
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...~Yang kamu lihat kuat belum tentu kuat, yang kamu lihat lemah juga belum tentu dia lemah. Jangan salahkan pandanganmu karena melihat itu semua, tapi salahkan hatimu yang sudah berpikir demikian!~...
...×××...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 57
...•...
...HAPPY READING...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Setelah sekitar setengah jam, akhirnya dokter Septian berhasil sadar dan terkejut saat melihat Sahira serta Lucas ada di depannya saat ini. Ya dokter itu mengucek-ngucek matanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, ia tak menyangka bisa melihat kembali sosok wanita yang dicintainya selama ini yaitu Sahira, walau harus dengan kekasihnya disana.
Melihat dokter Septian sudah sadar, Sahira dan Lucas pun tampak tersenyum lalu maju mendekat ke arah dokter Septian. Mereka senang karena Septian sudah berhasil sembuh dari racun ular itu dan saat ini bahkan dia sudah sadar, ya mereka memang membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa menyembuhkan Septian dan menyadarkan dia.
"Dok, syukurlah kamu sudah sadar!" ucap Sahira tersenyum ke arah dokter Septian.
Melihat Sahira senyum ke arah dokter itu, membuat Lucas agak cemburu dan memberikan lirikan sinis ke arah gadisnya. Tentu Sahira menyadarinya dan ia justru terkekeh geli melihatnya.
"Iya, memangnya apa yang terjadi dengan saya?" tanya dokter Septian terheran-heran.
Sahira pun menoleh ke arah Lucas untuk bertanya bagaimana cara menjawab pertanyaan Septian itu, karena ia bingung harus menjawab apa. Entah mengapa saat bersama Lucas, Sahira menjadi sulit untuk berpikir dengan otaknya.
"Tadi dokter abis ketiduran, mungkin kecapekan gara-gara pasiennya membludak." jawab Lucas.
"Hah? Lalu, ngapain kalian berdua disini? Sahira, apa kamu sakit?" tanya dokter Septian heran.
"Enggak kok, dok. Kita kesini mau ketemu temen, dia itu perawat baru disini dan namanya Rara. Dokter pasti kenal kan?" ucap Sahira.
"Ohh, iya iya saya kenal. Jadi, itu teman kalian?" ucap dokter Septian tersenyum.
"Benar dok, tadi kita udah ketemu sama dia dan sekarang dia lagi keluar sebentar ada urusan katanya. Dokter udah gak kenapa-napa kan, gak ada yang sakit atau apa gitu?" ucap Sahira.
"Umm, enggak kok. Kata kalian tadi kan saya cuma ketiduran, kenapa saya harus sakit? Oh ya, ini Sita kemana sih? Ada tamu bukannya disediain minuman, malah kabur gak tahu kemana!" ujar Septian.
"Gapapa dok, kita juga mau langsung pergi kok. Kebetulan di depan pasien dokter masih banyak loh, jadi mending kita pulang aja daripada ganggu!" ucap Sahira berpamitan pada Septian.
"Oh begitu, yasudah gapapa. Maaf ya, saya gak sempat kasih apa-apa buat kalian!" ucap Septian.
"Iya, gapapa. Kita juga gak berharap kok." ucap Lucas.
"Eee yaudah dok, kalo gitu kita pamit dulu ya? Dokter jangan sampe kecapekan! Ntar ketiduran lagi loh, kan bahaya!" ucap Sahira tersenyum.
"Iya, terimakasih!" ucap dokter Septian.
Lucas pun langsung menarik tangan Sahira dan membawanya keluar dari ruangan dokter tersebut, ya Lucas tampak tak suka melihat gadisnya menaruh perhatian pada pria yang menyukainya itu. Apalagi terlihat memang Sahira sengaja ingin memancing kekasihnya itu cemburu padanya, buktinya Sahira pun malah tertawa saat mereka sampai di luar.
Ya keadaan di rumah sakit itu kini sudah kembali seperti semula, semua kerusakan yang diperbuat oleh siluman tadi berhasil dipulihkan oleh Lucas dalam waktu sekejap. Ia juga telah mengaktifkan kembali waktu sehingga semua orang dapat bergerak kembali dengan normal.
"Kas, kamu apaan sih?" tanya Sahira sambil menahan tawanya.
"Ya kamu tuh yang apaan?! Malah sengaja kasih perhatian ke dokter itu, padahal ada aku di samping kamu!" ujar Lucas.
