
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 90
...•...
"Saya orangnya!" tiba-tiba terdengar suara seorang pria dari arah belakang membuat seluruh orang disana terkejut dan reflek menoleh ke belakang termasuk Lucas.
Ya disana berdiri dua orang pria dengan seorang perempuan bersama mereka, mata Lucas langsung tertuju pada si wanita karena ia memang mengenali wanita tersebut.
"Gak mungkin!" gumamnya tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, namun bagaimanapun juga yang dia lihat adalah benar dan ini bukanlah mimpi.
Mereka bertiga melangkah maju mendekati Lucas dan melewati para anggota wild blood yang ada disana, mereka berhenti tepat di hadapan Lucas dan menatapnya tajam.
"Apa kabar Lucas? Senang bisa bertemu dengan lu lagi disini, akhirnya ya setelah sekian lama kita bisa ketemu lagi..." ucap wanita itu menatap Lucas sambil tersenyum sinis.
"Kirana? Sejak kapan lu bebas dari penjara? Dan mau apa lagi lu gabung sama dia ha?" tanya Lucas heran karena melihat Kirana sudah bebas dari penjara saat ini.
"Hahaha, buat apa gue cerita sama lu kalo gue bebas dari penjara? Justru gue sengaja sembunyi dulu selama ini supaya bisa habisin lu tanpa ketahuan, karena tujuan awal gue setelah bebas adalah musnahin lu sama Sahira!" ujar Kirana.
"Sekarang lu lepasin tangan Rio, kan lu udah dapet jawaban dari pertanyaan lu tadi!" ujar Willy meminta Lucas melepaskan temannya.
Akhirnya sesuai janji Lucas melepaskan Rio dan mendorongnya hingga tersungkur ke tanah, Alves serta yang lainnya langsung membantu Rio berdiri dan membawanya ke dalam.
Sementara Lucas beralih menatap Willy serta lelaki tegap yang berada disampingnya, Lucas sangat emosi pada kedua pria itu karena telah membakar markas miliknya.
"Maksudnya apa, kenapa lu bakar markas wild blood? Punya masalah apa lu sama geng gue?" tanya Lucas menatap lelaki itu.
__ADS_1
"Kalo bicara sama dia mending gausah pake melotot segala deh Kas, nanti lu nyesel sendiri!" ujar Willy melirik sekilas.
"Diem lu! Gue mau dia jawab dan kasih tau alasannya kenapa udah bakar markas gue, apa karena dua cecunguk ini? Asal lu tau, lu udah salah memihak...." ujar Lucas menunjuk wajah lelaki itu dengan jari telunjuknya.
Ketiganya saling tersenyum tipis, bahkan lelaki itu malah maju lebih dekat ke arah Lucas hingga jari telunjuk Lucas menyentuh keningnya.
"Jangan pernah lu berani tunjuk tunjuk gue pake jari lu yang kotor ini!" ujar lelaki itu menyingkirkan telunjuk Lucas dari wajahnya.
"Kayaknya lu emang sama aja seperti mereka, malah mungkin lebih parah jahatnya! Heran gue kenapa banyak banget sih orang jahat di dunia ini? Harusnya orang-orang kayak kalian ini pantasnya dikubur aja hidup-hidup biar gak meresahkan orang banyak...." ujar Lucas.
"Heh, kalo ngomong jangan asal ya! Bukan kita yang pantas dikubur hidup-hidup, tapi lu sama si cewek sialan itu yang seharusnya musnah dari muka bumi ini!" ujar Kirana kesal.
Pandangan Lucas kini mengarah ke Kirana, namun hanya sekilas karena ia memilih kembali menatap lelaki di hadapannya yang terlihat sangat emosi padanya.
"Lu sama mereka semua bakal gua habisin kalau kalian masih ada disini, mumpung gua lagi baik cepet sana kalian pergi! Sebelum gue berubah pikiran dan hajar kalian sampe mati!" ujar lelaki itu mengusir Lucas dkk.
"Cih, gede banget omongan lu! Jangan dulu deh lu mikir buat habisin kita semua, lawan aja gue dulu dan kita pastiin siapa yang bakal menang! Kalau gue menang, lu harus ganti rugi semua kerusakan yang udah lu perbuat di markas gue! Karena gua gak terima atas apa yang lu lakukan waktu itu, berani-beraninya lu cari masalah sama wild blood...." ucap Lucas.
