Broken Angel

Broken Angel
Episode 267 [SEASON 3]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...



...~Terkadang menangis juga bisa menyelesaikan masalah~...


...×××...


#BROKEN ANGEL S3 EPS 11


...•...


...HAPPY READING....🎉🎉🎉...


...❤️...


Sahira masih menunggu kedatangan mobil jemputan yang akan mengantar ia ke tempat Lucas, ia juga heran karena sedari tadi tidak bertemu atau melihat Nur padahal ia ingin mengajak Nur juga untuk menemaninya menjenguk Lucas di rumahnya.


"Heh!"


Bukannya Nur yang datang seperti yang diinginkannya, justru malah Edrea serta Imeh yang muncul disana menghampirinya dan sepertinya hendak mencari masalah dengan Sahira seperti biasa terlihat dari raut muka mereka.


Sontak Sahira langsung berdiri menatap mereka berdua disana secara bergantian, "Kalian mau apa?" tanya Sahira pada mereka dengan raut penasaran sekaligus tak suka melihat kehadiran Edrea & Imeh disana.


Kedua gadis itu hanya tersenyum lalu maju mendekati Sahira dan mengitari gadis itu sambil memainkan rambut mereka, Sahira pun dibuat pusing oleh tindakan mereka karena tak berhenti memutarinya seperti itu.


"Eh eh, jangan pada muter-muter gitu dong! Gue pusing tau lihatnya, lagian kayak orang gak ada kerjaan aja pake muter-muter begitu!" ujar Sahira.


"Hahaha, udah banyak gaya ya lu sekarang? Mentang-mentang jadi pacarnya Lucas, sok jadi penguasa di sekolah ini...." cibir Edrea sembari berhenti di hadapan Sahira.


"Tau, udah sok kecapekan terus sekarang gayanya makin sok iye aja..." sahut Imeh.


Sahira hanya diam sembari menyunggingkan senyum dan geleng-geleng kepala, ia tak mau meladeni mereka karena menurutnya hanya akan membuang waktu juga tenaganya.


"Heh, kenapa lu malah senyum-senyum begitu?" ujar Edrea emosi.


"Lu tuh mau apa sih, Edrea?" tanya Sahira malas.


"Mau gue cuma satu, lu jauhin Lucas dan putusin dia! Kalo enggak, gue bakal bikin hidup lu menderita!" ancam Edrea.


Mendengar ucapan Edrea tak membuat Sahira takut atau gemetar, justru ia malah berbalik menantang Edrea dan menatap wajah gadis itu dengan tatapan menyala serta senyum tipis yang melekat di bibirnya, tentu Edrea merasa kesal sekaligus emosi kepada Sahira yang malah berani padanya.


"Lu pikir gue bakal takut sama ancaman lu? Gak, gak akan sama sekali...!!" ucap Sahira.


Seusai mengatakan itu, Sahira langsung pergi menjauh dari Edrea & Imeh lalu kembali ke dalam sekolahnya, ia benar-benar sudah tidak kuat dengan kedua gadis yang selalu saja mengganggu kehidupannya itu.


Sementara Edrea & Imeh tentunya tampak kesal dan menghentakkan kaki mereka ke jalan sebagai bentuk kekesalan mereka pada Sahira, lagi-lagi mereka gagal untuk membuat Sahira ketakutan dan menjauh dari Lucas.


"Meh, gimana ini? Sahira gak ada takut-takutnya sama sekali sama ancaman gue!" ujar Edrea.


"Lu jangan nyerah, Edrea! Kita cari cara lain buat pisahin mereka berdua, gue yakin lama-kelamaan juga Sahira pasti bakal pisah dari Lucas!" ucap Imeh.


"Yaudah, tapi lu bantu gue mikir juga jangan cuma makan terus!" ujar Edrea.


"Ya iyalah Edrea, tenang aja otak gue ini banyak isinya jadi gampang kalo soal nyari ide mah! Sekarang mending kita balik dulu, mikirin Sahira nya nanti lagi aja!" ucap Imeh.