"Hahaha, kamu lucu deh!" ucap Sahira.
Lucas pun ngambek dan membuang muka sembari melipat kedua tangannya di depan.
...•••...
Sementara itu, Willy sampai tepat di depan pagar rumah Kania dan langsung melepas helm lalu merapihkan rambutnya sebelum turun menemui Kania di dalam sana. Willy ingin tampil sempurna di hadapan Kania nantinya, karena ia tak mau kalah ganteng dibanding Aldi pria yang juga menjadi saingannya untuk bisa mendapatkan Kania itu.
Setelah dirasa rapih dan cukup tampan, Willy pun turun dari motornya lalu berjalan menuju ke dekat gerbang untuk memanggil Kania. Tampak ada kang Amin yang tengah mencuci mobil disana dan melihat kedatangan Willy di depan pagar, kang Amin pun berjalan menghampiri Willy dengan wajah penasaran karena heran melihat pria itu berdiri di depan pagar.
"Oi! Ngapain kamu disitu?" tegur kang Amin bertanya pada Willy dari tempatnya mencuci mobil.
"Eh ada pak supir. Ini pak, anu..." ucap Willy tertahan.
"Enak aja panggil saya pak! Saya ini masih muda tahu, panggil aja kang!" ujar kang Amin.
"Ohh, iya iya kang." ujar Willy nyengir.
__ADS_1
"Yaudah, ada apa kamu kesini?" tanya kang Amin.
"Ini loh, kang. Saya mau ketemu sama Kania, eee kira-kira Kania nya ada gak kang di dalam? Kalau misal ada, tolong panggilin dong suruh temui saya gitu disini!" jawab Willy.
"Ohh, situ temennya non Kania?" tanya kang Amin.
"Iya kang, bener! Saya teman sekaligus calon pacar Kania yang gantengnya gak ada lawan, mungkin cuma Tom Holland aja yang di atas saya, itu juga tipis sih." ucap Willy menyombongkan diri.
"Yeh meni belagu pisan sia teh! Yaudah, sebentar saya panggilin non Kania dulu di dalam!" ujar Amin.
"Siap, kang!" ucap Willy nyengir.
Setelahnya, kang Amin pun pergi ke dalam rumah itu untuk memanggilkan Kania dan mengatakan padanya bahwa ada Willy disana. Sedangkan Willy sendiri memilih duduk di atas jok motornya sembari menunggu kedatangan Kania, ya tentunya ia juga berkaca kembali di spion untuk melihat wajahnya apakah sudah tampak atau belum.
❤️
Kang Amin kini menemui Kania yang sedang menonton tv di ruang keluarga, ya ia pun mendekat ke arah Kania untuk melapor pada gadis tersebut tentang Willy yang ingin bertemu dengannya.
"Misi non, saya mau bilang sesuatu." ucap Amin.
"Iya kang, bilang apa?" tanya Kania heran.
"Itu di depan ada cowok mau ketemu sama non Kania, katanya sih temannya non Kania. Dia juga bilang sebentar lagi bakal jadi calon pacar non Kania," jawab kang Amin.
"Hah? Siapa kang?" tanya Kania terheran-heran.
"Gak tahu, non. Dia gak kasih tahu nama! Tapi, dia ngaku kalau gantengnya itu selevel Tom Holland." jawab kang Amin.
"Hah? Siapa sih dia??" ujar Kania kaget.
"Enggak tahu, non. Sebaiknya non temuin aja dia di depan gerbang, supaya non bisa lihat langsung!" ucap kang Amin.
"Iya deh, makasih ya kang!" ucap Kania tersenyum.
"Sama-sama, non." ucap kang Amin.
Kania pun bangkit dari sofa tempat ia duduk tadi, lalu pergi ke depan rumah bersama kang Amin untuk menemui Willy yang masih menunggu disana.
Sesampainya di luar, Kania melihat sosok Willy yang tengah menunggunya di depan pagar. Tentu saja ia geleng-geleng kepala dan menoleh ke arah kang Amin sambil terkekeh kecil.
"Iya non, dia sendiri yang bilang gitu." jawab Amin.
"Aduh aduh, itu mah bukan mirip Tom Holland, kang. Tapi, miripnya sama Tom and Jerry!" ujar Kania.
"Hahaha, non Kania bisa aja!" ujar Amin.
