Broken Angel

Broken Angel
Episode 181 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 81


...•...


...|||...


...happy reading....🎉🎉🎉...


...✨✨✨...


Sahira semakin keheranan saat Lucas mengambil lukisan tersebut dan menunjukkannya pada Sahira.


"Apa itu Lucas?" tanya Sahira terheran-heran.


"Urban legend di sekolah ini," jawab Lucas tersenyum tipis.


Wajah Sahira sontak berubah menjadi kaget saat mendengar perkataan Lucas, ia coba memahami maksud lukisan itu dan ternyata yang terdapat di dalam lukisan tersebut adalah gambar seorang wanita cantik dengan selendang hijau tengah menari.


"Maksudnya apa ya Kas? Urban legend apa?" tanya Sahira penasaran menatap mata Lucas.


Lucas tersenyum lalu menaruh kembali lukisan tersebut di tempat asalnya, ia pun menghampiri Sahira lagi dan menjelaskan maksudnya.


"Iya, jadi tuh katanya kalau cewek cantik yang ada di sekolah ini bakal dihantuin sama orang di lukisan itu sayang! Makanya sebagai salah satu cewek cantik disini, bahkan paling cantik kamu harus hati-hati ya sayang!" ucap Lucas tersenyum lebar.


"Ish ya ampun aneh-aneh aja sih kamu mah, mana ada lukisan bisa nongol terus nyerang orang! Kamu mah sukanya nakutin aku aja ih!" ujar Sahira cemberut lalu mencubit lengan Lucas.


"Ahaha, udah tenang aja kan ada aku! Kalaupun mitos ini ternyata benar, aku bakal selalu jagain kamu kok sayang!" ucap Lucas merangkul Sahira sambil membelai rambutnya. "Yaudah yuk, kita sarapan sekarang!" sambungnya.


Sahira mengangguk kemudian mereka pun pergi keluar dari gudang tersebut, akan tetapi Lucas lupa menutupi lagi lukisan tadi dengan tumpukan barang serta kain nya.


Sesampainya di kantin, Lucas & Sahira langsung duduk di tempat biasa mereka makan berdua lalu memesan minuman sebagai teman makan mereka.


"Sayang, ini serius sandwich nya kamu sendiri yang buat?" tanya Lucas saat membuka kotak makan berisi sandwich dari Sahira dan terkejut karena sandwich itu tampak lezat.

__ADS_1


"Iya dong sayang, kan itu spesial buat kamu! Emangnya kenapa, kamu gak percaya ya itu buatan aku?" ujar Sahira tersenyum.


"Percaya kok, yaudah aku cobain ya! Kalau enak besok-besok aku pesen lebih banyak lagi!" ujar Lucas nyengir lalu mengambil satu buah sandwich dari dalam kotak itu.


"Yeh emangnya aku penjual sandwich apa!" ucap Sahira memajukan bibir bawahnya.


Lucas pun tersenyum lalu mulai menggigit sandwich tersebut, ekspresinya langsung berubah seketika membuat Sahira yang melihatnya jadi deg-degan takut makanan buatannya itu tidak enak.


"Kenapa Kas? Gak enak ya sandwich buatanku?" tanya Sahira dengan ekspresi memelas, ia memanyunkan bibirnya.


"Siapa bilang gak enak? Ini enak banget loh luar biasa, sandwich terenak yang pernah aku makan selama ini! Aku habisin ya..." ucap Lucas sumringah kemudian lanjut melahap sandwich itu dengan cukup cepat.


Sahira pun tersenyum senang melihat pacarnya menikmati sandwich buatannya, walau ia tak benar-benar membuatnya seperti apa yang dilakukan manusia pada umumnya.


"Syukur deh Lucas suka, tapi kalau ratu tau aku pake kekuatan aku lagi di bumi dan cuma untuk buat sandwich pasti dia bakal marah!" gumam Sahira memikirkan nasibnya ke depan.


Lucas yang tengah menikmati sandwich buatan bidadari itu, mendadak heran saat melihat wajah Sahira seperti tengah memikirkan sesuatu.


