
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...~Ku rela kau dengannya, asalkan kau bahagia~...
...×××...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 14
...•...
...HAPPY READING....🎉🎉🎉...
...❤️...
Para anggota the darks kini sudah berada di sebuah tempat yang akan dijadikan sebagai markas baru mereka untuk sekedar kumpul atau membahas rencana mereka dalam ambisi mengkudeta wild blood sebagai raja jalanan.
Sang pimpinan baru bagi mereka yakni Dans alias bang Dans merekomendasikan tempat tersebut sebagai markas baru the darks, ya ia sendiri lah yang mencarikan tempat itu dan mengeluarkan modal cukup banyak untuk membeli tempat tersebut.
Willy, Alves, Rio, dan juga yang lainnya tampak terpukau dengan markas baru mereka. Mereka hampir tak bisa menutup mulut sangking takjubnya mereka kepada tempat itu, suasana disana cukup indah dan juga mewah tentu saja mahal.
"Waw keren banget bang, ini serius markas baru kita?" ujar Alves terkagum-kagum.
Dans tersenyum puas sembari menempelkan tubuhnya pada sofa empuk yang ada disana sembari merentangkan tangan pada sandaran sofa, ia juga menaikkan satu kakinya di atas kaki lainnya dan sedikit menggoyangkan kakinya itu.
"Ya beginilah, ini salah satu keuntungan kalian jadi anak buah gue! Lihat, markas kalian aja sekeren ini!" ucap Dans menyombongkan diri.
"Lu emang mantap bang! Gue akuin kalau soal geng motor, lu ahlinya!" ucap Willy memuji Dans.
"Hahaha, udah gausah banyak muji gue! Sekarang sini kita duduk-duduk sambil minum, gue juga udah sediain khusus mesin minuman sama mbak-mbak penjaganya buat kalian!" ucap Dans.
"Widih, serius bang?" tanya Alves.
"Emang lu lihat kalo muka gue bercanda, ha? Ya serius lah, mana pernah gue gak serius kalau menyangkut soal fasilitas!" jawab Dans.
Mereka semua duduk disana dan tentu saja semua orang kebagian walau jumlah mereka lumayan banyak, mereka tampak gembira bisa merasakan duduk di sofa yang benar-benar nyaman dan empuk sangat berbeda dengan markas mereka sebelumnya.
Prok prok prok....
Dans menepuk-nepuk kedua telapak tangannya sebagai isyarat memanggil pelayan yang ia sewa disana untuk melayaninya juga para anggotanya, Dans memang menyiapkan segalanya dengan serius dan tidak ada yang terlewati.
Tak lama kemudian, muncullah seorang pelayan wanita yang cantik berpakaian rapih seperti bartender pada umumnya menghampiri Dans serta beberapa anggota the darks disana. Tentu saja seketika semua orang disana melongok.
"Iya bos, mau apa?" ucapnya.
"Buatkan mereka semua minuman terbaik yang pernah kamu buat sebelumnya, jangan sampai rasanya tidak enak!" ucap Dans tersenyum.
"Baik bos, itu saja?" tanyanya lagi.
"Sekalian juga sama cemilan, ada kan?" ucap Dans.
"Ada kok bos, saya akan siapkan semuanya buat bos dan semua yang ada disini!" ucapnya.
"Ya, tapi sebelum itu kamu kenalin dong diri kamu sama mereka semua! Kasian tuh mereka belum pada tahu siapa nama kamu, kalau saya kan sudah!" ucap Dans tersenyum genit.
Gadis itu mengangguk tersenyum kemudian menghadap ke arah para anggota the darks untuk memperkenalkan diri di hadapan mereka semua, jujur ia cukup gugup karena pandangan orang-orang itu membuatnya deg-degan.
"Halo semuanya! Nama saya Rara, saya bekerja disini sebagai pelayan! Jadi, kalau kalian mau sesuatu tinggal bilang aja sama saya!" ucapnya.
"Oke, pasti!" ucap Willy tersenyum.