Mereka pun tertawa sebentar disana karena candaan dari Kania barusan, setelahnya barulah Kania pergi untuk menemui Willy yang sudah menunggunya cukup lama di depan sana.
"Mau ngapain lagi sih dia..??" gumamnya dalam hati sembari berjalan ke arah gerbang.
...•••...
Disisi lain, malam pelantikan Wilona sebagai ratu nirwana kini akan dimulai sebentar lagi. Semua bidadari serta beberapa pasukan langit milik raja Nuril juga telah berkumpul disana, mereka semua bersiap untuk menyambut kehadiran Wilona sekaligus mengangkat Wilona sebagai ratu mereka yang kedua di nirwana itu bersama dengan Keira yang juga sudah dinobatkan sebagai ratu sejak lama.
Tak lama kemudian, Wilona pun muncul diantar oleh Keira serta beberapa pelayan di nirwana untuk pergi menuju singgasana miliknya yang sudah dihias dengan sangat cantik. Banyak sekali hiasan kelap-kelip disana menambah keindahan dan sorak sorai dari para penghuni nirwana juga menambah keramaian di malam hari yang indah ini, cukup banyak yang sudah tidak sabar menantikan proses pelantikan Wilona sebagai ratu ini.
Keira pun mengambil sebuah mahkota baru yang dibuat olehnya sendiri dari kotak kaca yang dibawa oleh pelayan disana, Keira akan meletakkan mahkota baru tersebut di atas kepala adiknya yang sebentar lagi tentunya akan menjadi ratu kedua di nirwana.
"Lona, terimalah mahkota ini! Dan kamu akan resmi menjadi ratu kedua di nirwana bersamaku, apa kamu bersedia adikku?" ucap Keira.
Wilona tersenyum sejenak menatap wajah kakaknya itu dan dengan keyakinan penuh ia pun mengangguk.
"Iya, aku siap Kei! Segalanya yang berhubungan dengan nirwana ini, nantinya juga akan menjadi tanggung jawab untukku!" ucap Wilona tegas.
"Baguslah, sekarang terima ini..." ucap Keira.
Ratu Keira pun mulai menggerakkan tangannya untuk menaruh mahkota itu di atas kepala adiknya, sedangkan Wilona tampak sedikit merendahkan posisi kepalanya agar memudahkan Keira untuk meletakkan mahkota tersebut.
Setelah prosesi peletakan mahkota itu usai, kini Wilona pun telah resmi menjadi sang ratu kedua di nirwana itu bersama kakaknya. Wilona kembali menegakkan kepalanya dan menatap wajah sang kakak sambil tersenyum, ia tak menyangka kalau saat ini bisa menjadi ratu di nirwana.
"Lona, sekarang kamu sudah resmi menjadi ratu disini dan semuanya juga akan patuh padamu, ratu Wilona." ucap Keira.
"Makasih kak!" ucap Wilona tersenyum lalu bergerak maju dan mendekap tubuh kakaknya.
"Aku bahagia banget, kamu benar-benar bikin aku merasakan kebahagiaan yang sekian lama aku impikan, Keira!" ucap Wilona berbicara di dalam pelukan itu sambil menangis bahagia.
"Kamu memang pantas mendapatkan ini, Lona! Aku sayang sama kamu, adikku!" ucap Wilona.
__ADS_1
Slaaasshh...
Duaaarrr...
Tiba-tiba sebuah serangan muncul dan merusak semua hiasan di singgasana tersebut, hampir saja kedua ratu itu terkena serangan. Untungnya mereka dapat menghindar dan masih bisa selamat saat ini dari serangan itu, namun mereka tentunya tak senang dengan serangan yang muncul itu.
Semua makhluk disana tampak heboh dan panik setelah muncul serangan dadakan tersebut, suasana yang tengah riuh ramai karena adanya pesta pelantikan pun berubah menjadi cemas dan panik karena serangan dari seseorang yang masih belum mereka ketahui siapa.
"Hahaha... hahaha...."
Tiba-tiba sebuah suara tawa seram muncul dari arah samping singgasana, mereka pun kompak menoleh ke arah yang sama dan melongok secara bersamaan saat melihat sosok tersebut. Ya ratu Sofia adalah pelakunya yang melakukan serangan dadakan tadi kepada ratu Keira dan juga Wilona.
"Ratu Sofia...??" ucap Wilona terkejut.
