
Mendapatkan sebuah penghinaan dengan sebutan wanita murahan, membuat Maya meradang,dia tak terima dengan penghinaan yang di lontarkan oleh Allena.
Maya,yang sejak tadi duduk di samping Andre,beralih berdiri di hadapan Allena seakan menantang untuk adu duel.
"Apa kamu bilang?, wanita murahan?,loe gak ngaca sama diri loe?".Gertak Maya sembari berkacak pinggang.
Allena,dia juga merasa tertantang oleh gertakan maya yang selalu menentangnya."Yah,loe lebih dari wanita pe*******".Hina Allena,begitu lantangnya.
Suara Allena dan Maya yang begitu melengking nan keras telah memancing kerumunan murid yang ada di kelas tersebut.Mereka berbondong-bondong untuk menyaksikan perdebatan antara Allena dan Maya.Keduanya sama-sama kuat,memegang kekuasaan dan kendalinya masing-masing dalam ruang kelas yang jumlah muridnya tak kurang dan tak lebih berjumlah 38 orang.
"Lah emang kenyataan nya begitu,loe wanita murahan.Berani-berani sekali duduk di samping kekasih gue".
"Baru juga kekasih,belum halal".Gertak Maya,menyambar ucapan allena.
"Berani loe yah sama gue?". Tantang Allena,dia menjambak rambut Maya yang tergerai indah.
Maya,juga tak mau kalah dia balas menjambak rambut Allena yang sama-sama tergerai indah dengan.Adu Jambak diantara keduanya sontak saja menjadi pusat perhatian teman-teman kelasnya.
Banyak yang bersorak-sorai, menyuarakan aspirasi dan kebebasan bersuara nya bak peserta demonstran yang mendapatkan komando,bak anggota cheerleaders yang memberikan semangat untuk kelompok yang bertanding.
__ADS_1
"Allena Allena Allena".
"Maya maya Maya".
Kerumunan teman-teman kelas telah berpecah menjadi dua kubu.Yang satu membela Allena,sedang yang satu lagi membela maya.
Kegaduhan dan teriakan-teriakan mereka telah sampai terdengar keluar kelas.Tak sedikit murid di kelas tetangga ikut menyaksikan adu Jambak antara Allena dan maya.
Tak terkecuali oleh guru, mereka telah mendengar suara keributan itu yang berasal dari kelas XII IPS -3 yang memang terkenal sering membuat kegaduhan yang diawali oleh allena.
"Allena".Teriak Rey,begitu dia mendengar suara Allena di seru-seru kan.
Rey,mana memperdulikan teriakan om nya yang memanggilnya agar dia fokus terhadap meeting mereka."Aish,anak itu".Keluh om Hadi.
Sekuat tenaga Rey berlari,mengejar waktu dan melewati beberapa kelas untuk dia lalui.Khawatir itu akan membuat Allena terluka akibat pertengkaran yang tengah berlangsung.
"Allena,Maya!".Seru Rey,lantang.
Dia menyibak kerumunan murid yang melingkar menyaksikan pertengkaran Allena dan maya yang sebelumnya telah di lerai oleh ibu guru Mia,tapi lagi kekuatan nya tak cukup untuk memisahkan dua singa betina yang sama-sama kuat.
__ADS_1
"Allena,Maya".Rey,melerai pertengkaran Allena dan Maya, memisahkan kedua gadis itu dari aksi Jambak mereka.
"Lepasin gue".Teriak Allena.
Yah,Rey mencengkram tangan allena dan Maya sama kuatnya.Menatap nyalang pada dua siswi yang masih terbakar emosi.
"Pak".Ucap ibu Mia."Tadi,saya sudah berusaha melerai pertengkaran mereka tapi aku malah mendapatkan bentakan dan cakaran dari mereka berdua".Adu ibu guru Mia.
Lagi,Rey tidak memperdulikan pengaduan ibu Mia atas tingkah laku Allena dan Mia.Fokusnya adalah mengurus kedua siswi yang terlibat pertengkaran.
"Lepasin,gue gak punya urusan sama loe". Giliran Maya yang angkat suara,protes akan tingkah laku rey yang melerai pertengkarannya dengan Allena.
"Kau wakil ketua murid,tapi kelakuan mu sama aja kayak murid lainnya.Dimana,jiwa kepemimpinan mu?".Gertak rey.
"Dia yang mulai?".Sahut maya.
"Loe,bego".Allena,jelas tak terima dengan tuduhan maya.Dia balik menuduh maya.
Adu mulut kembali terjadi antara Maya dan Allena,meski mereka ada dalam cengkeraman rey tak menyurutkan mereka untuk tetap melanjutkan pertengkaran mereka.
__ADS_1
"Diam".Teriak Mia.