Broken Angel

Broken Angel
Part 125


__ADS_3

Jelas,Axel tak dapat menemukan allena.Terlambat tiga jam dari Rey yang begitu video itu telah beredar untuk pertama kalinya di media sosial,rey langsung meluncur ke lokasi Allena mengamen dengan mengabaikan larangan dari ayahnya, mengabaikan meeting penting perusahaan nya.Amat berbeda dengan Axel,yang lebih mementingkan urusan bisnisnya ketimbang mencari anaknya.


Dua manusia berbeda jenis dan kalangan ini tentu memiliki perbedaan karakter dan kepribadian.Rey,yang terikat dengan janji tak terucap nya,sedang Axel terlalu di buai oleh kesibukan yang menciptakan jarak antara ibu dan anak.


Disinilah Allena,berada di satu mobil dengan Rey,tadi saat dia jatuh dalam pelukan rey.Dia sempat berbisik di telinga rey, tentang keinginannya untuk pergi sejenak ke tempat yang indah.Namun,bisa memberikan ketenangan untuknya,untuk dia yang terluka.


"Bawa aku.Bawa aku ke tempat yang indah dan penuh dengan pemandangan alamnya yang tak bisa di lupakan dan memberikan ku sedikit ketenangan".Pinta Allena, berbisik di telinga rey.


Rey, mengangguk."Akan aku bawa ke tempat yang seperti yang kamu inginkan".Sahut Rey,sembari mengelus punggung Allena.


Ternyata,rey bukan seperti yang marga perkirakan.Memang Rey,dulu sering ingkar janji.Tapi, sekarang tak lagi.Dia berusaha untuk menunaikan janji tak terucap nya pada gadis kecilnya yang menyimpan beribu luka dan mentalnya yang terguncang.


Maka,tak heran Allena tak ada di sekitaran lokasi dia mengamen karena rey langsung mengajak allena ke tempat yang seperti dia inginkan.

__ADS_1


Rey,tau lokasi yang cocok untuk allena.Meski dia tak secara gamblang memberitahu lokasinya.Baginya biarkan ini menjadi sebuah kejutan untuk dia sekaligus mengganti earphone yang secara tak sengaja di rusak oleh dia sendiri.


Allena,gadis kecilnya tengah tertidur pulas di sampingnya seperti yang belum pernah merasakan tidur di tempat yang nyaman.


Rey, menyempatkan diri untuk menoleh pada arah Allena diantara fokusnya menyetir.Dia bagi fokus nya antara jalanan dan juga Allena.


"Tidur nyenyak,gadis kecil ku".Gumam Rey,mengusap puncak kepala Allena.


Allena,menggeliat."Hmmm".Begitu nyenyak nya Allena tidur diatas kursi empuk nan nyaman.


Perjalanan begitu terasa lama karena rey akan pergi ke luar Jakarta.Bandung, disana lah tempat tujuannya karena disana memiliki segudang tempat wisata yang cocok untuk healing dan juga untuk menenangkan diri dari padatnya rutinitas.


Ciwidey,itulah tempat tujuannya.Selain menyajikan tempat yang bagus,tapi juga suasana alam nya yang begitu dingin berselimut kan kabut putih menambah suasana menyenangkan dan menenangkan pikiran.Cocok untuk gadis yang penuh luka dan tekanan seperti Allena.

__ADS_1


Wajar,pula jika mereka sampai di Ciwidey pada tengah malam karena jarak antara Jakarta dan Ciwidey memakan waktu yang tak sedikit.


Allena,masih betah berada di alam mimpinya.Tak terusik walau rey tengah menggendong nya menuju villa yang sengaja dia sewa untuk mereka berdua.


"Nih,anak tidur dah kayak kebo.Tak merasa terganggu, sedikitpun".Ucap rey,bergeleng kepala atas ulah Allena.


Maklum saja,Allena selama ini tidurnya kurang teratur di sebabkan kehidupan nya yang berada di jalanan belum lagi dia harus banting tulang demi menyambung hidupnya.


Rey, merebahkan tubuh Allena di Kadur berukuran king size,melepas sandal bermerek s***,sendal yang sering di pakai oleh masyarakat umum untuk bersantai ria.


"Hidup mu pasti tersiksa Al.Biasanya kamu bergelimang harta dan fasilitas yang mewah dan lengkap,tapi entah sudah berapa lama kamu harus berjuang di luaran sana".Gumam rey,menatap penuh prihatin pada tubuh Allena yang telentang.


Tak sengaja Rey,melihat bibir ranum Allena yang tadi telah berhasil menggoda imannya.Buru-buru dia alihkan pandangan nya ke sembarang arah.Tak ingin kejadian tadi siang, terulang kembali.

__ADS_1


"Kendalikan diri mu,Rey".Ucap Rey, mengingatkan diri sendiri.


__ADS_2