Setelahnya, Rara kembali ke tempatnya untuk membuatkan minuman yang dipesan oleh Dana tadi. Tentu saja disana ia hanya sendirian sehingga butuh waktu lama baginya untuk membuat minuman itu.
Sementara Dans serta yang lain masih tetap disana duduk-duduk sembari berbincang sedikit sekaligus menikmati keindahan tempat itu.
__ADS_1
"Hey, sebentar lagi ada adek gue yang bakal dateng kesini buat jadi tambahan kekuatan kita! Dia ini udah mewarisi kekuatan gue dalam dunia permotoran, jadi kalian gausah khawatir!" ucap Dans.
...•••...
Sahira & Lucas saat ini tengah keliling mencari penjual tahu bulat di sekitar jalan raya dekat markas wild blood sembari menikmati sore hari yang cerah nan indah ini dengan berboncengan berdua dan bercanda tawa di atas motor itu.
Sahira memeluk pinggang kekasihnya sambil membenamkan wajahnya pada punggung Lucas dan tersenyum manis, membuat Lucas yang merasakan itu sangat gembira dan puas bahkan terus tertawa bahagia sepanjang perjalanan.
Satu tangannya dipakai untuk mengelus punggung tangan Sahira yang berada di pinggangnya, mereka pun tampak ceria disertai senyum renyah yang tersimpul di wajah mereka, arah obrolan mereka pun entah kemana-mana gak tahu lagi.
"Sayang, kita cari kemana lagi ya? Kayaknya sekarang tukang tahu bulat tuh udah jarang deh, buktinya daritadi kita nyari gak ketemu-ketemu!" ucap Lucas kebingungan.
"Entahlah aku juga gak tau, soalnya aku belum pernah makan itu sebelumnya! Lihat bentuknya aja aku gak pernah, apalagi cari dimana tempat yang jualnya!" ucap Sahira ikut bingung.
"Hadeh, lagian si Gina ada-ada aja deh! Harusnya dia kalo minta tuh sewajarnya dong, misal siomay atau batagor yang dimana-mana ada! Lah ini tahu bulat jajanan legendaris, harus beli dimana coba?" ujar Lucas geleng-geleng kepala.
"Yaudah, aku bikin pake kekuatan aku aja gimana? Tapi, kamu kasih tau bentuknya tuh kayak gimana!" ucap Sahira memberi saran.
"Ah jangan deh! Kan kamu lagi dihukum sama ratu, nanti kalo kamu pake kekuatan kamu lagi bakal bahaya!" ucap Lucas.
"Iya sih, abis aku bingung harus apa lagi sekarang! Emang yang jual tahu bulat tuh biasanya dimana sih? Terus mereka jualnya pake apa, gerobak atau motor atau apa gitu??" ucap Sahira.
"Biasanya sih pake mobil bak terus keliling jalanan, sambil ada speaker gitu yang ngomong tahu bulat digoreng dadakan..." jawab Lucas.
"Ohh, kayak gitu bukan?" ucap Sahira.
"Hah?"
Tahu bulat digoreng dadakan, lima ratusan...
Tiba-tiba muncul sebuah mobil bak penjual tahu bulat yang melintas berlawanan arah dengan mereka, tentu Lucas langsung menghentikan motornya ke pinggir untuk memutar balik lalu mengejar tukang tahu bulat tersebut.
"Iya bener itu, kamu kenapa baru bilang sih?" ujar Lucas tampak sedikit kesal.
"Ih, aku mana tau! Lagian penjualnya juga baru muncul kok, kenapa kamu malah marah-marah sama aku? Harusnya kamu makasih karena aku udah kasih tau ke kamu, lah ini malah ngomel!" ujar Sahira.
"Hilih.."
Lucas pun memutar balik dan melaju cukup kencang untuk bisa mengejar tukang tahu bulat yang lewat tadi, Sahira yang ketakutan berpegangan erat pada tubuh Lucas sembari menutup matanya karena tidak mau sesuatu terjadi padanya saat ini.
"Kas, pelan-pelan dong...!!" teriak Sahira ketakutan.
"Tenang sayang, aku jago kok bawa motornya! Udah kamu pegangan aja yang kuat, gausah takut jatuh!" teriak Lucas juga.
