
Pak Hadi membeberkan semua masalah-masalah yang sering Allena perbuat selama sekolah di SMA Tunas bangsa,dalam setahun aja Allena mampu membolos hingga berpuluh-puluh,belum lagi pelanggaran-pelanggaran lainnya, seperti sering membully, ketahuan merokok di area sekolah,sering mengantuk di jam pelajaran dan terbaru dia tidak mengindahkan peringatan rey akan larangan bagi siswa-siswi untuk tidak membawa kendaraan pribadi ke lingkungan sekolah.
Rey,menunduk sedih tatkala rentetan pelanggaran demi pelanggaran itu di sebutkan, ternyata memang Allena benar-benar siswi bandel,melebihi siswa.
Jauh,sebelum dia mengajar pun.Allena lebih dulu sering melakukan pelanggaran yang mungkin bagi sekolah lain itu semua tidak bisa di tolerir.
"Dengan demikian,Allena Aidira.Siswi kelas XII -Ips 3 ini,saya selaku kepala sekolah.Mengeluarkan siswi kelas XII -Ips 3 dari sekolah ini di mulai sejak hari ini".Ucap lantang pak hadi,tanpa memperdulikan Allena,atau bahkan bertanya tentang alasan kenakalannya.
Allena yang duduk tepat di samping pak Hadi,jelas dia tidak terima dengan keputusan itu yang di rasanya tidak adil dan memberatkan.
Allena,bangkit berdiri."Pak, bapak tidak boleh seenaknya main mengeluarkan anak murid bapak sendiri!".Seru Allena, berkata dengan lantangnya atas keputusan sekolah yang tidak masuk akal.
"Maaf Allena,tapi perbuatan kamu sudah tidak bisa lagi di tolerir".Sahut pak Hadi dengan santainya.
Rey,berlari kearah Allena,demi menenangkan remaja tanggung itu yang sedang labil-labilnya.
"Ini tidak bisa di terima,saya tidak melanggar aturan sekolah dengan pelanggaran yang berat".
"Allena Aidira".Gertak ibu Mia,dia bangkit berdiri.Tak tahan rasanya dia terus mendengar Allena yang terus mengelak.
__ADS_1
"Sudah sangat jelas kamu sering melanggar aturan sekolah,terima saja Allena".Ucap ibu Mia.
Allena,di buat naik pitam oleh perkataan ibu Mia.Guru BK yang selalu menasehati nya saat dia melanggar aturan sekolah,guru yang amat di bencinya dan guru yang menyebalkan bagi Allena.
"Jaga bicara loe".Gertak Allena, tangan nya hendak menjambak rambut ibu Mia.Tapi, tangan rey sudah lebih dulu menghentikan tangan allena.
"Hentikan Allena".Ucapnya,sembari memegang kedua tangan nya agar tak sampai menjambak rambut ibu Mia.
"Kalian sudah tau kelakuan Allena dan ini benar-benar tidak bisa di tolerir lagi.Pak Rey, sebaiknya Allena di keluarkan dari sekolah ini".Seru ibu Mia, berapi-api sekali dia ingin mengeluarkan Allena.
Dengan terpaksa Allena harus di seret keluar secara paksa oleh Rey dari ruangan guru,demi mencegah aksi brutal dan premanisme Allena yang tak bisa terkendali.
"Lepasin gue."Teriak Allena,memberontak terus-menerus.
Bukan Rey,namanya jika dia tak mampu menumbangkan lawannya.Rey,mengendong tubuh Allena menuju tempat parkir.Tempat dimana,mobil Allena terparkir dengan sembarang.
"Mana kuncinya?".Sentak rey,sembari menurunkan tubuh Allena.
"Gak ada".Ucap Allena ,ketus.
__ADS_1
Rey,sudah memprediksi bahwa memang tidak mudah menghadapi Allena, dengan tingkat kenakalan yang sudah di luar batas nya.Terpaksa Rey harus menggunakan cara kasar untuk menjinakkan singa betina yang sedang mengamuk.
Saat Allena lengan,di saat itu pula Rey dengan mudahnya bisa mengambil kunci mobil Allena dari tangannya.
"Hei, kembalikan".Gertak Allena.
Rey,tak merespon ucapan allena seperti dia tidak merespon kata-kata tadi, dengan segera rey mendudukkan Allena di dalam mobilnya.
Rey,memegang tuas kemudi, dengan di samping kemudi Allena tengah susuk sembari memberenggut sebal.
Gosip tentang Allena yang di keluarkan dari sekolah sudah menyebar di penjuru ruang sekolah.Banyak yang mengucapkan rasa syukur mereka atas keluar nya Allena, tapi ada juga yang merasa kasihan.
"Kasihan yah, padahal bentar lagi kita akan menghadapi simulasi ujian nasional".
"Karma is real bos".Ucap siswi yang lain, menimpali ucapan siswi yang merasa kasihan atas nasib Allena.
Lebih tepatnya,menyangkan atas keputusan pihak sekolah atas di keluarkan nya Allena, apalagi Allena bentar lagi juga memang udah bakal keluar.
"Ternyata dia sudah lulus sekolah sebelum waktunya".Ucap siswi tadi.
__ADS_1