
Allena yang sudah puas memanjakan diri sendiri dengan keindahan alam yang tiada bandingnya dengan apa yang sudah dia lalui untuk mencapai sebuah keindahan alam.Di mulai dari sikap dan kelakuan rey yang semena-mena,jalanan yang penuh dengan tikungan tajam,cuaca dingin dan sederet intrik drama yang menjadi bumbu perjalanan mereka berdua.
"Hoam".Allena menguap.
Rey,di sampingnya tak terusik sama sekali dengan ulah Allena yang tiba-tiba merasakan kantuk padahal hari masih terlalu siang.
Sekarang mereka tengah berada di warung tempat makan yang berjejer rapih ditempat khusus pedagang.Rey,masih setia memandangi siluet tubuh Allena yang dia bidik melalui kamera canggihnya.
"Bakso dan mie ayam nya pak Bu".Ucap pedagang menyodorkan menu makanan yang mereka pesan.
Allena yang sedari tadi tak mengisi perutnya dengan asupan yang benar.Sontak saja,dia langsung merebut mangkuk berisi mie ayam itu begitu sudah sampai di depan matanya.
Antara lapar dan lelah membuat Allena menjadi kalap, menyantap mie ayam yang begitu menggunggah seleranya.Apalagi wangi dari minyak ayam sukses membuat perut Allena berbunyi keroncong.
Allena memulai menyantap makanan tanpa menunggu Rey, apalagi menawarinya makan bersama.Saking laparnya dia, hingga tak ingat dengan sesama.
"Dasar rakus".Umpat Rey,begitu dia melihat Allena makan dengan kalapnya.
__ADS_1
Allena,tidak menanggapi ucapan rey.Toh,dia sudah kelewat lapar gak ada waktu untuk sekedar berbasa-basi.Rasa kantuk yang tadi menyerang Allena pun kini seakan telah menguap ke udara.
"Habis ini,kamu mau beli apa lagi?".Tanya Rey memperhatikan cara makan Allena.
Lagi,Allena mengabaikan pertanyaan rey.Baginya makan untuk sekarang lebih penting daripada harus susah payah mengeluarkan suaranya hanya demi jawaban yang bisa bantu dia jawab.
"Emang benar,orang yang rakus tidak cukup dengan satu piring saja bahkan mungkin orang yang ada di depannya ikut di makan".
"Suruh siapa,gak ngasih makan anak orang?".Celetuk Allena,tak mau kalah dengan sindiran rey.
Deg
"Dasar bocah".
"Yah,emang gue bocah.Baru sadar?,kemana aja bos?". Lagi-lagi Allena berucap tanpa beban.
Rey,memilih langsung menyantap bakso yang tersaji di hadapannya daripada terus-menerus meladeni ucapan allena yang tak ada ujungnya bila terus di ladeni.
__ADS_1
Allena harus di buat menunggu tatkala rey baru saja menyantap makanannya sedang dia sudah menghabiskan semangkuk mie ayam nya tanpa sisa.
Selesai makan Allena Lang melancarkan aksinya,dimana dia memborong semua jajanan yang di jajakan penjual yang sengaja di sediakan dan di buat tenda berjejer rapih.Tak tertinggal oleh-oleh nya,berupa aksesoris,baju dan tentunya buah strawberry yang begitu menggoda Allena.
Rey,tak mempermasalahkan Allena yang berbelanja begitu banyak dan kalap seperti dia tak pernah berbelanja saja.
Diantara mereka ada yang mendoakan Rey dan Allena hubungan langgeng dan harmonis sampai tua nanti saking merasa senangnya dagangan mereka di borong oleh si bule cantik dan pasangan bule tampan.
Mereka jelas tak mengetahui hubungan yang sebenarnya terjadi diantara dua anak manusia yang memiliki nasib yang sama, selera baju yang sama dan ciri fisik yang hampir sama.
"Langgeng apa nya,di kira gue Ama loe pasangan kekasih".Gerutu Allena,begitu dia sudah duduk manis di kursi mobil.
'Ya iyalah mereka berpikir nya begitu.Toh,kita Pakai baju yang sama'.Ucap Rey, membatin.
Allena, benar-benar tidak ngeh dengan sindiran atau mungkin berupa doa dari pedagang yang dagangan nya di borong habis oleh sepasang bule termasuk pedagang mochi yang memberikan mochi gratis pada Allena.
Rey, bukannya menyadarkan Allena.Dia malah berdiam diri sembari memikirkan barang-barang dan makanan yang di borong habis oleh Allena,menguras isi dompetnya tapi itu sebanding dengan kebahagiaan dari gadis kecilnya.
__ADS_1
Tanpa,dia ketahui badai,angin topan, halilintar,petir,gemuruh angin dan hujan lebat siap menumbangkan pohon besar nan kokoh sekalipun.