"Hah??"
Kerasnya hembusan angin serta kecepatan motor Lucas membuat suara pria itu tak terdengar jelas di telinga Sahira, ya seperti pada umumnya lah ketika boncengan di motor akan sulit untuk mendengar suara satu sama lain.
"Iya udah kamu tenang aja!" ucap Lucas.
"Apa? Berenang? Aku gak mau berenang, Lucas!" ucap Sahira.
...•••...
Nur yang tengah menikmati es krim bersama kekasihnya yakni Alan di sebuah taman yang cukup romantis dan ramai, tiba-tiba saja mendapat suara telepati dari Nawal yang memintanya untuk menemuinya di tempat rahasia.
Tentu Nur mau tidak mau harus menuruti kemauan Nawal karena ia khawatir terjadi sesuatu pada ratu atau mungkin nirwana, akhirnya Nur meminta izin pada Alan untuk pergi sebentar meninggalkannya demi bisa menemui Nawal di tempat rahasia.
"Alan, aku mau pipis deh! Kamu tolong pegangin es krim aku sebentar, ya? Aku udah gak tahan banget nih, please!" ucap Nur.
"Iya sayang, sini aku pegangin! Udah kamu langsung ke toilet aja sana, ada satu kok disana tuh gak jauh juga dari sini!" ucap Alan mengambil es krim milik Nur lalu menunjuk ke arah toilet umum disana.
"Oke, makasih! Tapi, punyaku jangan dimakan itu es krimnya loh!" ucap Nur.
"Yaelah lagi kebelet masih aja mikirin es krim, iya tenang gak bakal aku makan kok! Paling cuma dijilat sedikit terus digigit ujungnya, gapapa kan?" ujar Alan sembari nyengir.
"Ish, jangan ah! Awas aja kalo kamu makan, aku doain kamu punya pacar lagi!" ucap Nur.
"Wah doanya bagus juga, tapi enggak deh punya kamu aja aku udah bersyukur banget! Lagian aku cuma tertarik sama kamu sayang, jadi mending aku gak makan deh es krim ini!" ucap Alan.
__ADS_1
"Nah gitu dong, yaudah jagain ya!" ucap Nur.
"Iya iya, udah sana pipis jangan ngomong mulu! Nanti kalo bocor disini kan gawat, satu taman bisa kebauan gara-gara kamu pipis di celana!" ujar Alan.
"Yeh gak bakal lah!"
Nur langsung bangkit dari duduknya lalu pergi meninggalkan Alan menuju toilet umum di depan sana, sekaligus ia juga akan menemui Nawal disana untuk menanyakan ada apa sebenarnya dia sampai menghubungi dirinya siang-siang begini.
•
•
Sesampainya di toilet, Nur langsung menghubungi Nawal melalui telepati dan meminta Nawal untuk segera datang kesana menemuinya. Tak lupa juga, Nur menjentikkan jari untuk menghentikan waktu di sekitarnya agar tidak ada yang bisa mengganggu atau sekedar melihat mereka disana.
Tak lama kemudian, Nawal pun datang kesana sesuai perkataan Nur yang menyuruhnya datang ke toilet di dekat taman tersebut. Kali ini kemunculan Nawal tidak lagi mengagetkan Nur karena ia juga sudah tau Nawal akan muncul, lagipun Nawal juga sedang dirundung kepanikan.
"Nur, gawat Nur!!" ujar Nawal panik.
"Ada apa, Nawal? Kenapa kamu panik kayak gini? Terus kenapa juga kamu tiba-tiba hubungin aku?" tanya Nur ikut cemas dan panik.
"Iya, jadi tadi Wilona datang ke nirwana sama seorang wanita yang berpakaian seperti ratu! Terus dia nyerang dan bikin nirwana jadi porak poranda, bahkan sampai ratu ikut terluka karena serangan dari mereka!" jelas Nawal.
"Hah? Bener-bener ya si Wilona itu, udah dikasih ampunan plus kesempatan buat hidup dan taubat! Tapi, dia malah makin menjadi-jadi aja! Kayaknya emang dia tuh gak bisa dimaafin lagi, kita harus musnahkan dia!" ujar Nur emosi.
