Broken Angel

Broken Angel
Episode 210 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 110


...•...


Kirana serta Zaenal kembali ke rumah mereka dengan wajah kesal dan emosi akibat gagalnya anak-anak wild blood pergi ke Bogor, Zaenal jadi yang paling emosi mengingat ia sudah berpikir keras semalaman demi memikirkan rencana yang pas untuk membalas dendam pada Sahira & Lucas.


Sementara Kirana juga sedikit kesal walau tak separah Zaenal yang sampai membanting vas bunga serta barang-barang lainnya ke lantai, mereka berdua tak menyangka kalau Willy malah menggagalkan rencana mereka sendiri dengan menahan Aldi yang hendak pergi ke warung babeh tadi.


"Aaarrgghh! Sialan banget tuh, Willy! Semua rencana yang udah gue susun matang-matang jadi gagal gara-gara kebodohan dia! Seharusnya dia gak ngelakuin itu semua, dasar bodoh!" teriak Zaenal mengamuk disana membanting barang-barang.


Kirana tampak ketakutan melihat kemarahan abangnya yang amat sangat menyeramkan, namun ia paham betul kenapa Zaenal sampai semarah itu karena rencananya harus gagal dilaksanakan karena kecerobohan Willy. Kirana pun coba mendekati Zaenal untuk menenangkan pria itu agar tidak lagi membanting barang-barang yang tak bersalah.


"Bang, udah jangan ngamuk-ngamuk lagi! Kalo semua barang disini rusak, emang lu punya uang buat beli lagi? Sabar aja bang, mungkin rencana lu bisa kita pakai di lain waktu!" ucap Kirana menaruh tangannya di sela sela lengan Zaenal sambil tersenyum membenamkan wajahnya disana.


Pria itu menoleh menatap mata adiknya dengan tajam, masih ada banyak rasa amarah di dalam hatinya yang belum ia luapkan. Namun, saat Kirana memeluknya semua rasa emosi itu dengan sekejap menghilang dan kini yang ia rasakan adalah ketenangan dari pelukan sang adik.


"Nah, bagus bang! Lu harus tenang dan jangan terbawa rasa amarah lu! Semuanya gak akan pernah selesai kalau kita emosi, masih ada banyak kesempatan buat kita untuk membalas dendam! Gue pastikan rencana lu itu gak akan sia-sia bang, sekarang kita makan dulu yuk!" ucap Kirana dengan nada lembut menenangkan abangnya.


"Iya lu bener, gue terlalu emosi sampai ngerusak semua barang disini untung aja lu cepet hentiin gue kalo gak bakal makin banyak barang yang gue rusak! Thanks ya, gue belajar banyak dari lu tentang kesabaran yang dari dulu selalu gak bisa gue lakuin!" ucap Zaenal mengusap kepala Kirana.


Cuppp...


Pria itu memberi kecupan di kening sang adik sebagai tanda terimakasih karena sudah membantu menenangkan dirinya, mereka pun jalan bersama menuju meja makan untuk menikmati makan malam yang sudah disiapkan oleh Kirana sebelumnya.


"Kalo lu bisa tenang, itu artinya dunia sedang tidak baik-baik aja bang..." batin Kirana tersenyum menyeringai.



__ADS_1


Sementara itu, Willy tengah diobati oleh April di rumahnya karena terkena pukulan dari Zaenal saat ia mengatakan kalau geng wild blood tidak jadi pergi ke Bogor karena Aldi terluka. Pukulan Zaenal memang tidak ada tandingannya karena dengan satu pukulan saja Willy langsung tergeletak tak berdaya dan wajahnya mengeluarkan cukup banyak darah.


"Awh, awhh..." rintih Willy menahan sakit.


"Tahan bang, ini gue lagi obatin biar lukanya gak tambah sakit! Katanya laki, kok baru begini aja udah kesakitan?" ujar April.


"Sembarangan lu, ini sakit tau! Coba aja lu rasain sendiri ditonjok sama Zaenal, paling langsung nangis kejer lu!" ujar Willy kesal.


"Ish ya beda lah, bang! Gue kan cewek, kalo lu cowok jadi harus kuat dong! Lagian salah lu sendiri sih pake ngegagalin rencananya bang Zaenal sama Kirana, kan tau rasa tuh jadi kena bogem!" ucap April menahan tawanya dengan menutup mulut.


"Gue kuat, tapi pukulan si Zaenal aja tuh yang kenceng banget! Dia gak kira-kira mukulnya padahal gue kan juga gak tau apa-apa soal rencana mereka, lagian lu sih gak kasih tau gue!" ujar Willy.


