Broken Angel

Broken Angel
Episode 205 [SEASON 2] Pelantikan Dimas


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 105


...•...


Dimas & Wilona masuk ke tengah hutan yang lebat dan jauh dari perumahan warga, mereka sengaja datang ke tempat itu supaya tidak ada satupun yang bisa melihat wujud asli mereka dan tentunya juga agar mudah bagi mereka untuk membuka portal menuju dunia lain. Tampak Wilona terus melihat ke sekeliling memastikan apakah disana ada orang atau tidak yang bisa menyaksikan ini.


"Sepertinya tempat ini sepi, aku bisa buka portal itu sekarang dan kita akan langsung menuju alam emas agar aku bisa melantik kamu jadi seorang raja!" ucap Wilona tersenyum memandang Dimas.


"Bagus, yasudah cepat lakukan!" perintah Dimas.


"Baik!"


Wilona mengangkat tangannya ke atas mengeluarkan sinar emas yang membentuk lingkaran kecil, lalu ia meniup sinar tersebut agar mengarah ke tempat yang ditujunya. Dalam sekejap muncullah sebuah cermin besar berwarna putih dipenuhi asap tebal di depan mereka, Wilona langsung menggandeng tangan Dimas dan mengajaknya masuk ke cermin tersebut.


"Ayo, Dimas!" ucap Wilona.


"Panggil aku, sayang!" pinta Dimas.


"Maksudnya, ayo sayang!" ucap Wilona meralat ucapannya agar Dimas senang.


Mereka pun melangkah maju dengan perlahan memasuki cermin antar alam tersebut, dengan sekejap tubuh mereka menghilang bersama cermin yang juga ikut menghilang. Tampak mereka terombang-ambing di dalam sana dan Wilona mengatakan jangan pernah melepas pegangan tangannya atau mereka akan terpisah serta terjebak dalam dimensi tersebut.


"Jangan lepas tangan aku, sayang!" ucap Wilona.

__ADS_1


"Tentu," jawab Dimas.


Akhirnya setelah sekitar 10 menit menahan goncangan, mereka pun sampai di sebuah tempat yang dipenuhi dengan emas berkilauan bahkan kupu-kupu yang lewat sana juga berwarna emas. Tampak Dimas langsung menganga melihat semuanya serasa seperti berada dalam mimpi, bayangkan saja air disana juga berwarna emas dan langitnya juga terbuat dari emas.


"Ini alam kamu, sayang?" tanya Dimas.


"Iya, selamat datang disini sayangku!" jawab Wilona.


"Cantik sekali, sama seperti putrinya yaitu kamu!" puji Dimas sambil mencolek pipi Wilona.


Mereka terus berjalan sambil bergandengan tangan menuju istana emas yang ada di depan, terlihat sebuah karpet emas terbentang di jalan yang mereka lalui dan banyak makhluk-makhluk penghuni disana menyambut kedatangan mereka dengan melempari bunga-bunga emas ke jalanan.


"Di dalam sana ada para bidadari merah yang tengah beristirahat menunggu ditugaskan untuk menyebarkan emas-emas ini di bumi, apa kamu ingin bertemu mereka sayangku?" ucap Wilona menunjuk ke tempat istirahat bidadari yang lebih mirip sebuah kastil sederhana.


"Tidak perlu, aku hanya ingin segera dilantik dan resmi menjadi suamimu sayangku!" ucap Dimas sambil mengecup kening Wilona.


"Baiklah," ucap Wilona tersenyum.


Perjalanan panjang itu telah berakhir, kini mereka sampai di depan pintu istana yang megah dan seluruhnya terbuat dari emas itu. Dengan sekali tepukan, pintu besar itu terbuka sehingga mereka bisa masuk kesana dan menuju tempat pelantikan.


"Terimakasih, karena kalian sudah mau datang! Aku meminta kalian kesini, karena aku ingin memperkenalkan kalian kepada raja baru kalian yang juga akan resmi menjadi suamiku! Dia adalah Dimas, seorang pangeran langit yang tampan nan rupawan! Mulai hari ini aku nyatakan Dimas sebagai pemimpin di kerajaan emas serta seluruh alam pelangi, siapapun yang ada disini harus tunduk dan patuh pada perintahnya termasuk juga aku!" ucap Wilona.


Semua disana langsung saling pandang seperti tak percaya dengan perkataan ratu mereka itu, namun Wilona langsung dengan cepat membentak mereka.


