Broken Angel

Broken Angel
Part 166


__ADS_3

Aida,membawa dampak positif bagi hidup marga.Dengan nya keberanian itu muncul,menipis segala keraguan yang ada, menyingkirkan rasa takut dan lebih berani membela kebenaran.


Susah payah marga,mengejar aida yang sudah melangkah masuk ke dalam menuju meja sekuriti.


"Maaf".Kata marga, dengan napas tersengal.


Aida tersenyum,marga pada akhirnya mau melangkah bersama demi menyampaikan pesan dan permintaan allena terhadap mamahnya yang super sibuk dan mengabaikan tumbuh kembangnya.


"Gak usah minta maaf".Sahut aida,mengandeng tangan marga.


Marga,tersenyum membalas perlakuan manis aida.Berpegangan tangan bisa menumbuhkan keberanian diantara mereka berdua.


"Selamat pagi".Ucap salam marga, berikan pada dua sekuriti yang bertugas.


"Selamat pagi juga,bapak dan ibu.Ada keperluan apa yah?".


"Boleh,kamu bertemu dengan ibu Axel Maureen ".


"Sudah membuat janji, sebelum nya?".


"Belum".

__ADS_1


"Kalau begitu, silahkan pergi dan buat janji temu terlebih dahulu".Ucap salah satu sekuriti penjaga.


Marga,menoleh pada aida.Hal ini yang sebenarnya yang di takutkan oleh marga.Mendapatkan sebuah penolakan dan usaha mereka menjadi sia-sia.


Berbeda dengan aida,dia mengeluarkan kartu pengenalnya beserta dengan jabatan dan juga bukti chat dari Axel yang sudah dia edit tanggal pengiriman nya.


"Kami memang belum membuat janji,tapi Axel Maureen telah meminta saya untuk memeriksa kesehatan nya".Jelas aida, menyodorkan handphone nya pada seorang sekuriti dengan bukti chat yang di kirim langsung oleh Axel.


Sekuriti itu mengamati bukti chat,menganalisis dan mengamati nya kemudian menyodorkan handphone itu pada teman yang satunya.


"Tapi,kami tidak di kasih tau mengenai info ini".Ucap sekuriti yang satunya lagi.


"Mungkin dia lupa,saking sibuknya mengurus bisnis nya".Bukan aida yang angkat bicara, melainkan marga.


Aida, sendiri juga sampai-sampai di buat tak percaya dengan ucapan marga.Berbicara dengan begitu lantangnya, tanpa gentar.


Kedua satpam itu saling pandang.Saling bertukar pendapat melalui tatapan mata mereka.


"Yah,sudah.Kalian boleh masuk".Ucap seorang satpam sembari mengembalikan handphone aida.


Aida dan marga tersenyum.Dengan arahan dan petunjuk dari sekuriti mereka bisa tau letak ruangan Axel.

__ADS_1


"Tak ku sangka".Ucap aida,sembari berjalan menyusuri setiap lantai ruangan."Tak ku sangka, ternyata kekasih ku bisa berbicara dengan lantangnya".Ucap aida,memuji marga.


Marga, menekan tombol tabung besi menunjuk ke angka lantai 23.Lantai, ruangan Axel berada."Siapa dulu dong, gurunya?".Kata marga, melangkah ke dalam tabung besi dengan aida berada di sampingnya.


"Siapa?".Tanya aida, curiga.


"Yah, siapa yah?".Pancing marga.


Aida,membuang pandangannya ke sembarang arah.Si dokter cantik dan Sholeh ini ternyata adalah seorang wanita pencemburu.Curiga terhadap pasangannya tanpa bukti.


"Tentunya, kamu.Aida nur janah".Ucap lembut marga, mengakhiri drama nya."Tak ada lagi wanita di hidup ku selain kamu".Kata marga lagi, mengenggam erat tangan aida.


Perlahan aida menoleh.Perlakuan kecil tapi manis marga ini memang selalu berhasil meluluhkan hati aida,meredam emosi yang sempat naik.


"Kamu bikin aku cemburu aja'.Ucap aida, mencubit perut marga.


Marga juga tak mau kalah dengan aksi jahil aida.Alhasil kedua sejoli ini saling lempar candaan dan perlakuan manis.Tapi,aksi mereka harus terhenti kala tabung besi itu sudah terbuka.


"Are you ready,aida!".Seru marga.


"Insha Allah ".Jawab aida, melangkahkan kaki keluar dari tabung besi.

__ADS_1


__ADS_2