Broken Angel

Broken Angel
Part 45


__ADS_3

Disaat Allena sudah terlelap dalam tidurnya,di buai bunga mimpi yang di harapkan nya akan membawa dia kedamaian dan ketenangan.Disaat rey,sudah tidur meringkuk,di kursi tunggu.Ada satu orang lagi yang terlupakan.Axel Maureen,dia tengah di Landa kecemasan karena sang putri belum juga menunjukkan batang hidungnya.


"Allena".Gumam Axel,tak di pungkiri dia juga menyesal telah kembali memberikan contoh yang tidak baik untuk putri semata wayangnya.


Axel tak henti-hentinya memandang Allena kecil.Saat dia tertawa lepas, seakan dunia nya di penuhi oleh tawa dan keceriaan.Foto itu adalah foto Allena kecil yang diambil saat keluarganya masih utuh,belum tercerai berai seperti saat ini.


Axel,mengusap foto Allena kecil memeluk dirinya dan juga Allan membentuk sebuah keluarga yang harmonis nan ceria.Amat berbeda dengan keadaan yang sekarang.


Allena tumbuh tanpa ada dirinya,hanya ada mbok Surti yang menemani tumbuh kembang Allena.Allena kecil sering berceloteh ria,tapi dia menjadi diam dan murung tatkala perceraian itu terjadi.


Komunikasi yang dulu pernah tercipta kini hancur lebur.Kecerisn yang dulu pernah mewarnai keluarga nya, tiba-tiba di hancurkan oleh gelombang ombak yang karam di tengah lautan.


"Allena".Isak tangis Axel pecah begitu saja.Allena nya,putri semata wayangnya yang sekarang entah berada dimana.


Di saat kegundahan hatinya akibat keberadaan Allena yang belum di ketahui, tiba-tiba satpam gerbang berlari sembari meneriakkan namanya.


"Nyonya Axel nyonya Axel".Teriak satpam.


Axel, buru-buru menghapus air matanya.Akan sangat tidak lucu jika dia ketahuan menangis.


"Kenapa kamu berteriak malam-malam begini?".Gertak Axel, menghampiri satpam gerbang yang terengah-engah akibat berlari.

__ADS_1


"Huh ". Satpam gerbang mengatur napasnya."Nyonya". Satpam masih mengatur napasnya.


"Kalau bicara yang lengkap, jangan setengah-setengah ".Gertak Axel,tak sabaran.


"Ada"


Belum juga satpam gerbang menyelesaikan ucapannya.Tiba-tiba ada suara benda yang jatuh karena di sengaja.


Brak


Foto keluarga kecil Axel yang diambil sebelum terjadi perceraian di lemparkan ke lantai hingga mengeluarkan bunyi nyaring.


"Siapa,yang berani-berani membuat kegaduhan?".Tanya Axel, bangkit berdiri mencari sumber suara.


Axel menoleh pada sumber suara, alangkah terkejutnya dia saat mengetahui orang yang berani melemparkan foto keluarga kecil nya.


"Allan".Ucap Axel, terkejut bukan main.


"Yah ini aku".Sahut Allan, berjalan mendekat kearah Axel."Dimana putri ku?".Sentaknya.


Axel mengerutkan keningnya tak mengerti."Putri yang mana yang kau maksud?".

__ADS_1


"Putri kandung ku".


"Kau punya dua putri kandung, siapa yang kau maksud?".Tanya Axel,memancing emosi Allan.


"Allena Aidira". Teriaknya menggelegar di ruang tamu.


Allan,berjalan ke sembarang arah demi menemukan sang putri yang tadi siang pergi entah kemana,, menyisakan beribu pertanyaan yang menghimpit relung hatinya.


Sekian lama dia tak bertemu dengan sang putri akibat kesibukannya, setelah dia bertemu dengan sang putri.Allena, putrinya malah bersikap acuh seakan tak memperdulikannya lagi.Allena sudah berubah bak tak pernah mengenali dirinya.


"Dimana putri ku?". Teriaknya lagi.


Axel, berjalan di belakangnya."Apa kau tidak tau malu?, berteriak di rumah orang pada malam hari pula.Satpam".Teriak Axel, memanggil satpam gerbang.


"Yah,nyonya".Jawab satpam gerbang.


"Bawa laki-laki ini keluar,bila perlu seret paksa".Perintah Axel.


Dengan sigap satpam gerbang berusaha untuk meringkuk tubuh Allan,tapi memang tak semudah itu berhadapan dengan pria kekar nan kokoh.


"Kau, berusaha mengusir ku?, jangan harap kau menyeret ku keluar sebelum aku bertemu dengan putri ku".Ancam Allan.

__ADS_1


"Jangan harap kau bisa bertemu dengan putri ku.Ingat putri ku,bukan putri mu".Sentak Axel.


Allan yang tengah menghadapi satpam gerbang.Tak mengubris ancaman Axel,dia fokus melumpuhkan lawannya dan pada akhirnya kemenangan berada di pihaknya.


__ADS_2