"Hahaha, ya ini aku Wilona! Bisa-bisanya kamu justru berkhianat dariku dan memilih bergabung dengan si jahat itu, apa kamu sudah lupa denganku ha?" ujar ratu Sofia terlihat emosi.
"Ratu, kamu salah! Karena yang jahat itu kamu, bukan kak Keira!" ujar Wilona.
"Kurang ajar! Akan kuratakan kalian semua yang ada disini sekarang juga! Namun, tentunya akan kuhabisi kau lebih dulu Wilona dan Keira karena kalian adalah musuh terbesarku saat ini!" ujar ratu Sofia.
"Hey, ratu bodoh! Jangan kira semudah itu kau bisa menyentuh ratu kami!" ujar Sahira.
"Benar itu, kamu disini hanya sendiri. Sedangkan kami ada banyak, bagaimana mungkin kamu bisa mengalahkan kami semua?" sahut Lucas.
"Hahaha, kalian memang banyak. Tapi, aku bisa meratakan kalian semua dengan kekuatanku!" ujar ratu Sofia menyombongkan diri.
Semua disana pun bersiap untuk melakukan penyerangan kepada Sofia.
"Rasakan ini, Keira..." ucap Sofia dengan tatapan tajam membunuh ke arah Keira, ia bersiap mengangkat tongkat miliknya dan mengarahkan kekuatan dari tongkat itu menuju ratu Keira.
Slaaasshh....
Serangan dahsyat yang diberikan oleh Sofia mengarah tepat ke tubuh Keira dan akan menusuk ke dalam jantungnya.
"Kei, awas!" teriak Wilona.
Wilona pun bergerak untuk menyelamatkan Keira alias kakaknya, ia mendorong tubuh Keira hingga tersungkur ke bawah dan terhindar dari serangan ratu Sofia tersebut.
Namun, serangan itu justru mengenai tubuh Wilona dan membuatnya ambruk ke bawah dengan kondisi terluka parah.
"Lona...!!" Keira berteriak sangat keras.
Ratu Keira pun langsung bangkit dari posisinya saat ini dan menghampiri Wilona yang tergeletak disana, ia mengangkat kepala adiknya lalu menaruhnya di atas pangkuannya.
"Lona, kamu harus sadar Lona!" ujar Keira cemas sembari menepuk-nepuk pipi adiknya.
"Uhuk uhuk..." Wilona membuka matanya sambil terbatuk-batuk dan tersenyum begitu melihat wajah kakaknya dari sana.
"Kei, syukurlah kamu selamat!" ucap Wilona.
"Lona, kenapa kamu ngelakuin itu? Kenapa kamu korbanin diri kamu cuma buat selamatin aku?" tanya Keira dengan sangat panik.
"Uhuk uhuk, a...aku cu-cuma mau balas budi atas kebaikan kamu. A-aku juga pengen lihat kamu tetap sehat dan tidak terluka, karena nirwana butuh kamu!" jawab Wilona dengan suara pelan.
"Lona, kamu harus kuat ya! Aku akan berusaha buat selamatin kamu dengan kekuatanku!" ujar Keira.
"Uhuk uhuk..." Wilona kembali terbatuk-batuk cukup parah.
Keira pun berusaha sekeras mungkin untuk mengobati luka di dalam tubuh Wilona, namun usahanya itu sia-sia dan justru kondisi adiknya semakin parah.
"Kei, cu-cukup! Aku udah gak kuat lagi, kamu harus relain aku pergi!" ucap Wilona berusaha menahan Keira untuk tidak melakukan itu lagi.
"Tapi Lona, aku gak mau kehilangan kamu! Pokoknya kamu harus tetap hidup, kamu gak boleh pergi dari sini! Kamu itu ratu nirwana, Lona!" ujar Keira sangat histeris.
"Kei, terimakasih atas kebaikan kamu! Maaf, aku selama ini selalu jahat sama kamu!" ucap Wilona.
"Gapapa Lona, aku udah maafin kamu! Sekarang kamu harus sembuh!" ujar Keira.
"Kei, aku titip salam buat ayah..." ucap Wilona sembari tersenyum.
Ucapan itu menjadi kalimat terakhir yang dapat diucapkan oleh Wilona, ia sudah tidak kuat lagi dan tubuhnya mengejang lalu perlahan matanya terpejam karena serangan dari ratu Sofia tadi.
"Wilonaaaa....!!!" teriak Keira sangat histeris.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1