
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...~Sudah cukup kini kusadari, terlalu cepat jatuhkan hati~...
...×××...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 23
...•...
...HAPPY READING....🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️...
Hari ini Lucas sudah bisa kembali bersekolah seperti biasa setelah menyelesaikan skorsingnya dari Bu Tantri selama tiga hari, Lucas tampak senang tapi juga kesal karena mengingat foto saat Sahira tengah berdua dengan Saka di kantin dan tampak mesra.
Bahkan hingga kini saja Lucas tak menghubungi Sahira sama sekali, walaupun gadis itu terus saja mengirim pesan juga coba menelpon ke nomornya sejak semalam, sepertinya Lucas ingin meminta penjelasan dari Sahira secara langsung nantinya.
Lucas keluar kamar setelah selesai bersiap-siap memakai seragam serta memasukkan buku yang harus ia bawa ke dalam tas, tak lupa Lucas mengunci pintu kamarnya agar tidak ada siapapun yang bisa masuk ke dalam sana.
Lucas berjalan pelan menuruni tangga sembari memakai dasi sekolahnya, sebenarnya ia malas sekali harus memakai dasi ataupun gesper di pinggangnya, namun ia harus melakukan ini agar tak ada lagi masalah di sekolahnya.
Tanpa sengaja, pria itu berpapasan dengan Gina saat turun dari tangga dan ia pun terkejut karena Gina juga muncul secara tiba-tiba di hadapannya. Namun, Lucas yang sedang emosi memilih diam tak mau ribut untuk saat ini karena hanya menguras tenaga.
"Kak Lucas? Kok diem aja sih? Emang kak Lucas gak mau ucapin selamat pagi gitu ke Gina?" tanya Gina.
Lucas masih terdiam sembari jalan menuju meja makan untuk menikmati sarapan, Gina si gadis cantik yang imut itu terus mengejar Lucas hingga sampai di meja makan, Gina sangat khawatir karena Lucas terus saja mendiamkan dirinya.
"Kak, kenapa sih? Gina ada salah sama kak Lucas?" tanya Gina penasaran sembari duduk di hadapan pria tersebut dan terus menatapnya.
"Gak ada, gue cuma pengen diem aja. Lagi gak mood buat ngomong terlalu banyak, maaf ya!" ucap Lucas.
"Ohh, yaudah deh gapapa. Yang penting kak Lucas gak marah sama Gina, kalau kak Lucas marah kan Gina bisa galau seharian!" ucap Gina tersenyum.
"Hahaha, ya gak lah!" ujar Lucas tertawa kecil.
Lucas pun mengambil selembar roti di meja lalu mengoleskan selai strawberry ke atasnya dan langsung melahap roti itu dengan cepat, Lucas tampak terburu-buru untuk pergi ke sekolah karena ia ingin segera bertemu dengan Sahira.
Gina yang melihat itu hanya bisa diam menyaksikan Lucas makan dengan lahap, walau ia agak khawatir karena kelihatannya Lucas terlalu buru-buru makan dan mungkin bisa keselek, namun Gina juga takut kalau Lucas malah marah padanya nanti.
"Uhuk, uhuk..."
Benar saja seperti yang dipikirkan Gina, akhirnya Lucas tersedak karena makan roti terlalu cepat dan buru-buru. Dengan sigap Gina langsung menuangkan air ke dalam gelas kosong lalu memberikan itu pada Lucas agar Lucas bisa segera meminumnya.
"Ini kak, minum dulu!" ucap Gina panik.
Tanpa berpikir panjang, Lucas langsung menenggak habis air putih di dalam gelas itu sampai rasa sakit di tenggorokannya hilang. Lucas pun kini merasa lega dan bisa tenang, ia memandang Gina lalu tersenyum berterimakasih pada gadis tersebut.
"Makasih ya!" ucap Lucas.
"Sama-sama kak, makanya kalo makan tuh jangan cepet-cepet! Santai aja kali kak, lagian masih jam enam kurang kok." ucap Gina mengingatkan.
"Iya iya, yaudah gue lanjut makan ya?" ucap Lucas.