"Ada apa? Kenapa kalian seperti tidak suka begitu? Apa dari kalian ada yang tidak setuju dengan keputusan yang aku buat? Kalau memang begitu, silahkan saja kalian keluar dari istana ini dan hidup sebagai seorang budak yang tak dianggap! Siapa yang mau aku jadikan seperti itu??" ujar Wilona.


Sontak mereka semua langsung tertunduk memohon ampun pada Wilona, mereka tak tentunya harus menjalani hidup sebagai seorang budak yang mengerikan itu. Wilona pun tersenyum puas lalu meminta Dimas naik ke depan untuk dipasangkan mahkota olehnya, tentu dengan senang hati Dimas naik di samping Wilona sambil tersenyum.


"Silahkan, sayang!" ucap Wilona.


Dimas mulai melangkahkan kakinya ke atas singgasana mendekati Wilona disana, sementara Wilona melepas mahkota yang ia kenakan dan bersiap untuk meletakkan itu di atas kepala Dimas.

__ADS_1


"Dengan ini aku nyatakan, Dimas sebagai pemimpin kita semua di kerajaan ini sekaligus suami yang sah bagiku serta para bidadari disini! Barangsiapa yang membelot dari perintahnya, maka akan dijatuhkan hukuman seberat-beratnya..." ucap Wilona resmi melantik Dimas sebagai raja di alam pelangi yang itu artinya seluruh makhluk disana wajib tunduk padanya termasuk juga para bidadari di khayangan.


Dimas pun tersenyum puas mengangkat tangannya sebagai tanda menyapa para penghuni disana, lalu dengan cepat ia duduk di atas kursi singgasana yang telah disiapkan cukup megah. Sedangkan Wilona yang kini telah resmi menjadi istrinya duduk tepat di samping sang suami, mereka saling pandang dan tersenyum satu sama lain.


"Kemenangan ku sudah di depan mata, dan kehancuran Keira juga akan segera tiba! Tunggulah waktu itu Keira...." batin Wilona.


...•••...


Disisi lain, ratu Keira kembali merasa gelisah yang tak beralasan di dalam hatinya... entah mengapa ia tiba-tiba saja merasa tidak nyaman seperti ada yang akan terjadi pada dirinya maupun para bidadari nya. Ratu Keira bangkit dari tempat duduknya dan pergi menuju air ajaib untuk mencari tahu apa yang sudah terjadi sebenarnya, ia sangat penasaran mengapa belakangan ini perasaan itu selalu muncul.


Sesampainya di kolam air ajaib itu, Keira langsung mengatakan padanya untuk menunjukkan apa yang terjadi sehingga membuat hatinya gelisah. Akan tetapi, kolam tersebut malah menampakkan sebuah asap hitam pekat yang menutupi seluruh dunia. Keira pun tak mengerti dengan maksud dari air ajaibnya tersebut, namun ia berusaha terus berpikir untuk memahami apa yang dimaksud airnya itu.


"Ada apa ini sebenarnya? Mungkinkah kalau bumi dan seluruh alam semesta akan dilanda badai hebat yang menyebabkan seluruh daerah akan dipenuhi oleh asap hitam pekat seperti ini? Tapi, bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Sosok hitam mana yang mampu membuat hal itu? Aku harus mencari tau lebih lanjut tentang ini, karena sepertinya ini bukan masalah kecil lagi yang bisa aku abaikan! Ya aku akan turun sendiri mencari tau semuanya tanpa meminta bantuan pada bidadari, aku takut mereka akan panik nantinya dan suasana jadi semakin kacau!" ucap Keira cemas terus memandangi kolam air ajaibnya.


Lalu, sang ratu pun pergi dari kolam tersebut untuk mencari tahu lebih dalam tentang semuanya dan apa yang dimaksud oleh kolam tadi. Namun, sayang sekali ratu Keira melewatkan kesempatan emas saat air di dalam kolam itu menunjukkan wajah Dimas yang tengah duduk berdua di singgasana bersama Wilona dan tampak mesra.


Ratu Keira kini keluar dari nirwana tempatnya beristirahat, ia menemui Nawal yang tengah berjaga-jaga di luar dengan wajah tenang dan terus tersenyum agar tidak ada kepanikan.


"Nawal!" sapa sang ratu.


"Ya, ada apa ratu?" tanya Nawal heran.


"Aku titip alam bidadari pada kamu, aku akan pergi menemui Sahira di bumi..." jawab ratu.


"Kenapa ratu ingin ke bumi?" tanya Nawal lagi.


"Aku hanya rindu dengannya, sudah ya aku harus pergi sekarang!" ucap ratu Keira.


"Baik, ratu!"


Ratu Keira pun lanjut melangkah pergi dari alam bidadari meninggalkan Nawal disana.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2