
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...~Cinta itu seperti shalat tarawih, bukan soal siapa yang datang lebih cepat, tapi siapa yang mampu bertahan dari awal sampai akhir.~...
...×××...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 20
...•...
...HAPPY READING....🎉🎉🎉...
...❤️...
Hari ini sekolah kembali dimulai seperti biasa karena sekarang adalah hari Senin, hari yang paling dinanti oleh kebanyakan siswa-siswi di seluruh dunia. Bahkan ada banyak yang mau kalau harinya itu Senin terus supaya bisa sekolah dan upacara selalu.
Sahira datang ke sekolah diantar oleh pak Tirta selaku supirnya, itu karena Lucas masih diskors dan belum bisa masuk ke sekolah hari ini. Ya Sahira pun tampak sedih apalagi melihat sahabatnya yakni Nur berangkat ke sekolah bersama Alan pacarnya.
Sesampainya di halaman sekolah, Sahira langsung bertemu dengan Saka yang juga baru datang dan habis menaruh motornya di tempat parkir. Saka tersenyum ke arah Sahira lalu mendekati gadis itu bahkan berdiri tepat di sampingnya.
"Hai, pagi Sahira!" ucap Saka menyapa gadis itu.
"Pagi juga, kamu baru dateng?" ucap Sahira.
"Iya nih, semalam aku kelupaan kalo ada pr buat hari ini! Makanya aku harus kerjain pr dulu tadi pagi-pagi di rumah, soalnya kan Bu Siska itu lumayan galak!" ucap Saka sambil tersenyum.
"Pr Bu Siska? Emangnya ada ya?" tanya Sahira.
"Yeh gimana sih kamu? Ya jelas ada dong, kan hari Kamis kemarin pas pelajarannya dia tuh ngasih tugas buat dikerjain di rumah! Jangan bilang kamu lupa ya gak ngerjain?" ucap Saka.
"Aduh, kayaknya iya deh! Gue aja baru tau sekarang dari lu kalo ada pr bahasa Indonesia, emangnya disuruh ngapain sih?" ucap Sahira panik.
"Gampang kok, cuma nyuruh bikin cerita legenda karangan lu sendiri! Tapi, minimal 2 ribu kata dan maksimalnya 5 ribu kata!" ucap Saka menjelaskan tugas yang diberikan Bu Siska.
"Hah? Banyak banget ih 2 ribu kata, mana cukup waktunya buat bikin cerita legenda sebanyak itu?" ucap Sahira mulai kalut.
"Santai, gue bantuin deh!" ucap Saka tersenyum.
"Umm... lu yakin mau bantu gue? Emang lu bisa ngarang cerita legenda lagi? Pastinya gak boleh sama kan kayak punya orang lain?" tanya Sahira memastikan pada Saka.
"Tenang aja, gue ini jago ngarang! Kalo cuma bikin cerita legenda 2 ribu kata mah gue jagonya!" ucap Saka menyombongkan diri.
"Yaudah, kalo gitu ayo bantu gue bikin ceritanya! Tapi, nulisnya di buku tulis apa kertas folio? Atau jangan-jangan di kertas HVS lagi?" ucap Sahira bertanya pada Saka.
"Di kertas folio, yaudah buruan kita ke belakang bikin PR nya! Sebelum bel bunyi sama Bu Tantri nyuruh kita ke lapangan buat upacara..." ucap Saka.
"Iya ya, tapi gue gak ada folio, gimana dong?" ucap Sahira panik sendiri karena tidak memiliki kertas folio setelah mengecek isi tasnya.
"Udah santai aja, gue punya banyak kok di tas! Yuk kita langsung cari tempat buat bikin ceritanya, mumpung masih pagi jadi otak gue juga masih seger nih belum tercemar!" ucap Saka tersenyum.
"Hahaha, bisa aja lu! Yaudah yuk!" Sahira tertawa kecil lalu berjalan lebih dulu.
