Broken Angel

Broken Angel
Part 174


__ADS_3

"Axel" .Panggil Allan,tak menyangka mantan istrinya ada di meja yang sama.


Axel,menoleh pada sumber suara yang memanggil.Dia juga,tak kalah terkejut dari Allan."Allan".Dia bahkan mundur satu langkah dari Allan.


Pertemuan antara mantan suami istri ini,di restoran yang sama dan meja yang sama.Jelas,berada di luar ekspektasi mereka.Mereka tak menyangka,akan bertemu di tempat yang sama.


"Sedang apa kau disini?".


"Kau juga,sedang apa disini?".


Pertanyaan tak ramah dari dua mantan suami istri ini,mengawali perbincangan diantara mereka.Bagaimana tidak, mereka berpisah dengan cara yang tidak baik, hingga menyisakan permusuhan diantara keduanya dan bahkan mengorbankan seorang anak perempuan.


"Aku,kesini atas undangan anak nya Rendi".Jawab Axel,duduk kembali di kursinya.


"Lah kok sama".Ucap Allan,dia juga ikut duduk.


Keduanya nampak berpikir dengan pertemuan mereka atas nama Reynaldi Kenzo Pratama, seperti sudah diatur oleh nya.


"Jangan-jangan ".Ucap Axel dan Allan secara serempak.

__ADS_1


Tepat,saat mereka ingin mengungkapkan kecurigaan mereka pada rey.Ruangan itu mendadak gelap, seperti sudah di rencanakan karena saat mereka masuk ke restoran itu.Tak ada satu pun pengunjung disana yang memenuhi restoran cepat saji dengan kualitas makanan nya yang terjamin.


"Ada apa ini?".Kata Allan,sembari celingak-celinguk kesana-kemari.


Axel,tetap tenang duduk di tempatnya.Dia bahkan sudah menyimpulkan bahwa memang pertemuan mereka sudah diatur oleh pewaris tunggal, perusahaan Pratama group.


"Duduk,dan tenang lah.Jangan kayak anak kecil,sikap mu itu sama kayak dulu.Gak pernah berubah".Ucap Axel.


Allan, menatap Axel yang bahkan dia hampir tak melihat keberadaan Axel."Diam, wanita gila kerja".Sentak allan.


Pertemuan tak sengaja dan kata-kata yang terlontar oleh kedua mantan ini telah berubah saling melemparkan hinaan dan juga saling menyalahkan.


Mereka menolak lupa, dengan kesalahan pasangan di masa lalunya atas perceraian yang terjadi.


Allan dan Axel saling pandang,tak menyangka ada seseorang yang tengah memperhatikan mereka.Dan.


Flash


Lampu yang tadinya mati kini nyala kembali.Terlihatlah sosok wanita yang bertepuk tangan,mengolok pertengkaran mereka sendiri tatapan tajam dan senyum seringainya.

__ADS_1


"Allena".Ucap Axel dan Allan secara serempak.Mereka berdua tak kalah kagetnya,dari saat mereka bertemu untuk pertama kalinya secara tak sengaja.


"Bagus,hebat,luar biasa.Kalian saling menghina dan menyalahkan,tapi melupakan seorang anak".Sentak Allena.


Allena,yang berharap mendapatkan sebuah kebahagiaan.Berubah kecewa,saat orang tuanya malah sibuk saling menyalahkan dan bahkan menyebut dirinya sebagai anak pembawa sial.


Hati,anak mata yang tak terluka saat orang tuanya sendiri mengatakan dia sebagai anak pembawa sial.Lupa,bahwa mereka sendiri yang menyebabkan nya menjadi seperti ini.


"Axel Maureen".Gertak Allena,sembari menatap tajam pada Axel."Gue darah daging loe sendiri,yang loe jaga selama sembilan bulan dan loe lahirkan dengan menaruhkan nyawa loe.Tapi,saat gue lahir,loe mengabaikan gue.


"Dan untuk loe,Allan McQuarrie ". Tatapan tajam Allena, berpindah ke Allan."Loe ayah gue,cinta pertama gue.Loe yang harus nya menjaga dan melindungi gue, dengan cinta dan kasih sayang loe.Tapi,yang ada loe malah menghancurkan hati gue, mematahkan sayap-sayap semangat gue dan loe membuat gue trauma dengan sikap kasar loe".Gertak Allena,sembari menunjuk-nunjuk Allan.


Deg


Kata-kata Allena yang menohok dan menghujam jantung mereka seakan menampar sikap dan perilaku mereka selama ini.Mereka sibuk menyalahkan satu sama lain,sibuk bersaing dan bahkan saling adu kekayaan,tapi melupakan buah hati mereka.


Benar kata allena,dia memang ibu yang buruk di seluruh dunia ini."Nak".Ucap Axel, melangkah maju.Mencoba mendekati Allena.


Allena menghindar,tak Sudi rasanya berdekatan dengan ibu yang berhati iblis."Jangan dekati gue,Axel Maureen".Sentak Axel.

__ADS_1


Axel, mengurungkan niatnya.Tak jadi mendekati sang putri yang dia rindukan.Putri semata wayangnya yang tanpa sadar kehidupan nya di hancurkan oleh dirinya sendiri.


Begitu pun dengan allan,dia juga merindukan putri nya.Tapi,lagi kesibukan nya membutakan mata hati nya.


__ADS_2