"Iya Nur, tapi masalahnya sekarang Wilona udah beda! Dia didampingi seseorang yang sakit, kalau gak salah tadi ratu nyebut dia itu ratu Sofia! Kekuatannya sangat dahsyat, bahkan melebih Dimas waktu itu!" ucap Nawal.
"Ratu Sofia??" ujar Nur terkaget-kaget.
"Ya, apa kamu mengenal dia?" tanya Nawal.
"Tidak terlalu, aku hanya tahu sedikit tentang dia dan namanya dari ratu! Yang aku tahu, ratu Sofia memang penguasa dunia gelap dan ilmunya sangat tinggi bahkan berkali-kali lipat di atas nyai Revina!" jawab Nur.
"Maka dari itu, kita harus cari cara yang tepat untuk bisa mengalahkan ratu Sofia dan juga Wilona! Karena ratu Keira juga tak sanggup melakukan itu, mungkin saja raja Muzaki bisa membantu kita!" ucap Nawal memberi usul.
"Tidak, Nawal! Kalau yang mulia raja Muzaki muncul, pasti akan terjadi peristiwa mengerikan lainnya di atas sana! Beri aku waktu untuk berpikir bersama Sahira, lalu sekarang dimana sang ratu dan yang lain berada?" ucap Nur.
"Aman, ratu Keira dan teman-teman kita tinggal di istana raja Nuril.... tapi, sekarang ini nirwana sudah resmi menjadi tempat bagi Wilona dan para bidadari merah miliknya!" ucap Nawal.
"Tidak apa, itu hanya sementara! Kita akan merebut kembali nirwana dari tangan mereka, dan aku yakin Sahira pasti memiliki cara yang ampuh untuk melakukan hal itu!" ucap Nur.
...•••...
Saka yang tengah menuju rumah secara tak sengaja malah melewati jalan ke arah rumah Grey alias mantan kekasihnya dulu, ia pun heran dan tak mengerti mengapa bisa ia malah lewat kesana padahal rumahnya tidak searah dengan rumah Grey.
Akhirnya Saka terpaksa berhenti sejenak disana beristirahat sekaligus menatap bangunan rumah milik Grey yang dulu pernah mengisi hatinya, namun sekarang itu semua hanya sebuah kenangan dan mereka tak bisa lagi menyatu.
"Grey, seandainya kamu tahu kalau hingga saat ini aku masih belum bisa melupakan kamu! Dan aku selalu mengingat kamu disetiap kali aku sedang sendiri, jujur aku masih mencintaimu!" batin Saka.
Tiiinnnn....
Sebuah mobil dari arah belakang membunyikan klakson panjang yang cukup keras sampai membuat telinga Saka sedikit pengang, ia menoleh lalu sadar kalau itu adalah mobil milik keluarga Grey yang sebelumnya ia lihat di sekolah.
Sudah tentu di dalamnya ada Grey yakni mantannya yang sekarang sudah bahagia bersama pacar barunya yakni Alex, wanita itu turun dari mobil menatap Saka dengan mata sipitnya lalu perlahan berjalan maju mendekati pria tersebut.
"Lu ngapain sih di depan rumah gue?" tanya Grey dengan nada angkuh.
Saka justru tersenyum memandangi wajah cantik Grey yang sudah lama tidak ia lihat dalam jarak dekat seperti ini, terbayang dalam benaknya kalau ia dan Grey bisa kembali bersama seperti dulu dan saling mencintai satu sama lain.
"Heh, ditanya malah senyum-senyum!" bentak Grey.
"Kamu kalo galak begitu gak cocok tau, soalnya muka kamu emang cocoknya jadi cewek kalem dan lembut seperti dulu!" ucap Saka.
"Hah??"
Saka turun dari motornya dan mendekati Grey yang perlahan mundur karena tak mau terlalu berdekatan dengan pria itu, Saka langsung memegang dua pundak Grey dan memajukan wajahnya sambil tersenyum menatap wajah gadis itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1