Saka mengikuti Sahira dari belakang sambil senyum-senyum memandang punggung gadis itu dengan rambut yang terurai, entah mengapa ia tak bisa mengalihkan pandangannya dari sana dan ingin terus memperhatikan Sahira.
Diluar dugaan, Saka mempercepat langkahnya lalu merangkul Sahira dari belakang dan kemudian menggenggam tangannya, Sahira yang kaget hanya bisa menoleh menatap wajah Saka dengan tatapan aneh seperti tak percaya.
•
•
__ADS_1
Grey melihat dengan jelas momen itu, karena kebetulan ia baru sampai di sekolah bersama supirnya. Mungkin saat ini ia dan Saka sudah tidak lagi berhubungan, namun hatinya tak bisa berbohong kalau ia sakit melihat Saka dengan wanita lain.
"Saka, aku senang kamu bisa bahagia dengan wanita lain! Tapi, entah kenapa rasanya aku sakit saat melihat kamu jalan dengan wanita lain!" batin Grey.
Kia dan Zefora melihat temannya itu tengah berdiri mematung disana sembari menatap ke arah depan tepatnya tempat parkir, mereka berdua pun langsung menghampiri Grey dan menegurnya agar tidak terus bengong seperti itu takut kesambet.
"Grey, lu kenapa sih?" tanya Kia penasaran.
"Iya ih, daritadi gue lihatin kayak lagi bengong! Mikirin apaan sih Grey?" sahut Zefora.
"Eee.... gak ada kok, bukan apa-apa!" jawab Grey.
Grey pergi begitu saja dari sana meninggalkan kedua temannya yang masih ingin bertanya padanya, sepertinya Grey terlalu kecewa saat ini sehingga ia tak bisa meladeni teman-temannya untuk sementara ini dan memilih pergi menjauh dari mereka.
Akan tetapi, Kia dan Zefora adalah teman yang setia dan mereka tidak akan diam saja melihat sahabat mereka yakni Grey tengah bersedih. Mereka pun mengejar Grey ke dalam sekolah dengan tergesa-gesa karena ingin menghibur gadis itu.
"Grey, Grey tunggu Grey!" teriak Kia.
Akhirnya tangan Kia berhasil meraih lengan Grey dan membuat gadis itu berhenti melangkah, mereka pun kembali berbincang disana yakni lorong sekolah karena Kia juga Zefora sangat penasaran apa sebenarnya yang terjadi pada Grey.
"Grey, jangan pergi dulu dong!" ucap Kia.
"Iya Grey, kita kan masih mau bicara sama lu! Kita gak bisa diem aja ngeliat lu sedih gini, sebagai sahabat kita harus bisa hibur lu!" sahut Zefora.
"Gue gapapa, udah kalian gak perlu khawatir sama gue!" ucap Grey menutupi masalahnya.
"Lu gak bisa bohongin kita, Grey! Kita tau kalo lu lagi sedih tuh kayak gimana, nah sekarang kita yakin banget pasti lu lagi ada masalah! Makanya lu selalu diem aja daritadi, ayo dong cerita!" ucap Kia.
"Kalian tuh gak percayaan banget sih! Udah dibilang gue gapapa, dah ah jangan ganggu gue!" ujar Grey.
"Ish, kita bukan mau ganggu lu! Kita cuma mau tau lu ada masalah apa, sebagai sahabat kita harus saling terbuka dan cerita ke sesama kalau ada masalah! Siapa tau dengan begitu lu bisa lebih tenang, jangan cuma dipendam sendiri aja!" ucap Kia.
"Bener kata Kia, kan lu sendiri yang bilang kalau kita tuh satu geng dan kita harus saling terbuka satu sama lain!" sahut Zefora.
"Ayolah Grey, kita cuma mau bantu lu kok! Kita bicara sebentar ya di kantin? Atau kalo lu mau di tempat lain juga gapapa kok, kita siap!" ucap Kia memohon pada Grey untuk mau bicara.
