Broken Angel

Broken Angel
Part 130


__ADS_3

Rasanya allena,ingin sekali dia menghajar rey sampai dia babak belur dan bila perlu sampai dia tak bisa bangun untuk selama-lamanya tapi dia tak punya keberanian lebih untuk berbuat sampai sejauh itu.


Senakal- akalnya dia.Dia tak mungkin sampai membunuh orang,toh dia juga masih takut dengan yang namanya dosa.


"Belum,tapi tenaga ku sudah habis".Keluh Allena,duduk di kursi sembari merebahkan diri.


"Putri tidur jangan tidur terus,ntar pangerannya kabur".Sahut Rey,duduk di sebelah allena.


"Pangeran apa kali?".Tanya allena, memejamkan matanya yang terasa berat.


Rey,menatap Allena dari ujung kaki hingga ujung bawah.Dia amati bentuk tubuh yang indah milik Allena yang terbungkus oleh pakaian sederhana dan murahan yang kemarin pula.


"Apa kau semalam tidak berganti pakaian?".Tanya rey.


Allena,tak menjawab pertanyaan rey.Memang benarlah kata Rey,Allena putri tidur versi dunia nyata.Lihatlahh bahkan Allena,sudah tidur mendengkur padahal baru saja dia memejamkan matanya.


"Aish,tidur lagi".Keluh rey.


Dia ikut merebahkan diri si kursi santai yang sengaja di pasang di pinggir kolam renang untuk bisa berjemur setelah kegiatan berenang.

__ADS_1


Tapi,belum juga Rey terlelap dalam tidurnya.Dia kembali membuka mata karena teringat akan janjinya, rencananya yang dia susun sedemikian rupa kali ini tak boleh gagal dan harus sesuai dengan rencana awal.


Rey,bangkit,berjalan mendekat kearah Allena yang tertidur tengkurap seperti menikmati sinar mentari yang lagi-lagi tertutup oleh kabut putih dan cuaca dingin seakan membuat cahaya mentari tak ada gunanya.


"Allena Aidira!".Seru Rey,memanggil Allena.


Allena,tak menggubris seruan rey,kali ini dia bukan bermimpi tentang Rey yang menyebabkan dia tak mendengar seruan rey.Melainkan dia merasa kelelahan akibat terus mengejar Rey dalam rentang waktu yang cukup lama.


"Allena".Panggil Rey lagi.Menggoyang-goyangkan tubuh Allena.


Allena yang merasa terganggu.Dia menyibak tangan Rey yang terus berusaha membangunkan nya."Apa loe gak bisa ganggu hidup gue?".Sentak Allena, tanpa membuka matanya.


"Percaya diri sekali".Sahut Allena, perlahan membuka matanya."Emang loe mau membawa gue kemana?".


Rey,bangkit berdiri.Tidak langsung menjawab pertanyaan allena."Rahasia ".Sahut Rey,sembari berlalu pergi.


"Cih,sok main rahasia-rahasia an".Umpat Allena.


Dia yang merasa penasaran dengan Rey yang akan membawanya ke suatu tempat membuat dia mau tak mau harus mengikuti langkah kaki Rey,yang semakin menjauh.Persis seperti dalam mimpinya dimana marga yang berlari semakin menjauh.

__ADS_1


"Tunggu ".Ucap Allena, melangkah mengikuti langkah kaki Rey.


Rey,tersenyum kecut saat Allena mengikuti arah langkah kakinya."Merpati ku ternyata belum sepenuhnya bebas dari majikannya ".Gumam Rey,tersenyum manis di balik sikapnya yang cuek.


Rey,tak berniat untuk menghentikan langkah kakinya.Membiarkan Allena terus berjalan mengikuti arah langkah kakinya dengan membawa rasa penasaran.


Allena,di belakang Rey.Dia cemberut bukan main saat ucapan nya tak di gubris oleh Rey bahkan menengok kearah nya pun tidak.


"Sok misterius".Keluh Allena,tanpa menghentikan langkah kakinya.


Dia yang penasaran membawa kakinya terus melangkah mengikuti arah langkah kaki Rey meski hatinya menolak untuk mengikuti nya.Dan alangkah terkejutnya dia saat Rey membawa nya ke kamar mandi.


"Apa iya, tempat yang dia maksud adalah kamar mandi?". Tanya allena,bingung dengan rey yang tak kunjung mendapatkan sebuah jawaban.


"Mandi".Titah Rey,tanpa menoleh kearah Allena.


Pikiran Allena yang tak polos lagi,tentu dia bertanya-tanya dengan pikiran negatif menghantuinya."Mandi".Kata Allena,mengulang ucapan Rey.


Rey,menoleh kearah Allena.Menyueuh Allena untuk masuk ke bathub dengan tatapan matanya."Masuk". Begitu maksud tatapan matanya.

__ADS_1


Allena, bukannya menyanggupi.Dia malah bengong, seakan tak paham dengan maksud Rey.


__ADS_2