"Ish gue udah kasih tau ya kemarin, lu aja yang gak mau dengerin malah asik nonton duo botak!" ucap April mendorong lengan abangnya.


"Heh, sakit jangan didorong-dorong!" ujar Willy.


"Yaelah lebay lu ah! Baru didorong begitu aja udah kesakitan, lagian yang sakit kan muka lu bukan lengan lu bang!" ucap April.


"Ya sama aja, kan nyamber sampe kesini!" ucap Willy menunjuk luka di wajahnya sambil nyengir.


April hanya memutar bola matanya lalu kembali meneruskan mengobati luka abangnya walau dengan terpaksa, barulah setelah selesai ia hendak pergi meninggalkan Willy disana.


"Gue laper, mau makan! Lagian kan udah selesai ngobatin lu nya, udah ah jangan tahan tahan gue lagi!" jawab April ketus.


"Wih gue juga mau dong makan, lu masak apa hari ini?" ujar Willy nyengir.


"Gue gak masak, males! Jadi mau order dari luar aja, kalo lu mau biar sekalian gue pesenin nih!" ucap April.


"Boleh deh, gue mau ayam rica-rica sama es teh manis!" ucap Willy.


"Yaudah tunggu!" ucap April lalu pergi menaruh bekas obat tadi ke dapur.


Sedangkan Willy tetap disana sambil tersenyum-senyum sendiri memandangi punggung adiknya dari sana, ia masih terus memegangi wajahnya yang terluka dan sedikit meringis menahan sakit.


"Haish, pantes aja si Lucas sampe masuk rumah sakit kemarin! Ternyata pukulan Zaenal bukan main dah sakitnya!" batin Willy mengusap-usap wajahnya.


...•••...

__ADS_1


Disisi lain, Lucas bersama anggota wild blood lainnya serta Kia masih menunggu di rumah sakit menemani Aldi yang sudah dipindah ke ruang rawat vip. Luka-luka di wajahnya juga telah diobati namun Aldi masih belum boleh pulang karena kondisinya belum stabil, disarankan pria itu harus dirawat satu malam sebelum bisa pulang ke rumah.


"Guys, kita gantian jaga-jaga disini! Jangan sampai Aldi sendirian gak ada yang jaga, bisa aja ada anggota the darks yang pengen lukain dia!" ucap Lucas memberi arahan pada anggotanya.


"Siap, Kas!" ucap Alan lalu diangguki oleh anggota wild blood yang lainnya.


Sementara Kia masih terdiam disana mendoakan kesembuhan Aldi agar bisa lebih cepat pulang, Lucas pun menatap gadis itu lalu mendekatinya karena merasa kasihan dengan Kia.


"Hey, Kia!" panggil Lucas menghampiri gadis itu.


"Ah iya, kenapa?" tanya Kia kaget.


"Lu gak pulang? Emangnya gak dicariin sama keluarga lu?" ucap Lucas penasaran.


"Eee gak tau sih, emang kenapa?" ucap Kia.


"Kalo lu mau pulang, yaudah pulang aja! Biar gue sama yang lain jaga disini! Kasihan kalo cewek kayak lu malam-malam masih di luar, lu juga belum makan malam kan? Atau mau ke kantin dulu, kita makan sama-sama?" ujar Lucas.


"Eh gausah, Kas! Gue bisa makan nanti di rumah, yaudah kalo gitu gue balik dulu ya! Kalau ada kabar tentang kondisi Aldi, tolong kasih tau gue ya!" ucap Kia pelan.


"Santai, mau gue anterin gak?" ucap Lucas menawarkan diri untuk mengantar Kia.


"Gausah, Kas! Gue pesan taksi online aja!" jawab Kia.


"Yakin? Mending lu diantar salah satu anak wild blood aja, gue khawatir terjadi sesuatu sama lu!" ucap Lucas.


"Eee ya terserah lu aja deh..." ucap Kia.


"Oke,"


Lucas pun menghampiri teman-temannya diikuti oleh Kia di belakangnya, Lucas meminta Geri untuk mengantar Kia pulang ke rumahnya.


"Ger, lu anterin Kia pulang ya! Jagain dia, tapi ingat jangan macam-macam sama dia!" ucap Lucas.


"Oh siap, Kas! Yuk, gue anterin!" ucap Geri.


Kia hanya mengangguk lalu mengikuti Geri keluar dari rumah sakit, sementara Lucas menyuruh Daffa serta Wisnu membeli makanan di kantin untuk mereka semua.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2