"Sayang, kamu kenapa sih? Laper lagi? Nih makan aja yang satunya, aku makan satu juga udah cukup kok!" ucap Lucas.


"Eee gak bukan itu, aku cuma kebelet mau ke kamar mandi! Boleh gak Kas?" ujar Sahira.


"Iya," ucap Sahira singkat kemudian beranjak dari kursinya dan pergi menuju kamar mandi.


Lucas pun lanjut menikmati sandwich itu dengan sangat lahap, bahkan tak sadar kini ia telah menghabiskan dua sandwich dalam waktu 5 menit.




Sahira sampai di toilet wanita lantai bawah, tidak ada orang disana kecuali dirinya.


Ia yang sebenarnya tak ingin buang air pun hanya menyalakan air lalu membasuh mukanya dengan air tersebut, namun ketika ia sedang berkaca di depan cermin... tiba-tiba terdengar suara keran air menyala dari dalam toilet.


Karena penasaran dan merasa tadi semua pintu toilet disana terbuka, Sahira pun memberanikan diri masuk ke dalam mengecek siapa yang menyalakan keran tersebut.


Ya seperti dugaannya, disana tidak ada orang sama sekali tapi keran tersebut menyala dengan sendirinya bahkan sampai luber keluar dari ember.


Sahira celingak-celinguk mencari orang, tapi tidak ada siapapun disana kecuali dirinya.


Karena tak mau mubazir air, Sahira masuk ke toilet paling ujung itu lalu hendak mematikan keran air yang menyala itu.

__ADS_1


Namun, disaat ia hendak menyentuh keren tersebut.... tiba-tiba saja air yang keluar berubah menjadi warna merah darah, tentu Sahira panik sekaligus ketakutan.


Tapi ia tetap memberanikan diri memutar keran tersebut dan akhirnya air itu berhenti mengalir, ia yang panik langsung saja berjalan keluar dari sana.


"Sahira...."


Ia merasa ada suara yang memanggil namanya dari belakang, Sahira penasaran lalu menoleh tapi tidak ada siapa-siapa disana karena memang di kamar mandi itu ia hanya sendiri.


Tiba-tiba Sahira merasa merinding, ia pun memegangi tengkuknya lalu memutar badannya.


"Aaaaaaaa...." teriak Sahira saat melihat sosok wanita cantik dengan selendang hijau tengah berdiri disana menatapnya tajam.


Sahira terjatuh ke lantai dalam posisi duduk, ia sangat panik lalu memundurkan langkahnya bergerak menjauh dari sosok tersebut.


"Siapa kamu? Pergi, jangan ganggu saya!" ujar Sahira mengusir sosok tersebut.


"Hihihi, hihihi... tidak ada siapapun yang bisa menandingi kecantikan ku, termasuk dirimu!" ucap sosok itu cekikikan sambil menunjuk ke arah tubuh Sahira.


Sahira makin ketakutan, apalagi sosok itu terus maju dan mendekati dirinya... ia berteriak reflek menutupi wajahnya dengan tangan.


"Aaaaaaaa... aaaaaaaa..." teriak Sahira.


Lalu, ada Edrea masuk kesana karena kebetulan lewat dan mendengar suara teriakan wanita dari dalam toilet.


"Sahira...." teriak Edrea panik saat melihat Sahira ada disana sedang ketakutan.


Ia pun membantu Sahira yang sedang terduduk sambil berteriak di lantai kamar mandi, Edrea coba menenangkan gadis itu dengan mengatakan kalau tidak ada apa-apa disana.


"Tenang Sahira, gak ada siapa-siapa disini! Cuma ada kita, lu kenapa sih??" ujar Edrea memegang tangan Sahira agar gadis itu tak lagi menutupi wajahnya.


Sahira pun membuka matanya lalu celingak-celinguk ke sekelilingnya, benar memang sudah tidak ada sosok itu disana.


"Makasih Edrea," ucap Sahira dengan nafas ngos-ngosan.


"Sama-sama, yaudah kita keluar yuk dari sini!" ucap Edrea kemudian membantu Sahira berdiri.


Mereka pun keluar dari toilet tersebut dengan Edrea merangkul Sahira yang masih terasa lemas pada bagian kakinya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2