa menjadi penjahat seperti ini, bahkan dia bisa menaklukkan Sahira dengan kekuatannya! Itu justru mustahil dan di luar nalar ku..." ucap Keira.


"Kau tidak perlu kaget begitu, Keira! Wajar saja Dimas bisa dengan mudah mengalahkan Sahira, itu karena dia telah berhasil merebut mustika merah dari tubuh Sahira! Sekarang Dimas sedang di atas angin, karena ia memiliki kekuatan yang tinggi termasuk menguasai mustika milik Sahira..." ucap Nuril.


"Apa?? Ja-jadi mustika itu sekarang ada di tangan Dimas? Bagaimana mungkin, Nuril?" ujar Keira terkejut bukan main mendengarnya.


"Ya, tidak mungkin guci ku menyoroti Dimas kalau mustika itu tidak ada padanya! Sebaiknya kamu cari cara lain untuk bisa membebaskan Sahira dari belenggu Dimas, karena dengan kekuatan mustika itu pasti Dimas bisa mudah menghabiskan kamu!" ucap Nuril menatap wajah Keira.


Sontak sang ratu langsung terkejut, ia melotot disertai tubuhnya yang gemetar karena masih tidak percaya jika Dimas telah berubah menjadi orang jahat bahkan tega melukai kekasihnya sendiri.


"Lalu, apa yang harus aku lakukan Nuril?" tanya Keira meminta saran dari penguasa langit itu.


"Pikirkan saja rencana yang matang, minta bantuan seluruh penguasa di jagat raya ini! Kumpulkan mereka untuk bisa mengalahkan Dimas, tapi dengan konsekuensi kamu harus siap jika banyak makhluk-makhluk jahat dari luar yang datang ke bumi dan berniat menguasai bumi..." ucap Nuril.


Ratu Keira pun tercengang membelalak lebar, ia kini berada dalam situasi yang sulit antara menyelamatkan Sahira atau menjaga bumi dari serangan makhluk luar yang ganas.


"Pikirkan baik-baik, Keira! Tenang saja, seperti yang kita lihat barusan Dimas tidak menyakiti Sahira di tempatnya! Justru Sahira malah tersenyum dan terlihat bahagia bersama kekasihnya, ini bisa kau jadikan kesempatan untuk berpikir terlebih dahulu rencana yang lebih matang..." ucap Nuril.


"Baiklah, terimakasih atas bantuan mu Nuril! Kalau begitu aku hendak kembali ke nirwana, sekali lagi terimakasih!" ucap Keira tersenyum sambil sedikit membungkukkan badannya memberi hormat.


"Sama-sama, tinggallah sementara disini dan temani aku di kamar yang luas ini! Sudah terlalu lama aku sendirian disini tanpa ada yang menemani, apa kamu tidak mau tinggal bersamaku?" goda Nuril.


"Maaf, ada hal penting yang harus aku urus! Permisi...." ucap ratu Keira menatap kesal ke arah Nuril lalu pergi begitu saja.


"Sekarang kau menolak ku, ratu! Tapi, aku yakin nantinya kamu akan bertekuk lutut di hadapan ku!" batin Nuril tersenyum memandangi punggung ratu Keira dari tempat ia berdiri sekarang.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2