"Huft iya juga sih, otak gue lagi panas dan gak bisa mikir jernih kalo begini terus!" ucap Edrea.


Edrea & Imeh pun juga pergi menuju tempat parkir mobil, kali ini Imeh nebeng di mobil Edrea dan pulang bersama gadis itu karena uang jajannya sudah habis dipakai untuk makan dan juga nyawer ke biduan bohay di sekolahnya.



__ADS_1


Sementara Sahira kini memilih menunggu jemputan di lobi sekolah yang dingin dan adem, ia pun duduk disana sendirian karena kebetulan tak begitu banyak orang juga yang berada disana kecuali dirinya dan juga beberapa guru serta murid yang sedang menikmati WiFi sekolah.


Namun, disaat Sahira baru hendak duduk disana, ia malah melihat Saputra yang muncul kembali lalu mendekat ke arahnya dengan senyum tersimpul di wajah yang terlihat menyeramkan, Sahira berusaha membuang muka dan pura-pura tak melihatnya karena ia takut Saputra akan berbuat macam-macam padanya disana.


"Hei..."


Pria itu menyapa Sahira kemudian duduk di sebelahnya sambil memandang Sahira dengan terus tersenyum, Sahira masih berpura-pura tak melihat Saputra dan fokus menatap layar ponselnya sekaligus berharap pria itu segera pergi dari sana.


Namun yang terjadi justru Saputra malah mengambil ponsel Sahira dan menyimpannya di saku celana, tentu Sahira terkejut dan kini terpaksa menatap wajah pria di sampingnya dengan emosi karena ponselnya sudah diambil oleh Saputra.


"Heh, lu tuh songong banget sih! Itu hp gue, balikin sini dan jangan kurang ajar ya sama senior!" ucap Sahira emosi.


"Lu ngomong apa sih? Gue gak kurang ajar kok, justru lu yang kurang ajar! Masa diajak ngobrol malah fokus main hp terus pura-pura gak denger, nanti budeg beneran aja baru tau rasa!" ucap Putra.


"Ish, ya suka-suka gue dong! Sekarang balikin hp gue sebelum gue teriakin maling...!!" ancam Sahira.


"Oke, gue bakal balikin hp lu! Tapi, lu kasih tau dulu siapa nama lu dan senyum ke arah gue!" ucap Saputra memberi syarat pada Sahira.


"Buat apa gue harus nurut sama lu?" ujar Sahira.


"Ya supaya hp lu bisa balik, kan sekarang hp lu ada sama gue jadi lu gak bisa dapetin ini sebelum itu semua lu lakuin!" ucap Saputra.


"Gue Sahira, puas kan?" ucap Sahira jutek.


"Ohh, nama yang bagus! Tapi, senyumnya mana? Gue yakin banget kalo lu senyum pasti bakal nambah manis dan cantik, ayo coba dong!" ucap Putra.


"Oke gue senyum, tapi lu harus tepati kata-kata lu dan balikin handphone gue!" ucap Sahira.


"Lu tenang aja, Sahira! Gue ini bukan tipe cowok yang suka umbar janji tapi gak pernah ditepati, sekarang lu senyum dan biarin gue foto wajah cantik lu itu!" ucap Saputra sembari mengeluarkan hp nya.


"Hah? Diawal lu gak bilang sama foto ya, jangan ngada-ngada deh!" ujar Sahira.


"Gue gak ngada-ngada kok, orang gue cuma mau minta foto lu doang! Emang kenapa sih, gak boleh? Gue kan mau simpan foto cantik lu di galeri handphone gue, soalnya gak ada yang bisa tandingin kecantikan lu itu...." ucap Saputra.


"Terserah deh!"


Sahira pun terpaksa menuruti kemauan Saputra, ia tersenyum menghadap kamera dan kemudian kembali bersikap jutek pada pria itu sambil meminta ponselnya dikembalikan oleh Putra, tentu ia tak mau pria itu membohonginya saat ini.


"Sabar dong, gue mau upload foto lu dulu di sosmed pribadi gue! Nanti baru abis itu gue bakal balikin hp lu dan urusan kita selesai, oke?" ucap Putra.


