Broken Angel

Broken Angel
Part 140


__ADS_3

Axel Maureen yang hari ini harus mengurungkan niatnya untuk mencari putrinya yang sudah viral dan bahkan menjadi trending topik di salah satu aplikasi karena suara merdu dan paras cantiknya telah mengundang perhatian orang khalayak ramai.


Yah,Axel Maureen harus berangkat ke luar kota demi melanjutkan misi investasi nya yang akan menambah pundi-pundi kekayaannya.Menyingkirkan segala urusannya pada sang putri yang minggat dari rumah dan belum di temukan barang setitik terang pun.


Axel,pergi ke wilayah Ciwidey untuk menanam investasi nya di salah satu kebun strawberry yang akan menambah fasilitas dan juga bibit baru dalam pengelolaan kebun strawberry bersama dengan Rendi Pratama selaku Direktur utama di perusahaan Pratama.


"Selamat siang bapak Rendi".Axel,menyapa pak Rendi.


"Siang,ibu Axel".Salam sapa balik pak Rendi berikan pada CEO Allenatore.


Keduanya hari ini si pertemukan dalam rangka sebagai investor di kebun strawberry yang akan menambah fasilitas dan bibit baru karena keduanya merupakan dua orang yang berasal dari perusahaan besar dan ternama.


Sebuah pertemuan yang kebetulan bagi mereka bukan untuk bersaing melainkan untuk melakukan kerja sama dengan tempat wisata di luar kota.


"Bye the way.Kenapa gak di wakilkan oleh putra mu?".Tanya Axel,di sela-sela langkah kakinya di samping Rendi Pratama.


Rendi,menarik napasnya secara kasar.Jelas ada raut kekecewaan pada diri nya."Anak itu?,anak itu entah kemana dia pergi nya".Ucap Rendi,tak habis pikir dengan kelakuan anaknya.

__ADS_1


Axel, menghentikan langkah kakinya."Maksud bapak?".


"Dia kabur,saat hendak membahas investasi yang akan di lakukan di luar kota".Jelas Rendi,ikut menghentikan langkah kakinya.


"Kalau begitu sama seperti anak ku" .Ucap Axel,menoleh kearah Rendi.


"Anak mu bekerja di perusahaan mu?, dengar-dengar dia di keluarkan dari sekolah nya?".Tanya Rendi, penasaran.


Axel terdiam sesaat.Berita tentang anak nya di keluarkan dari sekolah ternyata sudah menyebar di kalangan rekan bisnisnya apalagi video tentang anaknya mengamen sudah tersebar begitu cepatnya di era globalisasi ini.


"Iya,anak ku memutuskan untuk minggat dari rumah setelah kejadian dia di keluarkan dari pihak sekolah dan aku sedang mencari nya tapi belum ketemu".Jelas Axel,menatap lurus ke depan.Merasakan kesedihan.


Axel,kembali menoleh."Entahlah,anak itu semenjak kami memutuskan untuk bercerai.Dia semakin beringas,tak bisa di atur dan di kendalikan".Keluh Axel.


"Selamat siang bapak Rendi dan ibu Axel".


Percakapan kedua CEO dari Perusahaan ternama dengan permasalahan anak yang sama ini harus terpotong oleh suara seorang laki-laki yang tak lain dan tak bukan pemilik dari kebun strawberry ini.

__ADS_1


Axel dan Rendi, keduanya refleks menoleh pada sumber suara.Mereka saling menjabat tangan, sebagai bentuk formalitas mereka.


"Selamat siang juga,pak prakarsa".Ucap Rendi,menjabat tangan pak prakarsa begitu pun dengan Axel.


"Selamat siang juga pak prakarsa".Ucap Axel,menjabat tangan rekan bisnisnya.


Setelah acara formalitas itu, mereka diajak untuk berkeliling memantau kebun strawberry dengan berbagai penjelasan dari sang pemilik kepada investor untuk menggaet dana dari keduanya.


Saat mereka tengah mendengarkan dan fokus mengamati sekeliling.Tanpa terduga oleh keduanya,baik Axel maupun Rendi.Mereka berdua melihat anak-anak mereka yang tengah asyik mengobrol sambil memetik buah strawberry.


"Rey".


"Allena


Rendi memanggil anaknya begitu pun dengan Axel memanggil nama anaknya yang tak jauh dari posisi mereka berdiri.


Merasa terpanggil,Allena dan Rey menoleh pada sumber suara.Alangkah terkejutnya mereka begitu mereka menoleh kearah belakang.

__ADS_1


"Mamah".


"Papa".


__ADS_2