Gina mengangguk sambil tersenyum, sedangkan Lucas lanjut menghabiskan roti di tangannya yang tinggal setengah. Namun, kali ini ia memakannya lebih lambat supaya kejadian tadi tidak terulang kembali karena menyakitkan juga.
...•••...
Sahira baru menghabiskan susu di gelasnya setelah selesai juga menikmati sarapan buatan para bidadari cantik itu, ya Sahira dan Nur sendirilah yang membuat makanan untuk mereka dengan menggunakan resep ala bidadari.
Keduanya tampak anggun dan cantik dengan balutan seragam sekolah yang juga elegan serta mewah, tentu saja karena mereka bersekolah di tempat yang bagus bukan kayak kalian, Sahira dan Nur pun bangkit dari duduknya sembari menggemblok tas.
__ADS_1
"Sah, gimana? Lucas udah balas chat kamu apa belum?" tanya Nur.
"Umm, belum. Aku juga gak tau kenapa, tapi kayaknya Lucas lagi marah deh sama aku!" jawab Sahira sambil menggeleng.
"Loh marah kenapa?" tanya Nur tak mengerti.
"Entahlah, aku juga kurang tau. Tapi, kan hari ini dia sekolah lagi, nanti biar aku coba tanya langsung deh ke dia di sekolah." ucap Sahira murung.
"Yaudah, sabar ya! Belum tentu juga kan Lucas marah sama kamu, bisa aja dia lagi sibuk atau mungkin lupa beli kuota." ujar Nur.
"Iya, yaudah kita keluar yuk!" ucap Sahira.
Mereka pun jalan keluar dengan bergandengan tangan sambil tersenyum ceria, Nur juga terus mengusap punggung sohibnya itu agar tidak bersedih lagi memikirkan Lucas, ya tentu Nur tak mau jika sahabatnya terus bersedih.
Cliingg...
Secara tiba-tiba, Nawal muncul tepat di hadapan mereka dan tentunya kembali membuat Sahira serta Nur terkejut bukan main saat melihatnya. Nawal yang melihat reaksi mereka justru tertawa karena menurutnya itu sangat lucu.
"Ish, ini udah keberapa kalinya coba kamu ngagetin kita? Masih aja belum bisa berubah ya kamu!" bentak Nur sangat kesal dan emosi.
"Ahaha, maafin dong! Aku kan bidadari yang suka usil, jadi wajar aja ya!" ucap Nawal tersenyum.
"Haish, yaudah iya! Sekarang kamu ngapain pagi-pagi udah kesini aja? Jangan bilang cuma gabut karena di atas gak ada kegiatan!" ujar Nur.
"Gak kok, aku mau sampein info yang penting banget buat kalian berdua...." ucap Nawal.
"Hah? Info apa tuh Nawal? Apa tentang ratu atau kelanjutan masalah Wilona dan ratu Sofia?" tanya Nur penasaran sekali.
"Iya, buru kasih tau ih!" sahut Sahira.
"Sabar dong! Ini bukan tentang mereka kok, tapi soal lain yang lebih penting dan juga berbahaya buat kalian berdua nantinya!" ucap Nawal.
"Ya iya terus apa??" tanya Nur mulai emosi lagi.
"Aku dapet info dari bidadari yang diutus ratu buat berjaga di bumi ini nemenin kalian, ya dia bilang kalau Willy sama temen-temennya bakal nyerang sekolah kalian pakai kekuatan angin!" jawab Nawal.
"Hah? Kekuatan angin? Kamu serius?" ujar Nur terkejut saat mendengar ucapan Nawal.
"Waduh, darimana Willy bisa kuasain kekuatan angin?" tanya Sahira penasaran.
"Aku dan Rara juga gak tau, tapi yang pasti bukan Willy yang punya kekuatan angin itu. Dan yang paling penting, mereka akan serang sekolah kalian dalam waktu cepat!" jawab Nawal.
"Ohh, jadi Rara yang ditugasin sama ratu buat jaga di bumi bareng kita?" ujar Sahira.