"Apa untungnya buat kita ketawain lu? Masa sesama teman saling ejek sih? Orang kita mau hibur lu, bukan mau ngejek apalagi bikin lu tambah sedih!" ucap Kia meyakinkan Grey sahabatnya.
"Oke, gue pegang omongan kalian!" ucap Grey. "Yuk kita ke kantin sekarang!" sahutnya.
Mereka bertiga pun jalan berdempetan menuju kantin dengan saling rangkul satu sama lain, ya walau Grey masih dengan ekspresi wajah datarnya karena ia kepikiran dengan Saka, Grey masih sulit melupakan semua itu dari kepalanya.
...•••...
Sementara itu, Saputra yang juga baru datang ke sekolah dan menyusuri lorong yang ramai itu mendadak bertemu dengan tiga orang wanita kece disana yang tak lain ialah Edrea, Imeh dan juga Sonya alias geng gak jelas yang suka cari ribut.
Saputra dihadang oleh mereka bertiga saat hendak berjalan menuju kelasnya, tentu ia tak tau apa masalahnya dengan ketiga wanita tersebut sampai ia dicegat begini, ia berpikir mungkin mereka hanya ingin meminta foto dengannya atau tanda tangan.
"Mau apa kalian? Kalo mau foto, sorry banget gue lagi gak mood buat foto-foto sama cewek!" ucap Saputra dingin.
"Hah? Dih kepedean banget jadi anak, heh siapa juga yang mau minta foto sama lu?" ujar Imeh.
"Tau nih, mana ada cewek-cewek berkelas kayak kita ngemis minta foto sama cowok modelan kayak lu! Gak level kali, beda jauh malah!" sahut Sonya.
"Udah gausah pake ngerendahin orang segala, mau apa kalian cegat gue?" ucap Saputra.
"Gue denger-denger Lucas diskors itu gara-gara lu, ya? Katanya lu suka cari masalah sama Lucas sampai dia terpaksa pukul lu, kenapa lu kayak gitu ke Lucas ha?" ujar Edrea.
"Suka-suka gue lah, hidup-hidup gue bukan hidup lu kan! Gue mau ngapain kek, gak ada urusannya sama lu atau siapapun disini!" ucap Putra.
"Eh buset songongnya bukan main, inget lu itu disini masih jadi junior kita! Anak kelas 10 yang baru masuk aja udah belagu, hormat dikit dong sama kakak kelas!" ucap Edrea emosi.
"Ngapain pake hormat segala? Emangnya kakak kelas itu berjasa apa buat gue, ha?" ujar Putra.
"Ya emang gak ada jasa apa-apa sih, tapi lu sebagai cowok yang lebih muda dan baru beberapa hari masuk sini, gak pantes buat songong kayak gini nih ke kakak kelas lu!" ucap Edrea.
__ADS_1
"Iya tuh, apalagi sampe bikin Lucas diskors karena ulah songong lu itu! Asal lu tau aja ya, Lucas itu paling disegani di sekolah ini!" sahut Imeh.
"Hahaha, cuma orang bodoh yang takut dan segan sama si Lucas itu! Karena gue ini bukan termasuk golongan orang bodoh, jadi gue gak takut sama sekali sama cowok itu!" ucap Putra.
"Oh ya? Kayaknya lu perlu dikasih paham deh, supaya mulut lu bisa lebih dijaga lagi!" ucap Edrea.
"Kasih aja kalo bisa! Emang apa yang bisa kalian lakuin ke gue, ha? Kalian itu cewek-cewek murahan yang kerjaannya cuma godain laki-laki ganteng, palingan juga kalian tuh cengeng!" ujar Putra.
"Anjim banget nih anak! Makin lama didiemin makin songong aja ya lu gue lihat-lihat!" ujar Edrea.
Perdebatan tak berujung itu akhirnya terhenti lantaran pak Johan muncul disana memisahkan mereka dan membubarkan kerumunan itu, Putra tampak tersenyum sinis melirik mata Edrea sembari jalan pergi dari ketiga wanita itu.
