Broken Angel

Broken Angel
Part 155


__ADS_3

Bukannya menjawab pertanyaan aida.Marga,malah meminta hal lain pada diri aida.Jelas,dia terkejut dengan permintaan marga yang tak memberi solusi.


"Aku bertanya pada mu,maka jawab lah.Bukan membahas hal lain".


"Ini juga solusi agar tak terhindar dari fitnah Daan juga bisa menjaga hubungan kita".Tegas sekali marga meminta pada kekasihnya.


Aida,membuang mukanya ke sembarang arah.Tersenyum kecut, mengalihkan perhatian seperti itu sudah menjadi keahlian seorang pria.


Tanpa dia sadari,marga bangkit berdiri hendak meninggalkan aida yang masih merajuk pada dirinya.


Dia benar-benar meninggalkan aida yang masih sibuk dengan pemikirannya sendiri.Semakin melangkah lebih lebar,tak memperdulikan kekasih hatinya yang masih diam tak terganggu sama sekali padahal sebelum dia beranjak berdiri pun,kursi mengeluarkan bunyi berderit.


"Marga".Aida,menoleh, memanggil nama kekasihnya.Tapi,tak ada sahutan bahkan orang nya pun tak ada.


Dia yang ingin mendalami perannya sebagai wanita pada umumnya.Merajuk dan ingin di bela,bukan di abaikan atau bahkan di tinggalkan.


Dia bingung sendiri,mencari kekasih nya."Marga". Teriaknya kalap.Berbarengan dengan pramusaji pengantar makanan.


Hampir tubuh mereka saling bertabrakan.Beruntung aida sigap menghindar, telat satu langkah saja tak bisa terbayangkan tabrakan antar dua manusia itu terjadi.

__ADS_1


"Maaf".Ucap aida,membungkuk penuh hormat.


Sang pramusaji,kaget bukan main.Andai tabrakan itu terjadi,mungkin itu akan mempengaruhi pekerjaan nya.Dengan mengelus dada,dia menyimpan nampan makanan di meja makan.


"Gak papa mbak".Ucap si pramusaji,sembari berlalu pergi.


Rasa lapar yang begitu menggebu kini seakan terbit,lenyap begitu saja kala marga pergi meninggalkannya tanpa penjelasan.


"Keadaan menjadi terbalik".Gerutu aida, berusaha mencari sosok kekasihnya yang raib begitu saja.


Mengesampingkan rasa laparnya,aida berjalan mencari kekasihnya.Tak lucu, jadinya jika rencana mereka hancur lebur karena sebuah kesalahpahaman.


Dia terus berjalan menyusuri setiap lantai pusat perbelanjaan.Hingga,dia sampai ke depan pintu keluar.Disana terlibat sosok marga yang berdiri mematung sembari menatap kearah luar.


"Marga".Teriak aida,berjalan dengan langkah kaki cepat.Dia menghambur ke pelukan marga, begitu sosok marga ada di dekatnya."Maaf".Ucap lirih aida.


Marga,tak bergeming di tempatnya,masih berdiri mematung.Menoleh pun tidak, membiarkan aida larut dalam penyesalan nya sendiri.


"Maafkan aku atas sikap kekanak-kanakan ku,maaf seharusnya kita bicara dari hati ke hati,bukan mengedepankan ego dengan di latar belakangi oleh napsu".Jelas aida,begitu menyesalnya dia telah gegabah dalam bersikap.

__ADS_1


Marga, berbalik.Melepas tangan aida dari pinggang nya.Dia menatap penuh kasih pada kekasihnya."Kamu tidak perlu minta maaf".Ucap marga.


"Ma_".Belum juga selesai aida berucap,telunjuk marga menyentuh bibirnya.Menandakan dia untuk diam.


"Aku menghindar bukan berarti aku marah.Hanya,ingin ada waktu luang untuk ku agar aku tidak bertindak di luar batasan ku".Jelas marga.


Dia,menuntun aida untuk pergi saja dari pusat oerbt.Toh,urusan mereka sudah selesai.Masalah makanan,itu bisa di urus oleh pihak resto.Ada yang lebih penting dari itu semua,yaitu menjelaskan duduk perkaranya agar tak berlarut-larut dalam kebingungan.


"Aku ingin menjelaskan pada mu tentang Allena ".Ucap marga,sembari berjalan menuju tempat parkir.


"Allena?".


"Yah, Allena.Wanita korban Broken home, wanita penuh luka dan sederet kisah pilu nya".Sahut marga,menggantung penjelasannya.


Semakin di buat penasaran saja aida terhadap penjelasan marga yang setengah-setengah.Dia bahkan harus bersabar karena kini mereka harus fokus ke jalanan.


Marga yang mengendarai mobil Xenia keluaran terbaru berjalan agak lambat sembari menimbang-nimbang, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi.


"Allena".Ucap aida, menyadarkan marga tentang penjelasan nya yang terpotong.

__ADS_1


Marga,masih fokus menyetir.Bukan mengabaikan lebih tepatnya ingin mencari situasi yang aman dengan kondisi yang kondusif.


__ADS_2