"Ya iya dong, masa kamu baru tau? Rara itu sekarang lagi nyamar jadi bartender di markasnya the darks, supaya dia bisa tau rencana apa aja yang dibuat sama Lucas dan temen-temennya!" ucap Nawal.
"Waw keren!" puji Sahira.
"Iya bener, tapi kita harus waspada sama serangan itu! Karena bisa aja mereka datang hari ini disaat kita lagi asyik belajar!" ucap Nur.
"Nah iya tuh, kalian gak boleh lengah!" ujar Nawal.
Akhirnya mereka bertiga manggut-manggut secara bersamaan, barulah setelahnya Sahira dan Nur lanjut pergi keluar dari rumah mereka untuk segera bergegas pergi ke sekolah, ya tentunya Sahira diantar oleh pak Tirta sedangkan Nur bersama Alan.
...•••...
April sampai di sekolahnya dengan perasaan ragu sekaligus cemas, itu karena ia sudah tau tentang rencana abangnya dan juga Kirana yang ingin menyerang sekolahnya hari ini, ya sebenarnya April tak mau itu sampai terjadi karena ia sudah mulai menganggap Sahira sebagai sahabatnya.
April sendiri juga takut jika ia nantinya akan terkena dampak dari serangan sang kakak, apalagi Kirana diperkirakan akan muncul sekitar jam saat mata pelajaran sedang dimulai, ia pun semakin cemas memikirkan nasib dirinya dan juga Sahira.
Biar bagaimanapun, selama ini Sahira sudah bersikap sangat baik padanya. Bahkan Sahira sepertinya menganggap kalau ia adalah teman baiknya, padahal April berniat jahat pada gadis itu dan ingin mencelakai Sahira.
"Gue kok jadi gak tega ya sama Sahira? Gue takut banget dia kenapa-napa, tapi gimana caranya supaya gue bisa tolong dia?" gumam April.
Disaat April hendak berjalan masuk ke lorong sekolah, tiba-tiba saja sebuah suara teriakan seorang pria muncul dari belakang memanggil namanya. April pun terpaksa berhenti sejenak lalu menoleh ke belakang untuk memastikan siapa yang ada disana.
"Tunggu!"
__ADS_1
Pria itu ternyata Putra alias Saputra yang merupakan adik dari Dans ketua geng the darks, Putra mendekat menghampiri April dan tersenyum menatapnya dari jarak dekat, gadis itu kebingungan karena ia tak mengenali siapa pria tersebut.
"Lu siapa?" tanya April heran.
"Oh iya, kenalin gue Putra. Gue murid baru disini dan gue juga anak geng the darks, nanti gue bakal bantu lu buat menghindar dari serangan Kirana!" jawab Putra menjelaskan.
"Hah? Jadi lu juga udah tau soal ini?" tanya April.
"Ya iya dong, kemarin Willy kan juga jelasin semuanya ke gue dan anak-anak. Sekarang lu tenang aja dan belajar seperti biasa, nanti abis istirahat pertama lu jangan balik ke kelas! Gue tunggu lu di belakang sekolah, jadi kita kabur sama-sama!" ucap Putra menjelaskan rencananya.
"Oke, gue ngikut aja sama lu. Oh ya, sebelumnya kenalin nama gue April." ucap April mengenalkan diri sembari menjulurkan tangannya ke depan.
"Iya gue dah tau, tapi gapapa lumayan bisa nyentuh tangan mulus gadis cantik kayak lu!" ucap Putra.
Setelah bersalaman, mereka pun berjalan ke dalam sekolah berdampingan sembari tersenyum. Banyak pasang mata memperhatikan mereka, karena tak biasanya April jalan berdua dengan seorang pria yang merupakan murid baru disana.
"Kalo gue kabur sama Putra, Sahira juga harus ikut gue buat kabur dari sini!" batin April.
...•••...
Lucas sampai di sekolahnya lebih awal, ia turun dari motor setelah selesai memarkirkan motornya di tempat parkir seperti biasa. Tampak penampilan Lucas saat ini lebih rapih dan taat aturan tak seperti biasanya yang selalu begajulan.