"What? Ngapain lu upload foto gue di sosmed lu?" tanya Sahira tak mengerti.


"Gue cuma mau berbagi ke dunia maya sekaligus kasih tau mereka kalau di dunia ini ada gadis secantik lu, mereka pasti bakal syok berat ngeliat foto lu yang manis dan cantik ini!" ucap Putra.


"Gak, gue gak izinin lu upload foto gue di sosmed lu! Sekarang lu balikin handphone gue, atau gue bakal teriak dan lu bisa dibawa ke BK!" ucap Sahira.


"Oke deh, gue gak upload foto lu ke sosmed gue! Biar gue aja yang nikmatin foto ini sendiri, sayang juga sih kalo dipikir-pikir, masa iya foto seindah ini harus gue bagi ke orang-orang!" ucap Saputra.


"Udah gausah banyak omong! Balikin hp gue cepetan, gue mau balik nih!!" ujar Sahira.


"Iya iya...."


Saputra pun mengembalikan ponsel milik Sahira dan mencuri kesempatan untuk menyentuh tangan mulus gadis itu saat ia menyerahkan ponselnya, Saputra juga memandang mata Sahira sembari mengedipkan matanya.


"Mulus banget tangan lu, udah kayak tepung terigu!" ucap Putra.


Sahira tak merespon lagi ucapan Saputra karena ia sudah malas meladeni pria tersebut, untunglah baginya karena saat ini ponselnya sudah berada di tangannya lagi, walau sekarang fotonya juga tersimpan di galeri Saputra.


"Gue harus minta bantuan Nawal buat hapus foto gue dari hp Putra, gue gak percaya sama dia!" batin Sahira melirik sinis ke arah Saputra.


...•••...


Disisi lain, Aldi masih bersama Kania di belakang sekolah dan mereka tampak serius berbicara dengan Aldi yang juga masih mengungkung Kania di dinding sana, ia bahkan tak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari wajah Kania yang hanya berjarak beberapa senti dengan wajahnya.


Sedangkan Kania terus berusaha memalingkan wajahnya walau Aldi juga terus menarik wajahnya dan mencengkeram rahangnya, Kania memang masih belum bisa percaya 100% dengan ucapan Aldi yang menyatakan kalau dia dan Cat sudah tidak berpacaran lagi sejak lama.


"Kania, please jangan marah sama aku! Kamu mau kan percaya sama aku dan kasih kesempatan buat aku tunjukin cintanya aku ke kamu?" ucap Aldi.

__ADS_1


"Lepasin!"


Aldi pun melepas tangannya dari dagu gadis itu agar Kania tidak bertambah marah, namun ia masih mengungkungnya karena tak mau Kania nantinya lari atau kabur darinya, hal itu akan membuat masalah mereka semakin panjang tentunya.


"Gue gak marah sama lu, gue tuh cuma mau jauh dari lu supaya gue gak dianggap perusak hubungan orang!" ucap Kania.


"Siapa sih yang anggap kamu kayak gitu, ha? Cuma Cat doang kan? Dia tuh gausah kamu dengerin Kania, Cat cuma cemburu sama kamu!" ucap Aldi.


"Justru itu, Al! Gue gak mau cemburunya Cat malah berakibat ke hal-hal buruk lainnya, bisa aja kan dia ngelakuin apapun ke gua yang bikin nama baik gue tercoreng di sekolah ini!" ucap Kania.


"Kamu tenang aja, Kania! Insyaallah aku akan lindungi kamu sekuat tenaga aku, kamu gak perlu takut sama Cat! Karena aku ada disisi kamu, Kania!" ucap Aldi menggenggam dua tangan gadis itu.


"Ish, gimana caranya lu mau lindungin gue?" ujar Kania berontak dari genggaman Aldi.


"Ya gimanapun caranya aku pasti bakal berusaha buat lindungin kamu dari Cat, apapun itu pasti akan aku lakuin Kania! Yang penting bagi aku adalah kebaikan kamu, sekarang kamu mau ya maafin aku dan gak marah lagi sama aku!" ucap Aldi.


