
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 79
...•...
...|||...
...happy reading...🎉🎉🎉...
...✨✨✨...
Setelah merobek-robek semua foto itu, Kania langsung berjalan pergi dari sana meninggalkan mereka semua tanpa membersihkan bekas robekan fotonya.
Mereka hanya terdiam menyaksikan Kania berjalan pergi, termasuk Aldi yang hanya menganga saat melihat Kania pergi.
"Heh Al, bersihin nih sampahnya! Nanti kalo ada guru yang lihat bisa diomelin kita, ini kan perbuatan cewek lu jadi lu harus tanggung jawab!" ujar siswa sebut saja namanya Afif.
"Lu denger ya, kalian semua yang disini juga denger! Gua sama Kania itu gak ada hubungan apa-apa, kita gak pacaran seperti yang kalian kira itu! Kita cuma temenan dan gak akan pernah jadian juga, soal foto itu ya semalam gua sama Kania emang pergi berdua! Tapi itu semua karena paksaan gue, udah kalian semua jangan ada yang sebar gosip gak bener itu lagi!" ujar Aldi dengan nada keras.
Aldi pun mengambil sampah yang berserakan di lantai lalu membuangnya di tempat sampah, ia tampak kecewa sekaligus sedih karena Kania memang tak benar-benar tulus mau menemaninya semalam.
Jack yang melihat sahabatnya tengah murung, langsung menghampiri Aldi dan merangkul pundaknya.
"Wih my brother kenapa nih? Pagi-pagi udah cemberut gini tumben banget, cerita lah sama gue siapa tau gue bisa bantu kan selesain masalah lu ini!" ujar Jack sambil tersenyum.
"Gue punya masalah sama Kania, waktu gue jalan berdua sama dia semalem ternyata ada anak sini yang lihat dan foto kita terus fotonya itu dipajang di Mading! Kania jadi marah banget sob sama gue, kayaknya dia juga gak mau temenan sama gue lagi..." ucap Aldi.
"Ya ampun tega bener itu yang foto lu berdua sampe dipajang di Mading, coba gini deh bro lu tanya aja ke Saka dia kan ketua ekskul Mading tuh! Barangkali dia tau siapa yang udah foto sama tempelin foto lu sama Kania disana!" ujar Jack memberi usul pada Aldi.
__ADS_1
"Oh iya lu bener Jack, yaudah deh gue mau cari si Saka dulu! Thanks sarannya bro!" ujar Aldi.
"Sama-sama bro, udah ya jangan sedih-sedih lagi lu! Semoga Kania juga bisa maafin lu dan kalian deket lagi kayak biasanya!" ujar Jack.
Aldi mengangguk-angguk kemudian bangkit dari duduknya, ia pun pergi meninggalkan Jack disana untuk mencari keberadaan Saka.
•
•
Setelah cukup lama berputar-putar sekolah mencari Saka, akhirnya Aldi berhasil menemukan keberadaan pria itu tepatnya di dekat musholla sekolah.
Aldi pun langsung menghampiri Saka dan berharap dengan ini masalahnya bisa selesai serta Kania tak marah lagi padanya.
"Saka!" ucap Aldi memanggil nama Saka yang tengah asyik mengobrol dengan temannya di lantai musholla itu.
Saka pun menoleh lalu menatap heran ke arah Aldi, ia tak tau ada angin apa sehingga Aldi menghampirinya disana.
"Kenapa?" tanya Saka singkat.
"Maksudnya apa sih? Foto apa emangnya? Gue gak tau menahu loh soal itu, daritadi juga gue disini sama yang lain..." ujar Saka.
"Alah gausah pura-pura deh lu, masa lu gak tau? Kan lu ketuanya men, dan aturannya siapapun yang mau pajang gambar di Mading itu kan harus lewat persetujuan lu... sekarang lu mending jujur aja deh, siapa yang udah foto gue sama Kania ha...??!!" ujar Aldi.