"Dah, sana pergi kalian juga!" bentak pak Johan.
"Iya pak...."
Edrea beserta kedua temannya pun pergi dari sana dengan perasaan kesal, baru kali ini mereka bertemu dengan seorang adik kelas yang menyebalkan seperti Putra dan tidak mau tunduk pada mereka.
...•••...
Saka dan Sahira tengah membuat cerita dongeng berdua di belakang sekolah yang sepi, mereka duduk pada sebuah bangku kosong yang terdapat disana serta meja juga, ya itu memang merupakan tempat murid-murid ataupun guru yang ingin nongkrong.
Keduanya tampak berpikir keras mencari ide yang tepat untuk membuat sebuah cerita sesuai tugas dari Bu Siska selaku guru disana, sudah sekitar 5 menit mereka disana dan baru mendapat beberapa kata saja jauh dari 2 ribu bahkan 1 ribu.
"Ini gimana kelanjutannya? Masa baru segini doang aja lu udah ngeblank?" tanya Sahira panik.
"Eee... gue emang suka begini kalo mikir dalam keadaan panik, harus ada yang bisa bikin gue tenang dan kepala gue gak panas!" ucap Saka.
"Lu mau apa? Minum es di kantin supaya kepala lu dingin??" tanya Sahira.
"Ya enggak sama es juga kali, kan cara bikin orang tenang banyak tau gak harus pake es yang dingin itu!" ucap Saka sambil garuk-garuk kepala.
"Ohh, terus apa?" tanya Sahira lagi.
"Ya kan bisa gitu lu elus-elus muka gue, atau mungkin lu kasih gue tempat buat nyender misalnya di pundak lu itu!" jawab Saka tersenyum.
"Hah? Itu sih lu mau modus! Serius Saka, lu masih ada ide apa kagak nih??" ujar Sahira.
"Iya iya maaf, tapi serius banget ini gue ngeblank parah gak tau mau digimanain lagi tuh ceritanya! Coba deh lu bantu mikir juga, kan lu pinter tuh IQ lu juga lebih tinggi dari gue!" ucap Saka.
"Yeh tau darimana lu kalo IQ gue lebih tinggi dari lu? Orang gue aja gak pernah ikut tes IQ, kocak!" ujar Sahira.
"Hehehe, kan biasanya yang cantik-cantik tuh pinter kalo di drama atau film gitu! Bukan cuma di film sih, di real juga banyak yang begitu!" ucap Saka nyengir.
"Haish, terus ini gimana ya? Mana bentar lagi bel bunyi, pasti kita bakal langsung disuruh baris di lapangan buat upacara! Duh, gue baru dapet 300 kata dan masih jauh banget!" ucap Sahira panik.
"Tenang tenang, kalo panik gini gimana gue bisa mikir dengan benar?" ujar Saka.
"Ya gimana gue juga bisa tenang, Saka? Ini tinggal beberapa menit lagi pak Johan bakal ngomong di speaker, ayo anak-anak segera baris gak pake lama yang lama ditemenin setan!" ucap Sahira menirukan suara pak Johan disana.
"Hahaha, tuh kan lu pinter! Suara pak Johan aja bisa lu tiru kayak gitu, terus lu juga hafal banget sama kalimatnya pak Johan!" ucap Saka.
"Ah udah lah! Gue ngasal aja kali ya lanjutin ceritanya biar cukup 2 ribu kata? Soalnya gue juga gak nemu apa-apa nih buat lanjutin ceritanya, lu yang bikin malah kebingungan sendiri!" ujar Sahira.
"Iya maaf, yaudah begini aja deh...."
Mereka pun mulai lanjut membuat cerita, Sahira menulis semua yang ada di otaknya dibantu dengan Saka untuk meluruskan ceritanya. Hingga bel berbunyi, Sahira baru berhasil mendapat seribu kata dan masih kurang tentunya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...TIM #SAKASAHIRA MANA NIH?...
__ADS_1
...❤️❤️❤️...