"Ya oke, gue gak marah lagi sama lu! Tapi, lu harus pastiin Cat gak akan labrak gue lagi kayak kemarin!" ucap Kania.


"Kamu tenang aja, nanti aku akan bicara langsung sama cewek itu! Sekarang intinya kamu udah maafin aku kan, Kania?" ucap Aldi memegang wajah gadisnya dan menatapnya.


"Iya, aku juga minta maaf ya?" ucap Kania.


"Kamu gak perlu minta maaf, kamu kan gak salah! Ini semua karena Cat, wanita itu masih belum bisa moveon dari aku makanya dia sampe ngelakuin itu ke kamu!" ucap Aldi tersenyum.


"Yaudah, tapi lu bener udah gak ada hubungan lagi sama Cat?" tanya Kania memastikan.


"Iya bener, buat apa aku berusaha untuk deketin kamu kalau aku masih ada hubungan sama Cat? Aku sama dia tuh udah putus dari lama sejak dia mutusin buat pergi ke Italia, kamu gak perlu mikirin itu lagi ya!" jawab Aldi sembari menggenggam wajah Kania dengan kedua tangannya.


"Oke, sekarang singkirin tangan lu dari muka gue!" ucap Kania.


Aldi tersenyum kemudian menurunkan tangannya sesuai kemauan Kania, mereka pun saling bertatapan sambil tersenyum satu sama lain dengan penuh keceriaan, Aldi tampak senang karena bisa kembali melihat senyum manis di wajah gadisnya.


"Kita pulang yuk! Aku anterin kamu pake motor aku," ucap Aldi menawarkan tumpangan.


"Eee.... gausah Al, gue nanti dijemput abang gue! Soalnya dia mau jagain gue katanya, kalo lu mau anterin gue pulang mungkin besok!" ucap Kania.


"Ohh, yaudah oke! Tapi, kalo aku cuma anterin kamu sampe depan, boleh kan?" ucap Aldi.


"Boleh kok," Kania mengangguk sambil tersenyum renyah melihatkan gigi-giginya.


Aldi pun langsung merangkul gadisnya dan membawa Kania pergi dari sana, mereka jalan bersama-sama ke depan sekolah untuk menunggu kedatangan Valen alias abang si gadis cantik itu.




Sesampainya di depan, nampaknya Valen sudah menunggu disana dengan sigap sembari duduk pada kursi yang tersedia, ia melihat adiknya tengah jalan bersama Aldi menuju ke arahnya dan mereka berdua tampak sangat dekat.


Ketika melihat abangnya menatap ke arahnya, Kania langsung dengan cepat menyingkir dan menjauh dari Aldi karena ia tak mau abangnya itu salah paham lalu mengira yang tidak-tidak, Aldi pun terheran-heran dengan sikap Kania itu.


"Kamu kenapa sih? Kamu marah lagi sama aku?" tanya Aldi heran.


"Bukan, tapi itu abang gue udah ada disana! Gue gak mau dia ngira yang enggak-enggak tentang kita!" jawab Kania ketakutan.


"Ohh, yaudah gapapa..."


Mereka pun lanjut berjalan mendekati Valen, namun kali ini agak berjarak dan tidak rangkulan lagi seperti sebelumnya, namun itu terlambat karena Valen sudah melihat ketika mereka saling rangkul tadi.


"Bang, lu udah dateng?" ucap Kania.


"Ya udah lah, malah udah sekitar 10 menit gue nunggu lu disini! Ngapain aja sih di dalam sama Aldi? Kalo pacaran tuh yang modal lah, jangan di sekolah!" ujar Valen.


"Hah? Apaan sih, siapa yang pacaran??" ujar Kania.


"Halah, udah gausah ngeles! Gue lihat kok tadi kalian rangkulan begitu, masa iya kayak gitu gak pacaran?" ucap Valen tersenyum.


Kania pun terdiam lalu melirik Aldi di sampingnya, ia bingung harus bagaimana lagi untuk membuat abangnya percaya padanya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2