
Selama perjalanan, mereka tak ada yang berbicara satu pun.Bertanya tujuan mereka pergi pun tidak, bagaimana lah harus bertanya sedang rey sibuk dengan MacBook nya, pandangan nya tak pernah lepas dari benda kotak penyimpanan beribu informasi.
Rasanya,aida ingin bertanya pada rey tapi di cegah oleh marga.
"Biarkan saja dia.Dia sedang fokus".Ucap marga, menginterupsi niat aida yang hendak bertanya.
Di berikan peringatan seperti itu,aida urung untuk bertanya karena dia tau marga lebih mengetahui tabiat rey. di bandingkan dengan dirinya.
Alhasil sepanjang perjalanan hanya di isi oleh kesunyian, hanya ada suara ketika keyboard dari MacBook rey.Entah apa yang sedang dia lakukan dengan MacBook nya.
Rey, bukan tanpa alasan dia sibuk dengan MacBook nya.Sebab dia tengah mengirimkan notifikasi kepada Allan dan Axel mengenai niat nya untuk mengundang mereka di acara jamuan malam tanpa sepengetahuan kedua belah pihak.
Notifikasi berupa undangan dari rey yang menjual nama perusahaannya agar terlihat resmi itu dia kirimkan ke email Allan dan Axel, tanpa kedua nya tau.Hanya berupa undangan,ajakan makan malam saja tanpa ada hal lainnya yang rey bahas.
__ADS_1
Pintar dan cerdik itulah Rey,dia jelas mewarisi otak pintar ayahnya dalam memenangkan tendor.Otak cerdasnya pula,dia menyusun strategi untuk dua orang yang pernah saling mencintai,tapi sekarang saling membenci.
"Semoga berhasil".Harap Rey, begitu kedua notifikasi itu berhasil terkirim ke email masing-masing.
"Apanya yang berhasil?".Celetuk marga,sedari tadi dia berusaha diam.
Rey,menoleh kearah marga.Dis melupakan dua orang yang duduk di depan, menahan diri agar tak bersuara.
"Jadi begini,aida marga_".Rey, menceritakan serangkaian rencananya dengan harapan itu bisa berhasil memancing mereka berdua tanpa harus bertemu secara langsung, apalagi hasilnya tak sesuai dengan harapan.
Puk..Puk..Puk
Marga, bertepuk tangan.Merasa ada benarnya rencana rey."Hebat,sudah saat nya kau menggantikan posisi ayah mu"Kelakar marga.
__ADS_1
"Apanya yang sudah saatnya?,si tua Bangka itu tak mudah menyerahkan kursi singasana nya kepada ku".Protes Rey, memberenggut sebal.Ingat saja marga, dengan kehidupan ayah dan anak yang tak pernah akur ini.
"Haha..Haha".Marga,tertawa terbahak-bahak.Tau betul dengan tabiat pak Rendi,si tua Bangka yang menyebabkan rey tak bisa menikmati kebahagiaan.
Sesuai rencana.Notifikasi yang di kirimkan oleh Rey kepada Axel dan Allan.Telah berhasil,membuat mereka terperangkap dalam jebakan yang sengaja rey buat untuk kedua orang tua allena.
Lihatlah,Axel yang tengah memeriksa email dari kolega bisnisnya, langsung melihat notifikasi yang di kirimkan oleh rey,selaku pewaris tunggal Pratama group dan langsung membalas nya tanpa pikir panjang.
Begitu pun dengan Allan,dia tau betul kedudukan perusahaan Pratama group dengan bisnisnya yang menggurita.Tentu,dia tidak akan melewatkan kesempatan emas ini.Kesempatan yang jarang di dapatkan oleh pimpinan perusahaan lain bahkan dia termasuk orang yang menantikan kesempatan itu.
"Pucuk datang,ulam pun tiba.Sudah lama aku menantikan kesempatan ini, tanpa di duga di pewaris tunggal itu mengundang ku dalam jamuan malam nya".Senyum seringai,penuh kelicikan terbit di bibirnya.
Yah,tentu ini menjadi kesempatan emas nya untuk bisa menambah pundi-pundi uangnya dengan melakukan kerja sama diantara perusahaan mereka, mungkin.
__ADS_1
Tanpa Allan dan Axel ketahui.Mereka sudah terperangkap dalam jebakan yang sengaja di ciptakan oleh Rey.Berkaca dari pengalaman aida dan marga,berkaca dari yang sudah-sudah.Jebakan Batman itu mesti dia lakukan untuk orang licik, seperti Allan.Untuk orang yang tak menganggap penting anak nya, seperti Axel Maureen.