Bahkan banyak juga murid-murid disana yang terus melirik ke arahnya, mereka semua tampak terpesona sekaligus terkejut karena melihat Lucas yang ternyata juga bisa berpenampilan rapih, mereka terheran-heran mengapa Lucas seperti itu.
Disaat ia hendak memasuki sekolah, tiba-tiba saja Edrea muncul dan langsung menghadang jalannya dari depan sambil tersenyum. Rupanya Edrea juga baru sampai disana dan tampak lebih cantik dari sebelumnya dengan gaya rambut barunya.
"Hai Lucas! Aku seneng deh bisa lihat kamu lagi disini, kemarin-kemarin aku bingung harus lihatin siapa karena gak ada kamu!" ucap Edrea.
"Hahaha, kan lu bisa lihatin tembok noh! Dia cocok kok sama lu, udah ya gue mau ke kelas!" ucap Lucas dingin lalu jalan melewati Edrea begitu saja.
Sontak Edrea merasa jengkel dengan sikap Lucas kepadanya, padahal yang ia harapkan saat ini adalah Lucas mau berbincang dengannya karena ia juga sudah mengirim foto Sahira dan Saka ke hp pria tersebut kemarin.
Edrea pun kembali mengejar Lucas dan berhasil meraih tangan pria itu dari belakang, tentu saja Lucas terpaksa berhenti kembali disana karena Edrea yang terus bergelayut di lengannya seperti monyet kekurangan makanan.
"Lu mau apa lagi sih?" tanya Lucas kesal.
"Ish, kamu kok gitu sama aku? Kan aku cuma mau tunjukin rambut baru aku sama kamu, gimana bagus gak rambut aku?" ucap Edrea memamerkan rambutnya di hadapan Lucas.
"Bagus, puas kan?" ucap Lucas.
"Ya kalo bagus kamu cium dong!" ucap Edrea.
"Hah? Ngapain gue cium rambut lu? Denger ya, mending gue cium tembok dibanding cium rambut lu itu!" ujar Lucas menolak.
"Ish, kamu mah jahat! Padahal dulu kamu paling seneng ciumin rambut aku..." ucap Edrea.
"Ya itu kan dulu, pas sebelum gue sadar kalau ternyata selama itu gue khilaf! Udah ah gue mau ke kelas dan lu pergi sana yang jauh, jangan ganggu gue lagi!" ujar Lucas menarik paksa tangannya.
"Lucas...!!!"
Edrea yang makin dibuat jengkel hanya bisa menghentakkan kakinya ke lantai melihat Lucas pergi menjauh darinya, ia pun mengerucutkan bibirnya sembari mengacak-acak rambut baru yang sudah ia dandani dalam waktu lama itu.
"Ah kesel! Sia-sia aja gue dandan buat Lucas kalo begini hasilnya, bener-bener tuh cowok!" ujarnya.
Tak lama kemudian, Jack serta Aldi muncul disana dan mereka pun menghampiri Edrea yang sedang ngamuk sendirian. Tampak kedua pria itu tersenyum meledek sembari memandang tubuh Edrea dari atas sampai bawah.
"Heh, ngapain kalian ngeliatin gue kayak gitu?" bentak Edrea emosi.
"Hahaha, lu kenapa dah? Kok acak-acakan begini? Hampir mirip kaya ODGJ di deket rumah gue!" ujar Aldi sembari tertawa.
"Kurang ajar! Bisa-bisanya cewek secantik gue disamain sama ODGJ...!!" bentak Edrea.
"Hahaha, emang lu kenapa sih? Bener loh kata Aldi, masa cantik begini berantakan? Kalau rapih sedikit kan pasti tambah cantik, gue juga bakal suka sama lu!" ucap Jack.
"Dih, gue mah ogah sama lu!" ujar Edrea menghentakkan kaki lalu pergi.
Sontak Aldi kali ini gantian menertawakan Jack temannya yang sudah berkali-kali ditolak mentah-mentah oleh wanita, sedangkan Jack sendiri tampak pasrah saja meratapi nasib jomblonya sembari mengelus dada.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...