
Allena menangis sesenggukan di dalam mobil rey yang melesat pergi dengan kecepatan tinggi.Maklum saja,si pengendara nya sedang lagi emosi-emosi nya karena mendapatkan sebuah tamparan dan juga Bentakan,sama seperti allena.
Gadis kecilnya,merpati putihnya kehidupan nya sama seperti dirinya.Sama-sama terlahir di keluarga yang tak utuh dan egois.Sudah sejak kecil mereka menerima pengabaian dari orang tua mereka sendiri.Haus akan kasih sayang dan cinta yang tak pernah tumbuh di hati mereka.
Rey,memang kehidupan nya hampir sama dengan allena.Hanya saja,dia seorang laki-laki tentu dia berbeda dengan Allena.Wanita lemah tapi di perlakukan layaknya seperti binatang.
Allena, masih menangis sesenggukan.Dia seakan tak percaya dengan kejadian yang begitu cepat,merenggut paksa kebahagiaan yang baru saja dia rasakan.
Yah, kebahagiaan di hatinya memang tak sepenuhnya sempurna.Tapi, setidaknya itu bisa mengobati luka hatinya.Namun,luka itu belum juga kunjung sembuh, hatinya kembali lagi terluka.
Axel, seperti menaruh garam diatas lukanya yang baru mengering.Semakin terluka saja Allena.Dia pikir Axel akan sadar akan keegoisan nya tapi,yang ada dia merasa malu memiliki anak seperti dirinya.
"Harus kah aku m*** saja".Gumam Allena,sembari memukul-mukul dadanya yang terasa perih dan sesak.
Refleks Rey,menginjak rem nya demi mendengar ucapan putus asa seorang Allena Aidira.Sontak saja,itu membuat Allena menjadi terjengkang ke depan apalagi dia tidak memakai sealtbelt.
__ADS_1
"Apa kata mu?,coba ulangi lagi?".Sentak rey,menatap Allena yang masih terpuruk.
"Untuk apa aku hidup Rey?,sedang orang tua ku aja bahkan tidak menginginkan kehidupan ku?,untuk apa Rey?".Tanya, frustasi Allena.Menoleh kearah rey.
Rey,yang merasakan kesedihan dan luka hati Allena.Memwluk tubuh ringkih penuh luka itu.Menenangkan gadis kecil nya.
"Ada aku allena,ada aku".Ucap lembut Rey,seraya mengelus puncak kepala Allena."Ada aku yang akan menjaga mu,aku yang akan melindungi mu layak nya kakak melindungi adik perempuannya".Ucap Rey lagi.
Allena,semakin menangis sesenggukan dalam dekapan tubuh rey yang sama-sama terluka.Hati dan jiwa mereka seakan bersatu dalam luka hati dan kehidupan yang amat perih.
"Apalah arti hidup,jika hidup mu tak di inginkan bahkan orang tua kandung mu sendiri mengabaikan kita.Aku di paksa menjalani hidup di tengah kerasnya dunia'.Ucap Allena.
Rey, semakin mengeratkan pelukannya nya.Mencoba untuk meredam luka di hati Allena,sama seperti dirinya yang terluka.
Agak lama Allena menangis sesenggukan dalam dekapan tubuh rey hingga matanya menjadi sayu dan pipinya menjadi sembab akibat terlalu banyak mengeluarkan air mata dan hidung nya kembang-kempis,akibat mengeluarkan ingus.
__ADS_1
"Kenapa ayah mu menampar mu?".Tanya allena,memecah keheningan diantara mereka yang sempat saling terdiam.
Rey, menundukkan kepalanya.Tak mudah untuk dia menceritakan hidupnya yang pahit dan keras di bawah didikan ayahnya yang tegas.Memaksanya untuk hidup sesuai dengan keinginannya, merebut paksa kebebasan berpikir dan menentukan nasib hidupnya.
"Rey".Panggil Allena,menyentuh pundak rey yang menundukkan kepalanya.
"Sebenarnya hidup ku juga sama seperti mu".Ucap lesu rey.
"Sama?".Tanya allena, mengerutkan keningnya seakan tak percaya.
Rey, mengangkat kepalanya.Menoleh pada gadis kecilnya."Yah sama.Hidup ku dan segala kepahitan dalam hidup sama seperti mu".Ucap Rey, mengenggam tangan allena."Kita harus kuat,mungkin kita sengaja di pertemukan karena nasib yang sama agar kita saling menguatkan".Jelas Rey,menatap Allena.
Allena,yang tak mengerti dengan apa yang terjadi.Dia menggelengkan kepala."Tidak Rey".Sanggah Allena."Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua sudah diatur sejak pertama kali kau tak sengaja menemukan ku".Jelas Allena,balas menggenggam tangan Rey.
"Iya, mungkin.Maka dari itu kita harus bersama, menguatkan hati kita yang sama-sama terluka.".Ucap Rey,kembali memeluk tubuh ringkih gadis kecil nya.
__ADS_1
Kembali Allena menangis sesenggukan di dalam dekapan rey.Kali ini,dia tidak sendiri.Rey,tanpa malu dia menangis dalam dekapan tubuh Allena.Gadis kecilnya yang dia rindukan, merpati putihnya yang dia coba sembuhkan sayap-sayap nya yang terluka.