"Yakin lu mau ngajak gue duel? Kayaknya gak perlu deh, karena semua disini juga udah tau siapa yang bakal menang! Udah pasti gue gak mungkin lu yang lemah ini, mending lu cabut cepet sebelum gue bikin lu semua jadi santapan makan malam gua..." ujar lelaki itu.
BUGH... satu pukulan mendarat di wajah lelaki tersebut, membuat semua orang disana menoleh terkejut karena Lucas cukup berani memukul wajah lelaki itu.
"Oke, lu yang minta ya...." ujar lelaki itu memegangi wajahnya yang lebam.
Kirana serta Willy saling menatap dan tersenyum tipis saat lelaki tersebut hendak membalas pukulan dari Lucas.
Akhirnya dua lelaki itu berkelahi satu lawan satu tanpa ada campur tangan dari siapapun, mereka hanya boleh menonton perkelahian itu.
...•••...
Disisi lain, Sahira tampak khawatir karena belum ada kabar dari Lucas.... ia memang sudah pulang dan duduk di sofa sembari menunggu kabar dari kekasihnya itu, namun hingga kini tak juga ada pesan masuk atau telpon dari Lucas ke handphonenya.
Tak lama kemudian, Nur pulang ke rumah diantar oleh Alan pacarnya... ia melihat Sahira tengah duduk sendirian di sofa dan terlihat murung serta cemas, ia pun segera menghampiri sahabatnya itu dan duduk disampingnya.
__ADS_1
"Lu kenapa Sahi?" tanya Nur penasaran.
"Gue lagi nunggu kabar dari Lucas, dia janji katanya mau kabarin gue tapi sampe sekarang juga belum ada pesan yang masuk atau telpon dari dia! Kan gue jadi khawatir Nur, gue takut dia kenapa-napa..." jawab Sahira.
"Cie yang udah mulai cemas sama pacar barunya! Lucu banget sih lu Sahi, udah mulai tumbuh benih-benih cinta nih ye..." ujar Nur malah meledek sahabatnya.
"Ish kok lu malah gitu sih Nur? Gue panik loh sama kondisi Lucas, eh lu malah ketawain gue kayak gitu!" ujar Sahira kesal.
"Hehehe maaf Sahira, gue cuma gak tahan aja liat lu khawatir sama Lucas! Emang si Lucas lagi ngapain sih kok lu sampe khawatir banget kayak gitu??" ujar Nur.
"Lucas tadi pamit sama gue katanya mau susul teman-teman geng motornya ke tempat Willy, gue kan khawatir kalau mereka bakal ribut terus nanti Lucas kenapa-napa!" ucap Sahira.
"Hah? Pantes aja tiba-tiba Alan tadi langsung ajak gue pulang, jangan-jangan dia juga mau nyusul kesana lagi... ish kenapa sih pacar-pacar kita yang ganteng itu harus ribut mulu kerjaannya?" ujar Nur malah ikutan panik.
"Tuh kan lu juga khawatir sama si Alan, makanya tadi gausah ngeledekin gue! Sekarang mending kita sama sama berdoa aja buat keselamatan mereka berdua, walau gue masih cemas banget sama Lucas sih..." ucap Sahira.
Nur mengangguk kemudian mulai memejamkan matanya memanjatkan doa untuk sang kekasih yakni Alan, begitupun dengan Sahira yang mendoakan Lucas agar selamat dan bisa kembali bertemu dengannya.
Tiba-tiba saja, Nawal datang mengagetkan mereka saat membuka matanya.... tentu saja Sahira & Nur reflek berteriak dan menutupi wajahnya.
"Hai Sahira, hai Nur!" ucap Nawal tersenyum.
"Aaaaa..." teriak Sahira & Nur kaget dengan kemunculan Nawal yang mendadak itu.
"Eh eh, tenang guys ini aku Nawal bukan setan apalagi jin jahat! Yuk buka matanya yuk kita berpelukan temu kangen..." ucap Nawal.
Perlahan Sahira & Nur membuka matanya memastikan yang ada di depannya benar Nawal, ya ternyata benar itu Nawal sahabat bidadari mereka yang memang suka iseng.
"Hadeh Nawal ya ampun, ih kamu kenapa sih ngagetin kita mulu kerjaannya? Bisa gak kalo dateng kesini itu pelan-pelan gausah ngagetin kayak gitu??" ujar Sahira kesal.
"Hehehe peace...." ucap Nawal nyengir sambil mengangkat jari telunjuk serta jari tengahnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...