Saka pun emosi karena Aldi yang malah memarahinya, ia bangkit dari duduknya lalu menatap tajam ke arah Aldi.
"Gua udah bilang sama lu, gua gak tau menahu soal foto atau apapun itu! Anak-anak Mading juga gak mungkin segabut itu fotoin lu sama Kania, jadi lu mending pergi cari orangnya di tempat lain!" ujar Saka.
"Gua gak akan pergi sebelum lu ngaku, gak mungkin lu gak tau apa-apa! Ayolah Saka, jangan melindungi dia hanya karena orang itu anggota ekskul lu!" ujar Aldi.
"Harus berapa kali sih gue bilang? Gue gak tau apapun sama masalah lu ini, jangan cari ribut deh! Gue masih bisa tenang ya sekarang, tapi kalo lu terus begini gue gak akan segan-segan buat mukul lu...." ucap Saka.
Mendengar ucapan Saka membuat Aldi malah semakin emosi, ia mengepalkan tangannya bersiap memukul pria di depannya.
Bughh... satu pukulan keras melayang di wajah Saka, pria itu pun langsung tersungkur ke bawah memegangi pipinya yang lebam.
__ADS_1
"Gua bener-bener kecewa sama lu Sak, awas ya kalo sampe kebukti ini semua perbuatan lu! Gua gak akan pernah ampuni lu Saka!" ujar Aldi berteriak emosi kemudian pergi dari sana.
...•••...
Disisi lain, Lucas & Sahira sampai di sekolah lebih lambat dibandingkan Alan & Nur karena mereka tadi sempat mampir sejenak ke tukang penjual mainan.
Ya Lucas membelikan jepit rambut bermotif bunga kamboja untuk dipasangkan di rambut gadis cantik itu tentunya, Lucas memang suka dengan wanita yang memakai jepit rambut seperti itu karena lebih terlihat cantik baginya.
"Kas, kita langsung masuk aja yuk! Kamu kan belum sarapan, jadi sebelum bel mending makan dulu sandwich dari aku ini!" ucap Sahira.
"Iya sayang, tapi kita masuknya jangan lewat depan takut ada cowok yang ganggu kamu nanti! Kita lewat sini aja ya..." ucap Lucas membelai rambut Sahira sambil tersenyum.
Sahira mengangguk pelan, mereka pun bergandengan tangan masuk melalui jalan di parkiran motor yang nantinya akan menembus ke dalam kantin sekolah.
"Eee sayang, kira-kira menurut kamu aku ini ganteng apa enggak??" ujar Lucas tiba-tiba bertanya hal random seperti itu pada Sahira.
"Hah? Kenapa kamu nanya begitu sih?" ujar Sahira terheran-heran.
"Ya gapapa nanya aja, kamu juga tinggal jawab aja aku ganteng apa enggak!" ucap Lucas.
"Eee.... ya pasti ganteng dong sayang, kamu aja jadi idola cewek-cewek disini masa iya gak ganteng! Selain ganteng kamu juga cowok paling keren dan romantis yang pernah aku temuin selama ini, itu yang bikin aku tertarik sama kamu Lucas..." ucap Sahira.
Mendengar jawaban dari kekasihnya, hati Lucas seperti melayang karena mendapat pujian melimpah dari Sahira barusan.
"Aduh sayang, pegangin tangan aku sayang aku gak kuat nih!" ujar Lucas memegangi dadanya kemudian menggenggam tangan Sahira.
"Loh kenapa sayang? Kamu sesak nafas?" tanya Sahira panik.
"Enggak sayang, aku mau terbang ini dapet pujian dari kamu tadi! Cepet pegangin tangan aku sayang!" ucap Lucas.
"Ish kamu mah bikin panik aja deh!" ujar Sahira sedikit kesal sambil menabok lengan Lucas.
Lucas malah terkekeh mengusap-usap lengan yang ditabok Sahira barusan, ia juga menggoda pacarnya itu dengan mencolek pipinya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...